š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 4 dokumenEVALUASI KEKUATAN STRUKTUR DAN DESAIN PERKUATAN FRP PADA PILAR SPUN PILE JEMBATAN SLAB ON PILE
Jembatan slab on pile yang didesain pada tahun 2011 menggunakan spun pile dengan rasio tulangan transversal (confinement) di bawah persyaratan minimum. Kondisi ini menyebabkan perilaku penampang spun pile menjadi getas pada kondisi ultimit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respons struktur jembatan terhadap kombinasi pembebanan dan pembebanan gempa berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024, mengevaluasi kapasitas penampang dan daktilitas kurvatur spun pile eksisting, serta merancang perkuatan Fiber Reinforced Polymer (FRP) pada daerah confinement spun pile. Pemodelan struktur dilakukan menggunakan software SAP2000 dengan metode pembebanan gempa Respons Spppectrum Analysis (RSA), sedangkan analisis penampang dilakukan menggunakan software XTRACT untuk menghasilkan diagram interaksi aksial-momen (PMM) dan kurva momen-kurvatur (M-?). Desain perkuatan FRP mengacu pada ACI 440.2R-17 dan pemodelan tegangan-reganagn beton terkekang FRP menggunakan model Eid & Paultre (2008) yang mempertimbangkan kontribusi gabungan spiral eksisting dan FRP wrap. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur jembatan memenuhi persyaratan drift pada kondisi layan dan ekstrim. Penampang spun pile eksisting memiliki rasio confinement aktual sebesar 0.15%, berada di bawah persyaratan minimum 1.32% berdasarkan AASHTO LRFD Bridge Design 9th Edition. Hal ini menyebabkan penampang bersifat getas dengan daktilitas kurvatur 1.51-1.895. Desain perkuatan menggunakan CFRP Mapewrap C-1200 sebanyak 3 lapis menghasilkan total rasio confinement ekuivalen sebesar 1.63%, sehingga memenuhi persyaratan minimum. Setelah pemberian FRP, kapsitas aksial dan daktilitas kurvatur meningkat, mengubah perilaku penampang yang awalnya getas menjadi daktail.
EVALUASI STRUKTUR JEMBATAN SLAB ON PILE DENGAN KONDISI EKSISTING BERUPA RETAK AKSIAL PADA TIANG
(Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan) Jembatan merupakan struktur yang menghubungkan dua titik yang tidak dapat diakses dengan mudah sehingga memiliki peran penting dalam meningkatkan mobilitas dan perekonomian suatu negara. Penelitian ini bertujuan untuk dapat melakukan analisis struktur eksisting dengan retak aksial pada tiang jembatan slab on pile sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mutu material pile yang tidak baik dan proses pemancangan yang tidak memperhatikan kondisi pile dapat menjadi latar belakang penyebab retak aksial apabila terjadi overcompressive force. Setelah dilakukan pengecekan kapasitas kekuatan, pilar masih memenuhi pengecekan beban ultimit yang terjadi tetapi tidak memenuhi syarat confinement. Maka, perlu dilakukan perkuatan dengan menggunakan metode Fibre Reinforced Polymer (FRP) sebagai kekangan sebanyak 2 lapis dengan ketebalan 0,33 mm.
