📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 1 dokumenJEJAK AROMA NUSANTARA : WELLNESS RESORT AND CULTURAL PRODUCTION VILLAGE BERBASIS TANAMAN ATSIRI
Perkembangan gaya hidup modern dan tingginya tekanan kehidupan perkotaan menyebabkan meningkatnya gangguan kesehatan mental, kelelahan fisik, serta menurunnya kualitas interaksi manusia dengan alam. Di sisi lain, Indonesia memiliki kekayaan tanaman atsiri Nusantara yang berpotensi sebagai media penyembuhan, edukasi, dan penggerak ekonomi kreatif, namun pemanfaatannya masih didominasi sebagai komoditas produksi dan belum terintegrasi dalam pengalaman ruang yang utuh. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya sebuah kawasan yang mampu menghubungkan proses budidaya, produksi, pembelajaran, hingga pemulihan dalam satu kesatuan ruang. Proyek Jejak Aroma Nusantara: Wellness Resort and Cultural Production Village di Cikole dirancang sebagai kawasan terpadu yang menggabungkan fungsi wellness resort, pusat produksi minyak atsiri, ruang edukasi, budaya, serta agrowisata berbasis tanaman atsiri Nusantara. Kawasan ini menerapkan pendekatan arsitektur multisensori dengan menjadikan aroma sebagai elemen utama pembentuk pengalaman ruang. Konsep Aromatic Journey diterapkan melalui rangkaian ruang yang membawa pengunjung dari aktivitas publik menuju ruang yang semakin tenang dan restoratif, didukung oleh lanskap aromatik, healing landscape, productive landscape, serta pemanfaatan kontur alami tapak. Perancangan dilakukan melalui studi literatur mengenai wellness architecture, healing landscape, dan arsitektur multisensori, observasi kondisi tapak di Cikole, analisis preseden, serta pengembangan konsep desain yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Hasil perancangan menghasilkan kawasan yang terdiri atas lima zona utama, yaitu Produksi & Edukasi, Budaya & Komunitas, Wellness & Healing, Resort & Akomodasi, serta Lanskap & Agrowisata, yang saling terhubung dalam alur pengalaman ruang yang berkesinambungan. Melalui pendekatan tersebut, proyek ini diharapkan menjadi destinasi restorative tourism yang tidak hanya mendukung kesehatan fisik dan mental pengunjung, tetapi juga memperkuat pelestarian tanaman atsiri Nusantara, meningkatkan nilai ekonomi masyarakat lokal, serta menghadirkan identitas arsitektur yang mengintegrasikan alam, budaya, dan pengalaman multisensori secara berkelanjutan.