📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 37 dokumen

ANALISIS SIMULASI NUMERIK PEMBAKARAN KOMBINASI BATU BARA DAN SERBUK KAYU PADA PLTU SURALAYA UNIT 5-7

Kebutuhan energi listrik di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan peningkatan rasio elektrifikasi. Saat ini, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara masih menjadi kontributor utama dalam penyediaan energi listrik nasional. Namun, pembakaran batu bara menghasilkan emisi gas rumah kaca (GRK) dalam jumlah yang signifikan sehingga diperlukan upaya untuk mengurangi dampak lingkungannya. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan adalah co-firing, yaitu pembakaran dua atau lebih jenis bahan bakar secara bersamaan, yang pada penelitian ini menggunakan campuran batu bara dan serbuk kayu. Biomassa seperti serbuk kayu dianggap lebih ramah lingkungan karena bersifat karbon netral dan menghasilkan emisi gas buang yang lebih rendah dibandingkan dengan batu bara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh co-firing batu bara dengan serbuk kayu pada boiler PLTU Suralaya Unit 5-7. Penelitian dilakukan dengan metode Computational Fluid Dynamics (CFD) menggunakan perangkat lunak ANSYS Fluent. Proses penelitian diawali dengan pemodelan 3D boiler PLTU Suralaya unit 5-7 yang merupakan boiler tipe Carolinatype pulverized coal boiler. Simulasi co-firing akan dilakukan dengan variasi rasio serbuk kayu sebesar 10%, 20%, dan 30% berbasis massa. Fokus analisis mencakup distribusi temperatur dalam boiler, komposisi gas buang, serta pengaruhnya terhadap daya keluaran turbin uap. Penerapan co-firing serbuk kayu memengaruhi karakteristik pembakaran, emisi, dan kinerja PLTU. Pada rasio co-firing 30%, kebutuhan udara pembakaran menurun dari 718,485 kg/s menjadi 615,422 kg/s akibat lebih rendahnya nilai air-to-fuel ratio (AFR) biomassa dibandingkan batu bara. Selain itu, emisi CO2, SO2, dan NOX masing-masing menurun dari 13,194% mol menjadi 12,806% mol, 1.259,514 mg/Nm³ menjadi 995,459 mg/Nm³, dan 617,464 mg/Nm³ menjadi 576,735 mg/Nm³ akibat kandungan karbon, sulfur, dan nitrogen biomassa yang lebih rendah. Namun, daya keluaran turbin menurun dari 594.987 kW menjadi 493.775 kW karena berkurangnya energi panas hasil pembakaran serta meningkatnya kandungan H2O pada gas buang yang menaikkan kapasitas panas spesifik (Cp). Kenaikan Cp menyebabkan lebih banyak energi panas terbawa oleh gas buang untuk mempertahankan temperatur gas buang yang konstan pada setiap variasi rasio co-firing, sehingga energi panas yang tersedia untuk pembentukan uap menjadi lebih sedikit.

2026
👤 Penulis: Radithya Farrel Widhyarto
🏷️ Simulasi Numerik 🏷️ Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (Pltu) 🏷️ Pembakaran Campuran Bahan Bakar

ANALISIS PERILAKU PELELEHAN FREEZE PLUG PADA MOLTEN CHLORIDE SALT FAST MODULAR REACTOR (MCSFMR) MENGGUNAKAN SIMULASI ANSYS FLUENT

