📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 1 dokumen

KELAYAKAN FINANCIAL ABC, USAHA PRODUKSI SERBUK KAYU YANG MENJADI PEMASOK BAGI INDUSTRI KERTAS KARTON

Pertumbuhan industri kertas dan paperboard di Indonesia terus meningkatkan permintaan terhadap serbuk kayu sebagai bahan aditif dalam proses produksi paperboard. PT XYZ saat ini membutuhkan sekitar 150–200 ton wood powder setiap bulan, namun sebagian besar pasokannya masih berasal dari pemasok di Jawa Timur, sehingga menyebabkan biaya transportasi yang lebih tinggi, waktu pengiriman yang lebih lama, serta risiko keterlambatan pasokan yang lebih besar. Untuk mengatasi tantangan tersebut, ABC berencana mendirikan usaha manufaktur serbuk kayu di Purwakarta, Jawa Barat, guna menyediakan pasokan lokal yang lebih andal bagi PT XYZ melalui kerja sama businessto-business (B2B). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan finansial usaha yang diusulkan menggunakan proyeksi keuangan selama 10 tahun, teknik capital budgeting, serta analisis risiko melalui Sensitivity Analysis dan Monte Carlo Simulation. Dengan kebutuhan investasi awal sebesar Rp644.187.369, usaha yang diusulkan menghasilkan Net Present Value (NPV) positif sebesar Rp291.843.774, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 21,57%, yang lebih tinggi daripada Weighted Average Cost of Capital (WACC) sebesar 12,33%, serta Discounted Payback Period (DPP) selama 6,69 tahun, sehingga memenuhi seluruh kriteria keputusan investasi. Sensitivity Analysis mengidentifikasi variabel-variabel yang paling memengaruhi nilai proyek, yang selanjutnya digunakan sebagai input dalam Monte Carlo Simulation dengan 10.000 iterasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa proyek memiliki probabilitas sebesar 85,63% untuk menghasilkan NPV positif meskipun terdapat ketidakpastian pada berbagai asumsi keuangan dan operasional. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pendirian ABC sebagai pemasok lokal serbuk kayu bagi PT XYZ layak untuk dijalankan secara finansial. Namun, variabel-variabel kritis yang telah diidentifikasi perlu dipantau dan dikelola secara berkelanjutan untuk menjaga kelayakan finansial usaha dalam jangka panjang. Kata Kunci: Industri pulp dan kertas, serbuk kayu, kelayakan finansial, analisis penganggaran modal, risiko dalam penganggaran modal.

2026
👤 Penulis: Luthfia Nur Azizah
🏷️ Industri Pulp Dan Kertas 🏷️ Serbuk Kayu 🏷️ Analisis Keuangan
💬