📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

PENGARUH PERNYATAAN MORAL REBELS TERHADAP WILLINGNESS TO PAY KONSUMEN DENGAN PERSEPSI IN-GROUP DAN OUT-GROUP SEBAGAI VARIABEL MODERASI

Penelitian kuantitatif ini mengkaji apakah pernyataan yang bermuatan moral dibandingkan dengan yang tidak bermuatan moral yang disampaikan oleh merek yang bertindak sebagai moral rebels mempengaruhi willingness to pay konsumen, serta bagaimana persepsi keanggotaan dalam kelompok (in-group) versus luar kelompok (out-group) memoderasi hubungan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatasi kesenjangan penelitian terkait penerjemahan pembingkaian pesan moral ke dalam valuasi ekonomi yang lebih tinggi oleh konsumen yang mengarah pada peningkatan willingness to pay, yang hingga saat ini belum diuji. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen between-subjects dengan moderator terukur untuk menguji pengaruh pernyataan bermuatan moral dibandingkan dengan yang tidak bermuatan moral terhadap willingness to pay konsumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pernyataan moral dibandingkan dengan non-moral tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap willingness to pay konsumen. Selain itu, persepsi keanggotaan in-group versus out-group juga tidak secara signifikan memoderasi hubungan tersebut. Hasil ini menunjukkan bahwa pembingkaian moral semata mungkin tidak cukup untuk mempengaruhi keputusan pembelian konsumen, khususnya ketika pesan moral tidak memiliki relevansi personal yang kuat atau tidak tertanam dalam identitas kelompok yang terinternalisasi secara mendalam. Penelitian selanjutnya perlu mengeksplorasi faktor mediasi dan moderasi alternatif, berbagai kategori produk, serta konteks lintas budaya untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kondisi di mana moral framing dapat memengaruhi valuasi ekonomi.

2026
👤 Penulis: Katya Naadhira Adrian
🏷️ Psikologi Ekonomi 🏷️ Perilaku Konsumen 🏷️ Moral Rebels

PERILAKU KEUANGAN DALAM PASAR MODAL INDONESIA

Sejumlah investor besar ritel baru, khususnya dari kalangan muda, telah memasuki pasar saham Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini telah mengubah cara pasar beroperasi dan perilaku para pelakunya. Studi ini meneliti bagaimana bias perilaku seperti overconfidence (percaya diri berlebihan), herd behavior (perilaku ikut-ikutan), loss aversion (penghindaran kerugian), anchoring, dan mental accounting memengaruhi keputusan investasi investor ritel muda di Indonesia. Penelitian ini menggunakan teknik Systematic Literature Review (SLR) untuk mengkaji studi empiris dan teoritis yang ada dari tahun 2020 hingga 2024. Studi ini berdasarkan pada teori perilaku keuangan yang menggabungkan psikologi dan ekonomi untuk menjelaskan mengapa individu sering gagal membuat keputusan investasi yang rasional. Metodologi PRISMA digunakan untuk memilih artikel secara sistematis, dan VOSviewer digunakan untuk analisis bibliometrik serta pemetaan kata kunci. Data sekunder diperoleh dari basis data Scopus, EBSCO, dan Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bias-bias tersebut memiliki dampak besar terhadap perilaku investor, yang sering kali menyebabkan keputusan keuangan yang buruk dan meningkatkan volatilitas pasar. Studi ini menekankan perlunya inisiatif seperti program literasi keuangan dan intervensi perilaku untuk mengurangi dampak negatif dari bias tersebut. Penelitian ini memberi pemahaman kita tentang perilaku keuangan di negara berkembang dengan mengidentifikasi faktor psikologis utama yang memengaruhi kebiasaan investasi ritel di Indonesia, serta memberikan masukan bagi pembuat kebijakan dan pendidikan dalam pengambilan keputusan yang lebih baik.

2025
👤 Penulis: Athaya Pradisha Subagdja
🏷️ Perilaku Keuangan 🏷️ Psikologi Ekonomi 🏷️ Analisis Bibliometrik
💬