📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 4 dokumenGEOLOGI DAN KONTROL STRUKTUR TERHADAP ALTERASI DAN MINERALISASI DI DAERAH SUMBERMANJING WETAN DAN SEKITARNYA, KABUPATEN MALANG, PROVINSI JAWA TIMUR
Daerah penelitian terletak di Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan sekitarnya, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi geologi, zona alterasi dan mineralisasi, serta peran kontrol struktur geologi terhadap distribusi alterasi dan mineralisasi. Metode yang digunakan meliputi pemetaan geologi lapangan permukaan, analisis petrografi, mineragrafi, Analytical Spectral Device (ASD), dan Assay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian didominasi oleh batuan hasil proses vulkanisme berumur Oligosen–Miosen yang tersusun atas Satuan Breksi Vulkanik, Andesit Hornblende, Tuf Kristal, Breksi Hidrotermal, dan Batupasir Gampingan dengan tipe alterasi termasuk ke dalam sistem epitermal. Kondisi geologi daerah penelitian dikontrol oleh empat sistem sesar, yaitu sesar geser mengiri berarah Timurlaut – Baratdaya, sesar geser menganan berarah Baratlaut – Tenggara, sesar turun berarah Utara – Selatan, dan sesar turun berarah Timur – Barat. Zona alterasi yang berkembang terdiri dari zona dangkal berupa zona klorit ± smektit ± kuarsa dan zona silisifikasi, serta zona yang lebih dalam meliputi zona klorit ± epidot ± kuarsa, zona ilit ± kaolinit ± kuarsa, zona pirofilit ± alunit ± kuarsa, dan zona dikit ± kaolinit ± kuarsa. Satuan Batupasir Gampingan tidak ditemukan alterasi diduga karena pembentukannya lebih muda dari periode aktif sistem hidrotermal. Mineralisasi yang berkembang berupa pirit, kalkosit, kalkopirit, kovelit, dan enargit dengan tekstur diseminasi, setempat, serta pengisian pada rekahan. Analisis kontrol struktur menunjukkan bahwa alterasi dan mineralisasi dikontrol oleh kombinasi struktur geologi dan litologi. Sesar geser mengiri berarah Timurlaut – Baratdaya, sesar geser menganan berarah Baratlaut – Tenggara, dan sesar turun berarah Utara – Selatan yang membentuk sistem conjugate berperan sebagai sesar syn-mineralisasi, sedangkan sesar turun berarah Timur – Barat yang berumur relatif paling muda merupakan sesar post-mineralisasi.
ANALISIS MIKROZONASI DAN DELINEASI STRUKTUR VS KAB. CIANJUR JAWA BARAT BERDASARKAN DATA MIKROTREMOR HVSR
Gempa Mw 5.6 dengan intensitas MMI V-VI yang terjadi di Cianjur pada 21 November 2022 dipicu oleh sistem sesar berpasangan (conjugate fault) berarah NNW-SSE dan WSW-ENE pada kedalaman sekitar 11 km. Kejadian ini mengakibatkan korban jiwa 602 orang, 7.504 bangunan rusak, dan memicu longsor. Kerusakan yang ditimbulkan oleh Gempa Cianjur relatif signifikan, hal ini kemungkinan dipengaruhi kondisi lapisan bawah permukaan yang labil, hiposenter gempa yang dangkal, ataupun standar kualitas bangunan yang belum memadai. Untuk memahami kondisi tersebut, diperlukan pendekatan studi geofisika. Studi ini mengkaji respons seismik lokal dan kondisi bawah permukaan berdasarkan kecepatan gelombang geser (Vs) untuk mengidentifikasi potensi amplifikasi gelombang seismik. Data mikrotremor yang digunakan berjumlah 255 titik yang tersebar di Kabupaten Cianjur dengan jarak antar titik adalah 500 m. Metode yang digunakan adalah Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio (HVSR), inversi eliptisitas, dan integrasi dengan data kerusakan serta kondisi geologi. Hasil penelitian menunjukkan amplifikasi signifikan di beberapa area, dengan variasi nilai frekuensi dominan (f0) antara 0.55 hingga 19.36 Hz dan nilai faktor amplifikasi (A0) antara 1.09 hingga 14.53. Beberapa area dengan amplifikasi tinggi tersebut bertepatan dengan data kerusakan dari BNPB. Berdasarkan profil 1D dan model pseudo-3D Vs terlihat pola struktur yang memiliki nilai Vs rendah (200-500 m/s) dengan kedalaman antara 30-150 m, dibawahnya terdapat zona dengan Vs menengah (500- 650 m/s). Sedangkan engineering bedrock (Vs >750 m/s) membentuk pola bergelombang yang kontinu pada kedalaman 80-200 m. Nilai Vs30 berada pada rentang kelas batuan lunak hingga sedang-keras, dengan klasifikasi situsii didominasi kelas SC menurut SNI, dan C menurut NEHRP. Nilai Vs rendah bertepatan dengan data kerusakan BNPB dan juga amplifikasi tinggi, kondisi ini juga didukung oleh kondisi litologi yang tersusun dari batuan vulkanik dengan dugaan endapan sedimen.
