📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 8 dokumen

7 PSYCHOLOGICAL CHARACTERISTICS THAT INFLUENCE CUSTOMER'SBUYING DECISION TO MITSUBISHI PAJERO SPORT IN INDONESIA

Sebagai salah satu perusahaan otomotif terbesar didunia, Mitsubishi memiliki tingkat pualan yang tinggi di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Mitsubishi pada awal m berdiri adalah perusahaan otomotif yang berfokus pada kendaraan diesel dan alat-alat berat sepi truk, bus dan traktor. Namun saat in Mitsubishi berusaha untuk mengubah image yang dim cinya terdahulu menjadi sebuah image baru yang bisa bersaing menghadapi para komptor utamanya yaitu Toyota dan Honda dalam sektor kendaraan penumpang. Saat ini Mitsubishi meluncurkan produk terbarunya yaitu Mitsubishi Pajero Sport. Perlahan tapi pasti Mitsubishi merubah brand image yang dimilikinya menjadi sebuah brand image baru tanpa mengurangi kekuatan dari brand image sebelumnya, dalam penilaian media otomotif Mitsubishi Pajero Sport selalu mendapatkan poin yang bagus dalam hal performa, namun sampai tahun 2011 ini penjualan Mitsubishi selalu dibawah pesaing terbesarnya yaitu Toyota. Mitsubishi perlu untuk lebih mendekatkan diri pada konsumen dengan memberikan pengetahuan tentang produk mereka, terutama Pajero Sport. Peneliti memiliki sebuah ide untuk menghubungkan antara karakter psikologi dari konsumen dengan keputusan mereka membeli Mitsubishi Pajero Sport. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2012 Peneliti mengumpulkan data dengan membagikan quesioner yang terbentuk dari 30 variabel pernyataan, pernyataan tersebut didapatkan melalui wawancara dengan Divisi Marketing Mitsubishi dan juga Focus grup discussion pada orang-orang yang sudah menggunakan mobil Mitsubishi Pajero Sport. Dengan menggunakan Regression analysis, Factor analysis dan Cluster analysis penulis berusaha untuk mencari tahu karakter psikologi apa yang bisa dijadikan pedoman oleh Mitsubisihi dalam menjual produknya Jasil dari regression analysis akan menunjukkan bahwa pengaruh karakteristik psikologi terhadap keputusan membeli adalah 18.15%, sedangkan factor analysis yang dihubungkan dengan berbagai teori psikologi akan menunjukkan bagaimana 7 karakter psikologi dapat mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan pada Mitsubishi Pajero Sport, 7 karakter psikologi tersebut adalah Psychological Value of Money, Relationship to Human and Environment, Brand Loyalty, Self Confidence and Expectancy, Personality of Customer, Leadership Confidence dan Self Esteem and Risk. cluster analysis membagi variable yang ada menjadi 3 cluster, peneliti membandingkan hasil antara factor analysis dengan cluster analysis dan menentukan bahwa factor analysis lebih mudah untuk mendeskripsikan karakter psikologi konsumen. Dengan mengetahui 7 karakter psikologi dari konsumen maka Mitsubishi akan dapat lebih spesifik dalam menentukan strategi marketing dan lebih spesifik dalam menentukan pangsa pasar dari produk andalannya yaitu Mitsubishi Pajero Sport. Keywords: Brand Image, Psychological Characteristics, Reggression Analysis, Factor Analysis, Cluster Analysis, Specific Target Market

2026
👤 Penulis: Rachmat Suhadi
🏷️ Psikologi Konsumen 🏷️ Manajemen Brand Image 🏷️ Analisis Faktor

PENGARUH PERNYATAAN MORAL (VS. NON-MORAL) TERHADAP KESEDIAAN KONSUMEN UNTUK MEMBELI: PERAN MODERASI ORIENTASI IDENTITAS GLOBAL–LOKAL