Freeze plug merupakan salah satu sistem keselamatan pasif pada Molten Salt Reactor (MSR) yang berfungsi meleleh secara otomatis ketika terjadi kegagalan sehingga garam bahan bakar dapat mengalir menuju drain tank. Studi ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pelelehan freeze plug desain SWATH (Salt at Wall: Thermal ExcHanges) pada Molten Chloride Salt Fast Modular Reactor (MCSFMR), mengevaluasi akurasi model numerik, serta mengkaji pengaruh variasi jumlah plug dan rasio pitch-to-diameter (P/D) terhadap waktu pelelehan. Simulasi dilakukan menggunakan ANSYS Fluent dengan metode Finite Volume dan model perubahan fasa enthalpy-porosity. Validasi model dilakukan melalui tiga kasus acuan, yaitu pelelehan konduksi, pelelehan konveksi alami, dan close-contact melting. Setelah validasi, simulasi diterapkan pada freeze plug SWATH dengan konfigurasi 1-plug, 4-plug, dan 7-plug serta variasi rasio P/D sebesar 1,05; 1,5; dan 2,0. Hasil validasi menunjukkan model numerik mampu menghasilkan fenomena pelelehan dengan baik. Konfigurasi 1-plug memiliki waktu pelelehan tercepat sebesar 630 detik, sedangkan konfigurasi 4-plug dan 7-plug menghasilkan waktu pelelehan antara 1800–2310 detik. Analisis distribusi liquid fraction menunjukkan bahwa perpindahan panas didominasi oleh konduksi, sementara konveksi alami menyebabkan pola pelelehan yang asimetris. Variasi rasio P/D menghasilkan hubungan non-monoton terhadap waktu pelelehan, dengan nilai minimum diperoleh pada konfigurasi 4-plug P/D 1,5. Dibandingkan desain referensi untuk garam fluorida, waktu pelelehan yang lebih panjang pada penelitian ini dipengaruhi oleh sifat termofisika garam klorida, terutama kalor laten yang lebih tinggi.

2026
👤 Penulis: Melinda Alberta
🏷️ Simulasi Numerik 🏷️ Freeze Plug Msr 🏷️ Molten Chloride Salt

NUMERICAL STUDY OF LATTICE AND HYBRID LATTICE FILLED HEXAGONAL CRASH BOX UNDER QUASI-STATIC AXIAL LOAD

Peningkatan penggunaan kendaraan bermotor meningkatkan pentingnya keselamatan kendaraan, khususnya crashworthiness. Salah satu aspek keselamatan utama adalah crashworthiness, di mana crash box berperan penting dalam mengurangi tingkat fatalitas saat terjadi kecelakaan. Penelitian ini mengkaji performa crashworthiness dari crash box heksagonal dan struktur lattice heksagonal yang dikenai pembebanan tekan aksial kuasistatis menggunakan analisis elemen hingga. Konfigurasi lattice berbasis hexagonal close-packed (HCP-T dan HCP-TO) digunakan, dengan crash box dimodelkan sebagai struktur berdinding tipis menggunakan elemen shell dan struktur lattice dimodelkan menggunakan elemen padat tiga dimensi untuk merepresentasikan geometri kompleks dan perilaku frakturnya. Hasil menunjukkan bahwa crash box heksagonal mengalami mekanisme pelipatan progresif yang stabil dengan kemampuan penyerapan energi yang efektif, sementara struktur lattice menunjukkan perilaku yang bergantung pada material, mulai dari fraktur getas dengan kehilangan kapasitas pembawa beban secara tiba-tiba hingga mekanisme deformasi yang menyerupai crash box. Temuan ini menegaskan pengaruh topologi struktur, pemilihan material, dan mekanisme deformasi terhadap performa crashworthiness serta memberikan wawasan dalam perancangan struktur penyerap energi. Melalui penelitian ini, simulasi numerik akan dilakukan pada struktur lattice untuk menganalisis kemampuan penyerapan energinya dan bagaimana hal tersebut memengaruhi performa crashworthiness crash box heksagonal. Analisis mengenai bagaimana penambahan struktur lattice memengaruhi performa crashworthiness crash box juga akan dilakukan, serta bagaimana variasi material struktur lattice memengaruhi performa crashworthiness struktur secara keseluruhan, dan menentukan parameter mana yang memiliki pengaruh signifikan terhadap performa crashworthiness crash box.

