📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 58 dokumen

ANALISIS KINERJA SEISMIK DAN INTEGRITAS LINING STACKED TWIN TUNNEL MRT JAKARTA DENGAN METODE PSEUDO-STATIS SNI 9366:2025

Terowongan ganda bertumpuk vertikal (stacked twin tunnel) pada Proyek MRT Jakarta Fase 2 (CP202) melintasi lapisan tanah lempung lunak berlapis yang rentan terhadap deformasi seismik, sehingga penelitian ini mengevaluasi kinerja seismik dan integritas struktural lining segmental terowongan menggunakan metode pseudo-statis berdasarkan SNI 9366:2025. Analisis dilakukan melalui pemodelan elemen hingga dua dimensi menggunakan PLAXIS 2D dengan model konstitutif Hardening Soil. Profil deformasi geser bebas ditentukan dari percepatan puncak batuan dasar yang diamplifikasi untuk kelas situs SE, dikonversi menjadi regangan geser maksimum per lapisan, dan diaplikasikan sebagai prescribed displacement pada batas lateral model untuk kondisi FEE dan SEE. Hasil menunjukkan Tunnel 2 pada lapisan lempung sangat lunak (AC1), dengan rasio fleksibilitas lebih kecil dari satu, jauh lebih sensitif terhadap beban seismik dibandingkan Tunnel 1 pada lapisan pasir padat, momen lentur Tunnel 2 meningkat hingga 400,8% pada SEE, sedangkan Tunnel 1 relatif stabil. Studi parametrik variasi tebal lining (250, 300, 350 mm) menunjukkan penambahan tebal lebih efektif mereduksi ovaling pada tanah lunak dibandingkan tanah kaku. Evaluasi integritas lining sesuai SNI 2847:2019, dengan ?=0,65 untuk statis dan FEE serta ?=1,0 untuk SEE, menunjukkan seluruh titik evaluasi berada dalam envelope kapasitas. Ratio tertinggi 0,95 (Tunnel 1, statis, springline) dan 0,82 (Tunnel 2, SEE, invert), mengkonfirmasi konfigurasi lining eksisting CP202 memadai memikul beban statis, surcharge, dan seismik pada segmen tinjauan.

2026
👤 Penulis: Farel Muhammad Afghani
🏷️ Seismologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Struktur

STUDI POST - SEISMIC GEMPA ACEH 2004 BERDASARKAN DATA GPS KONTINYU MENGGUNAKAN METODE PRECISE POINT POSITIONING

Sumatra adalah salah satu wilayah di Indonesia dengan aktivitas tektonik paling aktif di dunia. Kepulauan di Sumatra bergeser akibat tumbukan lempeng Eurasia dan Hindia-Australia dengan kecepatan 49 mm/tahun [Prawirodirdjo, 2000]. Gempa bumi yang terjadi di Samudera Hindia lepas pantai barat Aceh pada 26 Desember 2004 tercatat sebagai salah satu gempa bumi terdahsyat yang menghantam Asia dalam kurun waktu 40 tahun terakhir [Wikipedia, 2004]. Gempa bumi mempunyai sifat berulang, yang dinamakan earthquake cycle. Dalam satu earthquake cycle terdapat beberapa tahapan mekanisme terjadinya gempa yaitu fase interseismik, pre-seismik, co-seismik, dan post-seismik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam kaitannya dengan pemantauan potensi dan mitigasi bencana gempa bumi adalah melalui penelitian siklus dan tahapan gempa bumi. Post-seismik yang merupakan salah satu tahapan mekanisme gempa bumi dapat menjadi pemicu gempa di sekitar daerah yang telah terjadi gempa pada masa yang akan datang. Teknologi GPS kontinyu dapat digunakan untuk memantau tahapan post-seismik. Penelitian post-seismic gempa Aceh dilakukan dengan memantau titik ACEH yang terletak di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh selama 21 bulan (Maret 2005-November 2006). Pengolahan data selama 21 bulan menggunakan metode PPP (Precise Point Positioning) menghasilkan vektor pergeseran titik ACEH sebesar 46.68 cm ke arah Barat daya dan vektor pergeseran vertikal (naik) sebesar 1.31 cm. Perkiraan lama fase post-seismik akan berlangsung dilakukan dengan curve fitting data hasil pengolahan terhadap model post-seismic [Marone, 1991]. Data selama 21 bulan (Maret 2005-November 2006) hasil pengolahan menggunakan metode PPP memberikan perkiraan fase post-seismic gempa Aceh 2004 akan berlangsung selama kurang lebih 15 tahun.