Merek semakin banyak menggunakan pesan bermuatan moral dalam iklan untuk menonjolkan nilai-nilai etis. Namun, masih belum jelas apakah pesan tersebut benar-benar memengaruhi kesediaan konsumen untuk membeli. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah framing moral menghasilkan tingkat kesediaan membeli yang lebih tinggi dibandingkan framing non-moral, serta apakah pengaruh tersebut berbeda berdasarkan orientasi identitas global atau lokal konsumen. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen antara subjek (between-subjects), dengan orientasi identitas global–lokal diukur sebagai moderator yang bersifat kontinu. Partisipan diberikan paparan terhadap iklan moral atau non-moral dari sebuah merek kecantikan fiktif, kemudian tingkat kesediaan membeli diukur setelah mereka melihat iklan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan moral menghasilkan kesediaan membeli yang sedikit lebih tinggi dibandingkan pesan non-moral. Namun, perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik. Selain itu, orientasi identitas global–lokal tidak memoderasi hubungan antara framing pesan dan kesediaan membeli. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan pesan moral saja belum tentu mampu meningkatkan kesediaan membeli dalam berbagai konteks. Dengan mempertimbangkan keterbatasan penelitian, seperti ukuran sampel yang relatif kecil dan kemungkinan kurang kuatnya isyarat orientasi identitas dalam stimulus, hasil penelitian ini perlu ditafsirkan secara hati-hati. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan pesan moral yang lebih kuat, isyarat identitas yang lebih jelas, atau kategori produk yang pertimbangan etisnya lebih relevan bagi konsumen.

2026
👤 Penulis: Amalia Puteri Allam
🏷️ Pengaruh Moral Dalam Iklan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Produk Keuangan 🏷️ Psikologi Konsumen

MEMAHAMI DINAMIKA PSIKOLOGIS DAN SOSIAL DALAM TAMPILAN KONSUMEN: FONDASI UNTUK PERANCANGAN KERANGKA BRANDING REKAH

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana niat berkelanjutan dalam konsumsi fesyen diterjemahkan ke dalam praktik berpakaian sehari-hari, khususnya dalam konteks yang bersifat sosial dan terlihat oleh orang lain. Meskipun kesadaran terhadap fesyen berkelanjutan semakin meningkat, banyak konsumen mengalami kesulitan dalam mewujudkan nilai-nilai tersebut secara konsisten dalam penggunaan pakaian sehari-hari. Kesenjangan ini terutama muncul dalam situasi di mana penampilan menjadi objek penilaian sosial, seperti di lingkungan akademik, profesional, dan media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan pengumpulan data melalui 15 wawancara mendalam semi-terstruktur dan satu diskusi kelompok terarah (FGD) yang melibatkan 7 partisipan. Partisipan dipilih secara purposif untuk merepresentasikan konsumen muda perkotaan yang menghadapi konteks berpakaian yang bersifat terlihat secara sosial. Analisis data dilakukan menggunakan thematic analysis berdasarkan kerangka Braun dan Clarke, dengan landasan teori psikologi dan perilaku konsumen, termasuk impression management, kecemasan terkait penampilan, norma subjektif, self-efficacy, dan kepercayaan terhadap merek. Catatan observasi digunakan sebagai pelengkap untuk memperkaya pemaknaan emosional dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa niat berkelanjutan sering terhambat oleh kekhawatiran terhadap penilaian sosial, ketidaknyamanan emosional saat mengulang pakaian, serta keterbatasan kepercayaan diri dalam melakukan styling. Penelitian ini juga menyoroti peran merek fesyen dalam memediasi tekanan tersebut melalui pemberian legitimasi sosial, dukungan praktis, dan komunikasi keberlanjutan yang kredibel. Temuan ini berkontribusi pada literatur fesyen berkelanjutan dan memberikan implikasi strategis bagi praktik branding yang mendukung konsumsi bertanggung jawab sesuai dengan SDG 12.

2026
👤 Penulis: Tania Azahra
🏷️ Psikologi Konsumen 🏷️ Branding Fesyen 🏷️ Sdg 12: Pengurangan Sampah Dan Pemanfaatan Sumber

