📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenMULTIPE REGRESSION AND PRODUCTIVITY ANALYSIS OFMODJOPANGGUNG SUDAR FACTORY
Pabrik gula Modjopanggung yang berlokasi di Tulungagung memiliki persoalan dalam produksi gula produktivitas yang kurang efektif, berdasar kasus tersebut, pertanyaan di penelitian ini adalah tentang beberapa faktor produktifitas, bagaimana cara meningkatkan produksi gula, dan produktivitas, dan tujuan nya adalah untuk mengetahui faktor yang paling signifikan yang mempengaruhi produksi guladan menghitung produktifitas dari Modjopanggung di 2010.Langkah untuk memulai penelitian ini, pertama perumusan masalah, landasan teori,perumusan model, pengumpulan data dan analisa, dan kesimpulan dan rekomendasi. Dalam penelitian ini menggunakan model regresi berganda yang menggunakan produksi gula sebagai variable terikat, dan luas lahan tebu pabrik, luas lahan tebu petani, rata-rata rendemen dari lahan tebu pabrik,rata-rata rendemen dari lahan tebu sendiri, efisiensi pabrik jumlah truk, sisa tebu kemarin.jumlah hari gilling sebagai variabel bebas, dan di pengukuran produktivitas menggunakan pegawai, material tebu,modal,bahan bakar, listrik sebagai input and pendapatan dari gula dan tetes sebagai output. Metode penelitian dengan wawancara dan observasi ke pabrik. Hasilnya adalah jumlah truk dan rendemen TS yang paling siknifikan dari semua variable untuk meningkatkan produksi gula dengan nilai positif, artinya peningkatan hal tersebut juga meningkatkan produksi gula, adjusted r square 0.997 artinya 99.7% produksi gula bisa di jelaskan dari variable bebas, nilai t di 0.1298 yang masih di area penerimaan, artinya tidak ada difference di perkiraan dan kenyataan dari produksi gula. Produktivitas di 2010,perbandingan dari output partial dan input semua lebih dari 1 artinya output bisa mencakupi input, tapi di multifactor dan total faktor kurang dari 1 artinya penambahan dari faktor-faktor produktifitas input tidak bisa dicakup oleh faktor output, dengan faktor output partial terendah adalah listrik dan faktor output partial tertinggi adalah material tebu. Saran nya adalah kebijakan yang lebih baik untuk meningkatkan jumlah truk dan rendemen TR dan pengefektifan di kualitas karyawan, pembagian pendapatan tebu dengan petani, penggunaan modal, energy alternative dan penggunaannya, efisiensi listrik Kata kunci: produksi tebu, regresi berganda, analisa produksi pabrik gula Modjopanggung
PERBANDINGAN APLIKASI METODE REGRESI LINIER BERGANDA DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DALAM PEMBUATAN PETA ZONA NILAI TANAH (STUDI KASUS: KECAMATAN REGOL, KOTA BANDUNG)
Nilai tanah adalah suatu penilaian atas lahan berdasarkan kemampuan lahan secara ekonomis dalam hubungannya dengan produktivitas dan strategi. Dalam penyelenggaraan kegiatan penilaian tanah yang dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional banyak sekali persoalan riil yang dihadapi di lapangan sehingga diperlukan suatu metode penilaian otomatis yang dapat menghasilkan estimasi nilai tanah yang kredibel dan dapat memprediksi nilai tanah pada waktu tertentu. Model Penilaian tanah yang digunakan adalah metode regresi berganda dan jaringan syaraf tiruan. Regresi berganda adalah suatu metode pemodelan dengan menggunakan prinsip statistika sedangkanjaringan syaraf tiruan adalah salah satu metode pemodelan yang banyak digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang tidak linier. Kedua metode ini kemudian diterapkan untuk membuat Peta ZNTdari masing-masing model nilai tanah dan kemudian dibandingkan untuk mengetahui metode mana yang lebih akurat dalam memprediksi nilai tanah. Berdasarkan hasil perbandingan kedua model diperoleh kesimpulan bahwa model nilai tanah dengan menggunakan metode jaringan syaraf tiruan lebih akurat dalam memprediksi nilai tanah di Kecamatan Regol, Kota Bandung karena memiliki nilai validasi model yang lebih baik daripada regresi berganda.