2026
👤 Penulis: Muhammad Ghaffary Adreviano
🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Crashworthiness 🏷️ Simulasi Numerik

RANCANG BANGUN DAN ANALISIS PERFORMA TERMAL APARATUS UJI GARAM CAIR KNO3+NANO3 GUNA MEMAHAMI KARAKTERISTIK PENDINGIN PADA REAKTOR GARAM CAIR

Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membangun, dan menguji kinerja aparatus uji perpindahan panas vertikal menggunakan campuran eutektik garam nitrat (KNO3+NaNO3) sebagai fluida pengganti pendingin Molten Salt Reactor (MSR). Pemilihan campuran ini didasarkan pada karakteristik temperatur lebur yang rendah dan profil keamanan yang sesuai untuk pengujian skala laboratorium. Metodologi penelitian diawali dengan tahap validasi desain menggunakan simulasi numerik berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD) pada perangkat lunak COMSOL Multiphysiscs dengan kondisi adiabatik untuk memperoleh profil distribusi suhu ideal. Selanjutnya, aparatus fisik dibangun menggunakan pipa vertikal setinggi 20 cm yang dilengkapi dengan tiga zona pemanas kawat nikrom independen dan empat titik sensor suhu (termokopel) dengan interval jarak 5 cm. Hasil penelitian menujukan bahwa aparatus mampu memetakan sebaran temperatur aksial secara konsisten pada berbagai variasi fluks panas. Meskipun terdapat deviasi temperatur antara hasil eksperimen dan simulasi numerik akibat kehilangan panas (heat loss) ke lingkungan pada sistem non-isolasi, pola distribusi suhu secara kualitatif menunjukkan kesesuaian dengan model referensi. Titik bacaan temperatur pada area tengah pipa menunjukkan stabilitas termal yang lebih tinggi dibandingkan area ujung pipa yang dipengaruhi oleh efek konduksi struktur. Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa aparatus buatan sendiri ini valid dan reliabel untuk digunakan dalam studi awal fenomena termal garam cair, serta memberikan basis data penting bagi pengembangan sistem manajemen panas pada teknologi reaktor nuklir generasi IV.

2026
👤 Penulis: Amna Yasya Mubarok
🏷️ Reaktor Nuklir Generasi Iv 🏷️ Perpindahan Panas Garam Cair 🏷️ Simulasi Numerik

ANALISIS DAN EVALUASI PEMODELAN ALIRAN DEBRIS DI JAWA BARAT TAHUN 2024

Longsoran yang berkembang menjadi aliran debris terjadi pada tiga lokasi di Jawa Barat pada tahun 2024, yaitu di Kabupaten Subang, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bandung Barat. Peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa serta kerusakan permukiman dan infrastruktur. Sebagai bagian dari upaya mitigasi, dilakukan analisis balik terhadap ketiga lokasi tersebut melalui pemodelan menggunakan perangkat lunak RAMMS::DEBRISFLOW. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan dan mengevaluasi distribusi aliran serta zona intensitas aliran debris, menganalisis sensitivitas parameter masukan terhadap performa model, dan mengidentifikasi karakteristik parameter friksi yang mengontrol dinamika aliran. Metode penelitian meliputi observasi lapangan, pemrosesan citra drone, pengujian laboratorium tanah, dan simulasi numerik. Melalui pemodelan aliran debris, distribusi tebal aliran, kecepatan, momentum, dan tekanan impak pada setiap lokasi dapat diestimasi. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa ketiga lokasi termasuk dalam gerakan tanah skala menengah dengan kecepatan pergerakan yang tergolong ekstrim cepat. Evaluasi performa model secara 2D menunjukkan nilai performa model terbaik berada pada kisaran 0,66 hingga 0,83, yang mengindikasikan kemampuan model yang baik dalam mereplikasi pola sebaran aliran aktual. Analisis intensitas aliran debris menghasilkan zonasi bahaya tinggi, sedang, dan rendah, dengan seluruh bangunan terdampak berada pada zona intensitas tinggi. Karakteristik parameter friksi pada tiap lokasi mengindikasikan tipe aliran yang berbeda, yaitu aliran debris berlumpur di Subang dan Bandung Barat serta aliran debris granular di Sukabumi. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa parameter ? (parameter gesekan basal) merupakan faktor paling berpengaruh terhadap performa model, diikuti oleh c (kohesi aliran), ? (parameter gesekan viscous-turbulent), dan ? (densitas aliran). Hubungan antara sifat geoteknik material dengan parameter friksi memperlihatkan bahwa kandungan butir halus dan kadar air berkorelasi negatif dengan ?, sementara kohesi berkorelasi positif dengan ?. Pengetahuan mengenai sifat fisik, mekanik, serta dinamika aliran yang diperoleh dari penelitian ini diharapkan dapat mendukung upaya mitigasi bahaya aliran debris pada wilayah penelitian maupun daerah dengan karakteristik material serupa.

