📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 1 dokumenANALISIS KESTABILAN LERENG MENGGUNAKAN METODE KESETIMBANGAN BATAS PADA PIT 302 PANEL 3 PT JEMBAYAN MUARABARA, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Pit 302 Panel 3 milik PT Jembayan Muarabara merupakan area penambangan batubara terbuka yang menunjukkan indikasi ketidakstabilan lereng berdasarkan pengamatan lapangan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kestabilan lereng tambang pada sisi highwall dan lowwall menggunakan metode kesetimbangan batas Morgenstern-Price melalui perangkat lunak Rocscience Slide2. Analisis dilakukan pada tiga penampang lereng (A-A', B-B', dan C-C') dalam kondisi statis dan dinamis dengan skenario muka air tanah (MAT) aktual dan jenuh sepenuhnya. Properti material diperoleh dari kombinasi data primer survei talipindai dan data sekunder hasil pengeboran geoteknik, sehingga analisis turut dilakukan pada dua skenario, yaitu skenario tanpa data primer dan skenario dengan data primer dan sekunder. Analisis probabilistik simulasi Monte-Carlo diterapkan untuk menghitung Probabilitas Keruntuhan (PK). Hasil analisis menunjukkan bahwa kestabilan lereng sangat dipengaruhi oleh kejenuhan MAT dan kondisi pembebanan seismik. Pada skenario tanpa data primer pada kondisi MAT aktual, seluruh lereng highwall berada dalam kondisi stabil sementara seluruh lereng lowwall dalam kondisi tidak stabil. Pada kondisi MAT jenuh sepenuhnya, seluruh lereng highwall dan lowwall berada dalam kondisi tidak stabil dengan PK mencapai 100%, menunjukkan tingginya sensitivitas lereng terhadap kejenuhan muka air tanah. Pada skenario dengan data primer dan sekunder dengan MAT aktual, FK lereng highwall mengalami penurunan signifikan sehingga seluruh lereng berada dalam kondisi tidak stabil kecuali highwall B-B' pada kondisi dinamis, sedangkan pada kondisi MAT jenuh sepenuhnya seluruh penampang berada dalam kondisi tidak stabil. Rekayasa geometri direkomendasikan berupa pelebaran jenjang pada highwall dan pembuatan jenjang baru yang memotong lapisan batulempung karbonatan pada lowwall, dikombinasikan dengan sistem drainase. Setelah penerapan rekomendasi, FK meningkat menjadi 1,217–1,458 (statis) dan 1,103–1,238 (dinamis) dengan PK 0% memenuhi standar Kepmen ESDM No. 1827/K/30/MEM/2018.