2026
👤 Penulis: Imron Malra Setyawan
🏷️ Seismologi 🏷️ Teknologi Gps Kontinyu 🏷️ Mitigasi Bencana Gempa Bumi

STUDI AKUMULASI MOMEN SEISMIK, MODEL PERULANGAN, DAN ESTIMASI FUNGSI BAHAYA GEMPA: STUDI KASUS SEGMEN TORU, SESAR SUMATRA

Pulau Sumatra adalah pulau terbesar keenam di dunia dan ketiga di Indonesia dengan luas 475,807.63 km2. Secara tektonik, Pulau Sumatra memiliki zona subduksi yang terbentuk akibat interaksi antara lempeng samudera Indo-Asutralia yang bergerak menunjam ke bawah lempeng benua Eurasia. Selain itu, Pulau Sumatra memiliki Zona Sesar Sumatra (SFZ) dengan panjang 1900 km yang melengkung di bagian ujung Selatan dan menjadi pusat rekahan di bagian ujung Utara. Kedua zona tersebut menjadi sumber utama gempa-gempa besar yang terjadi di Pulau Sumatra. Pada penelitian ini, Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA) untuk Sesar Sumatra khususnya Segmen Toru dan sekitarnya diestimasi menggunakan data katalog yang kemudian hasilnya dibandingkan dengan data geologi dan geodesi. Perbedaan nilai estimasi fungsi bahaya seismik berdasarkan data geologi dan geodesi kemudian di fitting dengan data katalog untuk menghasilkan persentase kalibrasi yang sesuai. Parameter ini kemudian digunakan untuk mengestimasi fungsi bahaya seismik di Kota Sibolga yang berjarak 48.18 km untuk rentang magnitudo 4.6 hingga 7.4 selama periode 50 tahun. Hasil penelitian menunjukkan jika persentase kalibrasi yang merepresentasikan jumlah total energi yang dilepaskan saat terjadi gempa dari total energi yang diakumulasi pada saat penguncian sesar hanya sebesar 3% untuk data geodesi dan 4% untuk data geologi. Selanjutnya, nilai probabilitas yang tinggi teramati di pusat Segmen Toru sesuai dengan data persebaran episenter gempa berdasarkan data katalog yang diestimasi menggunakan metode maximum likelihood. Pemahaman terkait sumber dan fungsi bahaya seismik yang dilakukan pada penelitian ini dapat membantu kita mengenali sifat fisis fenomena gempa bumi yang terjadi untuk pemantauan risiko dan penyusunan rencana mitigasi bencana.

2026
👤 Penulis: Adi Syahwal Ganda Diputra
🏷️ Seismologi 🏷️ Analisis Kejadian Seismik 🏷️ Geodesi

EVALUASI KINERJA SEISMIK PASCA RETROFITTING PADA BANGUNAN EKSISTING 14 LANTAI TERHADAP STABILITAS STRUKTUR

Pertumbuhan pesat pembangunan gedung bertingkat di Indonesia menarik perhatian penulis dalam memastikan suatu struktur bangunan tinggi aman bagi kehidupan pengguna bangunan di dalamnya. Penelitian ini lahir dari kepedulian terhadap keselamatan bagi penghuni bangunan gedung bertingkat, dengan mengambil studi kasus pada sebuah bangunan apartemen eksisting 14 lantai di Kota Bandung. Pada bangunan yang ditinjau, terdapat ketidaksesuaian antara desain perencanaan dengan pelaksanaan di lapangan terkait mutu material dan tulangan terpasang, hal ini menunjukkan adanya indikasi kegagalan struktural dan tingginya ketidakberaturan geometri yang membuatnya sangat rentan terhadap guncangan gempa. Penelitian ini mengevaluasi kinerja seismik bangunan sebelum dan sesudah perbaikan (retrofitting) pada bangunan yang ditinjau. Evaluasi kelayakan ini dilakukan secara komprehensif melalui pendekatan Performance-Based Seismic Evaluation mengacu pada standar ASCE 41-17 dan Nonlinear Time History Analysis (NLTHA) dengan 11 pasang gempa yang telah diskalakan berdasarkan SNI 8899-2020. Analisis awal mengungkapkan struktur bangunan eksisting tidak aman karena adanya potensi mekanisme keruntuhan soft story di lantai dasar, terdapat beberapa kolom yang telah melampaui batas kritis Collapse Prevention (>CP) untuk tingkat gempa BSE-2E. Menghadapi kondisi ini, penerapan pelapis beton (concrete jacketing) pada kolom menjadi sebuah urgensi keselamatan yang dilakukan. Intervensi ini terbukti sangat efektif menyembuhkan defisiensi kapasitas kolom kritis yang sebelumnya terancam mengalami kegagalan akibat soft story. Bersamaan dengan itu, perkuatan CFRP berhasil meningkatkan kapasitas geser balok sebesar 119% - 134%. Evaluasi menunjukkan perbaikan kinerja struktur yang cukup efektif, tidak terdapat kolom dengan tingkat kinerja (>CP). Mayoritas elemen bangunan (98,71%) berhasil dipulihkan hingga mencapai tingkat kinerja Immediate Occupancy (IO), memastikan bahwa bangunan dapat segera dan aman digunakan kembali sebagai pelindung sesaat setelah gempa terjadi.