MENGEMBANGKAN STRATEGI AKUISIS PELANGGAN UNTUK WISATA GASTRONOMI PEDESAAN: STUDI KASUS PADA SAREMA

Pariwisata global pasca-pandemi telah mengalami pergeseran paradigma, ditandai dengan meningkatnya minat akan pengalaman perjalanan yang otentik, mendalam, dan berkelanjutan. Terlepas dari kondisi makro, Sarema, sebagai operator pariwisata skala kecil menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan skala model bisnis ditandai denga rendahnya tingkat okupansi. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kemampuan internal Sarema dan lingkungan persaingan eksternal, mengevaluasi komponen penting yang memengaruhi keputusan pelanggan tentang wisata minat khusus ini, dan mengembangkan strategi akuisisi pelanggan yang menyeluruh untuk meningkatkan jangkauan pasar. Penelitian ini mengintegrasikan analisis kualitatif dan kuantitatif untuk memberikan diagnosis komprehensif terhadap permasalahan bisnis. Hasil empiris mengungkapkan bahwa variabel bauran pemasaran tradisional, khususnya Produk, Tempat, Promosi, Orang, dan Proses, ditemukan memiliki dampak langsung yang tidak signifikan terhadap Sikap Pelanggan. Sebaliknya, studi ini mengidentifikasi bahwa Harga, Bukti Fisik, dan Motivasi Pendorong dan Penarik merupakan prediktor terkuat dari sikap positif dan minat pembelian. Studi ini menggabungkan hasil dengan matriks TOWS dan menghasilkan langkah strategis yang berpusat pada empat inisiatif utama: membangun Sarema sebagai destinasi regional Garut Utara; menggabungkan konten secara menyeluruh untuk menjadikan Sarema sebagai destinasi regional; mengatasi kendala skalabilitas dengan mengalihkan model pendapatan ke program pendidikan B2B dengan volume tinggi; mengatur unit SDM untuk memanfaatkan tren viral; dan membangun jaringan afiliasi terdesentralisasi dari Key Opinion Consumer (KOC) untuk menjembatanai kebutuhan marketing dnegan anggaran yang terbatas. Studi ini membantu bidang akademis dengan menunjukkan bahwa motivasi dan psikologis konsumen seringkali lebih penting daripada strategi pemasaran fungsional sebagai pendorong utama dalam perjalanan pengalaman khusus. Secara praktis, studi ini memberikan Sarema rencana implementasi yang dapat ditindaklanjuti dan berbasis data, memastikan bahwa strategi yang diusulkan terukur, tepat waktu, dan selaras dengan visi jangka panjang organisasi untuk menjadi pelopor dalam pariwisata gastronomi pedesaan berkelanjutan.

2025
👤 Penulis: Sri Wahyuni
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Pariwisata Gastrodomik Pedesaan 🏷️ Psikologi Konsumen

STRATEGI PSIKOLOGIS DALAM RITEL DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSUMEN: STUDI KASUS INDOMARET DI INDONESIA

Studi ini menyelidiki dampak strategi psikologis, tata letak toko, dan program loyalitas terhadap perilaku konsumen di pasar ritel Indonesia, dengan fokus pada toko serba ada seperti Indomaret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi harga psikologis, seperti harga pesona (misalnya, IDR 9.900 dibandingkan dengan IDR 10.000), secara signifikan mempengaruhi persepsi nilai konsumen dan meningkatkan penjualan. Selain itu, desain toko terbukti memiliki peran penting dalam mempengaruhi perilaku konsumen, dengan faktor seperti penempatan produk dan papan petunjuk yang memfasilitasi pembelian impulsif. Program loyalitas berbasis penghargaan transaksi juga membantu bisnis berulang dan retensi pelanggan, meskipun penelitian menunjukkan bahwa sensitivitas harga di Indonesia perlu melengkapi program loyalitas berbasis penghargaan agar berhasil. Temuan ini menekankan bahwa meskipun harga psikologis tetap penting dalam lingkungan ritel yang kompetitif, hal tersebut perlu beradaptasi dengan perkembangan digital. Tata letak toko harus mengutamakan tanda yang jelas dan penempatan produk yang strategis untuk meningkatkan pengalaman konsumen, sementara program loyalitas harus berfokus pada personalisasi dan integrasi online-offline yang mulus.

2025
👤 Penulis: Dewa Putu Parameswara Ananda Chrisna
🏷️ Psikologi Konsumen 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Retail 🏷️ Digitalisasi Dalam Bisnis Retail

DAMPAK ADVERTISING PUFFERY TERHADAP MINAT BELI DI INDUSTRI KOSMETIK INDONESIA DENGAN PERAN MEDIASI SIKAP TERHADAP IKLAN

Penelitian ini menyelidiki dampak dari puffery iklan terhadap sikap terhadap iklan dan niat beli dalam konteks iklan kosmetik di Indonesia. Puffery, yang sering digunakan untuk membuat iklan produk menjadi lebih menarik, diterima secara luas di industri ini. Namun, dampak sebenarnya masih belum jelas terutama ketika konsumen menyadarinya. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab bagaimana puffery mempengaruhi niat beli konsumen dan bagaimana sikap terhadap iklan memediasi efeknya. Sebanyak 211 tanggapan valid dikumpulkan melalui purposive sampling. Dengan menggunakan PLS-SEM dan paired sample t-test, analisis menunjukkan bahwa puffery secara signifikan mengurangi niat beli, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui sikap terhadap iklan. Setelah disadarkan akan adanya puffery, sikap responden terhadap iklan dan niat beli semakin menurun, sementara kesadaran akan adanya puffery meningkat. Temuan ini menyoroti bahwa bahkan kepura-puraan yang tidak kentara dapat menjadi bumerang ketika disadari. Sikap terhadap iklan memainkan peran kunci dalam membentuk perilaku konsumen. Penelitian di masa depan direkomendasikan untuk memeriksa efek kesadaran jangka panjang dan tanggapan di berbagai demografi dan platform periklanan.

