📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 13 dokumen

PERANCANGAN ULANG STRATEGI PROMOSI PROGRAM IELTS WIKALPA COLLEGE BERDASARKAN ANALISIS INTENSI DAN SEGMENTASI PELANGGAN

Wikalpa College merupakan lembaga bimbingan belajar daring yang didirikan pada tahun 2022 dan menyediakan program persiapan IELTS. Meskipun program yang ditawarkan telah sesuai dengan kebutuhan target pasar, strategi promosi yang diterapkan belum mampu menjangkau calon pelanggan secara optimal karena masih menggunakan pendekatan yang seragam tanpa mempertimbangkan perbedaan karakteristik pelanggan. Selain itu, terdapat limitasi anggaran yang dipertimbangkan sehingga diperlukan strategi promosi yang tidak membutuhkan biaya dalam jumlah banyak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi intensi mendaftar calon pelanggan, mengidentifikasi segmentasi pelanggan berdasarkan karakteristik perilaku, dan merancang ulang strategi promosi bagi setiap segmen pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 117 responden yang merupakan target pasar program IELTS Wikalpa College. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLSSEM) berdasarkan model Stimulus–Organism–Response (S-O-R) yang diadopsi dan dikembangkan dari lima penelitian terdahulu, yaitu Dabbous & Barakat (2020), Hanaysha (2022), Li dkk. (2025), Monfort dkk. (2025), dan Lien dkk. (2015). Dengan robustness check, dilakukan Finite Mixture Partial Least Squares (FIMIXPLS) untuk mengidentifikasi segmentasi pelanggan, dan Importance-Performance Map Analysis (IPMA) untuk menentukan prioritas perbaikan pada setiap segmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Content Quality merupakan stimulus utama yang membentuk respons pelanggan melalui pengaruh nonlinear terhadap Brand Awareness dan Brand Image serta pengaruh positif terhadap Brand Preference, sedangkan Brand Preference menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap Intention to Enroll. Analisis FIMIX-PLS mengidentifikasi dua segmen pelanggan, yaitu Benefit-Driven Evaluators sebanyak 66 responden dan Engagement-Driven Decision Makers sebanyak 51 responden. Berdasarkan karakteristik masing-masing segmen, penelitian ini menghasilkan enam strategi promosi terdiferensiasi, yaitu Proof Before Promotion, IELTS Decision Week, IELTS Everyday Challenge, dan Wikalpa Education Partner Program, untuk meningkatkan efektivitas promosi Wikalpa College sesuai karakteristik setiap segmen pelanggan.

2026
👤 Penulis: Muhammad Zhafran Imanulhaq
🏷️ Segmentasi Pasar 🏷️ Analisis Intensi Mendaftar Pelanggan 🏷️ Kecerdasan Buatan Dalam Manajemen Rantai Pasok

MENGEMBANGKAN STRATEGI PEMASARAN BERDASARKAN SEGMENTASI, PENARGETAN, PENENTUAN POSISI (STP): SEBUAH STUDI KASUS DI JERNIP KENCANA