2026
👤 Penulis: Raiky Pandu Gumilang
🏷️ Seismologi 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Bangunan

ESTIMASI NILAI VS30 MENGGUNAKAN METODE MULTICHANNEL ANALYSIS OF SURFACE WAVES (MASW) SEBAGAI PARAMETER AWAL PERHITUNGAN SEISMIC HAZARD DI BENDUNGAN

Penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk menentukan karakteristik dinamis tanah melalui nilai kecepatan gelombang geser rata-rata pada kedalaman 30 meter (????????30)di tapak Bendungan ”CHOSO”. Penentuan parameter ini sangat krusial mengingat lokasi bendungan yang berada di wilayah seismik aktif akibat pengaruh Flores Back-Arc Thrust. Metode yang digunakan adalah Multichannel Analysis of Surface Waves (MASW) dengan sumber aktif. Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak MASWaves untuk transformasi medan gelombang berbasis algoritma phase-shift dan pickimg kurva dispersi mode fundamental secara manual. Proses inversi data dilakukan menggunakan perangkat lunak Dinver (Geopsy) dengan menerapkan Neighbourhood Algorithm (NA) untuk memperoleh profil kecepatan gelombang geser (Vs) terhadap kedalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bawah permukaan tapak bendungan tersusun atas variasi lapisan material mulai dari endapan aluvium hingga batuan dasar teknik dari Formasi Nangapanda dan batuan vulkanik. Berdasarkan hasil pengolahan, diperoleh nilai ????????30 dengan rentang sebesar 729 – 1060 m/s. Merujuk pada standar SNI 1726:2019, tapak Bendungan ”CHOSO” diklasifikasikan ke dalam Kelas Situs Batuan Lunak (SC) hingga Batuan (SB). Klasifikasi ini memberikan implikasi bahwa situs penelitian memiliki lapisan batuan breksi vulkanik yang memiliki sifat kekakuan & modulus geser yang tinggi. Hasil ini menjadi parameter input utama dalam menentukan spektrum respons desain guna mitigasi bahaya seismik dan menjamin keamanan struktur fondasi bendungan terhadap guncangan gempa bumi

2026
👤 Penulis: Nezar Syahid Alfarizi
🏷️ Seismologi 🏷️ Analisis Multichannel Surface Waves (Masw) 🏷️ Geotermal

PENCITRAAN STRUKTUR SEISMIK BAWAH PERMUKAAN GUNUNG TANGKUBAN PARAHU MENGGUNAKAN AMBIENT SEISMIC NOISE TOMOGRAPHY

Gunung Tangkuban Parahu merupakan gunung api strato aktif dengan sistem magmatikhidrotermal yang kompleks, namun struktur bawah permukaannya masih belum terpetakan dengan rinci. Secara geografis, Gunung Tangkuban Parahu terletak di 6,77° LS dan 107,60° BT dengan ketinggian puncak 2.084 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini menyajikan pencitraan model 3D dari kecepatan gelombang geser vertikal (????????????), kecepatan geser horizontal (????????????) dan anisotropi radial di bawah Gunung Tangkuban Parahu menggunakan metode Ambient Seismic Noise Tomography (ANT). Temuan utama penelitian ini adalah identifikasi reservoir magma dangkal, jalur migrasi magma, serta arsitektur magma vertikal dan horizontal yang tercemin dari pola model kecepatan gelombang geser dan anisotropi radial. Data rekaman waveform direkam oleh 55 jaringan seismometer temporer yang dipasang selama empat bulan dari bulan Oktober 2021 sampai dengan bulan Februari 2022 menggunakan 19 seismograf. Sebanyak 1.485 pasangan stasiun hasil korelasi silang diperoleh baik untuk komponen vertikal maupun komponen horizontal. Empirical Green’s Function (EGF) digunakan untuk menghasilkan peta kecepatan grup gelombang Rayleigh dan gelombang Love. Selanjutnya berdasarkan hasil dari peta kecepatan grup yang dihasilkan, dilakukan proses inversi untuk mendapatkan model pseudo 3D dari kecepatan gelombang geser vertikal (????????????) dan kecepatan gelombang geser horizontal (????????????). Nilai rata-rata RMS Error yang dihasilkan dari pencitraan tomografi untuk model kecepatan ???????????? sebesar 0,041 km/s dan 0,057 km/s untuk model kecepatan ????????????. Hasil identifikasi dan interpretasi model yang dihasilkan menunjukkan bahwa sistem magmatik Gunung Tangkuban Parahu tersusun atas kantung magma dangkal pada kedalaman sekitar 2 – 4 km, zona transisi magma – fluida di sekitar kedalaman 4 km, serta zona rekahan dan struktur sesar lokal yang berperan dalam mengontrol migrasi magma dan fluida. Selain itu, teridentifikasi adanya lineasi-lineasi struktur seismik yang mengikuti pola sesar yang terlihat di permukaan dan pola dari batas-batas Kaldera Sunda, serta terdapat kontras kecepatan beradah barat laut – Tenggara yang menghubungkan Kawasan Kawah Domas hingga Mata Air Panas (MAP) Maribaya yang diduga adanya keberadaan jalur fluida atau struktur geologi bawah permukaan yang sebelumnya belum terpetakan. ii Perbedaan antara ???????????? dan ???????????? mengindikasikan anistropi radial yang signifikan. Anisotropi radial negatif (???????????? < ????????????) menunjukkan penyelarasan vertikal mineral anisotropik seismik yang disebabkan oleh intrusi vertikal magma. Anisotropi radial positif (???????????? > ????????????) merepresentasikan sebagai berasal dari struktur yang diintrusi secara horizontal (sill atau melt lenses), aliran lava beku atau endapan piroklastik. Penelitian ini merupakan studi pertama di Gunung Tangkuban Parahu yang mengintegrasikan pencitraan pseudo-3D ????????????, ???????????? dan analisis anisotropi radial berbasis ambient seismic noise. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pemahaman struktur dan evolusi sistem magmatik gunung api, serta memiliki implikasi signifikan bagi mitigasi bahaya vulkanik dan pengembangan sumber daya panas bumi.

