π Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 4 dokumenPRESERVING COMMUNITY MARKET: REVITALISASI PASAR KIARACONDONG MELALUI PENGUATAN AKTIVITAS EKONOMI DAN PRODUKTIVITAS RUANG
Pasar tradisional merupakan salah satu pusat penggerak aktivitas ekonomi utama masyarakat di wilayah perkotaan, sekaligus menjadi pilihan masyarakat sekitar sebagai area perdagangan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Selain itu, pasar juga seringkali menjadi ruang interaksi dan aktivitas berbagai elemen lapisan masyarakat. Namun, keberadaannya saat ini sering dihadapkan pada permasalahan tata kelola, penurunan kualitas ruang, dan inefisiensi pemanfaatan lahan. Di kawasan Pasar Kiaracondong, ruang dagang yang tidak tertata dan sirkulasi yang buruk mengakibatkan kawasan ini tidak memiliki konektivitas yang baik terhadap lingkungan luar pasar maupun permukiman sekitarnya. Hal ini memicu penurunan tingkat kenyamanan, mobilitas, dan mematikan potensi ekonomi kawasan, sehingga pasar tradisional kerap memiliki citra buruk dan semakin ditinggalkan pengunjung jika dibandingkan dengan pasar modern. Merespons kondisi tersebut, perancangan ini mengusung gagasan "Preserving Community Market" yang berfokus pada revitalisasi Pasar Kiaracondong melalui penguatan aktivitas ekonomi dan produktivitas ruang. Pasar Tradisional dipilih sebagai tipologi bangunan yang dirancang ulang untuk menciptakan ruang dagang yang lebih adaptif, dinamis, dan optimal dalam pemanfaatan lahan. Ruang-ruang di dalam pasar dirancang serta dioptimalkan sebagai ruang sosial dan ekonomi yang fleksibel dan mampu mewadahi kepadatan aktivitas secara efektif tanpa mengurangi kenyamanan pengguna. Metode perancangan yang digunakan meliputi studi literatur mengenai revitalisasi pasar tradisional dan produktivitas tata ruang, observasi terhadap pola aktivitas dan pergerakan pengguna, serta analisis konfigurasi spasial untuk menilai efisiensi pemanfaatan lahan dan alur sirkulasi. Tujuan utama dari perancangan ini adalah menghadirkan model revitalisasi pasar tradisional yang mampu mempertahankan keberadaan komunitas lokal di sekitarnya, sekaligus meningkatkan daya saing melalui penciptaan ruang komersial yang produktif, terintegrasi, dan adaptif terhadap dinamika ekonomi perkotaan.
EVALUASI PEMANFAATAN RUANG PUBLIK ALUN-ALUN CIAMIS PASCA REVITALISASI BERDASARKAN PERSEPSI PENGUNJUNG DENGAN KONSEP PLACEMAKING
Revitalisasi Alun-Alun Ciamis bertujuan untuk menambah RTH dan RTP, relokasi PKL, penataan parkir, dan penambahan fasilitas lain agar ruang lebih inklusif. Di tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Ciamis melakukan revitalisasi di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menggabungkan Alun-Alun Ciamis Wetan dan Alun-Alun Ciamis Kulon serta menambah sarana prasarana. Tahun 2024, pemerintah kembali merevitalisasi dengan menyediakan gedung parkir dan kuliner agar ruang publik bertambah dan tetap memenuhi kebutuhan fasilitas pengunjung. Meskipun sudah lengkap dan menarik secara visual, penambahan fasilitas baru memengaruhi kualitas dan pola aktivitas pemanfaatan ruang. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi Alun-Alun Ciamis pasca revitalisasi berdasarkan persepsi pengunjung dengan konsep placemaking, teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner, observasi, wawancara, dan studi literatur, serta metode analisis data berupa analisis konten, deskriptif kuantitatif, dan deskriptif kualitatif. Penelitian membandingkan kondisi sebelum dan setelah revitalisasi ditinjau dari fasilitas dan pemanfaatan ruang, dengan kesimpulan menunjukkan bahwa pasca revitalisasi berdasarkan persepsi, Alun-Alun Ciamis terdapat peningkatan dibanding sebelum revitalisasi dan sudah sesuai dengan keempat komponen placemaking. Meskipun masih perlu adanya perbaikan dalam aksesibilitas, keterhubungan, kebersihan, dan kenyamanan. Rekomendasi mencakup aksesibilitas, keterhubungan, kebersihan, dan kenyamanan yang harus ditingkatkan agar ruang tercipta lebih inklusif.
