📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

PEMODELAN TINGKAT REKATAN SUBDUKSI DI SELATAN SUMATERA, BERDASARKAN DATA PENGAMATAN GPS

Bagian barat Indonesia merupakan wilayah dari batas lempeng antara lempeng Australia dan lempeng Sunda dengan aktivitas seismik yang sangat tinggi. Hal ini disebabkan oleh adanya subduksi dari lempeng tektonik yang terus berlangsung sampai ke selatan dan timur/tenggara sepanjang Palung Jawa.Keseluruhan batas lempeng sepanjang Sumatera yang memanjang dari utara sampai Pulau Enggano sangat berpotensi untuk menghasilkan gempa yang sangat besar. Sedangkan informasi kegempaan pada bagian selatan Sumatera masih merupakan sebuah tanda tanya. Untuk itu perlu dilakukan analisis lebih dalam mengenai kondisi subduksi di bagian wilayah tersebut, terutama bagian selatan Pulau Sumatera.GPS sendiri telah banyak digunakan untuk mempelajari dinamika Bumi (geodinamika) seperti yang berkaitan dengan pergerakan sesar-sesar maupun lempeng-lempeng benua, yang selanjutnya digunakan untuk memprediksi terjadinya gempa bumi atau letusan gunung berapi [Segall and Davis, 1997]. Data titik hasil pengamatan GPS di bagian selatan Pulau Sumatera kemudian diolah dengan software ilmiah Bernese, selanjutnya dilakukan perhitungan vektor pergeseran dan nilai parameter regangannya, sehingga tingkat rekatan pada zona subduksi tersebut dapat dimodelkan.Berdasarkan nilai perhitungan, pergeseran dari titik-titik pengamatan di bagian selatan Sumatera mengalami pergeseran horizontal dalam kisaran 1-6 cm/tahun ke arah Timur Laut. Dan berdasarkan hasil pemodelan tingkat rekatan yang terjadi adalah sebesar 33.3 %. Deformasi bagian selatan Sumatera dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu pergerakan lempeng sunda, pengaruh subduksi, dan pengaruh lokal.

2026
👤 Penulis: IRHAM MAULANA (NIM 15105018); Pembimbing: Dr. Irwan Meilano, ST, M.Sc., dan Ir. Heri Andreas, MT.
🏷️ Geodinamika 🏷️ Subduksi Tektonik 🏷️ Analisis Gps

PEMODELAN DEFORMASI AKIBAT PENGARUH SUBDUKSI DI JAWA BARAT BERDASARKAN PENGAMATAN GPS TAHUN 2006-2009

Bagian barat Indonesia merupakan wilayah dari batas lempeng antara lempeng Australia dan lempeng Sunda (Eurasia) dengan aktivitas seismik yang sangat tinggi. Hal ini disebabkan oleh adanya subduksi dari lempeng tektonik yang terus berlangsung sampai ke selatan dan tenggara sepanjang Palung Jawa. Daerah Jawa bagian barat sendiri sebenarnya memiliki karakteristik seismik yang unik. Tidak seperti daerah-daerah di Pulau Sumatra yang merupakan daerah rawan gempa karena sering terjadi gempa dengan magnitude yang besar, daerah Jawa bagian Barat ini jarang terjadi gempa. Gempa yang terjadi pun biasanya dalam magnitude yang lebih kecil dibandingkan dengan gempabumi di Sumatra. Tetapi, di Jawa bagian Barat juga pernah terjadi gempa dengan skala kerusakan yang besar, seperti gempa Pangandaran (17 Juli 2006) dan yang terbaru gempa Tasikmalaya (2 September 2009). Untuk itu masih perlu diselidiki lebih lanjut pola deformasi pada zona subduksi di Jawa Barat. Untuk menyelidiki pola deformasi tersebut, maka dilakukan pengukuran GPS dengan teknik differensial menggunakan metode jaring. Titik-titik tersebut diukur secara kontinyu dan episodik, kemudian data titik hasil pengamatan GPS di bagian barat Pulau Jawa kemudian diolah dengan software ilmiah Bernese. Selanjutnya dilakukan perhitungan vektor pergeseran dan nilai parameter regangan sehingga tingkat rekatan pada zona subduksinya dapat dimodelkan. Berdasarkan nilai pergeseran dari titik-titik pengamatan, bagian barat Pulau Jawa berkisar 1-6 cm/tahun dominan ke arah Tenggara. Berdasarkan hasil pola regangannya, bagian Barat Jawa dominan mengalami regangan dan tingkat rekatan yang terjadi adalah sebesar 0 %. Deformasi bagian Barat Pulau Jawa dipengaruhi oleh tiga factor yaitu pergerakan lempeng sunda, pengaruh subduksi dan pengaruh lokal dalam kasus ini dimungkinkan karena adanya aktivitas Sesar Cimandiri.

2026
👤 Penulis: AGUNG BUDIAWAN (NIM 15104058); Pembimbing: Dr. Ir. Irwan Meilano, M.Sc., dan Heri Andreas, ST.,MT.
🏷️ Geofisika 🏷️ Subduksi Tektonik 🏷️ Deformasi Tanah
💬