📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 5 dokumenANALISIS PENILAIAN KUALITAS RUANG TERBUKA PUBLIK TERAS CIKAPUNDUNG KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN PENDEKATAN PUBLIC SPACE INDEX (PSI)
Ruang terbuka publik memiliki peran penting dalam mendukung kualitas hidup perkotaan melalui fungsi sosial, rekreatif, dan ekologis. Teras Cikapundung di Kota Bandung sebagai ruang publik tepi sungai merupakan salah satu ruang yang memiliki tingkat pemanfaatan tinggi, namun masih menghadapi berbagai tantangan terkait kualitas ruang. Penelitian ini bertujuan menilai kualitas ruang terbuka publik Teras Cikapundung dengan mempertimbangkan keterkaitan antara karakteristik pengguna, pola aktivitas, dan pengalaman ruang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan Public Space Index (PSI) sebagai instrumen utama penilaian kualitas ruang berdasarkan lima aspek utama, serta didukung oleh Simpson’s Diversity Index (SDI) untuk mengidentifikasi tingkat keberagaman pengguna dan aktivitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa Teras Cikapundung memiliki tingkat pemanfaatan yang tinggi, terutama pada akhir pekan, yang menegaskan perannya sebagai ruang rekreasi perkotaan. Penilaian melalui Public Space Index (PSI) menunjukkan bahwa kualitas ruang berada pada kategori sedang, yang berarti ruang telah mampu memenuhi fungsi dasarnya namun belum optimal dalam menciptakan pengalaman ruang yang menyeluruh dan masih terdapat ketimpangan kinerja antar aspek. Temuan penelitian menegaskan bahwa kualitas ruang publik dipengaruhi oleh interaksi antara desain ruang, pola pemanfaatan, dan persepsi pengguna. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini merumuskan rekomendasi pada setiap indikator kualitas ruang yang masih rendah guna mendukung peningkatan kualitas ruang publik yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pengguna serta pengembangan pendekatan evaluasi ruang terbuka publik yang lebih kontekstual dan terukur.
EVALUASI TAMAN DENGAN KRITERIA RUANG TERBUKA PUBLIK RAMAH ANAK : STUDI KASUS ALUN-ALUN BANDUNG DAN ALUN-ALUN UJUNGBERUNG
Menurunnya kualitas ruang terbuka publik akhir-akhir ini dirasakan oleh masyarakat, khususnya kelompok anak-anak, yang memandang ruang publik tidak hanya sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan berkumpul dan berinteraksi, tetapi juga sebagai tempat untuk bermain. Kebutuhan ini perlu dipenuhi, terutama karena anak-anak masih berada dalam tahap perkembangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi ruang terbuka publik berdasarkan kriteria ruang publik ramah anak dengan mengambil 2 studi kasus taman publik di kota Bandung. Penelitian menggunakan metode dengan pendekatan evaluasi semu (pseudoevaluation). Metode kuesioner, observasi, dan wawancara digunakan untuk mengumpulkan data, dan dianalisis dengan mengkombinasikan metode kualitatif dan kuantitatif (mixed-methods) dalam mengevaluasi studi kasus. Hasil utama dari penelitian ini berupa perumusan kriteria ruang terbuka publik ramah anak, dengan jabaran substansi berupa 7 kriteria terdiri atas keamanan dan kesehatan, pemanfaatan aktivitas (exploratory to play), komunitas, aksesibilitas dan mobilisasi, paparan terhadap alam (contact with nature), kenyamanan, dan inklusivitas, beserta total 18 indikatornya yang merupakan turunan dari masingmasing kriteria. Kriteria ruang terbuka publik ramah anak digunakan dalam mengevaluasi studi kasus taman terpilih, yaitu Alun-Alun Bandung dan Alun-Alun Ujung Berung. Hasil evaluasi menujukkan kategori ketercapaian taman Alun-Alun Bandung berada pada klasifikasi “tercapai kurang baik” dengan perolehan skor 65.7%, sementara Alun-Alun Ujungberung berada pada klasifikasi “tidak tercapai” dengan perolehan skor 60.15%.