2026
👤 Penulis: Aditya Lesmana
🏷️ Seismologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Vulkanik 🏷️ Hidrologi Vulkanik

ANALISIS KURVA HAZARD (BAHAYA) GEMPA DI PULAU JAWA BAGIAN BARAT

Wilayah Jawa bagian barat merupakan kawasan dengan tingkat aktivitas kegempaan yang relatif aktif akibat pengaruh zona subduksi di selatan Pulau Jawa serta keberadaan sesar kerak dangkal aktif. Kondisi tersebut menyebabkan wilayah ini memiliki potensi bahaya gempa bumi yang dominan, sehingga diperlukan analisis bahaya gempa bumi yang mampu merepresentasikan karakteristik kegempaan secara kuantitatif dan bersifat probabilistik. Penelitian tugas akhir ini dilakukan untuk menganalisis bahaya gempa bumi di wilayah Jawa bagian barat menggunakan pendekatan Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA). Penelitian ini bertujuan untuk menghitung laju kegempaan berdasarkan estimasi b-value regional dan lokal pada masing-masing area sumber gempa untuk magnitudo ? Mc, menyusun kurva probabilitas gempa terlampaui sebagai fungsi magnitudo pada selang M 4,8–6,7, serta mengestimasi kurva bahaya gempa pada wilayah penelitian sebagai fungsi b-value regional dan lokal pada periode data jangka panjang dan jangka pendek. Wilayah penelitian mencakup Bogor, Bekasi, Jakarta, dan Purwakarta. Data yang digunakan berupa katalog gempa bumi dangkal dari Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) untuk periode 1963-2016 dan 2017-2022. Estimasi parameter seismisitas dilakukan menggunakan hubungan Gutenberg-Richter dengan metode Maximum Likelihood Estimation. Nilai tersebut digunakan untuk menghitung laju kemunculan gempa dan probabilitas kejadian gempa tahunan. Estimasi guncangan tanah dilakukan menggunakan model Ground Motion Prediction Equation (GMPE) Fukushima dan Tanaka (1992) dengan parameter magnitudo gempa dan jarak sumber ke titik observasi. Nilai Peak Ground Acceleration (PGA) digabungkan untuk memperoleh Mean PGA sebagai dasar penyusunan kurva bahaya gempa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju kemunculan dan probabilitas kejadian gempa menurun seiring peningkatan magnitudo. Kurva bahaya gempa menunjukan perbedaan tingkat bahaya seismik antar wilayah penelitian, dengan wilayah Purwakarta menunjukkan tingkat bahaya tertinggi dan wilayah Jakarta relatif lebih rendah. Estimasi menggunakan periode jangka panjang menunjukan hasil tingkat bahaya gempa yang lebih besar dibandingkan periode jangka pendek pada probabilitas terlampaui yang sama.

2026
👤 Penulis: Muhamad Farhan
🏷️ Seismologi 🏷️ Analisis Bahaya Gempa Bumi 🏷️ Geofisika

EVALUASI KINERJA SEISMIK JEMBATAN PCI GIRDER TERHADAP PENGGUNAAN BASE ISOLATION LEAD RUBBER BEARING PADA AREA DEKAT PATAHAN DAN TANAH BERPOTENSI LIKUIFAKSI

