📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 1 dokumen

KUANTIFIKASI KANDUNGAN KARAGENAN, KADAR ABU DAN BAHAN ORGANIK PADA BUDIDAYA RUMPUT LAUT (EUCHEUMA COTTONII) DENGAN SISTEM RESIRKULASI BERBASIS DARAT

Rumput laut Eucheuma cottonii merupakan komoditas strategis sektor perikanan dengan nilai ekonomi tinggi, terutama karena kandungan karagenannya yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku di berbagai industri. Meskipun Indonesia termasuk salah satu produsen utama rumput laut dunia, kualitas bahan baku dan produktivitas rendemen karagenan masih menghadapi berbagai kendala, khususnya akibat fluktuasi kondisi lingkungan pada sistem budidaya konvensional di perairan terbuka. Sistem resirkulasi berbasis darat ini menjadi alternatif yang memungkinkan parameter lingkungan secara lebih stabil dan terukur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kandungan karagenan serta mengukur kadar abu dan bahan organik pada Eucheuma cottonii yang dibudidayakan dalam sistem resirkulasi berbasis darat dengan tangki yang saling terhubung disertai sistem filtrasi pada container box. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House B3, Institut Teknologi Bandung, Kampus Jatinangor, selama 64 hari. Bibit Eucheuma cottonii yang digunakan berasal dari petani di Lampung dengan bobot awal sekitar ±50 g. Parameter yang diukur meliputi kadar karagenan, abu, bahan organik, serta laju pertumbuhan spesifik (SGR) karagenan. Selain itu, kualitas air dan mikroklimat dipantau secara berkala guna memastikan kondisi pertumbuhan yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan karagenan pada Eucheuma cottonii mengalami fluktuasi selama masa budidaya dengan peningkatan pada fase pertumbuhan aktif di HST 0-24, HST 40-44, dan HST 56-64, dengan laju pembentukan rendemen karagenan berturut-turut sebesar 0,87% day?1, 4,16% day?1, dan 1,11 % day?1. Nilai tertinggi rendemen karagenan berada di 6,68%, terendah di 4,11% dengan rata-rata 5,25%. Sementara itu, nilai kadar abu dan bahan organik selama budidaya diperoleh nilai tertinggi 66,36% dan 49,08%, terendah 50,92% dan 33,65% dengan rata-rata 56,08% dan 43,92%. Meskipun menawarkan stabilitas lingkungan, sistem resirkulasi berbasis darat dalam studi ini belum mampu menghasilkan kualitas karagenan yang setara dengan sistem konvensional. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan sistem dalam mereplikasi faktor alami yang mendukung akumulasi senyawa bioaktif secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi lebih lanjut pada manajemen nutrien, pengendalian epifit, dan kepadatan tanam agar sistem ini dapat menjadi alternatif kompetitif bagi industri karagenan di masa depan.

2026
👤 Penulis: Shabrina Ulima Khairunnisa
🏷️ Karagenan 🏷️ Resirkulasi Berbasis Darat 🏷️ Hidrologi
💬