Jernip Kencana merupakan sebuah usaha keluarga yang telah beroperasi sejak 1996 di Kuningan, Jawa Barat, meproduksi sirup jeruk nipis alami melaui bisnis UMKM. Meskipun mendapatkan ulasan pelanggan yang sangat baik dengan rating antara 4,2 hingga 4,8 daris kala 5,0, Perusahaan mengalami penurunan penjualan yang drastic sebesar 61,7% dari kuartal kedua 2021 hingga kuartal keempat 2024. Perusahaan mempertahankan posisinya sebagai pioneer dengan pengalaman 29 tahun di industry ini, namun menghadapi tantangan pemasaran yang serius dimana kualitas produk yang sangat baik tidak diimbangi dengan eprforma penjualan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mnegidentifikasi akar peneybab penurunan penjualan dan mengembanngkan startegi pemasaran yang komprehensif dan dapat diimpelementasikan oleh UMKM. Tujuan spesifik penelitian mencakup analisis factor internal dan eksternal yang mempengaruhi startegi pemasaran, segmentasi dan identifikasi target pasar yang paling pontesial, pengembangan positioning yang tepat untuk membedakan Jernip Kencana dari kompetitor, serta merumuskan rekomendasi tsrategi pemasaran yang actionable. Penelitian ini menggunakan desian mixed-method dengan mengombinasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik dan staf, observasi langsung, serta kuesioner terhadap 285 responden yang dipilih secara purposive di wilayah Kuningan, Bandung, dan Jbodetabek. Analisis ini dilakukan menggunakan K-means clustering untuk segmentasi konsumen, VRIO untuk mengidentifikasi keunggulan kompetitif, Porter’s five forces untuk analisis industry, PESTLE untuk lingkuangn makro, serta marketing Mix 7Ps dan matriks TOWS untuk perumusan strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara internal Jenrip Kencana memiliki keunggulan kompetitif berkelanjutan berupa pengalaman usaha selama 29 tahun dan konsistensi kualitas produk. Namun, keunggulan tersebut belum didukung oleh strategi pemasaran yang efektif, ditandai dengan rendahnya brand awareness, pemasaran digital yang tidak konsisten, desain kemasan yang kurang menarik, serta tidak adanya pengelolaan data pelanggan. Dari sisi eksterna; peluang berasal dari meningkatnya kesadaran Kesehatan, penetrasi digital, dan dukungan institusi, sementara ancama utama berasal dari persaingan yang ketat dengan merek yang lebih kuat secara digital serta ketergantungan tinggi pada distributor. Analisis segmentasi mengidentifikasi lima segmen konsumen, dengan segmen 5 dipilih sebagai target utama karena memiliki daya beli yang memadai, kesadaran s=Kesehatan tinggi, serta perilaku digital yang aktif. Berdasarkan analisis positioning, Jenrip Kencana direkomendasikan untuk menempati posisi “heritage premium natural wellness” dengan diferensiasi utama pada warisan usaha sejak 1996 dan proses produksi artisanal. Strategi pemasaran yang diusulkan difromulasikan dengan pendekatan TOWS dan diimpelemntasikan dalam marketing mix 7Ps, dengan focus pada penguatan brand awareness, peningkatan akseibilitas porduk, penguatan pemasaran digital, serta pengelolaan sumber daya secara bertahap. Rencana implementasi dirancang dalam empat fase selama 24 bulan dengan prioritas pada strategi berdampak tinggi dan biaya relative rendah sesuai dengan keterbatssan UMKM

2026
👤 Penulis: Salma Yusoluna
🏷️ Segmentasi Pasar 🏷️ Pemasaran Berbasis Umkm 🏷️ Porter’S Five Forces

MENINGKATKAN KINERJA PENJUALAN MELALUI SEGMENTASI PELANGGAN BERBASIS DATA: PENDEKATAN K-MODES DI DEALER SEPEDA MOTOR INDONESIA

Salah satu dealer motor Honda di Kabupaten Hulu Sungai Tengah kesulitan memenuhi target penjualan yang fluktuatif, karena hanya dua dari sepuluh bulan yang mencapai target pada tahun 2025. Segmentasi pasar yang buruk menyebabkan strategi penjualan yang tidak berhasil. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menemukan segment pasar yang berbeda berdasarkan transaksi bisnis mereka, (2) menemukan segmen pasar yang berdasarkan beberapa kriteria, yang meliputi profitabilitas, pangsa pasar, dan pertumbuhan, dan (3) merumuskan rencana penjualan yang efektif untuk setiap segmen pasar sehingga dapat meningkatkan kinerja penjualan mereka saat ini. Pendekatan CRISP-DM denan metode analisis dua fase digunakan pada 4,289 data penjualan dari januari 2022 hingga Oktober 2025. Fase pertama melibatkan algoritma K-Modes pada enam variable kategorikal, mengidentifikasi nilai K optimal (K=3), menggunakan Teknik triangulasi Elbow Method, Silhouette Score, dan Davies-Bouldin Index dilanjutkan dengan fase kedua melibatkan MCDM-TOPSIS. Kerangka validasi berlapis diterapkan yang mencakup analisis pra-cluster (Cramér's dan Chi Square), stabilitas algoritma (Bootstrap ARI 0.489), uji signifikansi statisti (Kruskal-Wallis p<0.0001), analisis diskriminan (LDA), penilaian profitabilitas, temporal analysis (MAPE 6,93%), analisis sensitivitas TOPSIS (6 skenario). Analisis tersebut menemukan 3 kluster pelanggan yang berbeda: Klaster 0 (Pembeli Tunai Scoopy, pangsa pasar 63,3%, keuntungan Rp 629,000 per pelanggan, CAGR -1.4%), Klaster 1 (Pembeli Kredit Scoopy, pangsa pasar 21.9%, keuntungan Rp 596,000 per pelanggan, CAGR +3.8%), dan Klaster 2 (Pembeli Tunai Beat, pangsa pasar 14.8%, keuntungan Rp 367,000 per pelanggan, CAGR +31.4%). TOPSIS mengidentifikasi Klaster 2 sebagai segmen prioritas tertinggi (Skor 0.565, Peringka 1) meskupun keuntungan per pelanggan rendah. Analisis sensitivitas mengkonfirmasi kekokohan peringkat dengan stabilitas 66.7% (bobot scenario 4/6). Dealer sepeda motor disarankan untuk mengadopsi pendekatan alokasi sumber daya yang tersegmentasi, dengan investasi 60% pada segmen pertumbuhan tertinggi (Klaster 0) melalui penetrasi pasar yang agresif, 30% pada segmen dengan margin tinggi (Klaster 0) untuk pemeliharaan defensive, dan 10% pada segment stabil (Klaster 1).

