📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 4 dokumenBASIS DATA SPASIAL SKALA BESAR (2D DAN 3D)
Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai perguruan tinggi multikampus yang mengelola aset dan infrastruktur pada Kampus Ganesha, Jatinangor, dan Cirebon menghadapi kendala berupa data spasial yang terfragmentasi, belum lengkap, belum terstandar, dan sulit diakses, serta belum tersedianya dokumen baku yang mengatur penyusunan dan pengelolaan basis data spasial kampus. Tugas akhir ini bertujuan menyusun dokumen Spesifikasi Produk Data (SPD) yang mengacu pada SNI ISO 19131:2014 serta membangun kerangka basis data spasial dengan integrasi BIM untuk mendukung pengelolaan aset dan infrastruktur kampus. Pengembangan yang dilakukan menghasilkan dua produk utama, yaitu dokumen SPD Basis Data Spasial Kampus ITB (SADIKIN) dan repositori data berbasis SharePoint Teams (SHAREit), satu produk pendukung berupa olahan data spasial dari akuisisi UAV-LiDAR Tahun 2025, serta satu produk pengembangan berupa prototipe Basis Data Spasial Kampus ITB dengan Integrasi Building Information Modeling (BIM) berbasis openMAINT. SADIKIN setebal 75 halaman mendefinisikan 28 unsur spasial dalam 7 kategori, elemen kualitas data berdasarkan ISO 19157:2013, serta metadata yang mengacu pada SNI ISO 19115:2012. Olahan data spasial menghasilkan ortofoto, point cloud terklasifikasi, DTM, garis kontur, data 2D hasil digitasi, serta model 3D LoD1 dan LoD2 dalam format CityGML, dengan ortofoto beresolusi 3,25 cm/piksel serta ketelitian horisontal 90% (ACCr) 0,031 m dan vertikal (ACCz) 0,081 m yang memenuhi standar peta skala 1:1.000. SHAREit menghimpun data ke dalam sembilan kelompok folder utama yang terstruktur. Prototipe berbasis openMAINT (PostgreSQL/PostGIS) membuktikan secara konsep bahwa data spasial 2D dan informasi aset bangunan dapat dikelola secara berjenjang dari tingkat kampus hingga lantai menggunakan sampel data Kampus Jatinangor pada lingkungan localhost. Hasil tugas akhir ini menempatkan SADIKIN dan SHAREit sebagai fondasi standardisasi dan dokumentasi data spasial kampus, sedangkan prototipe openMAINT berperan sebagai bukti konsep bagi pengembangan basis data spasial kampus yang lebih menyeluruh dan operasional pada masa mendatang.
BASIS DATA SPASIAL SKALA BESAR (2D DAN 3D)
Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai perguruan tinggi multikampus yang mengelola aset dan infrastruktur pada Kampus Ganesha, Jatinangor, dan Cirebon menghadapi kendala berupa data spasial yang terfragmentasi, belum lengkap, belum terstandar, dan sulit diakses, serta belum tersedianya dokumen baku yang mengatur penyusunan dan pengelolaan basis data spasial kampus. Tugas akhir ini bertujuan menyusun dokumen Spesifikasi Produk Data (SPD) yang mengacu pada SNI ISO 19131:2014 serta membangun kerangka basis data spasial dengan integrasi BIM untuk mendukung pengelolaan aset dan infrastruktur kampus. Pengembangan yang dilakukan menghasilkan dua produk utama, yaitu dokumen SPD Basis Data Spasial Kampus ITB (SADIKIN) dan repositori data berbasis SharePoint Teams (SHAREit), satu produk pendukung berupa olahan data spasial dari akuisisi UAV-LiDAR Tahun 2025, serta satu produk pengembangan berupa prototipe Basis Data Spasial Kampus ITB dengan Integrasi Building Information Modeling (BIM) berbasis openMAINT. SADIKIN setebal 75 halaman mendefinisikan 28 unsur spasial dalam 7 kategori, elemen kualitas data berdasarkan ISO 19157:2013, serta metadata yang mengacu pada SNI ISO 19115:2012. Olahan data spasial menghasilkan ortofoto, point cloud terklasifikasi, DTM, garis kontur, data 2D hasil digitasi, serta model 3D LoD1 dan LoD2 dalam format CityGML, dengan ortofoto beresolusi 3,25 cm/piksel serta ketelitian horisontal 90% (ACCr) 0,031 m dan vertikal (ACCz) 0,081 m yang memenuhi standar peta skala 1:1.000. SHAREit menghimpun data ke dalam sembilan kelompok folder utama yang terstruktur. Prototipe berbasis openMAINT (PostgreSQL/PostGIS) membuktikan secara konsep bahwa data spasial 2D dan informasi aset bangunan dapat dikelola secara berjenjang dari tingkat kampus hingga lantai menggunakan sampel data Kampus Jatinangor pada lingkungan localhost. Hasil tugas akhir ini menempatkan SADIKIN dan SHAREit sebagai fondasi standardisasi dan dokumentasi data spasial kampus, sedangkan prototipe openMAINT berperan sebagai bukti konsep bagi pengembangan basis data spasial kampus yang lebih menyeluruh dan operasional pada masa mendatang.
