📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenPEMODELAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DIINSTALASI PENGOLAHAN AIR DAGO PAKAR
Air bersih adalah kebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem penyediaan air bersih yang bertujuan menyediakan air yang memenuhi standar kesehatan dan kualitas. Penelitian ini dilaksanakan di PDAM Tirta Raharja daerah layanan IPA Cimahi dan bertujuan untuk memproyeksikan kebutuhan air bersih bagi masyarakat, membuat rancangan sistem penyediaan air bersih, menentukan kinerja jalur distribusi IPA, serta mengevaluasi pola penyebaran sisa klor di jaringan distribusi perpipaan air minum pada PDAM Tirta Raharja layanan IPA Cimahi. Menurut peraturan yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 736/Menkes/Per/VI/2010 yaitu maksimal sisa klor 1 mg/l di outlet reservoir dan minimal 0,2 mg/l pada titik terjauh distribusi. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan analisis deskriptif terhadap jaringan distribusi perpipaan air minum pada PDAM Tirta Raharja serta membuat pemodelan sistem penyediaan air bersih yang ideal. Dalam menghitung kebutuhan air bersih, dilakukan penghitungan proyeksi penduduk dengan menggunakan data BPS Kota Cimahi dan menghitungnya menggunakan Microsoft Excel. Penelitian ini menggunakan software AutoCAD dan EPANET dalam pembuatan model dan merencanakan dimensi bangunan reservoir, serta simulasi penghitungan sisa klor di jaringan instalasi pengolahan air. Kadar sisa klor menyebar di jaringan distribusi air minum, menurun seiring semakin jauhnya jarak dari reservoir. Dari hasil analisis mengenai penurunan sisa klor dalam air, 47,47% dipengaruhi karena adanya reaksi dengan aliran air dan 52,53% dipengaruhi karena reaksi dengan dinding pipa.
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DAERAH TERTINGGAL, TERDEPAN, DAN TERLUAR (3T) DI KAWASAN PERDESAAN (STUDI KASUS: DESA KOLBANO, KECAMATAN KOLBANO, KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN)
Desa Kolbano adalah sebuah desa semi-urban yang terletak di daerah 3T dengan kualitas air yang tidak layak untuk dikonsumsi. Sebagai sampel, ditemukan bahwa air dari ketiga sumber mata air di daerah studi, yaitu mata air Oemakine, Oenais, dan Nunbesi mengandung padatan terlarut total, coliform, serta kandungan besi yang melebihi standar baku mutu. Tidak hanya itu, sebab kondisi klimatologi, geografis, serta minimnya mata air yang memadai, kuantitas air di Desa Kolbano yang dapat diakses terbatas dan tidak menyeluruh. Oleh karena itu, akan dilakukan perencanaan sistem penyediaan air bersih yang layak konsumsi dan menyeluruh bagi seluruh masyarakat Desa Kolbano. Untuk perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih (SPAB) dipilih satu jalur yang akan diterapkan secara langsung pada perencanaan dengan sistem dead end menggunakan pipa HDPE yang dialiri secara gravitasi. Sedangkan untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) terdapat tiga alternatif yang selanjutnya dilakukan pemilihan dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Total penduduk yang akan dilayani oleh sistem ini sebanyak 2.490 jiwa. Perancangan sub-sistem pengolahan dilakukan dalam satu tahap secara langsung untuk melayani 100% kapasitas produksi air bersih seluruh mata air yaitu 2,610 L/detik. Konfigurasi unit terpilih yaitu terdiri dari pasir lambat single media yang akan menyaring partikel yang tersuspensi, kekeruhan, besi dan mangan, serta total coliform. Kemudian, air olahan akan melalui unit ion exchange untuk diturunkan TDSnya.