📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

PERANCANGAN WELLNESS RESORT DENGAN PENDEKATAN SALUTOGENIC DESIGN SEBAGAI MEDIUM RESTORATIF BAGI MASYARAKAT URBAN DI BATAM, KEPULAUAN RIAU

Lingkungan perkotaan dengan kepadatan tinggi, kebisingan, dan ritme hidup yang cepat dapat memicu urban stress dan menurunkan kualitas hidup masyarakat urban. Kebutuhan akan medium ruang yang mendukung pemulihan semakin relevan seiring berkembangnya wisata kesehatan, yang menuntut pengalaman ruang tidak hanya rekreatif tetapi juga terarah. Tugas Akhir ini mengusulkan perancangan interior wellness resort di Kepulauan Seribu sebagai sarana restorasi psikologis bagi masyarakat urban Jakarta. Tujuan perancangan adalah membentuk pengalaman ruang yang memandu pengguna dari kondisi tegang menuju tenang dan pulih melalui rangkaian fasilitas wellness yang terintegrasi. Metode perancangan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, studi pembanding, analisis tapak dan karakter pengguna, serta sintesis program ruang dan kriteria perancangan. Konsep “Stillness Between Tides” menerjemahkan ritme pasang–surut sebagai urutan pengalaman ruang. Pendekatan salutogenic diterapkan dengan mengoperasionalkan Sense of Coherence melalui keterbacaan sirkulasi dan wayfinding, kontrol pengguna terhadap privasi serta tingkat stimulus, dan pengalaman bermakna melalui keterhubungan dengan elemen alam. Implementasi desain diwujudkan melalui strategi pencahayaan dan penghawaan alami, pemilihan material alami yang sesuai iklim pesisir, pengendalian akustik, serta pemisahan alur servis. Rancangan ini diharapkan menjadi model lingkungan interior yang berperan sebagai medium dalam mendukung pencapaian well-being, kebugaran, dan kebiasaan hidup sehat.

2026
👤 Penulis: Radina Dyandra Nabila
🏷️ Desain Interior 🏷️ Manajemen Kesehatan Lingkungan 🏷️ Salutogenic Design

ARAMA TERRA SHARANA : DESAIN WELLNESS CENTER DENGAN PENDEKATAN THERAPEUTIC ARCHITECTURE

Meningkatnya urbanisasi dan gaya hidup sedentari di Kota Bandung berdampak negatif pada kualitas hidup masyarakat perkotaan, yang ditandai dengan tingginya angka stres dan depresi pascapandemi, khususnya di kalangan mahasiswa yang mencapai 76%. Di sisi lain, distrik Dago/Coblong memiliki potensi klimatologis yang mendukung pengembangan hortikultura terapeutik serta pertumbuhan tren wisata kebugaran (wellness tourism). Proyek perancangan ini mengusulkan "Arama Terra Sharana", sebuah Wellness Center yang mengintegrasikan layanan kesehatan informal, rekreasi, dan pemenuhan kebutuhan biofilik masyarakat. Berlokasi di Cisitu, Dago, proyek ini mengambil preseden lokal dari inisiatif agribisnis Tani Kota untuk ditransformasikan ke dalam konteks arsitektur penyembuhan (healing context). Pendekatan perancangan yang digunakan menggabungkan Arsitektur Terapeutik (Therapeutic Architecture), Desain Biofilik (Biophilic Design), dan Desain Salutogenik (Salutogenic Design) untuk menciptakan lingkungan binaan yang restoratif. Metode perancangan dilakukan dengan mengoptimalkan kondisi tapak berkontur curam seluas 78.000 m2 melalui strategi struktur panggung berdampak rendah (low-impact treehouse structure), zonasi akustik untuk menyelaraskan berbagai kelompok usia pengguna, serta penerapan sistem tangga ramp kontinu guna menjamin aksesibilitas universal. Hasil perancangan menunjukkan konfigurasi massa bangunan interlokasi yang melingkari halaman dalam (central courtyard) sebagai oasis ketenangan yang terlindungi. Komposisi arsitektural diperkaya dengan fasad vegetatif (green envelope), menara pemanen air hujan sebagai penanda ekologis, serta zonasi lanskap hortikultura multisensori yang produktif. Luaran Tugas Akhir ini diharapkan dapat menjadi model tipologi fasilitas kesehatan nonformal yang adaptif terhadap ekologi lokal sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan fisik, psikologis, dan sosial komunitas urban secara berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Cynthia Jie
🏷️ Desain Biofilik 🏷️ Therapeutic Architecture 🏷️ Salutogenic Design
💬