Jembatan pada Jalur Lintas Pantai Selatan Jawa yang melintasi Sesar Opak memiliki beban lateral yang didominasi oleh aktivitas seismik signifikan dengan kondisi tanah pasir lepas berpotensi likuifaksi. Penelitian ini meninjau efektifitas dari penggunaan Lead Rubber Bearing (LRB) sebagai sistem isolasi seismik pada jembatan di area tersebut. Efektivitas Lead Rubber Bearing (LRB) dievaluasi melalui Non-Linear Time History Analysis (NLTHA) dengan tujuh pasang rekaman gempa yang telah diskalakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi sistem isolasi LRB secara signifikan mampu memodifikasi karakteristik dinamik global jembatan. Periode getar fundamental struktur mengalami perpanjangan dari rentang 0,4–0,6 detik pada model konvensional menjadi 1,6–1,7 detik pada model terisolasi. Perpanjangan periode ini berhasil menggeser respons struktur ke wilayah spektrum dengan percepatan rendah, yang berdampak pada reduksi gaya geser dasar (base shear) hingga 54% pada arah memanjang. Lebih lanjut, pada elemen struktur bawah, penggunaan LRB mampu mereduksi momen pilar (pier leg) hingga 62% pada arah melintang dan menekan nilai deformasi pilar hingga kisaran 70% pada mayoritas pilar. Dalam kondisi tanah terlikuifaksi, sistem LRB terbukti tetap efektif dalam memitigasi peningkatan beban akibat hilangnya dukungan lateral tanah. Evaluasi berdasarkan Performance-Based Seismic Design (PBSD) menunjukkan bahwa sistem isolasi ini mampu meningkatkan level kinerja struktur secara drastis, dari kondisi gagal (melampaui batas Collapse Prevention) pada sistem konvensional, menjadi level Elastic (Immediate Occupancy) pada seluruh pilar jembatan. Efektivitas mekanisme disipasi energi ini terverifikasi melalui kurva histeretik LRB, di mana pelelehan inti timbal (lead core) terbukti mampu menyerap energi seismik secara optimal.

2026
👤 Penulis: Yasmin Jihan Fahira Sahib
🏷️ Seismologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Dinamis Struktur

KAJIAN EKSPERIMENTAL PERILAKU SAMBUNGAN MOMEN END-PLATE DENGAN MENGGUNAKAN SEISMIC GRADE MATERIAL SN400B

Indonesia memiliki tingkat aktivitas seismik yang tinggi, sehingga kinerja sambungan balok–kolom pada Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) menjadi faktor penting dalam menjamin kemampuan deformasi plastis dan disipasi energi struktur. Salah satu sambungan momen yang telah terprakualifikasi adalah Bolted Unstiffened Extended End-Plate (BUEEP) Connection sesuai SNI 7860:2020 dan SNI 7972:2020. Selain konfigurasi sambungan, mutu material baja turut mempengaruhi respons siklik sambungan, khususnya pada perbandingan antara baja seismic-grade SN400B dan baja standard SS400. Penelitian ini mengevaluasi secara eksperimental perilaku sambungan momen BUEEP dengan membandingkan kedua material tersebut melalui pengujian dua spesimen skala penuh berkonfigurasi identik berupa spesimen 1 (SS400) dan spesimen 2 (SN400B). Program pengujian meliputi uji tarik kupon, uji komposisi kimia menggunakan SEM–EDS, serta uji siklik sambungan balok–kolom. Parameter yang dianalisis mencakup kekuatan, kekakuan, perilaku histeresis, kapasitas deformasi plastis, regangan, dan disipasi energi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Spesimen 2 memenuhi persyaratan sifat mekanis dan kimia material berdasarkan standar JIS, sedangkan Spesimen 1 tidak sepenuhnya memenuhi persyaratan tersebut. Uji tarik kupon menunjukkan bahwa Spesimen 1 memiliki kecenderungan kekuatan yang lebih tinggi, namun dengan kapasitas deformasi plastis dan daktilitas yang lebih rendah. Hal ini didukung oleh hasil uji komposisi kimia yang menunjukkan kandungan sulfur (S) yang lebih tinggi sebagai unsur pengotor pada Spesimen 1 serta kandungan silikon (Si) yang berkontribusi terhadap peningkatan kekuatan, di mana kombinasi tersebut berdampak pada penurunan daktilitas material. Pada pengujian siklik, Spesimen 1 menunjukkan kapasitas kekuatan yang relatif lebih tinggi, tetapi dengan degradasi kekakuan dan kemampuan deformasi plastis yang lebih terbatas, sedangkan Spesimen 2 menunjukkan perilaku histeresis yang lebih stabil, disipasi energi yang lebih besar, dan degradasi kekakuan yang lebih terkendali. Secara keseluruhan, hasil uji mekanis, kimia, dan siklik menunjukkan kecenderungan yang konsisten. Sambungan BUEEP dengan material SS400 memperlihatkan perilaku yang secara umum mendekati SN400B dan masih memenuhi persyaratan SNI 7860:2020 dan SNI 7972:2020, meskipun dengan tingkat daktilitas yang lebih rendah.

