📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

EVALUASI MODEL MATERIAL DNA DAN PROBABILITAS INTERAKSI KIMIA PADA SIMULASI MONTE CARLO TRACK STRUCTURE KERUSAKAN DNA TERINDUKSI RADIASI PROTON DENGAN TOPAS-NBIO

Pemodelan Monte Carlo Track Structure (MCTS) menggunakan TOPAS-nBio, ekstensi piranti lunak TOPAS berbasis Geant4 untuk simulasi radiobiologi tingkat sel dan subsel, digunakan untuk menginvestigasi mekanisme kerusakan molekuler DNA akibat radiasi proton. Namun, model referensi sebelumnya masih banyak menggunakan pendekatan material air dan penentuan probabilitas interaksi radikal berbasis volume. Tugas akhir ini bertujuan mengevaluasi dampak penggunaan model material DNA berkelas Geant4 serta penyesuaian probabilitas interaksi radikal terhadap tingkat kerusakan DNA yang dihasilkan. Simulasi iradiasi proton (0,5–20 MeV) dilakukan dengan memvariasikan material komponen DNA dan mengurangi probabilitas interaksi radikal dengan kerangka menjadi 17% berdasarkan tinjauan penampang lintang lateral pelindung basa. Hasilnya, asumsi material air terbukti mengoverestimasi jumlah kerusakan hingga 69% (direct) dan 78% (indirect) karena penampang lintang material DNA yang lebih tinggi membuat interaksi elektron menjadi sangat terlokalisasi. Di sisi lain, penyesuaian probabilitas interaksi radikal menjadi 17% efektif menaikkan rasio kerusakan basa terhadap kerangka (BD/SB) hingga mendekati angka 2,5 dan menjaga proporsi kerusakan direk di angka 35%. Penerapan modifikasi ini terbukti esensial dalam meningkatkan akurasi dan kesesuaian pemodelan radiobiologi terhadap karakteristik eksperimental.

2026
👤 Penulis: Alfatchurrachman
🏷️ Radiobiologi 🏷️ Model Material Dna 🏷️ Simulasi Monte Carlo Track Structure

ANALISIS JADWAL FRAKSINASI DOSIS OPTIMAL PADA STEREOTACTIC BODY RADIATION THERAPY (SBRT) KANKER PROSTAT

Teknik stereotactic body radiation therapy (SBRT) memungkinkan pemberian dosis radiasi tinggi secara presisi dalam pengobatan kanker, sekaligus memperpendek total waktu terapi. Namun, jadwal fraksinasi dosis optimal untuk SBRT pada kanker prostat masih belum diketahui. Faktor percepatan repopulasi sel kanker dan variasi risiko pasien juga perlu dipertimbangkan dalam menentukan jadwal fraksinasi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jadwal fraksinasi dosis optimal pada SBRT kanker prostat dengan mempertimbangkan faktor repopulasi dan variasi risiko pasien. Metode yang digunakan melibatkan perhitungan variasi jadwal fraksinasi menggunakan model radiobiologi, yaitu tumor control probability (TCP) dan equivalent dose pada 2 Gy (EQD2). Parameter radiobiologi kanker prostat dioptimalkan menggunakan metode maximum likelihood estimation (MLE). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa jadwal fraksinasi dengan total dosis radiasi 40 Gy dalam 5 fraksi dan 38 Gy dalam 4 fraksi menghasilkan probabilitas pengendalian kanker tertinggi, yaitu 99%. Jadwal fraksinasi dengan total dosis radiasi 38 Gy dalam 4 fraksi memberikan total dosis efektif tertinggi, sebesar 89 Gy. Tanpa memperhitungkan faktor repopulasi, perhitungan probabilitas pengendalian kanker dan total dosis efektif cenderung overestimate. Di sisi lain, variasi risiko pasien tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil perhitungan. Namun, penentuan jadwal fraksinasi optimal pada SBRT kanker prostat masih memerlukan pertimbangan lebih lanjut terkait probabilitas komplikasi menggunakan model normal tissue complication probability (NTCP).

2025
👤 Penulis: Salma Aqilah Zahroh
🏷️ Radiobiologi 🏷️ Stereotaktis Body Radiation Therapy 🏷️ Kecerdasan Buatan
💬