PRINSIP PERANCANGAN RUANG TERBUKA PUBLIK DI BAWAH JALAN LAYANG CIROYOM DENGAN PENDEKATAN LOST SPACE DAN PLACEMAKING
Lost space menjadi salah satu permasalahan perkotaan yang timbul akibat tidak matangnya perencanaan struktur kota sehingga menyebabkan ruang tersebut menjadi terbengkalai dan tidak jelas kepemilikannya. Keberadaan lost space salah satunya dapat ditemukan di bawah jalan layang. Pembangunan jalan layang seringkali tidak disertai dengan perencanaan yang terstruktur terhadap ruang di bawahnya sehingga hanya menjadi residu dari pembangunan jalan layang tersebut. Hal ini juga terjadi pada pembangunan Jalan Layang Ciroyom. Ruang di bawah jalan layang Ciroyom saat ini menjadi lost space yang masih belum jelas pemanfaatannya. Akibat dari ketidakjelasan pemanfaatan ini, dikarenakan lokasinya dekat dengan pasar dan permukiman warga, menjadikan lost space ini digunakan sebagai tempat pembuangan sampah, baik dari pasar, pedagang kaki lima, maupun perumahan warga. Oleh karena itu, sebagai upaya dalam mengaktifkan kembali lost space tersebut menjadi ruang terbuka publik, diperlukan adanya prinsip perancangan dengan pendekatan placemaking. Placemaking merupakan sebuah proses untuk menciptakan tempat-tempat yang berkualitas sehingga memiliki sense of place yang kuat yang dapat mempererat hubungan antara manusia dengan tempat yang dikunjunginya. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini, yaitu merumuskan prinsip perancangan yang sesuai untuk ruang terbuka publik di bawah Jalan Layang Ciroyom dengan pendekatan lost space dan placemaking. Dalam perumusan kriteria dan prinsip ini, dilakukan terlebih dahulu kriteria dan prinsip perancangan normatif berdasarkan tinjauan literatur. Berdasarkan hasil tinjauan literatur didapatkan 9 kriteria normatif, yaitu aksesibilitas, kenyamanan, keamanan, penghijauan, identitas, aktivitas, adaptif, inklusivitas, dan interaksi sosial. Kriteria normatif dan prinsip di dalamnya, digunakan sebagai acuan dalam analisis deskriptif dan analisis gap untuk mengidentifikasi potensi, persoalan, dan kebutuhan perancangan dan merumuskan prinsip perancangan yang sesuai dengan karakteristik ruang di bawah Jalan Layang Ciroyom. Keseluruhan analisis ini menghasilkan prinsip perancangan ruang terbuka publik di bawah Jalan Layang Ciroyom dengan pendekatan lost space dan placemaking
STRATEGI OPTIMALISASI RUANG TERBUKA PUBLIK PADA KAWASAN GELANGGANG PACUAN KUDA (STUDI KASUS: GELANGGANG PACUAN KUDA DANG TUANKU KABUPATEN TANAH DATAR)
Ruang terbuka publik memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas fisik. Gelanggang Pacuan Kuda Dang Tuanku, sebagai salah satu ruang terbuka publik di Kabupaten Tanah Datar, memiliki potensi untuk dioptimalkan guna meningkatkan pemanfaatannya oleh masyarakat. Namun, masih terdapat berbagai kendala yang mempengaruhi tingkat kunjungan dan aktivitas fisik di kawasan ini. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi optimalisasi Gelanggang Pacuan Kuda Dang Tuanku sebagai ruang terbuka publik yang mendukung aktivitas fisik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 274 responden serta analisis deskriptif untuk mengidentifikasi persepsi dan preferensi masyarakat. Selain itu, observasi juga digunakan untuk mengkaji kondisi eksisting kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kawasan ini memiliki aksesibilitas yang baik bagi pengguna kendaraan pribadi, pesepeda, dan pejalan kaki, fasilitas transportasi umum dan akses bagi penyandang disabilitas masih kurang memadai. Dari segi kenyamanan dan keamanan, responden menilai kondisi kawasan cukup baik pada siang hari, namun terdapat kekhawatiran terhadap kebersihan, fasilitas pendukung, serta keamanan di malam hari. Mayoritas responden juga menyatakan bahwa fasilitas olahraga dan ruang interaktif masih kurang untuk mendukung aktivitas fisik secara optimal. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa faktor fasilitas dan kenyamanan berpengaruh positif terhadap peningkatan frekuensi pengunjung, sedangkan faktor usia berpengaruh negatif dimana semakin tinggi usia (dalam penelitian ini 40 tahun keatas), maka semakin mengurangi frekuensi berkunjung ke lokasi ini. Berdasarkan temuan tersebut, strategi optimalisasi yang diusulkan meliputi peningkatan fasilitas dasar seperti tempat duduk, toilet, dan tempat sampah; penyediaan fasilitas olahraga yang lebih beragam; peningkatan keamanan melalui pencahayaan dan pengawasan; serta peningkatan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kawasan juga menjadi aspek penting untuk memastikan keberlanjutan ruang terbuka publik ini
KAJIAN KUALITAS DAN POLA AKTIVITAS RUANG TERBUKA PUBLIK DI KORIDOR JALAN GATOT SUBROTO, KOTA SURAKARTA
Jalanl merupakan salahl satu komponen dalaml lingkungan perkotaan yang berperan sebagai ruang publik. Jalan adalah tempat terbuka yang mudah dijangkau oleh masyarakat. Selain sebagai rute transportasi, jalan juga berfungsi sebagai tempat sosial yang mencerminkan kehidupan dan identitas kota. Keberadaan ruang terbuka publik menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas hidup dan menggerakkan ekonomi perkotaan. Koridor Jalan Gatot Subroto, yang sering kali menjadi pusat kehidupan malam, mencerminkan identitas Kota Surakarta sebagai destinasi wisata malam. Namun, pemanfaatan ruang terbuka publik di kawasan tersebut masih belum optimal, sehingga diperlukan pengembangan untuk memaksimalkan fungsi jalan sebagai ruang terbuka publik dengan memenuhi kebutuhan pejalan kaki. Penelitianl ini bertujuanl untuk mengevaluasi kualitasl ruang terbukal publik di Koridorl Jalan Gatot Subroto Kota Surakarta, yang diharapkanl dapat menjadil dasar untukl pengembangan lebihl lanjut. Sasaran penelitian pertama adalah untuk mengidentifikasil karakteristik fisikl ruang terbukal publik di koridorl tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kekurangan dalam fasilitas jalan, kondisi trotoar yang rusak, dan kekurangan penandaan khusus untuk pejalan kaki. Sasaran penelitian kedua adalah untuk mengevaluasi pola aktivitas penggunaan ruang terbuka jalan di koridor tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa lalu lintas kendaraan cenderung tidak lancar terutama pada malam hari dan weekend, meskipun tingkat pelayanan jalan dinilai baik baik pada weekday maupun weekend.