2026
👤 Penulis: Andi Alfian Jayusman
🏷️ Seismologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

STUDI PERBANDINGAN HASIL PERAMBATAN PERCEPATAN GEMPA TERHADAP HASIL PENYUSUNAN MODIFIED MOTION PERMUKAAN TANAH DI KOTA BANDUNG BERDASARKAN STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) 1726 TAHUN 2012 DAN 2019

Modified ground motion dibuat karena adanya keterbatasan informasi mengenai pencatatan percepatan gempa dalam bentuk time history yang dapat diakses secara bebas di wilayah Indonesia. Keterbatasan ini menjadi penyebab sulitnya akses untuk mendapatkan informasi gerak tanah yang diperlukan, meskipun peruntukannya dalam dunia akademis maupun penelitian. Penyusunan suatu ground motion dalam bentuk time history percepatan gempa di suatu lokasi yang tidak memiliki informasi motion perlu dilakukan, yang mana nantinya dapat digunakan sebagai input/masukan untuk analisis lanjutan dalam perencanaan suatu bangunan tahanan gempa. Analisis penskalaan gerak tanah dilakukan dengan menggunakan program Seismomatch dan bantuan Microsoft Excel, baik untuk penskalaan gerak tanah di batuan dasar maupun di permukaan, dengan melakukan pemrosesan data seed motion. Hasil penskalaan di batuan dasar kemudian dirambatkan ke permukaan, dengan bantuan perangkat lunak Deepsoil, sehingga diperoleh nilai percepatan gempa di permukaan. Kemudian nilai ini akan dibandingkan dengan percepatan gempa hasil penskalaan gerak tanah terhadap target spektra permukaan tanah yang disusun berdasarkan SNI 1726: 2012 dan 2019. Nilai percepatan hasil perambatan gelombang dengan melakukan input parameter maupun kondisi site specific Kota Bandung, secara konsisten memiliki nilai yg lebih kecil apabila dibandingkan dengan hasil percepatan di permukaan berdasarkan penskalaan gerak tanah terhadap target spektra di permukaan yang disusun pada SNI 1726: 2012 maupun 2019.

2026
👤 Penulis: BAYU WINTORO
🏷️ Seismologi 🏷️ Analisis Gerakan Tanah 🏷️ Perencanaan Bangunan Tahan Gempa

ANALISIS PERSEBARAN RESERVOIR HIDROKARBON DAN YANG EKONOMIS UNTUK DIPRODUKSI PADA SEKUEN MIOSEN AKHIR DI LAPANGAN SADEWA, CEKUNGAN KUTAI DENGAN MENGGUNAKAN INTEGRASI METODA SEISMIK STRATIGRAFI, SEISMIK INVERSI, DAN SEISMIK ATRIBUT

Identifikasi reservoir hidrokarbon dapat dianalisis melalui hubungan properti fisik dengan reservoirnya. Penelitian identifikasi reservoir hidrokarbon dilakukan pada Lapangan Sadewa yang berada di Cekungan Kutai, tepatnya berada di lingkungan upper slope. Lapangan ini memiliki target pada formasi batupasir dan reservoir pada lapangan ini terdiri dari lapisan – lapisan batupasir tipis yang terisi hidrokarbon sehingga sulit teridentifikasi. Penelitian ini tidak hanya menentukan peta persebaran reservoir hidrokarbon akan tetapi juga bertujuan untuk menentukan fasies seismik lingkungan pengendapan daerah target dan memetakan persebaran economic pay. Economic pay merupakan nilai parameter reservoir hidrokarbon yang ekonomis apabila diproduksi. Dengan mengintegrasikan metode seismik inversi, seismik atribut, dan seismik stratigrafi maka diharapkan dapat memetakan persebaran economic pay untuk pengembangan Lapangan Sadewa. Penelitian yang dilakukan menggunakan data seismik 3D PSTM dengan tujuh data sumur. Analisis dilakukan pada batas sekuen DL4Bsb dan DL4Asb yang sudah dikorelasikan dengan laporan biostratigrafi. Dilakukan inversi AI model based karena hasil analisis sensitivitas menyatakan bahwa AI dapat memisahkan batupasir gas dengan shale dan juga mencerminkan sifat fisis batuan itu sendiri. Atribut seismik yang digunakan terdapat cosine phase, variance, RMS Amplitude, serta Sweetnes yang membantu dalam menginterpretasikan seismik, lingkungan pengendapan, serta pemetaan persebaran reservoir hidrokarbon. Spectral decomposition dilakuukan utuk membantu melihat fasies dan arah persebaran batupasir hidrokarbon yang lebih jelas. Terdapat dua target batupasir pada batas sekuen DL4Bsb dan DL4Asb, yaitu 960 dan 990 yang terletak di antara batulempung yang tebal sehingga dilakukan crossplot masing – masing atribut untuk melihat korelasinya dengan ketebalan economic pay. Dalam pemetaan economic pay dilakukan dengan mengalikan atribut RMS Amplitude dengan 1/Variance karena memiliki korelasi yang tinggi terhadap ketebalan economic pay.

