📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenPENGARUH VARIASI KONSENTRASI ANTOSIANIN BERBASIS LIMBAH KUBIS MERAH (BRASSICA OLERACEA SPP.) TERHADAP KINERJA LABEL INDIKATOR KESEGARAN BUAH STROBERI (FRAGARIA SP.)
Stroberi merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang sangat disukai konsumen, namun memiliki masa simpan yang pendek dan mudah mengalami kerusakan selama distribusi dan penyimpanan. Salah satu solusi inovatif yang dapat diterapkan adalah teknologi smart packaging dengan label indikator kesegaran, yang memberikan informasi visual terhadap kualitas produk secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi antosianin terhadap perubahan warna pada label indikator smart packaging berbasis antosianin dari kubis merah, serta menentukan konsentrasi yang paling efektif untuk diaplikasikan sebagai indikator kesegaran pada kemasan buah stroberi. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi parameter kesegaran buah stroberi yang memengaruhi kinerja label indikator tersebut. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima variasi konsentrasi antosianin (1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%) yang dipadukan dengan PVA dan kitosan sebagai matriks film. Label indikator diuji melalui serangkaian pengujian sifat fisik, stabilitas warna, sensitivitas terhadap pH, daya serap air, serta kinerja indikator saat diaplikasikan pada kemasan buah stroberi (Fragaria sp.). Selain itu, dilakukan juga pengukuran terhadap parameter kesegaran buah, seperti pH, kadar CO?, perubahan warna buah dan label, serta susut bobot selama masa simpan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi antosianin berpengaruh nyata terhadap stabilitas warna, reversibilitas, dan daya serap air label. Konsentrasi 3% merupakan formulasi paling efektif karena memberikan stabilitas warna terbaik dan respons halokromik yang paling tajam terhadap penurunan kualitas stroberi. Kinerja label ini dipengaruhi secara signifikan oleh parameter kesegaran buah berupa pH buah, uap air (kelembapan), dan konsentrasi gas CO? di dalam kemasan. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat menghasilkan label indikator cerdas yang tidak hanya efektif dan sensitif dalam memantau kesegaran buah potong, tetapi juga memanfaatkan bahan alami dan limbah pangan yang ramah lingkungan. Temuan ini diharapkan berkontribusi pada pengembangan teknologi kemasan berkelanjutan yang mendukung keamanan dan kualitas pangan pascapanen.
PENGARUH PERBEDAAN SUMBER PIGMEN ALAMI DARI LIMBAH KULIT BAWANG MERAH, KUBIS MERAH, DAN KULIT BUAH NAGA TERHADAP KUALITAS PIGMEN SEBAGAI BAHAN BAKU LABEL INDIKATOR SMART PACKAGING
Limbah pangan di Indonesia mencapai 14,73 juta ton per tahun, di mana limbah kulit bawang merah (Allium cepa L.), kubis merah (Brassica oleracea var. capitata L.), dan kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus L.) mengandung pigmen alami yang berpotensi tinggi sebagai bahan baku smart packaging dalam bentuk indikator kesegaran makanan, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Pigmen ini memiliki sifat halokromik yang sensitif terhadap perubahan pH. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perbedaan sumber pigmen terhadap kualitas dan karakteristik ekstrak, serta menentukan sumber bahan baku yang paling efektif dan stabil sebagai indikator kesegaran makanan. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan sumber limbah yang diekstraksi menggunakan metode perkolasi. Parameter yang diamati meliputi rendemen, kadar total antosianin, pH, warna (hue angle), dan stabilitas warna terhadap perubahan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan sumber pigmen berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap seluruh parameter yang diuji. Limbah kubis merah merupakan sumber pigmen paling efektif dengan rendemen tertinggi sebesar 95,06%, kadar total antosianin 11,90 mg/100g, pH 5,16, dan nilai hue angle 18,8. Selain itu, kubis merah memiliki spektrum respon halokromik paling luas dan kontras pada rentang pH 2–12 (merah-ungu-biru-hijau), sehingga memudahkan deteksi visual penurunan kualitas pangan secara real-time. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pigmen dari kubis merah adalah kandidat terbaik untuk aplikasi indikator kesegaran pada smart packaging.