2026
👤 Penulis: Adelia Azka Sofia
🏷️ Segmentasi Pasar 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

NILAI YANG DIRASAKAN DAN NIAT BELI TERHADAP BIO- GASOLIN (STUDI KASUS PERTAMAX GREEN 95): STUDI TENTANG KONSUMEN BAHAN BAKAR NON-SUBSIDI DI INDONESIA

Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi niat pembelian konsumen terhadap Pertamax Green 95, bio-bensin E5 pertama di Indonesia, untuk mengatasi tantangan bisnis kritis berupa pertumbuhan penjualan yang stagnan di pasar utama Jawa Barat. Masalah inti studi ini adalah mengurai pertukaran nilai yang dirasakan konsumen antara manfaat produk dan pengorbanan yang harus dilakukan. Tujuan utama penelitian ini adalah mengembangkan dan memvalidasi secara empiris model yang menjelaskan niat pembelian dengan menentukan pentingnya komponen nilai kunci. Tujuan sekundernya adalah menguji apakah persepsi kunci berbeda secara signifikan antar segmen demografis untuk membenarkan strategi pemasaran yang ditargetkan. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif, dengan survei online terstruktur yang diberikan kepada sampel 412 responden valid yang tidak menggunakan Pertamax Green 95, yang berlokasi di pasar sasaran DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan pendekatan dua metode. Pertama, Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) digunakan untuk menguji kerangka konseptual utama dan lima hipotesisnya. Kedua, Analisis Varian (ANOVA) dilakukan untuk menguji perbedaan signifikan dalam persepsi kunci di antara segmen demografis yang berbeda, khususnya tingkat pendapatan dan jenis kendaraan. Analisis PLS-SEM memberikan dukungan yang kuat untuk kerangka konseptual. Model tersebut menjelaskan 59,1% varians dalam niat pembelian konsumen (R² = 0,591) dan mengonfirmasi bahwa kelima hipotesis tersebut secara statistik signifikan. Temuan ini menetapkan hierarki pengaruh yang jelas, dengan hambatan utama berupa Sensitivitas Harga (? = -0.354) dan Persepsi Risiko (? = -0.289). Penggerak positif terkuat adalah Kinerja yang Dirasakan (? = +0.258), sementara Kesadaran Lingkungan (? = +0.157) merupakan prediktor terlemah. ANOVA selanjutnya memberikan bukti empiris untuk segmentasi pasar, menunjukkan bahwa pemilik mobil secara signifikan lebih menghindari risiko dan berorientasi pada kinerja, sementara konsumen berpenghasilan rendah secara signifikan lebih sensitif terhadap harga. Kontribusi penelitian ini sangat signifikan, menyediakan model perilaku konsumen terhadap bio-gasoline yang pertama kali diverifikasi secara empiris dalam konteks unik pasar bahan bakar premium Indonesia. Penelitian ini mengukur dominasi pertimbangan pragmatis (biaya, risiko) atas lingkungan, memberikan landasan berbasis data untuk strategi pemasaran. Selain itu, penelitian ini secara statistik memvalidasi keberadaan arketipe konsumen yang berbeda—“Affluent but Cautious” dan “Mass-Market Pragmatist”—menawarkan dasar yang kokoh untuk pendekatan yang ditargetkan dan tersegmentasi. Temuan ini memberikan kerangka kerja yang dapat diterapkan bagi PT Pertamina Patra Niaga untuk meningkatkan nilai yang dirasakan produk dengan terlebih dahulu menetralkan hambatan utama biaya dan risiko sebelum memanfaatkan manfaat kinerja dan lingkungan.