BASIS DATA SPASIAL SKALA BESAR (2D DAN 3D)
Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai perguruan tinggi multikampus yang mengelola aset dan infrastruktur pada Kampus Ganesha, Jatinangor, dan Cirebon menghadapi kendala berupa data spasial yang terfragmentasi, belum lengkap, belum terstandar, dan sulit diakses, serta belum tersedianya dokumen baku yang mengatur penyusunan dan pengelolaan basis data spasial kampus. Tugas akhir ini bertujuan menyusun dokumen Spesifikasi Produk Data (SPD) yang mengacu pada SNI ISO 19131:2014 serta membangun kerangka basis data spasial dengan integrasi BIM untuk mendukung pengelolaan aset dan infrastruktur kampus. Pengembangan yang dilakukan menghasilkan dua produk utama, yaitu dokumen SPD Basis Data Spasial Kampus ITB (SADIKIN) dan repositori data berbasis SharePoint Teams (SHAREit), satu produk pendukung berupa olahan data spasial dari akuisisi UAV-LiDAR Tahun 2025, serta satu produk pengembangan berupa prototipe Basis Data Spasial Kampus ITB dengan Integrasi Building Information Modeling (BIM) berbasis openMAINT. SADIKIN setebal 75 halaman mendefinisikan 28 unsur spasial dalam 7 kategori, elemen kualitas data berdasarkan ISO 19157:2013, serta metadata yang mengacu pada SNI ISO 19115:2012. Olahan data spasial menghasilkan ortofoto, point cloud terklasifikasi, DTM, garis kontur, data 2D hasil digitasi, serta model 3D LoD1 dan LoD2 dalam format CityGML, dengan ortofoto beresolusi 3,25 cm/piksel serta ketelitian horisontal 90% (ACCr) 0,031 m dan vertikal (ACCz) 0,081 m yang memenuhi standar peta skala 1:1.000. SHAREit menghimpun data ke dalam sembilan kelompok folder utama yang terstruktur. Prototipe berbasis openMAINT (PostgreSQL/PostGIS) membuktikan secara konsep bahwa data spasial 2D dan informasi aset bangunan dapat dikelola secara berjenjang dari tingkat kampus hingga lantai menggunakan sampel data Kampus Jatinangor pada lingkungan localhost. Hasil tugas akhir ini menempatkan SADIKIN dan SHAREit sebagai fondasi standardisasi dan dokumentasi data spasial kampus, sedangkan prototipe openMAINT berperan sebagai bukti konsep bagi pengembangan basis data spasial kampus yang lebih menyeluruh dan operasional pada masa mendatang.
BASIS DATA SPASIAL SKALA BESAR (2D DAN 3D)
Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai perguruan tinggi multikampus yang mengelola aset dan infrastruktur pada Kampus Ganesha, Jatinangor, dan Cirebon menghadapi kendala berupa data spasial yang terfragmentasi, belum lengkap, belum terstandar, dan sulit diakses, serta belum tersedianya dokumen baku yang mengatur penyusunan dan pengelolaan basis data spasial kampus. Tugas akhir ini bertujuan menyusun dokumen Spesifikasi Produk Data (SPD) yang mengacu pada SNI ISO 19131:2014 serta membangun kerangka basis data spasial dengan integrasi BIM untuk mendukung pengelolaan aset dan infrastruktur kampus. Pengembangan yang dilakukan menghasilkan dua produk utama, yaitu dokumen SPD Basis Data Spasial Kampus ITB (SADIKIN) dan repositori data berbasis SharePoint Teams (SHAREit), satu produk pendukung berupa olahan data spasial dari akuisisi UAV-LiDAR Tahun 2025, serta satu produk pengembangan berupa prototipe Basis Data Spasial Kampus ITB dengan Integrasi Building Information Modeling (BIM) berbasis openMAINT. SADIKIN setebal 75 halaman mendefinisikan 28 unsur spasial dalam 7 kategori, elemen kualitas data berdasarkan ISO 19157:2013, serta metadata yang mengacu pada SNI ISO 19115:2012. Olahan data spasial menghasilkan ortofoto, point cloud terklasifikasi, DTM, garis kontur, data 2D hasil digitasi, serta model 3D LoD1 dan LoD2 dalam format CityGML, dengan ortofoto beresolusi 3,25 cm/piksel serta ketelitian horisontal 90% (ACCr) 0,031 m dan vertikal (ACCz) 0,081 m yang memenuhi standar peta skala 1:1.000. SHAREit menghimpun data ke dalam sembilan kelompok folder utama yang terstruktur. Prototipe berbasis openMAINT (PostgreSQL/PostGIS) membuktikan secara konsep bahwa data spasial 2D dan informasi aset bangunan dapat dikelola secara berjenjang dari tingkat kampus hingga lantai menggunakan sampel data Kampus Jatinangor pada lingkungan localhost. Hasil tugas akhir ini menempatkan SADIKIN dan SHAREit sebagai fondasi standardisasi dan dokumentasi data spasial kampus, sedangkan prototipe openMAINT berperan sebagai bukti konsep bagi pengembangan basis data spasial kampus yang lebih menyeluruh dan operasional pada masa mendatang.