PENGARUH INTERVENSI KOMUNITAS MELALUI DESAIN DALAM PENGEMBANGAN RUANG PUBLIK DI TINGKAT RW (STUDI KASUS: KARASA)
Komunitas memiliki peran penting dalam pengelolaan dan pengembangan wilayah, termasuk ruang publik, yang berfungsi sebagai tempat interaksi sosial dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Namun, tantangan seperti keterbatasan lahan, keragaman latar belakang anggota komunitas, serta penyalahgunaan ruang publik seperti jalur evakuasi saat terjadi kebakaran yang biasa disebut βbrandgangβ, seringkali menghambat pemanfaatan sarana ruang publik secara optimal. Penelitian ini mengkaji pengaruh intervensi komunitas melalui aktivitas desain terhadap pengembangan fasilitas ruang publik di tingkat RW. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan malakukan studi arsip, wawancara dan observasi lapangan untuk menganalisis program yang dijalankan oleh KARASA, termasuk pastisipasi masyarakat, penerapan konsep desain berbasis kebutuhan masyarakat, dan dampaknya terhadap aspek sosial, budaya, dan ekonomi. Pada studi kasus komunitas KARASA di RW02 Gempolsari, komunitas ini berhasil melakukan revitalisasi brandgang menjadi ruang publik alternatif yang fungsional dan estetis melalui pendekatan desain partisipatif dan aktivasi desain mural tematik. Implementasi design thinking dalam proses perencanaan dan pelaksanaan berhasil mendorong partisipasi aktif masyarakat, meningkatkan rasa memiliki terhadap lingkungan, serta menciptakan dampak positif dan rekomendasi implementasi intervensi komunitas.
REVITALISASI TAMAN CADIKA SEBAGAI TAMAN HUTAN KOTA YANG MENDUKUNG KEGIATAN OLAHRAGA RUANG LUAR RAMAH KONSERVASI LANSKAP
Revitalisasi, konservasi, dan olahraga saling berhubungan dalam upaya menciptakan ruang publik yang tidak hanya indah dan fungsional, tetapi juga berkelanjutan dan mendukung gaya hidup sehat. Taman Cadika, salah satu taman di Kota Medan, kini telah ditetapkan sebagai Taman Hutan Kota. Dengan lokasi yang cukup luas dan strategis, tidak jauh dari pusat kota, taman ini berkembang menjadi bumi perkemahan dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas olahraga. Potensi ini semakin meningkat setelah pengelolaan taman dialihkan dari Dinas Pertamanan ke Dinas Pemuda dan Olahraga. Namun, sayangnya kondisi taman saat ini masih kurang terawat. Oleh karena itu, revitalisasi Taman Cadika sebagai Taman Hutan Kota yang Mendukung Kegiatan Olahraga Ruang Terbuka Ramah Konservasi Lanskap sangat diperlukan. Dengan pengelolaan yang kini berada di bawah Dinas Pemuda dan Olahraga, taman ini dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kualitas pelatihan para calon atlet di Kota Medan. Langkah ini juga sejalan dengan visi dan misi DISPORA Kota Medan, yaitu "Meningkatkan budaya dan prestasi olahraga secara berjenjang dan berkelanjutan melalui tahap pengenalan olahraga, pemantauan, pemanduan dan pengembangan bakat, serta peningkatan prestasi." Mengintegrasikan fungsi Taman Hutan Kota dengan kegiatan olahraga luar ruangan sambil mempertahankan nilai konservasi lanskap adalah langkah krusial. Revitalisasi Taman Cadika melalui pendekatan Nature-Based Solutions (NBS) akan memastikan taman berfungsi optimal sebagai ruang rekreasi dan olahraga, sambil melindungi air dan vegetasi. Dengan demikian, taman akan mendukung aktivitas fisik sekaligus pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas ekosistem. Analisis kendala dan potensi secara mikro, meso dan makro terhadap peran konservasi lanskap (tata air dan tata hijau) di Taman Cadika saat ini. Kemudian melakukan wawancara untuk memperoleh data atau informasi lebih lengkap. Analisis daya dukung merupakan alat yang sangat penting dalam pengelolaan sumber daya dan perencanaan pembangunan berkelanjutan. Proses ini berkaitan erat dengan konsep "rimba kota" yang diatur dalam Permen ATR/BPN Nomor 14 Tahun 2022, serta pedoman dalam Time-Saver Standards for Landscape Architecture. Analisis daya dukung membantu menentukan kapasitas maksimum suatu area untuk mendukung berbagai aktivitas manusia dan penggunaan sumber daya tanpa mengorbankan keseimbangan ekologis dan kualitas lingkungan. Dengan memahami daya dukung ini, perencana dan pengelola dapat merancang ruang terbuka hijau yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional dan rekreasi masyarakat tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan, sesuai dengan prinsip-prinsip yang diatur dalam peraturan dan standar yang relevan.