2025
👤 Penulis: Edith Indra Triyadi
🏷️ Bio-Bensin 🏷️ Analisis Perilaku Konsumen 🏷️ Segmentasi Pasar

USULAN STRATEGI PEMASARAN PROYEK MUSIK INDEPENDEN: STUDI KASUS DUA MATA PISAU

Dua Mata Pisau merupakan proyek musik independen baru asal Jakarta, Indonesia, saat ini Dua Mata Pisau tengah dalam tahap persiapan untuk merilis karya musik perdananya. Perkembangan industri musik di era digital saat ini memberikan peluang sekaligus tantangan bagi para musisi independen. Digitalisasi memberikan kemudahan bagi para musisi untuk mendistribusikan karya musiknya melalui DSP, seperti Spotify, Apple Music, Youtube Music, dan lain sebagainya. Namun, kondisi saat ini juga berdampak pada meningkatnya persaingan di industri musik, sehingga menimbulkan kendala terutama bagi para musisi baru untuk mendapatkan visibilitas dan memonetisasi karyanya secara efektif. Dua Mata Pisau ditantang untuk menentukan posisi yang tepat dalam industri musik di Indonesia. Untuk membantu Dua Mata Pisau menemukan strategi pemasaran yang tepat di era streaming musik saat ini, penelitian ini difokuskan pada eksplorasi segmentasi pasar berdasarkan kebutuhan audiensnya, penentuan target segmen yang paling diminati oleh Dua Mata Pisau, serta strategi positioning-nya agar mampu mengimplementasikan strategi secara efisien dengan menggunakan sumber daya dan kompetensi Dua Mata Pisau saat ini, serta diharapkan dapat membangun hubungan baik dengan pendengar dan menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Untuk mengumpulkan data riil mengenai kondisi terkini industri musik di Indonesia, penelitian ini mengumpulkan informasi, data, dan wawasan dari para praktisi dan pemangku kepentingan utama di industri musik di Indonesia, meliputi produser musik, perwakilan label terkemuka, manajer artis, dan pemilik label musik. Didukung oleh data sekunder dari tren konsumsi musik, wawasan platform streaming, dan laporan industri musik di Indonesia. Berdasarkan proses segmentasi, penelitian ini mengidentifikasi tiga segmen utama yang telah dipilih berdasarkan karakteristik segmen yang paling sesuai dengan kondisi Dua Mata Pisau saat ini: Penggemar Berat, Pengguna Fungsional, dan Pembelajar Aspirasional. Melalui analisis strategis menggunakan kerangka kerja seperti penilaian daya tarik segmen, evaluasi akses pasar, dan proposisi nilai, penelitian ini menyimpulkan bahwa Dua Mata Pisau perlu mengadopsi strategi penargetan multi-segmen dengan implementasi penawaran yang berbeda sesuai dengan karakteristik masing-masing segmen. Implementasi strategis ini dirancang berdasarkan keunggulan sumber daya dan kapabilitas yang dimiliki oleh Dua Mata Pisau, dengan pendekatan bertahap yang berpuncak pada perilisan singel musik Dua Mata Pisau yang rencananya akan dirilis pada bulan Juni 2026. Temuan ini menawarkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi musisi independen yang ingin memprofesionalkan pendekatan pemasaran mereka, dan berkontribusi pada wacana akademis tentang pemasaran strategis di industri kreatif.

2025
👤 Penulis: Atarrahim Iqbal Putra Riyadi
🏷️ Pemasaran Strategis 🏷️ Segmentasi Pasar 🏷️ Industri Musik Digital

STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN YOGA STUDIO: SULLA WELLNESS CLUB