2026
👤 Penulis: Ahmad Fitra Alkautsar
🏷️ Analisis Geoteknik Aliran Debris 🏷️ Simulasi Numerik 🏷️ Manajemen Risiko Alam

EVALUASI PENGARUH PRESIPITASI GARAM TERHADAP INDEKS INJEKTIVITAS SUMUR PADA INJEKSI CO? DI AKUIFER SALIN

Carbon Capture and Storage (CCS) in saline aquifers offers large-scale potential for CO? sequestration, yet operational challenges persist due to salt precipitation near the wellbore. When dry CO? is injected, brine vaporization can trigger halite deposition, causing permeability impairment and injectivity decline—two critical issues that directly affect the efficiency and economics of CCS projects. This study applies numerical simulation using CMG-GEM to investigate the mechanisms of salt precipitation and its impact on injectivity in a synthetic high-permeability reservoir model (35% porosity, 740 mD permeability). The analysis specifically examines the influence of grid size, injection rate, salinity, and capillary pressure parameter on the extent and distribution of salt deposition, as well as the resulting changes in reservoir properties and well performance. Through sensitivity studies on these governing parameters, the research aims to provide a clearer understanding of the physical mechanisms driving injectivity reduction during CO? injection. The findings are expected to support better design and optimization of CCS operations in saline aquifers, ensuring more reliable and sustainable longterm CO? storage.

2025
👤 Penulis: Ignatius Bima Torence
🏷️ Hidrologi 🏷️ Carbon Capture And Storage (Ccs) 🏷️ Simulasi Numerik

SIMULASI DAN PEMODELAN NUMERIK ALIRAN GAS METANA BERDASARKAN INTENSITAS REKAHAN BATUBARA PADA SKALA LABORATORIUM

Gas metana (CH?) merupakan gas yang berpotensi menimbulkan bahaya ledakan di tambang bawah tanah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi intensitas rekahan batubara terhadap sifat fisik, permeabilitas, koefisien difusi, dan pola aliran metana pada skala laboratorium, serta memodelkan proses difusi menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD) di ANSYS Fluent. Empat sampel batubara bituminous dari Kalimantan Timur direkah menggunakan uji Unconfined Compressive Strength (UCS) untuk menghasilkan variasi tingkat kerusakan. Karakterisasi sifat fisik dilakukan melalui pengukuran porositas dan kecepatan gelombang ultrasonik (Vp). Konsentrasi metana diukur secara real-time menggunakan Automatic and Continuous Monitoring System – CH? (ACMS-CH?) untuk memperoleh nilai koefisien difusi dan permeabilitas. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan intensitas rekahan menurunkan nilai Vp dan meningkatkan permeabilitas serta koefisien difusi. Sampel BB-4 memiliki intensitas rekahan tertinggi (?UV = 0,0002723 s), konduktivitas hidraulik tertinggi (1,653 × 10?? m/s), dan koefisien difusi tertinggi (8,000 × 10?¹? m²/s), sedangkan BB-2 memiliki nilai terendah. Simulasi CFD memperlihatkan bahwa media dengan rekahan besar memungkinkan penyebaran metana lebih cepat dan luas. Pengujian ini menunjukkan bahwa integrasi pengujian laboratorium dan simulasi numerik dapat memberikan pemahaman komprehensif terhadap mekanisme migrasi metana, sehingga bermanfaat untuk perencanaan mitigasi risiko di tambang batubara bawah tanah.