ANALISIS KARAKTERISTIK TEKANAN PORI DI LAPANGAN ENO, CEKUNGAN KUTAI, KALIMANTAN TIMUR
Lapangan ENO merupakan lapangan migas yang terletak di Cekungan Kutai. Salah satu tantangan utama dalam kegiatan pengeboran di wilayah ini adalah permasalahan tekanan pori, dalam hal ini overpressure, yang dapat menyebabkan non productive drilling time akibat permasalahan seperti kick dan blowout. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keberadaan zona overpressure, menentukan mekanisme pembentukannya, memetakan persebaran dan korelasi puncak overpressure, serta menganalisis hubungan antara kondisi overpressure dengan stratigrafi, struktur, dan konektivitas reservoir di daerah penelitian. Data yang digunakan terdiri dari data wireline log, tekanan reservoir, reflektansi vitrinit, dan laporan pengeboran dari lima sumur (ONE-O, TWO-O, THREE-O, FOUR-O, dan FIVE-O), dengan Sumur ONE-O adalah sumur yang paling dalam menembus zona overpressure. Mekanisme pembentukan overpressure tersebut yaitu loading dan unloading. Nilai tekanan pori Sumur ONE-O yang dihitung dengan metode Eaton mencapai 11325 psi pada kedalaman 3692 m, sementara metode Bowers menghasilkan nilai tekanan pori sebesar 12343 psi pada kedalaman yang sama. Puncak overpressure berada pada interval marker R27-R29 (Formasi Mentawir), perbedaan kedalaman zona overpressure dipengaruhi oleh struktur antiklin. Adapun data tekanan menunjukkan bahwa reservoir pada sumur-sumur penelitian tidak saling berhubungan secara lateral dan vertikal sehingga tidak menunjukkan adanya pressure transfer.
GEOLOGI CEKUNGAN DEPAN BUSUR DAERAH SEGINIM, KABUPATEN BENGKULU SELATAN, PROVINSI
Kecamatan Seginim merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu. Daerah penelitian berada di kawasan hutan lindung Provinsi Bengkulu dengan daerah penelitian seluas 72 km2. Daerah penelitian terletak pada koordinat UTM dengan northing 9518000-9527000 dan easting 29200-300000 pada zona 48S dengan datum WGS84. Penelitian ini terdiri dari pengamatan dan pengambilan data di lapangan, analisis laboratorium dan studio, serta penyajian kondisi geologi daerah penelitian. Daerah penelitian merupakan bagian dari zona V yang berada di lereng bagian barat Perbukitan Barisan. Bentang alam daerah penelitian adalah berupa lembahan, punggungan, dan perbukitan yang secara umum dipengaruhi oleh geometri batuan terobosan dan struktur geologi dilihat dari pola sungai radial dan rektangular yang terdapat pada daerah penelitian. Litologi yang tersebar pada daerah penelitian memiliki karakteristik berupa batuan volkanik seperti Breksi Piroklastik (Formasi Hulusimpang), Breksi Laharik, dan Lava (Formasi Lakitan); batuan terobosan berupa Granit dan Andesit; dan Batuan sedimen transisi hingga laut dangkal berupa Batupasir Karbonan (Formasi Seblat), Batubara, Konglomerat, Batugamping Klastik, dan Batupasir Karbonatan. Satuan batuan pada daerah penelitian memiliki umur Miosen Awal hingga Resen. Struktur Geologi terbentuk pada zona strike-slip dan subduksi oblik dengan mekanisme simple shear juga merupakan hal yang menarik untuk dipelajari dengan keterdapatan berbagai jenis struktur geologi seperti sesar geser, sesar naik, sesar normal, dan lipatan tegak.