📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 7 dokumenSTUDI KOMPARASI KINERJA SISTEM RANGKA BAJA PEMIKUL MOMEN KHUSUS DENGAN VARIASI SAMBUNGAN REPLACEABLE FUSE
Sistem rangka pemikul momen khusus (RMK) dengan sambungan replaceable fuse menawarkan solusi reparasi pasca gempa yang lebih ekonomis, namun kajian komparatif kinerja seismik antar jenis sambungan fuse masih terbatas, khususnya dalam kerangka SNI 1726-2019. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja seismik struktur baja RMK 10 lantai yang dirancang dengan tiga variasi sambungan replaceable fuse—Kuncian Tarik, Top Shear Tabs Bottom Metallic Fuse, dan T-stub—terhadap struktur benchmark dengan sambungan konvensional. Karakteristik sambungan fuse dinormalisasi dari data hasil eksperimen. Pemodelan dan evaluasi dilakukan menggunakan perangkat lunak ETABS dengan analisis nonlinear static pushover. Parameter yang dievaluasi meliputi overstrength, daktilitas, disipasi energi, kekakuan elastik, dan pencapaian target kinerja. Hasil menunjukkan bahwa ketiga sambungan replaceable fuse secara konsisten menurunkan overstrength terhadap struktur dengan sambungan konvensional. Sambungan jenis Kuncian Tarik dan Top Shear Tabs Bottom Metallic Fuse meningkatkan daktilitas serta memenuhi target minimal kinerja struktur, sedangkan sambungan jenis T-stub mengalami penurunan daktilitas dan tidak memenuhi target kinerja minimal. Penggunaan sambungan replaceable fuse melindungi balok dari kelelehan. Kontribusi disipasi energi elemen fuse pada struktur sambungan konvensional tercatat sekitar 80% dengan total energi disipasi 27,550 kNm sementara pada sambungan Kuncian Tarik, Top Shear Tabs Bottom Metallic Fuse, dan T-Stub berturut-turut mencapai 84%, 99%, dan 100% dengan total energi disipasi masing-masing sebesar 28,228 kNm; 10,629 kNm; dan 4,113 kNm. Optimasi profil berdasarkan syarat simpangan meningkatkan kekakuan elastik dan total disipasi energi. Kinerja terbaik dicapai oleh sambungan replaceable fuse jenis Kuncian Tarik. Studi ini mengonfirmasi kelayakan sambungan Kuncian Tarik dan Top Shear Tabs Bottom Metallic Fuse sebagai alternatif sambungan replaceable fuse pada sistem struktur RMK 10 lantai.
EVALUASI KINERJA DAN PERILAKU RESPONS SEISMIK BANGUNAN BERTINGKAT DENGAN STRUKTUR RANGKA BAJA PENAHAN GEMPA TWO STORY X-BRACED FRAME, ZIPPER BRACED FRAME DAN STRUT-TO-GROUND BRACED
Zipper Braced Frame, Strut to Ground Braced Frame, dan Two Story X – Braced Frame merupakan 3 tipe sistem struktur yang sering dikategorikan kedalam Special Concentrically Braced Frame (SCBF) yang diatur dalam ASCE 7 – 16, Namun hal tersebut minimbulkan banyak pertanyaan dimana dengan bentuk konfigurasi brace terpasang yang berbeda tiap tipenya tentunya akan menghasilkan respons struktur yang bebeda pada struktur yang memiliki kategori ketinggian berbeda : tinggi, sedang dan rendah, oleh karena itu evaluasi kinerja serta analisis perilaku respons struktur tiap tipe struktur dengan beberapa variasi kategori ketinggian perlu dilakukan agar dapat mengetahui kinerja tiap tipe sekaligus dapat mengetahui apakah batasan ketinggian yang ditetapkan aturan untuk sistem SCBF setinggi 48 m untuk KDS D apakah masih relevan jika terhadap 3 tipe brace ini. Prosedur analisis nonlinier dinamik dengan metode Nonlinear Time History Analysis (NLTHA) dipilih dalam menganalisis struktur bangunan, tiap objek telah melalui tahapan desain diawal dan sesuai aturan desain bangunan baja tahan gempa, selain itu elemen kolom dan balok pada portal penahan gempa didesain agar masih dalam kondisi elastis saat elemen brace gagal dengan menggunakan desain kapasitas. Metode evaluasi ini dinilai relevan untuk saat ini dilakukan, serta respons struktur yang dihasilkan dapat lebih akurat dibandingkan metode numerik lainnya, Hasil evaluasi kinerja untuk tiap tipe dilihat dari masing – masing DCR frame hinge yang dihasilkan seluruh elemen forced controlled dan deformation controlled memiliki DCR < 1 (Izin) serta simpangan struktur yang dihasilkan < 4% simpangan izin, namun terkhusus untuk TSXBF pada struktur kategori tinggi penggunaan profile yang digunakan terutama untuk brace tidak bisa berangkat dari ukuran yang sama dengan tipe ZF dan STG. Respons struktur yang diambil sebagai bahan analisis perilaku terdiri dari simpangan antar lantai, disipasi energi elemen brace tiap lantai dan persentase degradasi kekakuan struktur, Berdasarkan 3 respons struktur tersebut didapatkan bahwa tipe TSXBF memiliki kinerja seismik yang baik jika diterapkan pada bangunan bertingkat rendah hingga sedang sedangkan tipe ZF & STG memiliki kinerja yang baik jika diterapkan pada bangunan bertingkat tinggi.
