📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 1 dokumenREVITALISASI KAWASAN PASAR ASTANA ANYAR: MODEL MIXED-USE SEBAGAI PENGUNGKIT AKTIVITAS SOSIAL-EKONOMI DAN RESTORASI LINGKUNGAN SUNGAI
Pertumbuhan penduduk dan urbanisasi di Kota Bandung memicu keterbatasan lahan, yang berdampak pada munculnya permukiman informal atau kawasan kumuh, salah satunya di bantaran Sungai Citepus dekat Pasar Astana Anyar. Fenomena ini menimbulkan berbagai masalah multidimensi, mulai dari degradasi lingkungan fisik seperti pencemaran dan penyempitan sungai yang memicu banjir, hingga kerentanan sosial dan ekonomi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Selain itu, kawasan Pasar Astana Anyar juga mengalami penurunan fungsi akibat ketidakteraturan pedagang kaki lima (PKL) dan hilangnya ruang terbuka hijau. Upaya relokasi pemerintah sering kali gagal karena memutus akses warga terhadap sumber penghidupan utama mereka di pusat kota. Untuk merespons permasalahan tersebut, perancangan ini menggunakan pendekatan behaviour mapping dan behaviour setting guna memahami pola aktivitas komunal dan pergerakan keseharian warga permukiman informal. Pendekatan ini dipadukan dengan desain partisipatif yang menempatkan pengguna sebagai subjek aktif, sehingga rancangan ruang dapat menjembatani transisi perilaku warga dari hunian tapak ke hunian vertikal tanpa menghilangkan akar kebiasaan sosial mereka. Proses perancangan ini berlandaskan pada tiga nilai utama kawasan, yaitu inklusif, berdaya, dan pulih. Solusi yang ditawarkan adalah sebuah model bangunan mixed-use yang mengintegrasikan fungsi hunian vertikal (Rusunawa) bagi MBR dan area komersial berupa revitalisasi Pasar Astana Anyar. Dengan mengusung konsep "One Stop Everyday Living", kawasan ini dirancang agar masyarakat dapat tinggal, bekerja, berkumpul, dan bergerak secara efisien di satu lokasi yang sama. Penggabungan ini memungkinkan warga yang direlokasi tetap memiliki akses langsung terhadap mata pencaharian mereka di pasar, sekaligus menata ulang sistem perdagangan lokal yang sebelumnya tidak teratur menjadi kawasan yang inklusif. Selain aspek sosial-ekonomi, proyek ini juga berfokus pada restorasi lingkungan melalui penerapan infrastruktur hijau pada sempadan Sungai Citepus. Lahan hasil relokasi dialihfungsikan menjadi area resapan air, wetlan, taman, dan kolam detensi untuk memitigasi risiko banjir dan memulihkan fungsi ekologi sungai. Secara keseluruhan, revitalisasi terpadu ini diharapkan mampu menghadirkan hunian yang layak, mengembalikan daya saing ekonomi pasar rakyat, serta menciptakan ruang publik perkotaan yang sehat dan berkelanjutan.