📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 3 dokumen

USULAN IMPLEMENTASI TRUCK BOOKING SYSTEM UNTUK MEMINIMASI WAKTU PUTAR TRUK EKSTERNAL IMPOR DAN DEMURRAGE COST DALAM PENGAMBILAN PETI KEMAS DI TPK KOJA DENGAN SIMULASI BERBASIS AGEN

Terminal Peti Kemas (TPK) Koja di Pelabuhan Tanjung Priok menghadapi peningkatan throughput tahunan di tengah keterbatasan lahan, sehingga diperlukan optimasi berbasis peralatan yang ada. Akar permasalahan teridentifikasi pada tingginya waktu putar truk eksternal impor akibat potensi reshuffling serta pola kedatangan truk yang tidak merata dan terkonsentrasi pada malam hari. Dalam menjawab permasalahan tersebut, TPK Koja sebenarnya mengusulkan solusi berupa implementasi Truck Booking System (TBS), tetapi mendapatkan pertentangan dari pelanggan karena sifat TBS yang membatasi kedatangan sehingga peluang terjadinya keterlambatan pengambilan peti kemas dalam bentuk demurrage cost dapat meningkat. Maka dari itu, digunakan waktu putar truk eksternal impor dan demurrage cost sebagai kedua metrik untuk melihat keberhasilan dalam pengimplementasian TBS. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengimplementasian TBS menggunakan kedua metrik tersebut. Digunakan metode simulasi berbasis agen karena kemampuamnya dalam merepresentasikan atribut dan perilaku yang dimiliki oleh suatu agen/entitas. Model simulasi dikembangkan berdasarkan pendefinisian sistem operasional yang jelas dan dibangun menggunakan perangkat lunak simulasi Dengan menggunakan simulasi, dapat digunakan metode eksperimen berupa penerapan TBS dalam bentuk penentuan durasi jendela waktu dan tingkat implementasi terhadap demand impor saat ini. Dari hasil eksperimen ditentukan, dengan catatan tanpa adanya buffer untuk TBS seperti kondisi saat ini, durasi jendela waktu yang efektif dalam menurunkan kedua metrik di atas meliputi 15 menit; 20 menit; dan 30 menit. Masing-masing durasi ini setidaknya perlu diimplementasikan dengan cukup besar supaya signifikan dalam mengurangi kedua metrik yang ditinjau, yaitu sebesar 85% untuk demurrage cost dan 95% untuk kedua output. Khususnya di tingkat implementasi 95%, pengurangan nilai rata-rata waktu putar truk eksternal impor dapat mencapai 26,13% dan pengurangan nilai total demurrage cost dapat mencapai 97,07%. Namun apabila buffer untuk TBS dapat segera diakomodasi, maka penggunaan durasi jendela waktu tidak berpengaruh terhadap kedua metrik tersebut dan diperkirakan tingkat implementasi yang diperlukan juga menurun.

2026
👤 Penulis: Benjamin Jusuf Satriobudi
🏷️ Simulasi Berbasis Agen 🏷️ Optimasi Operasional Terminal Peti Kemas (Tpk) 🏷️ Manajemen Waktu Putar Truk Eksternal

USULAN SKEMA KOORDINASI RUBBER TYRED GANTRY (RTG) UNTUK MEMINIMASI WAKTU PUTAR TRUK EKSTERNAL IMPOR DAN EMISI KARBON RTG DI TPK KOJA DENGAN SIMULASI BERBASIS AGEN