2026
👤 Penulis: Ilona Jocelynn Untung
🏷️ Seismologi 🏷️ Analisis Fisik Reservoir Hidrokarbon 🏷️ Metodologi Integratif

PEMODELAN SEISMIK SELANG WAKTU UNTUK PEMANTAUAN PLUME CO? PADA PROYEK CCS LAPANGAN “RENDE”, SUMATERA SELATAN

Emisi karbon dioksida (CO?) global telah meningkat pesat dengan aktivitas industri sebagai penyumbang terbesar, khususnya sektor pembangkitan listrik yang dominan menggunakan bahan bakar fosil. Provinsi Sumatera Selatan, salah satu daerah penghasil batu bara dan memiliki banyak PLTU turut berkontribusi pada peningkatan emisi CO?. Untuk mengatasi permasalahan ini, teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) menjadi solusi potensial. CCS melibatkan penangkapan CO? dari sumber emisi industri, transportasi, dan injeksi ke formasi geologi bawah permukaan untuk penyimpanan jangka panjang. Sumatera Selatan merupakan lokasi ideal untuk penerapan CCS karena ketersediaan lapangan minyak dan gas bumi yang telah habis masa produksinya serta dekat sumber emisi CO?. Keamanan dan efektivitas penyimpanan CO? dalam proyek CCS sangat bergantung pada program pemantauan yang berkelanjutan. Pemodelan seismik selang waktu adalah metode yang menjanjikan untuk memantau pergerakan plume CO? yang terakumulasi di bawah permukaan. Metode ini menganalisis perubahan sifat fisik batuan dan fluida yang diakibatkan oleh injeksi CO?. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan skenario injeksi CO? dengan tahapan pembangunan model kecepatan sebelum dan sesudah injeksi CO?, pembuatan rencana survei menggunakan perangkat lunak NORSAR untuk menghasilkan data seismik sintetik format *.SEG-Y. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai kelayakan dan efektivitas metode seismik selang waktu dalam memonitor pergerakan plume CO? pada proyek CCS

2025
👤 Penulis: Hilma Nugrah Rendesti
🏷️ Seismologi 🏷️ Carbon Capture And Storage (Ccs) 🏷️ Pemanasan Global

ANALISIS SEISMISITAS DI NUSA TENGGARA TIMUR DAN SEKITARNYA MENGGUNAKAN DATA BMKG TAHUN 2012-2022

Nusa Tenggara Timur merupakan daerah yang memiliki tatanan tektonik yang cukup kompleks serta daerah dengan intensitas gempa yang cukup aktif. Hal tersebut diakibatkan oleh aktivitas zona subduksi lempeng Australia di bawah lempeng Eurasia di bagian selatan provinsi tersebut. Salah satu acuan yang dapat digunakan untuk memahami potensi bahaya gempa yang disebabkan oleh kompleksitas dari tatanan tektonik pada suatu wilayah adalah dengan mengetahui sebaran gempa di daerah tersebut. Namun, banyak faktor yang mempengaruhi ketidakpastian dan tingkat akurasi dari distribusi hiposenter gempa pada suatu wilayah. Oleh karena itu dilakukan proses relokasi hiposenter sebagai sebuah upaya memperbaharui posisi hiposenter gempa menjadi lebih baik dan lebih akurat dengan menggunakan model kecepatan yang diperbarui. Hasil relokasi hiposenter gempa di wilayah Nusa Tenggara Timur menunjukkan struktur yang terlihat secara jelas yaitu transisi dari zona subduksi Lempeng Australia terhadap Lempeng Eurasia menjadi zona tumbukan Busur Banda. Transisi tersebut terjadi dan dapat diamati pada sebaran gempa di bagian utara Pulau Timor. Selain itu, terdapat lima segmen yang juga dijadikan fokus analisis pada penelitian ini diantaranya: Segmen Flores Back-arc Thrust, Segmen Sesar Kalaotoa, Segmen Cekungan Sabu, Segmen Timor, dan Segmen Tanimbar Cluster. Kelima segmen tersebut dijadikan fokus penelitian dikarenakan jumlah event dari segmen tersebut yang cukup banyak dan lokasi setiap gempa pada segmen-segmen tersebut saling berdekatan dengan kedalaman yang cukup seragam sehingga dapat diasumsikan bahwa terdapat sebuah struktur maupun cluster event gempa besar yang pernah terjadi di wilayah tersebut.