STUDI PARAMETRIK PERILAKU STRUKTUR BAJA DENGAN SAMBUNGAN SEMI-RIGID PADA SUMBU LEMAH
Studi parametrik ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh variasi kekakuan rotasi sambungan dan jumlah lantai terhadap perilaku dan kinerja struktur baja SRPMK dengan sambungan semi-rigid yang disambungkan pada sumbu lemah profil kolom. Parameter yang divariasikan meliputi kekakuan rotasi sambungan sebesar 90%, 50%, dan 20%, serta jumlah lantai 1, 3, dan 6. Pemodelan struktur semi-rigid dilakukan dengan menggunakan parameter rotational spring stiffness (????????????) melalui momen release pada aplikasi ETABS. Analisis dilakukan terhadap fleksibilitas struktur, simpangan antar lantai, parameter kinerja seismik (????,????????,?0), kekakuan elastis, dan daktilitas struktur melalui pengecekan persyaratan struktur tahan gempa dan pushover analysis melalui aplikasi ETABS. Hasil menunjukkan bahwa semakin rendah kekakuan rotasi sambungan, struktur menjadi lebih fleksibel dan simpangan yang terjadi semakin besar, terutama pada struktur dengan jumlah lantai yang lebih tinggi. Berdasarkan hasil pushover analysis, penurunan kekakuan rotasi sambungan menyebabkan performa struktur semakin menurun dan efektivitas disipasi energi gempa semakin rendah. Hal ini ditandai dengan faktor kinerja seismik, kekakuan elastis, dan daktilitas yang semakin rendah. Meskipun demikian, struktur yang ditinjau desainnya dibatasi oleh persyaratan simpangan dan proses analisis hasil pushover dibatasi oleh kemampuan ETABS dalam melakukan proses iterasi, sehingga hasil yang representatif dapat dilakukan dengan memasukkan parameter-parameter seperti backbone curve struktur semi-rigid berdasarkan kondisi aktual seperti pengujian. Dari keseluruhan hasil analisis tersebut, perilaku struktur semi-rigid pada sumbu lemah perlu dipertimbangkan dalam proses desain karena memberikan hasil yang berbeda dibandingkan dengan struktur fully rigid terutama pada struktur dengan jumlah lantai banyak dan kekakuan rotasi rendah.
EVALUASI BERAT DAN KINERJA SEISMIK PADA RANGKA BAJA PEMIKUL MOMEN KHUSUS DENGAN SAMBUNGAN YANG DAPAT DIGANTI
Rangka baja pemikul momen khusus merupakan sistem pemikul gaya lateral yang umum digunakan pada bangunan. Pada sistem struktur ini, balok terhubung pada kolom dengan menggunakan sambungan momen prakualifikasi. Sebagian besar sambungan prakualifikasi mengakomodasi deformasi inelastik melalui mekanisme kelelehan lentur pada balok. Berbeda dengan sambungan prakualifikasi yang umum, sambungan Simpson Strong-Tie Strong Frame (SSTSF) dan DuraFuse Frames (DFF) mengakomodasi deformasi inelastik melalui mekanisme kelelehan pada sambungan. Dengan terjadinya mekanisme disipasi energi pada sambungan, maka penggantian pada komponen yang mengalami kerusakan cenderung lebih mudah apabila dibandingkan dengan sambungan prakualifikasi konvensional. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji perbandingan berat dan kinerja seismik antara rangka baja pemikul momen khusus dengan sambungan yang dapat diganti (SSTSF dan DFF) dan sambungan konvensional (Bolted Flange Plate/BFP). Objek penelitian adalah bangunan delapan lantai, berfungsi sebagai kantor, berlokasi di kota Bandung, memiliki kelas situs tanah sedang (SD), dan memiliki konfigurasi struktur yang simetris. Alur penelitian terdiri dari dua tahapan utama yakni tahap perancangan struktur dan tahap evaluasi kinerja seismik struktur. Tahap perancangan struktur meliputi pemodelan linear struktur, pemeriksaan struktur terhadap persyaratan seismik, dan pemeriksaan kapasitas elemen struktur. Sedangkan, tahap evaluasi kinerja seismik struktur meliputi pemodelan nonlinear struktur, verifikasi hasil analisis modal, analisis statik dan dinamik nonlinear, serta evaluasi kinerja seismik struktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat struktur SSTSF dan DFF secara berturut-turut lebih berat sekitar 10.54% dan lebih ringan sekitar 13.42% daripada struktur BFP. Selain itu, kinerja seismik pada struktur SSTSF dan DFF relatif lebih baik daripada struktur BFP. Hal ini disebabkan oleh karakteristik elemen sekring dan aspek perancangan struktur.