2025
👤 Penulis: Syadzwina Alika Kianithara
🏷️ Puffery Iklan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Produk Kosmetik 🏷️ Psikologi Konsumen

PERAN FAKTOR PENENTU PSIKOLOGIS DALAM PENGGUNAAN JASA TITIP UNTUK PEMBELIAN JENIS PRODUK EKSKLUSIF DI INSTAGRAM

Salah satu metode jualan daring, jasa titip (jastip), menjadi popular di Indonesia. Konsumen Indonesia percaya diri dalam menggunakan jastip sebagai opsi berbelanja. Keadaan tergambarkan melalui studi pendahuluan dari 53-responden. Preferensi produk berasal dari luar negeri. Mereka mempertahankan membeli produk asing yang kegunaanya mirip saat penggunaan produk local. Kepercayaan dalam metode jastip produk yang diinginkan dari luar negeri terbentuk di bawah kondisi sadar risiko. Bisnis ini mudah ditemui di media sosial, terbanyaknya di Instagram. Studi ini menganalisa faktor psikologis dari perspektif konsumen dengan menggunakan Theory Planned Behavior yang diperluas yaitu sikap, norma subjektif, kontrol perilaku yang dirasakan, dan kepercayaan yang dirasakan terhadap niat pembelian dan perilaku konsumen dalam proses pengambilan keputusan pembelian. Data studi berasal survey daring kepada 100-responden mengikuti Teori Slovin dan teknik pengambilan sampel secara purposive dari 38-provinsi di Indonesia. Intrumen penelitian menggunakan 4-skala Likert. Analisa TPB yang diperluas menggunakan Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil analisa menjelaskan bahwa aspek kepercayaan yang dirasakan tidak menjadi faktor penentu untuk mendukung aspek sikap konsumen menggunakan jastip. Aspek sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku konsumen menggugah intensi dalam penggunaan jastip untuk membeli produk eksklusif yang diiginkan (nilai P <0.05). Dan, intensi dalam melakukan pembelian menjadi faktor pendukung untuk melakukan pembelian dengan jastip. Jadi, penelitian ini dapat diartikan sebagai kajian teoritis dan empiris untuk belanja daring.

2025
👤 Penulis: Rosalina
🏷️ Psikologi Konsumen 🏷️ Manajemen E-Commerce 🏷️ Teori Planned Behavior

HUBUNGAN FAKTOR DENGAN PEMBELIAN BERITA BERBAYAR: HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU, PSIKOLOGI DAN PENGETAHUAN PRODUK TERHADAP NIAT PEMBELIAN, KESEDIAAN MEMBAYAR, DAN PEMILIHAN PROFIT MODEL DI TEMPO

Penelitian ini mengeksplorasi hubungan dan pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian, yaitu faktor individu, psikologi dan pengetahuan produk terhadap niat pembelian, kesediaan membayar dan memilih model keuntungan atau penentuan harga selain berlangganan pada penggunan non berbayar Tempo digital. Hubungan antar variabel tersebut diukur menggunakan survei konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran, kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui penyebaran kuesioner. Sementara pendekatan kualitatif dilakukan dengan wawancara dan observasi. Sampel penelitian sebanyak 200 orang, yang merupakan pembaca non berbayar Tempo. Kuesioner diberikan secara acak kepada responden yang mengakses tautan survey. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan (faktor individu); sumber informasi, tipe pembaca, pendorong membeli berita, penolak membeli berita (faktor psikologi); pengetahuan pelanggan tentang berita berbayar Tempo, pengalaman pelanggan terhadap produk berbayar, dan akses pelanggan terhadap berita berbayar (faktor pengetahuan produk) secara statistik signifikan sebagai prediktor niat membeli. Adapun pendorong membeli berita (psikologi); pengetahuan pelanggan tentang berita berbayar Tempo, pengalaman pelanggan terhadap produk berbayar, pengetahuan terhadap tipe pembayaran, dan keakraban dengan jenis harga (product knowledge) secara statistik signifikan sebagai prediktor kesediaan membayar. Sementara faktor pendidikan dan pekerjaan (individu), pentingnya berita (psikologi), dan keakraban dengan jenis penetapan harga (product knowledge) secara statistik signifikan sebagai prediktor pilihan profit model.

2024
👤 Penulis: Khairul Anam
🏷️ Psikologi Konsumen 🏷️ Manajemen Konten Digital 🏷️ Analisis Keputusan Pembelian
💬