2025
👤 Penulis: Shulha Muzakkir
🏷️ Simulasi Numerik 🏷️ Mekanisme Migrasi Gas Metana 🏷️ Analisis Sifat Fisika Batubara

INVESTIGASI NILAI MOBILITY RATIO PADA INJEKSI POLIMER UNTUK PENINGKATAN PEROLEHAN MINYAK BERBASIS SIMULASI NUMERIK

Penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR) melalui metode injeksi polimer merupakan strategi penting untuk meningkatkan efisiensi penyapuan pada reservoir minyak yang sering mengalami keterbatasan saat metode waterflooding, karena adanya heterogenitas batuan, tingginya viskositas minyak, serta terjadinya channeling dan fingering yang membuat front air tidak merata sehingga efisiensi penyapuan menjadi rendah. Penelitian ini berfokus pada analisis pengaruh mobility ratio (M) terhadap peningkatan recovery factor (RF) melalui simulasi numerik dengan perangkat lunak CMG-IMEX pada model reservoir yang bersifat homogen berkonfigurasi pola injeksi 5-spot, di mana parameter utama seperti sifat fisik batuan, karakteristik fluida reservoir, serta variasi viskositas polimer dikaji untuk mendapatkan berbagai skenario nilai M. Tiga metode perhitungan mobility ratio (M) yaitu End Point, Gomaa’s, dan Sheng disimulasikan dalam dua skenario operasi yaitu injeksi polimer kontinu selama 10 tahun dan injeksi 0,5 pore volume (PV) yang dilanjutkan dengan chase water. Hasil penelitian menunjukan bahwa penurunan nilai M secara signifikan meningkatkan RF dibandingkan waterflooding. Pada metode End Point, nilai optimum berada di M ? 0,6, sedangkan pada metode Sheng optimum dicapai pada M ? 0,4. Sementara itu, pada metode Gomaa, titik optimum belum dapat ditentukan dalam rentang data yang tersedia karena kurva turunan pertama belum menunjukkan nilai maksimum.

2025
👤 Penulis: Firsca Patty
🏷️ Simulasi Numerik 🏷️ Enhanced Oil Recovery (Eor) 🏷️ Mobility Ratio

NUMERICAL SIMULATION OF SEAWATER-DEPENDENT COHESIVE BEHAVIOUR FOR DELAMINATION PREDICTION IN COMPOSITE PLATES

Laminat komposit banyak digunakan dalam aplikasi kelautan dan kedirgantaraan karena rasio kekuatan terhadap berat yang tinggi; namun, sifat antarlamina sangat sensitif terhadap penyerapan kelembapan, yang dapat menurunkan kinerja struktural. Studi ini meneliti pengaruh kelembapan akibat paparan air laut terhadap perilaku delaminasi pada komposit polimer diperkuat serat karbon melalui pemodelan zona kohesif dan analisis elemen hingga otomatis. Kerangka skrip berbasis Python di Abaqus dikembangkan untuk membuat dan menganalisis model double cantilever beam (DCB) pada berbagai tingkat kelembapan, dengan sifat kohesif bergantung kelembapan menggunakan variabel medan. Model divalidasi terhadap data acuan spesimen kering, menunjukkan kesesuaian pada beban puncak dan perpindahan kritis. Studi parametrik mengungkapkan degradasi eksponensial pada ketangguhan retak antarlamina dan kekakuan kohesif seiring peningkatan kelembapan, menghasilkan beban puncak lebih rendah, perpindahan kritis lebih kecil, dan penyerapan energi menurun. Simulasi benturan kecepatan rendah (LVI) pada laminat kuasi-isotropik menunjukkan pertumbuhan delaminasi lebih luas dan parah pada spesimen yang dikondisikan, menegaskan dampak penyerapan air laut terhadap integritas antarlamina. Temuan ini menekankan pentingnya mempertimbangkan pengkondisian lingkungan dalam perancangan dan evaluasi struktur komposit.

