📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 1 dokumenPERANCANGAN INTERIOR LIVING HERITAGE & VILLAGE DENGAN PENDEKATAN CRAFT-BASED SPATIAL NARRATIVE SEBAGAI UPAYA REGENERASI TENUN IKAT PEWARNA ALAM DI DESA WANGGA, SUMBA TIMUR
Tenun ikat pewarna alam Sumba Timur merupakan identitas budaya dan warisan kriya masyarakat yang saat ini menghadapi tantangan regenerasi akibat keterbatasan akses pasar, ketimpangan nilai ekonomi pengrajin, serta menurunnya minat generasi muda terhadap profesi menenun. Permasalahan spasial turut muncul akibat belum tersedianya fasilitas yang mampu mengintegrasikan fungsi produksi, edukasi, dan hospitalitas secara berkelanjutan, sementara pariwisata konvensional cenderung menempatkan budaya sebagai objek konsumsi tanpa memberikan dampak ekonomi yang merata bagi komunitas lokal. Perancangan interior Living Heritage dan Village di Desa Wangga ini bertujuan menghasilkan fasilitas pusat kriya dan akomodasi yang mampu memperkuat posisi pengrajin sekaligus menghadirkan pengalaman edukatif yang menghubungkan wisatawan dengan nilai budaya tenun Sumba Timur. Metode perancangan menggunakan pendekatan kualitatif dan Double Diamond yang meliputi riset lapangan, analisis aktivitas, hingga pengembangan desain interior. Fokus area perancangan mencakup lobby dan Discovery Hub, Motif Dyeing Workshop Area, Tenun Workshop Area, Circular Business Hub, serta Village House. Konsep desain yang diusung adalah Ammu Tinung dengan pendekatan Craft-Based Spatial Narrative yang mentransformasikan makna Mamuli sebagai simbol perempuan dan rahim budaya ke dalam tiga tahapan narasi ruang, yaitu fase inisiasi dan penyambutan, metode dan edukasi, serta ekonomi dan regenerasi. Strategi interior diimplementasikan melalui pengalaman ruang yang imersif, transformasi elemen budaya Sumba ke dalam desain interior, serta penerapan sistem rotasi pengrajin dari lima desa tenun utama di Sumba Timur. Inovasi perancangan terletak pada Circular Business Hub yang menghubungkan aktivitas hospitalitas dengan peluang bisnis tanpa memutus narasi budaya yang dibangun. Melalui perancangan ini, interior berperan sebagai media regenerasi budaya sekaligus penguat ekosistem ekonomi komunitas pengrajin tenun Sumba Timur.