📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

MEMBRAN HIBRIDA SELULOSA ASETAT DARI AMPAS TEBU DAN GRAFENA OKSIDA UNTUK PERVAPORASI ISOPROPANOL DAN NANOFILTRASI METILENA BIRU

Ampas tebu merupakan limbah biomassa yang dihasilkan dalam jumlah bcsar dari industri gula dan bioetanol. Pengelolaan limbah ini penting untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah melalui berbagai aplikasi. Salah satu pemanfaatannya adalah dengan mengekstraksi selulosa yang kemudian diubah menjadi selulosa asetat untuk pembuatan membran pervaporasi dan nanofiltrasi. Dalam penelit ian ini, oksida grafena ditambahkan sebagai agen penguat untuk meningkatkan kinerja membran dalam pemisahan isopropil alkohol (TPA) dari campuran air-IPA dan pemisahan metilena biru dalam air. Pada peneliti an ini, telah dibuat hibrida membran selulosa asetat dari ampas tebu dan grafen oksida untuk meningkatkan fluks pada pengujian dehidrasi isopropanol dan performa nanofiltrasi metilcna biru terhadap membran grafena oksida mumi . Hibrida membran selulosa asetat dari ampas tebu dan grafena oksida memiliki kemampuan flux 3396 g.m·2.h·1 dengan konsentra si air di 87,05% pada pengujian dehidrasi isopropanol dan flux sebesar 87,4 L.m·2 .h·1 dengan rejeksi sebesar 99,53% pada pengujian nanofiltrasi metilena biru.

2026
👤 Penulis: Muhammad Fakhriy Sidiq
🏷️ Selulosa Asetat 🏷️ Pemisahan Isopropil Alkohol 🏷️ Nanofiltrasi Metilena Biru

PEMANFAATAN SELULOSA ASETAT DARI SAMPAH PUNTUNG ROKOK SEBAGAI MEMBRAN FILTRASI

Puntung rokok merupakan sampah paling banyak kedua di dunia yang ditemukan di pesisir pantai. Kandungan selulosa asetat pada puntung rokok dapat didaur ulang untuk memenuhi pasar global selulosa asetat yang diprediksi mencapai 7,05 miliar USD pada tahun 2029. Dalam penelitian ini, puntung rokok didaur ulang menjadi membran berpori yang dapat diaplikasikan sebagai membran filtrasi. Membran dihasilkan dengan metode inversi fasa. Waktu demixing pada inversi fasa memengaruhi morfologi membran. Waktu demixing dibagi menjadi dua, yaitu instantaneous dan delayed. Instantanenous demixing cenderung membentuk membran berpori, sedangkan delayed demixing cenderung membentuk membran padat. Namun, belum ada literatur yang membahas evolusi pori dari kondisi instantaneous ke delayed. Sebagai penelitian awal yang bersifat eksploratif, durasi waktu demixing divariasikan 2 s, 15 s, 15 m, dan 30 m. Karakterisasi FTIR dilakukan untuk mengevaluasi proses pembersihan nikotin dari sampah puntung rokok. Morfologi pori diidentifikasi dengan SEM dan ukuran pori diidentifikasi menggunakan aplikasi ImageJ. Spektrum FTIR menunjukkan serapan gugus fungsi C–O (1032 cm-1, 1356 cm-1, 1368 cm-1), gugus C=O (1734 cm-1), dan gugus C–H (2852 cm-1 dan 2924 cm-1) yang mengindikasikan keberadaan selulosa asetat. Proses ekstraksi selulosa asetat (pemurnian puntung rokok) efektif menghilangkan nikotin hingga 85%. Pada rentang waktu 2 s sampai 15 m, semakin lama durasi waktu demixing, pori-pori akan cenderung membentuk connected pores. Pada 30 m, pori-pori sudah menyatu membentuk struktur dense. Berdasarkan ukuran pori dan distribusi pori, membran 15 s berpotensi sebagai membran filtrasi, sedangkan membran 2 s, 15 m, dan 30 m tidak berpotensi sebagai membran filtrasi.

2024
👤 Penulis: Firda Rahmania Bandjar
🏷️ Selulosa Asetat 🏷️ Membran Filtrasi 🏷️ Ekstraksi Nikotin
💬