2025
👤 Penulis: Irsan Timorty Chandra
🏷️ Kohesif 🏷️ Delaminasi 🏷️ Simulasi Numerik

ANALISIS PENGARUH KETEBALAN DAN KEPADATAN GEOFOAM EXPANDED POLYSTYRENE TERHADAP PENURUNAN PADA STRUKTUR TIMBUNAN JALAN DAN DISTRIBUSI TEGANGAN PADA TANAH DASAR

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi ketebalan (1 m, 2 m, dan 3 m) dan kepadatan (Kelas 15, 22, dan 39) Geofoam Expanded Polystyrene (EPS) terhadap penurunan dan distribusi tegangan pada timbunan jalan yang dibangun di atas tanah clayshale problematik. Analisis dilakukan melalui simulasi numerik metode elemen hingga menggunakan perangkat lunak PLAXIS 2D pada kondisi plane strain, dengan geometri model diadaptasi dari desain Proyek Jalan Tol Cisumdawu (STA 40+300). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketebalan merupakan faktor dominan dalam mereduksi tegangan pada tanah dasar, sementara kepadatan berpengaruh signifikan terhadap penurunan di permukaan. Berdasarkan analisis, direkomendasikan kombinasi paling optimal yaitu penggunaan Geofoam EPS Kelas 39 dengan ketebalan 2 meter. Kombinasi ini memberikan keseimbangan terbaik antara reduksi tegangan vertikal maksimal (41,7%) untuk stabilitas tanah dasar dan reduksi penurunan permukaan yang signifikan (29,03%) untuk kinerja layanan jalan.

2025
👤 Penulis: Andrew Bob Bryan Karo-Karo
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Struktur Jalan 🏷️ Simulasi Numerik

STUDI SIMULASI DISTRIBUSI EMISI PADA DAPUR KOMERSIAL MENGGUNAKAN METODE CFD

Abstrak bisa dilihat di filenya

2025
👤 Penulis: Derill Salman Danuningrat
🏷️ Simulasi Numerik 🏷️ Efisiensi Energi Dalam Industri Pengolahan Makanan 🏷️ Modelisasi Dinamika Suhu Dan Gas

STUDI NUMERIK ROUND ROBIN TEST PADA SPLIT HOPKINSON SHEAR BAR METODE FLAT HAT SHAPED

Uji Split Hopkinson Shear Bar (SHPB) merupakan pengembangan dari pengujian Split Hopkinson Pressure/Kolsky Bar yang digunakan untuk mengetahui karakteristik material pada saat mengalami pembebanan geser dengan laju regangan tinggi. Pengujian Split Hopkinson Shear Bar (SHSB) yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Flat Hat-Shaped. Saat ini sudah terdapat penelitian tentang faktor dimensi spesimen, geometri spesimen, faktor sudut bidang geser, dan pengaruh misalignment. Namun, saat ini belum ada penelitian pada SHSB yang membahas berkaitan dengan pengaruh variasi apparatus bar terhadap material spesimen ketika pengujian. Oleh karena itu, penelitian ini akan berfokus kepada simulasi numerik Split Hopkinson Shear Bar metode flat hat-shaped dengan melakukan round-robin test atau membuat variasi keadaan pengujian menggunakan 4 jenis material pressure bar dengan dimensi berbeda dan 2 jenis material spesimen uji yang berbeda juga. Pengujian akan dilakukan dengan melakukan simulasi numerik menggunakan perangkat lunak Abaqus/CAE dan pemodelan geometri spesimen yang akan diujikan menggunakan SolidWorks. Penelitian ini akan divalidasi dengan membandingkan kurva tegangan-regangan dari hasil simulasi numerik dengan data teoritik. one-wave analysis akan digunakan untuk mendapat kurva tegangan-regangan dari simulasi tersebut.