Pesatnya perkembangan tren kebugaran dan kesehatan di Indonesia telah meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan mental dan fisik secara signifikan. Perubahan ini telah meningkatkan permintaan untuk semua jenis latihan seperti yoga, menjadikan studio yoga sebagai kontributor penting bagi kesehatan masyarakat. Pergeseran ini telah menyebabkan permintaan yang cukup untuk aktivitas latihan holistik seperti yoga, di mana ia mulai memberikan kontribusi besar bagi kesehatan masyarakat. Sulla Wellness Club, sebuah studio yoga yang berdiri pada tahun 2023. Meskipun telah banyak diminati pelanggan, studio ini menghadapi tantangan: tingkat retensi pelanggan rendah, dan pertumbuhan keseluruhan stagnan pada paruh pertama tahun 2024, meskipun strategi pemasaran difokuskan pada keterlibatan media sosial. Penelitian ini difokuskan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap retensi rendah dan penjualan yang stagnan. Mengevaluasi kondisi eksternal dan internal yang memengaruhi Sulla Wellness Club, dan mengembangkan strategi pemasaran untuk meningkatkan pelanggan baru dan pelanggan tetap. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method, di mana menggunakan wawancara kualitatif dengan tim internal Sulla Wellness Club dan metode kuantitatif berdasarkan data pasar dan survei yang dilakukan terhadap 110 partisipan, yang merupakan pengguna yang mengetahui tentang Sulla Wellness Club. STP Analysis untuk membedekan segmen. Analisis internal menggunakan kerangka kerja, Marketing Mix 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence), dan Analisis VRIO (Value, Rarity, Imitability, Organization). Sedangkan Analisis Eksternal menggunakan Analisis PESTLE (Political, Economic, Social, Technological, Legal, Environmental), Analisis Pesaing, Segmentasi Pelanggan, dan Porter’s Five Forces untuk memetakan lanskap industri yang lebih luas. Integrasi temuan-temuan ini melalui analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk memeriksa identifikasi prioritas strategis untuk retensi dan pertumbuhan. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun Sulla Wellness Club memiliki desain studio terbuka yang unik, berbagai penawaran yoga, retensi pelanggan dibatasi oleh jangkauan merek di luar area tersebut, keterlibatan yang dipersonalisasi tidak memadai, dan ketergantungan berlebihan pada Instagram sebagai saluran pemasaran utama. Umpan balik pelanggan menyoroti perlunya pengalaman yang lebih disesuaikan, insentif loyalitas, dan kegiatan membangun komunitas untuk menumbuhkan keterikatan jangka panjang. Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian ini mengusulkan strategi pemasaran. Rekomendasi utama meliputi diversifikasi saluran pemasaran digital untuk menjangkau audiens yang lebih luas, meluncurkan konten yang ditargetkan dan kemitraan dengan merek gaya hidup, serta menyelenggarakan acara komunitas secara berkala untuk memperdalam keterlibatan. Pengenalan sistem manajemen hubungan pelanggan (CRM) disarankan untuk mempersonalisasi komunikasi, melacak kehadiran, dan menghargai loyalitas, sementara format kelas baru dan lokakarya kesehatan harus dikembangkan untuk membedakan penawaran studio. Rencana implementasi menampilkan tonggak pencapaian yang terukur untuk pertumbuhan dan retensi pelanggan, didukung oleh mekanisme umpan balik yang berkelanjutan untuk menyempurnakan strategi dalam menanggapi tren pasar.

2025
👤 Penulis: Annaya Jasmin Putri Tinus
🏷️ Pemasaran 🏷️ Manajemen Hubungan Pelanggan (Crm) 🏷️ Segmentasi Pasar

MENENTUKAN SEGMENTASI PASAR DAN FORMULA TAKTIK PEMASARAN YANG TEPAT UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN DI TEGUK INDONESIA

Proposal penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah dan tantangan yang dihadapi oleh TEGUK Indonesia, sebuah perusahaan yang berkembang di industri minuman Indonesia yang mengalami penurunan penjualan dan margin keuntungan. Kinerja TEGUK bertentangan dengan permintaan yang meningkat untuk minuman boba, akibat terhambat oleh segmentasi pemasaran yang tidak memadai dan taktik pemasaran yang tidak efektif, yang mengakibatkan pencapaian keuangan yang kurang memuaskan. Berdasarkan kinerja keuangan selama tiga tahun terakhir, TEGUK mengalami penurunan margin laba sebesar 13,5% dari 2022 hingga 2024, dengan laba bersih turun hampir 80% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Perkembangan ini merupakan tantangan serius yang memerlukan perhatian segera dari TEGUK Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan survei terstruktur yang melibatkan lebih dari 1000 responden di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat untuk memahami demografi, perilaku, dan preferensi konsumen serta mengidentifikasi segmentasi pasar. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif, pengujian reliabilitas dan validitas, serta analisis silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pemasaran TEGUK saat ini tidak efektif dalam menjangkau pasar target, menggarisbawahi perlunya strategi pemasaran yang lebih sesuai. Strategi yang diusulkan bertujuan untuk meningkatkan daya tarik pelanggan dan penjualan melalui promosi yang lebih baik, fokus produk, optimalisasi saluran penjualan, dan penguatan kehadiran pasar. Akhirnya, studi ini menyajikan peta jalan strategis dan rencana implementasi yang menunjukkan kepada TEGUK bagaimana menyelaraskan strategi pemasaran mereka dengan preferensi, tren, dan perilaku konsumen, memastikan peningkatan kinerja penjualan dan pertumbuhan jangka panjang di pasar yang kompetitif..