EVALUASI KINERJA DAN PERANCANGAN PERKUATAN FIBER REINFORCED POLYMER (FRP) JEMBATAN TIPE PILE SLAB
Jembatan merupakan struktur yang berfungsi untuk menghubungkan dua daerah/kawasan yang terpisah oleh rintangan seperti sungai, lembah, jurang, atau hambatan fisik lainnya. Jembatan eksisting memiliki panjang total 188.6 meter yang terdiri dari struktur jembatan integral tipe pile slab sepanjang 158 meter dan PCI girder sepanjang 30.6 meter. Kuat tekan beton dan kuat leleh tulangan yang digunakan pada jembatan eksisting masing-masing adalah 30 MPa dan 420 MPa. Pada tugas akhir ini akan dilakukan evaluasi kinerja struktur jembatan eksisting dan perancangan perkuatan dengan menggunakan Fiber Reinforced Polymer (FRP). FRP merupakan salah satu material yang digunakan untuk perkuatan struktur. Terdapat beberapa jenis FRP, salah satunya yang akan digunakan pada tugas akhir ini yaitu CFRP (Carbon Fiber Reinforced Polymer). CFRP merupakan jenis FRP yang paling banyak digunakan karena memiliki tingkat kekakuan dan kekuatan yang tinggi. Pada proses evaluasi kinerja struktur, pembebanan yang diaplikasikan pada struktur adalah berat sendiri (self-weight), beban mati tambahan (SDL), beban hidup (lalu lintas), beban rem, beban temperatur, beban gempa, serta beban penurunan (settlement) yang mengacu pada SNI 1725:2016 dan SNI 2833:2016. Hasil evaluasi kinerja struktur menyatakan bahwa terdapat beberapa elemen struktur yang kapasitasnya tidak mencukupi untuk memikul beban yang terjadi khususnya beban penurunan. Kapasitas elemen struktur yang tidak memadai diantaranya adalah kapasitas geser pile head dan lentur slab. Sehingga akan dirancang perkuatan kebutuhan CFRP sebagai perkuatan elemen struktur tersebut. Perancangan perkuatan CFRP ini mengacu pada ACI 440.2R-17. Perancangan perkuatan CFRP menghasilkan kesimpulan bahwa dibutuhkan perkuatan geser pile head dengan menggunakan 1 lapis CFRP dengan lebar wf = 50 mm dan spasi tiap lembaran FRP sf = 100 mm, perkuatan lentur positif slab dengan menggunakan 1 lapis CFRP dengan lebar wf = 100 mm dan spasi sf = 150 mm, serta perkuatan lentur negatif slab dengan menggunakan 1 lapis CFRP dengan lebar wf = 100 mm dan spasi sf = 120 mm.
EVALUASI KINERJA JEMBATAN LEMAH IRENG II RUAS TOL SEMARANG-BAWEN BERDASARKAN SNI 1725:2016 DAN SNI 2833:2016
Indonesia terletak pada pertemuan empat lempeng bumi menyebabkan intensitas gempa tinggi, sehingga perlu diperhatikan pengaruh gempa terhadap struktur bangunan termasuk jembatan. Jembatan Lemah Ireng II merupakan jembatan tipe box girder balance cantilever terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah yang selesai dibangun pada tahun 2014. Jembatan tersebut direncanakan berdasarkan peraturan pembebanan jembatan RSNI T-02-2005 dan pembebanan gempa untuk jembatan SNI 2833:2008. Pembaharuan peraturan pembebanan jembatan pada tahun 2016 terdiri dari pembebanan SNI 1725:2016 dan pembebanan gempa SNI 2833:2016. Perubahan peraturan pembebanan gempa mengakibatkan peningkatan nilai spektra permukaan tanah pada periode pendek (Sds, T=0,2 detik) pada arah memanjang jembatan sebesar 38,47% dan pada arah melintang jembatan sebesar 45,39% akibat dari pembaharuan peta gempa dan faktor modifikasi respon gempa. Selain beban gempa, beban lajur āDā mengalami peningkatan sebesar 17,29%. Untuk mengetahui perilaku struktur terhadap peraturan yang berlaku, maka dilakukan evaluasi struktur berdasarkan gaya. Selanjutnya dilakukan analisis tingkat kinerja jembatan berdasarkan parameter pada pier dengan metode Non Linear Time History Analysis (NLTHA). Metode NLTHA menggunakan tujuh rekam gerak tanah hasil deagregasi yang bertujuan mewakili gerakan tanah yang terjadi di lokasi jembatan. Batasan parameter pada pier ditentukan berdasarkan NCHRP Syntesis 440 untuk parameter drift pier, NCHRP Research Report 949 untuk parameter regangan tekan beton dan regangan tarik tulangan baja, dan ASCE 41-17 untuk parameter rotasi pier. Hasil analisis berbasis gaya memenuhi persyaratan baik pada girder dan pier. Parameter girder yang ditinjau antara lain lendutan, tegangan tekan dan tarik pada kondisi layan, tahanan lentur dan tahanan geser girder, sedangkan parameter pada pier yang ditinjau adalah kapasitas penampang dan tahanan geser pier memenuhi persyaratan. Menurut hasil analisis berbasis kinerja, struktur pier jembatan memenuhi tingkat kinerja Fully Operational berdasarkan parameter drift, regangan tekan beton, dan regangan tarik tulangan baja. Sehingga memenuhi persyaratan tingkat kinerja untuk jembatan dengan kategori operasional penting. Sedangkan berdasarkan parameter rotasi pier struktur jembatan pada Upper Level Ground Motion dengan tingkat kinerja Life Safety dan pada Lower Level Ground Motion dengan tingkat kinerja Immediate Occupancy sehingga memenuhi persyaratan kategori operasional bangunan tipe IV yaitu bangunan penting.