2025
👤 Penulis: Akbar Nugroho Aji
🏷️ Simulasi Numerik 🏷️ Pengujian Split Hopkinson Shear Bar 🏷️ Abaqus/Cae

OBSERVASI PENGARUH VARIASI KECEPATAN UDARA INLET TERHADAP POLA ALIRAN UDARA DI DALAM MINIATUR RUANG OPERASI DENGAN METODE VISUALISASI ALIRAN

Ruang operasi merupakan lingkungan steril yang sangat bergantung pada sistem ventilasi untuk menjaga kualitas udara demi melindungi pasien, tenaga medis, serta mencegah penyebaran kontaminan ke luar ruang operasi. Salah satu sistem yang umum digunakan adalah aliran udara laminar (LAF) yang mengarahkan udara bersih secara searah dari atas ke bawah untuk membilas partikel kontaminan secara kontinu. Namun, efektivitas sistem ini sangat dipengaruhi oleh konfigurasi ruang, keberadaan objek seperti tubuh manusia dan alat medis, serta variasi kecepatan aliran udara yang digunakan. Pemahaman yang komprehensif mengenai karakteristik aliran udara di ruang operasi menjadi hal penting untuk merancang sistem ventilasi yang aman dan efisien. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dua skenario utama aliran udara pada miniatur ruang operasi berskala 1:5,83, yaitu pola aliran dari inlet di plafon dan profil aliran dari wajah pasien yang merepresentasikan potensi sumber kontaminan. Pendekatan yang digunakan meliputi simulasi numerik menggunakan COMSOL Multiphysics versi 5.2a dengan model turbulen k-?, serta eksperimen fisik berbasis visualisasi asap dan pengukuran kecepatan aliran udara dengan anemometer. Pada kedua skenario, kecepatan aliran udara divariasikan untuk mengevaluasi arah aliran dominan, kestabilan pola, serta potensi terbentuknya zona stagnan dan pusaran (resirkulasi) yang dapat meningkatkan risiko paparan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pola aliran dari inlet mulai membentuk jet vertikal yang stabil pada kecepatan di atas 0,3 m/s yang mendekati karakteristik ventilasi ideal. Sementara itu, profil aliran dari wajah pasien menunjukkan aliran jet vertikal ke atas yang semakin kuat seiring meningkatnya kecepatan suplai dengan kecepatan puncak melebihi 9 m/s dan potensi menjangkau area langit- langit. Hasil eksperimen secara umum mendukung temuan dari simulasi, meskipun terdapat perbedaan minor yang disebabkan oleh keterbatasan instrumen dan visualisasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa kedua skenario aliran memiliki kontribusi signifikan terhadap pola distribusi kontaminan. Pendekatan gabungan antara simulasi dan eksperimen ini memberikan pemahaman yang lebih utuh dan aplikatif untuk mendukung desain sistem ventilasi ruang operasi yang efektif, adaptif, dan aman bagi lingkungan rumah sakit secara keseluruhan.