Terminal Peti Kemas (TPK) Koja adalah salah satu terminal di Pelabuhan Tanjung Priok yang berfokus pada penanganan peti kemas ekspor dan impor. Saat ini, TPK Koja memiliki market share sebesar 19,78%, yang masih berada di bawah market share terminal peti kemas lain. Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya market share ini adalah throughput tahunan TPK Koja yang cenderung stagnan. Salah satu langkah yang dapat meningkatkan throughput adalah dengan meningkatkan efisiensi dari kegiatan operasional. Saat ini, efisiensi operasional TPK Koja, khususnya pada aktivitas impor, masih dinilai belum optimal. Hal ini ditunjukkan oleh tingginya waktu putar truk eksternal impor. Tingginya waktu putar truk eksternal impor dan potensi emisi karbon yang dihasilkan disebabkan oleh pergerakan Rubber Tyred Gantry (RTG) yang belum optimal sehingga diperlukan skema koordinasi antar RTG yang lebih optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi berbasis agen untuk menentukan usulan skema koordinasi antar RTG. Pendekatan simulasi dipilih untuk mengakomodasi adanya aspek acak dan ketidakpastian, serta kebutuhan dalam pemodelan aktivitas dinamis di mana suatu aktivitas yang terjadi sebelumnya akan mempengaruhi aktivitas setelahnya. Simulasi berbasis agen dipilih karena dapat memodelkan karakteristik sistem terminal peti kemas yang terdiri dari banyak entitas atau agen seperti RTG, truk eksternal impor, dan peti kemas. Simulasi berbasis agen pada penelitian ini dilakukan dengan perangkat lunak NetLogo. Pada penelitian ini diusulkan empat jenis skema koordinasi antar RTG, yaitu market based, zonal 1on1, zonal 1on2 horizontal, dan zonal 1on2 vertikal. Usulan diharapkan dapat mengurangi rata-rata waktu tunggu truk eksternal impor dan total emisi karbon yang dihasilkan oleh RTG. Berdasarkan hasil simulasi berbasis agen yang telah dilakukan, skema koordinasi antar RTG yang diusulkan adalah zonal 1on2 horizontal. Usulan ini dapat menghasilkan penurunan rata-rata waktu putar truk eksternal impor sebesar 47.44 detik atau 5.62% dari kondisi existing dan penurunan total emisi karbon yang dihasilkan oleh RTG sebesar 4483 Kg CO2 atau 29.68% dari kondisi existing.

2025
👤 Penulis: Salman Fakhry Hidayat
🏷️ Simulasi Berbasis Agen 🏷️ Koordinasikan Rubber Tyred Gantry (Rtg) 🏷️ Efisiensi Operasional Terminal Peti Kemas

USULAN STRATEGI PENGAMBILAN PETI KEMAS UNTUK MEMINIMASI WAKTU TUNGGU TRUK DI TERMINAL PETI KEMAS (TPK) KOJA MENGGUNAKAN SIMULASI BERBASIS AGEN

Terminal Peti Kemas (TPK) Koja adalah salah satu terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok yang berperan melayani aktivitas bongkar muat peti kemas. Pada tahun 2023, rata-rata waktu putar truk eksternal impor di TPK Koja mencapai 98,94 menit. Tingginya waktu putar disebabkan oleh waktu tunggu truk yang lama, mencapai proporsi 92% dari total waktu putar. TPK Koja berencana untuk membangun sistem reservasi truk, namun belum ada sinkronisasi antara kedatangan truk dan lokasi peti kemas sehingga RTG (Rubber-Tyred Gantry) harus melakukan reshuffling. Reshuffling adalah aktivitas memindahkan peti kemas satu ke tempat lain dalam satu slot di lapangan penumpukan. Strategi pengambilan peti kemas yang saat ini diterapkan adalah first come first serve, yaitu truk yang datang lebih dahulu akan dilayani lebih dahulu. Strategi ini mengakibatkan waktu perpindahan RTG yang lama karena jarak antar titik pelayanan yang cukup jauh. Penelitian ini bertujuan untuk merancang usulan strategi pengambilan peti kemas dan menentukan tingkat sinkronisasi platform dari sistem reservasi truk yang akan dibangun, sehingga kedatangan truk dapat disinkronkan dengan lokasi peti kemas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah simulasi berbasis agen. Simulasi ini memodelkan sistem dengan memperhatikan interaksi antar agen. Simulasi pergerakan agen menggunakan pendekatan simulasi kejadian diskrit, setiap agen dievaluasi pada suatu kejadian tertentu. Dalam sistem pengambilan peti kemas, tujuan truk eksternal adalah meminimasi waktu tunggu, sedangkan RTG untuk meminimasi ketidakefisienan. Simulasi berbasis agen mengakomodasi tujuan masing-masing agen pada titik keseimbangan, dengan mempertimbangkan tujuan bersama yaitu meminimasi rata-rata waktu tunggu truk. Berdasarkan hasil pengujian simulasi berbasis agen, strategi yang diusulkan adalah strategi pengambilan berbasis jarak. Selain itu, diusulkan penambahan modul sinkronisasi pada sistem reservasi truk yang dirancang dengan tingkat sinkronisasi 100%. Kombinasi strategi ini menghasilkan penghematan waktu tunggu truk di lapangan penumpukan sebesar 31,02%.

2024
👤 Penulis: Rafida Khairani
🏷️ Simulasi Berbasis Agen 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan
💬