2025
👤 Penulis: Muhamad Catur Gunandi
🏷️ Segmentasi Pasar 🏷️ Pemasaran Efektif 🏷️ Analisis Data Deskriptif

USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MEREK SKINCARE INDONESIA (STUDI KASUS: SKIN ENERGY)

Industri perawatan kecantikan di Indonesia, terutama segmen perawatan kulit, telah mengalami pertumbuhan signifikan, menawarkan peluang berharga bagi merek seperti Skin Energy. Saat ini, krim tangan Skin Energy dijual secara eksklusif melalui platform online seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok, tetapi belum berhasil mencapai penjualan yang kuat, dengan angka penjualannya masih tertinggal dibandingkan pesaingnya. Tesis ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pemasaran yang paling efektif bagi Skin Energy untuk meningkatkan pendapatannya, dengan fokus pada saluran media sosial. Penelitian ini mencakup analisis internal dan eksternal yang komprehensif, menggunakan alat-alat seperti marketing mix 7P, STP (Segmentasi, Penargetan, Posisi), analisis PEST, analisis pesaing, analisis SWOT, dan analisis akar masalah untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang utama. Temuan-temuan tersebut akan digunakan untuk mengembangkan solusi melalui matriks TOWS. Solusi yang diusulkan fokus pada mempromosikan kelebihan 4-in-1 hand cream yang terjangkau dan manfaat uniknya melalui kampanye online yang terarah menggunakan kata kunci dan hashtag yang relevan. Merek ini akan menekankan sertifikasi halal dan daya tarik lokal, sementara kampanye edukasi akan meningkatkan keterlibatan. Untuk meningkatkan kehadiran di media sosial, Skin Energy akan berkolaborasi dengan afiliasi, memanfaatkan konten yang dihasilkan pengguna, dan memposting konten yang menarik secara teratur. Tim pemasaran yang berdedikasi akan mengimplementasikan strategi ini untuk meningkatkan visibilitas merek dan memperkuat posisinya di antara para pesaing.

2024
👤 Penulis: Nabilah Rofifah
🏷️ Pemasaran Digital 🏷️ Segmentasi Pasar 🏷️ Kriya Manajemen Strategis

PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN PENETRASI PASAR MIFX DI INDONESIA

Sektor teknologi keuangan Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya, didorong oleh peningkatan konektivitas digital dan kerangka ekonomi yang kuat yang mendukung inovasi dalam layanan keuangan. Dalam sektor yang berkembang ini, platform perdagangan forex, khususnya yang ditawarkan oleh PT HFX, memainkan peran penting. Namun, meskipun infrastruktur yang berkembang dan minat terhadap pasar keuangan di kalangan populasi muda Indonesia, platform perdagangan forex seperti HFX belum sepenuhnya menembus segmen pasar potensial ini. Tesis ini membahas pengembangan strategi pemasaran yang bertujuan untuk meningkatkan penetrasi pasar HFX, dengan fokus pada lanskap demografis dan teknologi yang unik di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan penelitian metode campuran, studi ini mengintegrasikan data kualitatif dan kuantitatif untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keberadaan pasar HFX. Secara internal, penelitian ini menggunakan kerangka kerja seperti Marketing Mix 7P dan Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP) untuk mengevaluasi strategi pemasaran HFX saat ini dan seberapa efektif strategi ini sejalan dengan kebutuhan dan harapan pasar. Secara eksternal, studi ini mempertimbangkan faktor sosial-ekonomi dan lingkungan regulasi yang secara signifikan mempengaruhi industri perdagangan forex. Temuan penelitian menyoroti beberapa masalah kunci. Pertama, ada kekurangan kesadaran dan pemahaman tentang perdagangan forex di antara calon investor muda, yang membatasi ekspansi pasar. Kedua, strategi pemasaran HFX saat ini tidak sepenuhnya sejalan dengan kebiasaan digital dan preferensi demografi muda yang lebih menyukai konten multimedia yang menarik dan aplikasi seluler. Ketiga, kompleksitas regulasi sering menghambat fleksibilitas pemasaran, mempengaruhi kemampuan untuk melaksanakan kampanye pemasaran yang agresif.

2024
👤 Penulis: Sella Puspita Melati
🏷️ Pemasaran 🏷️ Industri Perdagangan Forex Di Indonesia 🏷️ Segmentasi Pasar

USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN LIP TINT (STUDI KASUS: FEYRELY)

