📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 1 dokumen

REVITALISASI PASAR KOSAMBI DI KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN ADAPTIVE REUSE UNTUK MEWUJUDKAN BANGUNAN MULTIFUNGSI YANG MENDORONG VITALITAS URBAN

Sebagai makhluk sosial dengan beragam kebutuhan, manusia telah menjadikan pasar sebagai tempat pemenuhan kebutuhan sekaligus pusat kehidupan bersama sejak ribuan tahun lalu. Selain berfungsi sebagai ruang vital bagi aktivitas ekonomi, pasar juga memiliki peran penting dalam kehidupan sosial karena menjadi ruang interaksi yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat. Namun, dalam perkembangannya, pasar tradisional mengalami degradasi secara spasial dan fungsional. Citra negatif akibat kondisi pasar yang beraroma tidak sedap, kurang higienis, panas, dan kumuh, diperburuk oleh hadirnya disrupsi platform e-commerce yang semakin diminati masyarakat. Kondisi ini mengikis peran pasar secara signifikan sehingga vitalitas urban yang dahulu ditopang olehnya semakin menurun. Meskipun demikian, pasar tetap memiliki potensi besar sebagai instrumen ekonomi rakyat yang menawarkan harga terjangkau dan ragam komoditas yang luas. Oleh karena itu, revitalisasi pasar sangat diperlukan untuk menciptakan ruang komersial yang kontekstual. Pasar tidak hanya diposisikan sebagai tempat transaksi, tetapi juga sebagai ruang ketiga yang mampu mengintegrasikan aktivitas sosial dan ekonomi guna memperkuat resiliensi komunitas urban serta ekonomi lokal. Revitalisasi pasar diarahkan pada perancangan bangunan multifungsi yang merespons kebutuhan masyarakat urban. Konsep ini diwujudkan dengan menyediakan ruang yang tidak hanya mewadahi aktivitas jual beli, tetapi juga mengakomodasi kebutuhan akan hunian, ruang produksi, dan ruang publik yang inklusif, adaptif, serta berkelanjutan. Pasar Kosambi di Kota Bandung dipilih sebagai lokasi revitalisasi karena telah lama menghadapi permasalahan degradasi di atas, meskipun berada di pusat kota yang strategis. Dalam proses revitalisasi, pendekatan adaptive reuse dipilih sebagai strategi utama karena bangunan eksisting memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali. Pendekatan ini memungkinkan optimalisasi struktur lama, pengurangan limbah konstruksi, serta pemanfaatan sumber daya secara lebih berkelanjutan. Melalui strategi tersebut, bangunan pasar dikembangkan menjadi wadah multifungsi yang mengintegrasikan area perdagangan, hunian, area kreatif, dan ruang publik. Integrasi ini bertujuan meningkatkan intensitas penggunaan bangunan sekaligus memperkuat vitalitas urban. Metode dalam proses perancangan meliputi studi literatur, observasi lapangan, dan iterasi desain untuk mendapatkan kualitas ruang yang optimal. Dengan demikian, diharapkan tercipta wajah baru Pasar Kosambi sebagai bangunan multifungsi yang sehat, nyaman, berdaya guna, serta inklusif, sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat urban secara berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Vinnie Feriana
🏷️ Revitalisasi Kota 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Desain Urban
💬