📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenANALISIS PERBANDINGAN KINERJA STRUKTUR BAJA TAHAN GEMPA DENGAN VARIASI TATA LETAK SRPMK
Indonesia merupakan negara dengan tingkat aktivitas seismik yang tinggi sehingga perencanaan struktur tahan gempa menjadi aspek penting untuk menjamin keselamatan dan keandalan bangunan. Pada struktur baja, Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) merupakan salah satu sistem yang mampu memberikan daktilitas tinggi, namun kinerjanya dipengaruhi oleh konfigurasi tata letak rangka momen pada denah bangunan. Penelitian ini bertujuan merancang struktur baja tahan gempa menggunakan SRPMK serta menganalisis pengaruh variasi tata letak SRPMK terhadap kinerja struktur. Terdapat tiga model struktur yang ditinjau, yaitu SRPMK eksterior, SRPMK eksterior dan interior penuh, serta SRPMK eksterior dan interior parsial. Evaluasi kinerja dilakukan menggunakan analisis statik nonlinear (pushover). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan SRPMK dapat meningkatkan kekakuan struktur, menghasilkan daktilitas dan post-yield strength ratio yang lebih tinggi, menurunkan simpangan maksimum, serta menghasilkan tingkat kinerja dan mekanisme pembentukan sendi plastis yang lebih baik dibandingkan model dengan SRPMK eksterior saja. Dengan demikian, penelitian ini dapat menjadi pertimbangan dalam pemilihan konfigurasi rangka momen yang optimal berdasarkan keseimbangan antara kinerja struktur dan efisiensi penggunaan material.
STUDI PARAMETRIK PERILAKU STRUKTUR BAJA DENGAN SAMBUNGAN SEMI-RIGID PADA SUMBU KUAT
Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) menjadi pilihan utama dalam desain struktur baja tahan gempa karena kemampuannya dalam mendisipasi energi dan memberikan daktilitas yang tinggi. Namun, dalam praktiknya, sambungan yang sepenuhnya kaku (rigid) sulit dicapai karena keterbatasan teknis dan kondisi lapangan, sehingga menghasilkan sambungan semi-rigid. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi parametrik terhadap pengaruh variasi kekakuan rotasi sambungan semi-rigid pada perilaku struktur baja SRPMK. Struktur baja yang diteliti terdiri dari 3, 6, dan 15 lantai, dimodelkan sebagai gedung perkantoran, dan dianalisis menggunakan pushover analysis sesuai ASCE 41-17 serta diperiksa kesesuaiannya dengan persyaratan dalam SNI 1726:2019, SNI 1729:2020, dan SNI 7860:2020. Variasi kekakuan sambungan yang ditinjau meliputi 20%, 50%, 90%, dan 100% (fully rigid) pada sumbu kuat. Hasil studi menunjukkan bahwa semakin rendah kekakuan rotasi sambungan, maka struktur menjadi lebih fleksibel, dengan peningkatan simpangan dan penurunan base shear. Efek ini semakin signifikan seiring dengan bertambahnya jumlah lantai. Pada kondisi kekakuan rendah (20%), beberapa struktur melampaui batas simpangan yang diizinkan, sehingga diperlukan optimasi profil elemen struktural. Studi ini menegaskan bahwa pemodelan sambungan semi-rigid memberikan pendekatan desain yang lebih realistis dan konservatif dalam perencanaan struktur baja tahan gempa. Secara umum, struktur dengan sambungan semi-rigid menunjukkan performa seismik yang lebih rendah dibandingkan struktur rigid, ditunjukkan oleh penurunan nilai faktor-faktor seismik, seperti R, Cd, dan ??. Meskipun demikian, kinerja struktur masih berada dalam batas yang dapat ditoleransi untuk kekakuan sambungan hingga 90% dan dalam beberapa kasus hingga 50%, terutama pada bangunan rendah hingga menengah. Oleh karena itu, penerapan sambungan semi-rigid tetap layak dipertimbangkan, khususnya dalam situasi di mana kendala konstruksi atau efisiensi biaya menjadi pertimbangan utama.
KAJIAN PERILAKU SISTEM STRUKTUR QUASI-X BRACING (QXB) DALAM MENAHAN BEBAN LATERAL
Pada struktur baja tahan gempa, elemen bracing ditambahkan untuk meningkatkan kekakuan dan kekuatan. Namun, bracing konvensional seperti CBF memiliki kekurangan dari sisi daktilitas karena fenomena tekuk pada bracing tekan. Sistem struktur QXB menawarkan solusi dengan geometri bracing elips, menggabungkan mekanisme aksial dan lentur, sehingga kegagalan tidak terjadi secara tiba-tiba. Penelitian ini mempelajari perilaku sistem struktur QXB dalam menahan beban lateral melalui studi kasus pada portal QXB, 2 dimensi, dengan tinggi 3 meter dan panjang 5 meter, serta geometri bracing yang elips sempurna. Perilaku struktur diinvestigasi melalui analisis elastik dengan beban lateral terpusat dan analisis pushover (monotonik) dan siklik. Sebagai pembanding, analisis juga dilakukan terhadap portal SMF dan CBF, dengan penampang yang disamakan sebagai variabel kontrol. Hasil menunjukkan bahwa perilaku struktur QXB, dengan perletakan dan hubungan balok-kolom yang dijepit, lebih mendekati sistem SMF daripada CBF, baik dalam distribusi gaya dalam, urutan kelelehan, kekakuan, kekuatan, dan disipasi energi antar elemen. Penambahan bracing elips pada sistem QXB tidak terlalu optimal dengan hanya meningkatkan kekuatan sebesar 30% dan kekakuan 25%. Disipasi energi dari elemen bracing masih lebih kecil dibandingkan elemen balok dan kolom, Daktilitas portal QXB juga cenderung setara dengan sistem SMF. Dengan perilaku yang mirip dengan SMF, studi parametrik desain elemen struktur QXB dilakukan dengan balok sebagai sekering. Elemen kolom ditentukan dengan prinsip strong-column weak-beam melalui rasio kapasitas momen plastis kedua elemen yang pada studi ini dipilih ????????????/???????????? di sekitar angka 1.2. Elemen bracing didesain menggunakan persamaan regresi linear yang diperoleh dari 31 data pasangan penampang bracing-balok pada portal tinjauan. Persamaan regresi yang digunakan bergantung pada tinggi penampang balok yang digunakan. Hasil menunjukkan elemen bracing dapat didesain melalui hubungan momen inersia dan modulus plastis sumbu kuat dengan penampang balok.