2025
👤 Penulis: Nuraini Khadijah Sekar Savitri
🏷️ Visiologi Rantai Pasok Udara 🏷️ Simulasi Numerik 🏷️ Visualisasi Asap

PEMODELAN DAN SIMULASI NUMERIK APLIKASI PROSES CALCIUM LOOPING PADA PABRIK SEMEN BERKAPASITAS 8000 TON PER HARI

Paris Agreement menjadi kesepakatan dasar untuk menerapkan energi bersih dalam rangka mengurangi emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Pemanasan global terjadi akibat peristiwa pemantulan panas oleh gas rumah kaca di atmosfer sehingga panas akan terjebak di permukaan bumi. Gas CO2 merupakan komponen utama dari gas rumah kaca yang mengakibatkan pemanasan global. Emisi gas CO2 industri semen dunia menunjukkan bahwa dalam sepuluh tahun terakhir mengalami kenaikan 0,22 gigaton. Salah satu cara untuk mengurangi emisi CO2 adalah metode carbon capture. Metode carbon capture dilakukan dengan menangkap CO2 pada aliran gas buang dengan suatu material tertentu. Salah satu material yang dapat menangkap CO2 adalah CaO sebagai bahan baku semen. Teknologi penangkapan CO2 yang melibatkan CaO sebagai zat penyerapnya disebut calcium looping. Teknologi ini memanfaatkan reaksi kalsinasi di kalsiner dan reaksi karbonasi di karbonator. Penelitian ini dilakukan untuk memodelkan rancangan kalsiner dan karbonator untuk teknologi calcium looping dan melakukan simulasi proses yang terjadi di dalamnya dengan menggunakan perangkat lunak ANSYS Fluent. Analisis hasil simulasi kalsiner lebih ditekankan pada distribusi temperatur agar dapat dievaluasi kecukupan temperatur untuk reaksi kalsinasi. Analisis hasil simulasi karbonator dilakukan terhadap distribusi konsentrasi CO2 agar dapat dievaluasi persentase gas CO2 yang tertangkap. Kalsiner calcium looping memiliki ukuran diameter 7,5 m dan tinggi 25 m. Temperatur hasil simulasi kalsiner adalah 914,6 ? dengan derajat kalsinasi 81,93%, sedangkan karbonator calcium looping memiliki diameter 5 m dan panjang 60 m. Temperatur hasil simulasi karbonator 702 ? dengan penangkapan CO2 sebesar 91%. Diperlukan penambahan laju massa CaCO3 menuju oxy-kalsiner untuk meningkatkan derajat karbonasi menjadi 26000 TPD raw mix agar diperoleh penangkapan CO2 100%.

2025
👤 Penulis: Raden Dewi Ghita Ghaida P
🏷️ Karbon Capture 🏷️ Teknologi Semen 🏷️ Simulasi Numerik

SIMULASI NUMERIK PROPAGASI REKAHAN HIDROLIK DAN ANALISIS SENSITIVITAS PARAMETER GEOMEKANIKA MENGGUNAKAN PYFRAC: STUDI KASUS PADA SUMUR A, JAWA BARAT

Hydraulic fracturing is a key stimulation technique to enhance hydrocarbon recovery in low permeability reservoirs. This study investigates fracture propagation in selected zones and the influence of geomechanical parameters on fracture behavior. Potentially productive intervals were identified through composite log interpretation, while potential fracturing zones were evaluated based on mechanical properties. Hydraulic fracturing simulations were performed using PyFrac with a PKN model to represent height-contained propagation. Simulation results include fracture geometry, pressure distribution over time, and fracture growth characteristics. The simulation of selected zone showed that fracture propagation started in a viscosity-dominated regime and shifted to PKN behavior once the fracture reached height-confining layers. The fracture performance evaluation indicates an improvement in well productivity after hydraulic fracturing compared to the pre-fracturing condition. Sensitivity analysis on geomechanical parameters showed that higher Poisson’s ratio and Young’s modulus reduced fracture width and increased breakdown pressure, while higher fracture toughness resulted in wider fractures and higher initiation pressures. These findings highlight the significant impact of rock mechanical properties on fracture propagation, providing insights for selecting favorable zones or formulating appropriate stimulation strategies based on specific geomechanical conditions.

2025
👤 Penulis: Mukhamad Isna Ramadhan
🏷️ Hydraulic Fracturing 🏷️ Geomekanik Batuan 🏷️ Simulasi Numerik
Halaman 1 dari 3
💬