Feyrely adalah merek kosmetik milik PT Orion Care Indonesia yang menawarkan empat varian Lip Tint dengan kemasan 4,5ml dan harga terjangkau. Penelitian menunjukkan permintaan signifikan untuk produk kosmetik di Indonesia, terutama produk bibir, karena peningkatan penjualan dan perluasan pasar. Namun, penjualan Lip Tint dari Feyrely.id menurun, dan kesadaran merek di Jakarta rendah dibandingkan dengan daerah lain. Tujuan tugas akhir ini adalah membantu Feyrely meningkatkan penjualan dan kesadaran merek melalui strategi pemasaran yang efektif. Penulis memulai penelitian dengan menganalisis lingkungan internal dan eksternal. Untuk faktor internal, dilakukan wawancara mendalam dengan CEO Feyrely dan karyawan untuk menganalisis RBV, VRIO, Rantai Nilai, STP, dan Marketing Mix. Untuk analisis eksternal, digunakan data sekunder dengan menganalisis PESTEL, Five Porter’s Forces, dan Competitor Analysis. Penelitian kuantitatif juga dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden untuk analisis pelanggan. Dari analisis ini, penulis mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi Lip Tint Feyrely. Berdasarkan hasil penelitian, penulis mengusulkan segmentasi baru untuk Lip Tint Feyrely berdasarkan Cluster Analysis, menghasilkan tiga segmen pasar. Target pasar Feyrely diambil dari gabungan dua segmen tersebut. Penulis juga mengusulkan Marketing Mix baru untuk Lip Tint Feyrely, termasuk memperkenalkan ukuran kemasan baru, strategi harga baru, mempertahankan distribusi di e-commerce, dan promosi melalui media sosial.

2024
👤 Penulis: Puspa Amelia Komala Sari
🏷️ Pemasaran 🏷️ Kosmetik 🏷️ Segmentasi Pasar

USULAN RANCANGAN PAKET JASA FRANCHISE TOKO ONLINE BERDASARKAN PREFERENSI KONSUMEN DENGAN PENDEKATAN CHOICE-BASED CONJOINT PADA PT ARRA BUSANA MUSLIM

PT ARRA Busana Muslim merupakan salah satu perusahaan yang berfokus pada industri fashion muslim. PT ARRA menjual berbagai produk busana muslim seperti baju koko, gamis, dan baju muslim sarimbit. Saat ini PT ARRA sedang berada dalam masa transisi dari model bisnis reseller ke model bisnis waralaba atau franchise. Franchise yang ditawarkan PT ARRA menawarkan beberapa layanan tambahan kepada franchisee. Pengembangan jasa baru franchise toko online (FTO) memerlukan pemahaman mendalam tentang jasa yang paling dipentingkan oleh konsumen jasa FTO. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk membantu PT ARRA mengetahui preferensi konsumen terkait jasa FTO dan mengisi kesenjangan informasi karena layanan jasa FTO baru dikembangkan. Preferensi didasari pada penyusun paket jasa franchise toko online. Penelitian ini menggunakan analisis konjoin dengan teknik choice-based conjoint (CBC) untuk memahami preferensi konsumen terhadap paket jasa FTO. Atribut jasa FTO yang digunakan pada penelitian ini adalah kedetailan laporan, frekuensi pengiriman laporan, layanan customer service, bantuan pengisian katalog, dan optimasi toko. Metode sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dengan jenis judgmental sampling. Pada penelitian ini diperoleh data sebanyak 202 responden melalui kuesioner daring. Analisis CBC dengan hierarchical Bayes digunakan untuk mengetahui tingkat kepentingan atribut dan level yang disukai konsumen berdasarkan nilai part-worth dan importance. Pada penelitian ini juga dilakukan analisis cluster dengan metode agglomerative hierarchical clustering untuk melakukan segmentasi konsumen. Berdasarkan hasil clustering, diperoleh segmen konsumen FTO yang homogen sehingga perancangan usulan paket jasa FTO dilakukan untuk seluruh segmen konsumen FTO (undifferentiated marketing). Hasil paket jasa yang terpilih adalah laporan detail mingguan dengan layanan customer service prioritas, bantuan pengisian katalog, dan optimasi toko (optimasi judul, foto, dan pemasangan iklan). Harga layanan FTO dicari menggunakan analisis sensitivitas dengan metode Van Westendorp berdasarkan preferensi konsumen. Harga produk optimal (OPP) adalah sebesar Rp1.300.000 dengan jangkauan harga ideal sesuai preferensi konsumen adalah Rp1.300.000-1.550.000.