KAJIAN NUMERIK SAMBUNGAN RANGKA BAJA PEMIKUL MOMEN PADA SUMBU LEMAH KOLOM TIPIKAL DI INDONESIA.
Sistem struktur rangka baja pemikul momen merupakan salah satu sistem struktur yang sering dipilih sebagai sistem penahan gempa. Namun penerapan pemikul momen pada arah sumbu lemah kolom masih menjadi kendala. Hal ini dikarenakan belum tersedianya sambungan terprakualifikasi pada arah sumbu lemah dan masih menjadi topik yang masih perlu diteliti lebih lanjut. Di sisi lain, konstruksi di Indonesia sudah banyak yang menerapkan sambungan pemikul momen pada arah sumbu lemah kolom, salah satu yang paling sering ditemukan adalah jenis haunch stiffened endplate pada arah sumbu lemah kolom. Sehingga perlu penelitian lebih lanjut mengenai perilaku non-linear sambungan tersebut pada sumbu lemah kolom. Setelah dipahami perilaku sambungan tersebut, diusulkan solusi atas permasalahan yang ditemukan pada tipe sambungan sumbu lemah kolom tersebut. Perilaku sambungan haunch stiffened endplate diamati dengan pembebanan monotonik dan siklik terhadap tiga variasi kolom dengan rasio kekuatan balok-kolom dan rasio kekompakan badan kolom berbeda-beda yang dianalisis dengan finite element. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan kolom yang memiliki rasio kekompakan badan kolom yang kecil dapat meningkatkan daktilitas dan kekuatan. Sedangkan rasio kekuatan balok-kolom pada sumbu lemah tidak terlalu berpengaruh terhadap daktilitas dan kekuatan. Secara umum seluruh sambungan haunch stiffened endplate pada sumbu lemah kolom menunjukkan keruntuhan akhir yang bersifat getas, sehingga penggunaannya kurang direkomendasikan. Studi dilanjutkan dengan mengajukan perbaikan sambungan, dengan studi kasus sistem sambungan semi-rigid pada sumbu lemah dengan penampang tipikal di Indonesia. Pada solusi ini diterapkan RBS (Reduced Beam Section) pada balok yang dihubungkan dengan sumbu lemah kolom. Hasil analisis menunjukkan bahwa sambungan ini dapat memenuhi persyaratan untuk SMF (Special Moment Frame) tanpa adanya perilaku yang bersifat getas. Perlu dievaluasi lebih lanjut penggunaan RBS pada sumbu lemah terutama terkait elemen penyambungnya.
STUDI PERILAKU SAMBUNGAN BALOK KOLOM DENGAN END-PLATE PADA STRUKTUR BAJA
Dalam tugas akhir ini, akan dilakukan desain terhadap ITB Steel Sculpture dengan berbagai variasi sambungan yang umum ditemukan di Indonesia. Profil yang digunakan pada ITB Steel Sculpture merupakan profil yang berasal dari produsen yang terdapat di Indonesia. Selain itu, akan dibuat juga benchmark calculation terhadap prequalified connection dengan tipe Bolted Unstiffened Extended End-Plate Connection dengan menggunakan profil yang umum digunakan di Indonesia. Benchmark yang dibuat akan memberikan kebutuhan konfigurasi Bolted Unstiffened Extended End-Plate Connection untuk berbagai variasi profil, beban, dan mutu baut yang umum digunakan di Indonesia. Hasil desain terhadap ITB Steel Sculpture menunjukkan bahwa begitu beragamnya tipe sambungan yang dapat digunakan pada elemen struktur. Setiap sambungan mempunyai kemampuan dan fungsi kerja yang berbeda sesuai dengan gaya yang ingin disalurkan pada sambungan tersebut. Dengan meninjau terhadap proses pembuatan benchmark prequalified connection, dapat ditunjukkan bahwa profil di Indonesia tidak dapat digunakan sebagai komponen pada sambungan prequalified connection tersebut dikarenakan ketatnya peraturan yang terdapat pada AISC 358-16. Dengan demikian, diperlukan profil built-up jika ingin mendesain prequalified connection untuk sistem SMF yang sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.
STUDI RESPON SEISMIK STRUKTUR RANGKA BAJA DENGAN ENERGIREDAMAN TAMBAHAN PEREDAM ADAS (ADDED DAMPING AND STIFNESS)
Abstrak dapat dibaca pada file yang telah tersedia