2025
👤 Penulis: Rizky Chandra Priyanto Putra
🏷️ Seismologi 🏷️ Analisis Rantai Pasok Geologi 🏷️ Geofisika

TOMOGRAFI KECEPATAN GELOMBANG GESER BERBASIS DIRECT INVERSION DARI DATA SEISMIC AMBIENT NOISE GELOMBANG RAYLEIGH DI LAPANGAN MINYAK DAN GAS SANTOSA

Lapangan Santosa yang terletak di bagian barat Cekungan Kutai merupakan prospek hidrokarbon dengan litologi target yang telah teridentifikasi. Namun masih terdapat ketidakpastian mengenai kemenerusan struktur, khususnya sesar yang berperan dalam migrasi hidrokarbon. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini menerapkan ambient noise tomography (ANT) dari kecepatan grup gelombang Rayleigh untuk memetakan variasi kecepatan gelombang geser (Vs) dan mengidentifikasi kemenerusan struktur. Data seismic ambient noise direkam secara kontinu dari 23 September 2024 hingga 09 November 2024, menggunakan 42 seismometer short periode tipe SmartSolo IGU-16HR 3C. Pengolahan data dilakukan melalui tahapan korelasi silang, phase weighted stacking, estimasi kurva dispersi dan direct inversion tomography. Dari hasil korelasi silang dan phase weighted stacking komponen vertikal, dilakukan estimasi kecepatan grup menggunakan CWT Morlet. Sebanyak 388 kurva dispersi berkualitas baik berhasil digunakan, dengan tren kecepatan grup yang meningkat dari 0,92 km/s pada periode 0,5 s menjadi 1,33 km/s pada periode 3,0 s. Direct inversion tomography berhasil memodelkan kecepatan gelombang geser (Vs) 3D hingga kedalaman 1,8 km berbasis. Model Vs yang dihasilkan menunjukkan anomali Vs tinggi (>1,2 km/s) secara konsisten pada kedalaman menengah (0,3–1,2 km), yang diinterpretasikan sebagai material terkompaksi, sedangkan anomali Vs rendah (<0,8–1,0 km/s) menunjukkan indikasi keberadaan zona lemah. Kemenerusan pola Vs rendah menunjukkan adanya struktur lemah yang cukup kontinu. Hasil ini memberikan informasi awal untuk perencanaan eksplorasi hidrokarbon di Lapangan Santosa

2025
👤 Penulis: Sakha Kumala Putra
🏷️ Seismologi 🏷️ Tomografi Kecepatan Gelombang 🏷️ Migrasi Hidrokarbon

KARAKTERISASI RESERVOIR MENGGUNAKAN INVERSI IMPEDANSI AKUSTIK SERTA ANALISIS SEISMIK STRATIGRAFI PADA LAPANGAN

Cekungan Sumatra Selatan merupakan salah satu cekungan migas utama di Indonesia. Cekungan ini telah menjadi pusat kegiatan eksplorasi dan produksi hidrokarbon. Salah satu reservoir penting pada cekungan ini terdapat pada Formasi Baturaja yang merupakan reservoir karbonat. Salah satu lapangan aktif yang terdapat pada Formasi Baturaja yaitu Lapangan ”SDA”. Penelitian yang dilakukan pada Lapangan ”SDA” ini memiliki tujuan identifikasi persebaran hidrokarbon di Formasi Baturaja yang merupakan reservoir rock dengan litologi batu karbonat. Data yang digunakan yaitu data seismik 3D angle gather dengan empat sumur. Dilakukan peningkatan resolusi data seismik untuk peningkatan kualitas data dengan menggunakan metode conditioning seismic data yang terdiri dari bandpass filter, angle mute, super gather dan trim static. Serta enhancing seismic data yaitu spectral balancing dan loop reconvolution yang terdiri dari proses trace resample, first derivative, sparsepike, dan reconvoluted. Selanjutnya dilakukan analisis parameter elastis pada data log sumur yang sensitif untuk mendeteksi keberadaan fluida gas, didapatkan bahwa parameter yang elastis yaitu P-impedance. Dilakukan analisis inversi linear programming sparse spike (LPSS) yang dilakukan dengan parameter setiap sumur yang kemudian dirata-ratakan. Hasil dari inversi menunjukkan bahwa zona yang berasosiasi dengan gas memiliki nilai acoustic impedance yang rendah, sedangkan untuk zona yang tidak berasosiasi dengan gas akan menghasilkan nilai acoustic impedance yang tinggi. Berdasarkan peta atribut RMS zona target hidrokarbon pada Lapangan ”SDA” memiliki nilai RMS yang rendah. Zona target reservoir Formasi Baturaja pada Lapangan ”SDA” ini terbentuk pada lingkungan pengendapan patch reef pada sisi barat dan shelf margin reef pada sisi timur. Formasi Baturaja pada lapangan ini terbentuk pada saat muka air mengalami kenaikan atau transgresi yang kemudian diikuti oleh susut air laut yang kemudian menyebabkan patch reef dan shelf margin reef pada lapangan ini tersingkap dan mengalami diagenesis.

2025
👤 Penulis: Sodho Indro Tanoyo
🏷️ Seismologi 🏷️ Analisis Impedansi Akustik 🏷️ Geofisika Karbonat
Halaman 1 dari 4
💬