2024
👤 Penulis: Rifa Alfaza Arindaputri
🏷️ Fashion Muslim 🏷️ Analisis Konjoin Choice-Based Conjoint (Cbc) 🏷️ Segmentasi Pasar

USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK PRODUK FIXED MOBILE CONVERGENCE STUDI KASUS : TELKOMSEL ONE

Menyikapi transformasi Telkom Group, PT. Telkomsel telah meluncurkan Telkomsel One sebagai produk utama Fixed Mobile Convergence (FMC). FMC adalah teknologi baru yang bertujuan untuk mengintegrasikan dan menciptakan infrastruktur komunikasi terpadu dari jaringan seluler tetap dan nirkabel. Telkomsel One menawarkan paket bundling yang mencakup internet rumah IndiHome, internet seluler Telkomsel, dan akses berbagai layanan digital. Paket ini dirancang untuk memberikan solusi konektivitas lengkap bagi pelanggan Telkomsel, baik di rumah maupun di luar rumah. Namun kinerja penjualan produk Telkomsel One di Jawa Barat belum sesuai ekspektasi dan menunjukkan tren penurunan. Kendala yang dirasakan oleh tim sales adalah belum jelasnya segmen dan target pasar yang harus ditawarkan serta pelanggan tidak tertarik dengan value yang ditawarkan Telkomsel One sehingga kurang tertarik untuk membeli atau puas dengan paket yang ada. Selain itu, produk pesaing FMC, XL Satu, menawarkan harga paket lebih murah dan kuota unlimited. Penelitian ini bertujuan untuk merancang usulan strategi bisnis dan pemasaran yang meliputi segmentasi, penargetan & positioning (STP) dan bauran pemasaran (7P) untuk Telkomsel One. Jenis penelitian ini menggabungkan penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner secara langsung kepada 253 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling. Sumber data primer dalam penelitian ini diperoleh langsung dari responden kuesioner. Metode analisis data menggunakan analisis cluster. Hasil penelitian berdasarkan analisis cluster menunjukkan bahwa terdapat tiga segmen berbeda dari Telkomsel One yaitu pengguna yaitu budget-conscious user, convenience seekers dan tech enthusiasts. Hasil analisis menjadi dasar strategi segmentasi, penargetan, dan positioning baru Telkomsel One. Strategi bauran pemasaran mencakup penyesuaian lini produk dan harga, melakukan beberapa promosi dan kemitraan strategis, menggunakan pendekatan omnichannel, pelatihan keterampilan frontliner, menyederhanakan proses dan mengintegrasikan IT Tools untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggan.

2024
👤 Penulis: Edwina
🏷️ Segmentasi Pasar 🏷️ Pemasaran Produk Fixed Mobile Convergence (Fmc) 🏷️ Analisis Cluster

USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK SHRÜM OLEH MYCL X ?D ARCHITECTURE STUDIO

Industri furnitur global memainkan peran penting dalam lanskap ekonomi dunia, dengan pertumbuhannya didorong oleh faktor-faktor seperti peningkatan pendapatan yang dapat dibelanjakan, ekspansi sektor real estate dan perhotelan, serta permintaan konsumen yang terus berkembang. Keberlanjutan telah menjadi fokus utama, dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap dampak lingkungan yang mendorong pergeseran menuju produk ramah lingkungan. Pasar furnitur Indonesia, yang terkenal dengan kelimpahan bahan baku dan nilai ekspor yang signifikan, merupakan contoh tren ini. Dalam konteks ini, shrüm stool sebagai produk ramah lingkungan inovatif oleh MYCL X ?D Architecture Studio, bertujuan memenuhi permintaan furnitur berkelanjutan yang meningkat. Meski memiliki kekuatan, produk ini menghadapi tantangan seperti kesadaran merek yang terbatas, harga tinggi, dan distribusi terbatas. Studi ini memeriksa kondisi yang diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan mengusulkan strategi pemasaran untuk penetrasi pasar. Studi ini mencakup analisis perilaku konsumen, segmentasi pasar, penargetan, positioning, dan matriks TOWS untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman strategis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, termasuk statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan alpha Cronbach untuk uji validitas dan reliabilitas. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kekuatan Shrüm Stool terletak pada bahan inovatif yang ramah lingkungan, desain modular, dan konstruksi yang ringan. Namun, tantangannya mencakup kesadaran merek yang terbatas, harga yang tinggi, dan saluran distribusi yang terbatas. Peluangnya termasuk basis konsumen yang semakin sadar lingkungan dan potensi kemitraan strategis, sementara ancamannya adalah persaingan pasar yang ketat dan fluktuasi ekonomi. Solusi pemasaran praktis dan rekomendasi manajerial menekankan perlunya evaluasi dan adaptasi strategi yang berkelanjutan. Penelitian selanjutnya harus menjajaki segmen pasar baru dan menyempurnakan strategi posisi merek untuk tetap kompetitif.

2024
👤 Penulis: Thariq Alviano Fathurrahman
🏷️ Inovasi Produk Ramah Lingkungan 🏷️ Pemasaran Strategis 🏷️ Segmentasi Pasar
💬