πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 33 dokumen

INTEGRASI SISTEM KONTROL AKSES DENGAN PROTOKOL DARURAT DAN SISTEM MANAJEMEN BANGUNAN GEDUNG PADA BANGUNAN GEDUNG CERDAS

Sistem kontrol akses pada Gedung ITB Innovation Park (IIP) saat ini terisolasi dari sistem lain dan belum memiliki suatu protokol yang dijalankan saat keadaan darurat, membuat sistem kontrol akses menjadi halangan saat keadaan darurat. Sistem kontrol akses ini juga belum dapat melakukan perhitungan penghuni yang masih berada di dalam gedung, sehingga belum memenuhi persyaratan bangunan gedung cerdas. Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sebuah purwarupa sistem manajemen bangunan gedung yang terintegrasi dengan sistem kontrol akses serta memiliki protokol yang dijalankan saat keadaan darurat. Metode yang digunakan adalah design thinking, yang diwujudkan dengan sebuah middleware dan aplikasi web berbasis Node.js. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa aplikasi berhasil melakukan kontrol jarak jauh pada sistem kontrol akses dengan latensi dibawah tiga detik. Aplikasi juga dilengkapi dengan protokol darurat yang konsisten bagi seluruh pengguna aplikasi, dapat diaktifkan untuk membuka paksa gerbang dengan latensi dibawah tiga detik, serta melakukan pencatatan penghuni yang masih berada di dalam gedung. Pengujian juga berhasil membuktikan kemampuan sistem menghasilkan data okupansi yang andal dengan tingkat kesalahan data dibawah 10%. Kesimpulannya, integrasi sistem kontrol akses dengan protokol darurat dan sistem manajemen bangunan gedung dengan pengembangan middleware dan aplikasi berbasis web merupakan solusi yang valid untuk menjawab permasalahan sistem kontrol akses yang menjadi halangan saat keadaan darurat serta memberikan nilai tambah berupa perhitungan penghuni saat terjadi keadaan darurat yang diharapkan dapat membantu mewujudkan Gedung ITB Innovation Park menjadi bangunan gedung cerdas.

2026
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Rifa Ansyari
🏷️ Teknologi Informasi 🏷️ Manajemen Bangunan Gedung Cerdas

MODEL DEPLOYMENT SISTEM OTOMASI INSPEKSI KONTAINER DI PELABUHAN

Sektor logistik Indonesia masih menghadapi tantangan efisiensi dengan biaya logistik mencapai 14,29% dari PDB, lebih tinggi dibandingkan negara maju yang kurang dari 10%. Proses inspeksi peti kemas di pelabuhan masih bergantung pada metode manual berbasis checklist dan belum terintegrasi secara digital dengan alur kerja pelabuhan maupun sistem kepabeanan. Tugas akhir ini bertujuan merumuskan model deployment Sistem Inspeksi Kontainer Digital Terintegrasi yang andal di lingkungan PT IPC Terminal Petikemas (PT IPC TPK), Pelabuhan Tanjung Priok. Kendala utama meliputi keterbatasan konektivitas jaringan ke pusat data Pelindo, persyaratan keamanan data sesuai Kebijakan TI Holding Pelindo, serta integrasi non-disruptif dengan sistem operasional 24 jam (TOS, DAQ, OCR, LPR, WIM, RPM, dan Barrier Gate). Metode yang digunakan adalah Iterative Development yang dipandu Double Diamond Framework dan prinsip tata kelola COBIT. Kebutuhan dikumpulkan melalui wawancara dan observasi lapangan, lalu dilanjutkan analisis komparatif model deployment, perancangan arsitektur, serta evaluasi melalui pengujian CI/CD dan load testing. Hasil tugas akhir menunjukkan bahwa model hybrid on-premise tiga tingkat merupakan solusi paling layak. Tier 1 menempatkan AI service Docker di Server 1 GRAHA untuk inferensi lokal, Tier 2 menempatkan backend dan basis data di Cloud Pelindo Hub dengan dua lapis isolasi, sedangkan Tier 3 memanfaatkan Cloudflare Workers untuk frontend dashboard. Arsitektur teknis yang dirancang mencakup WireGuard VPN antar-tier, tiga pipeline CI/CD GitHub Actions independen, strategi backup MongoDB berbasis pointin- time recovery (PITR) dengan full backup berkala, serta stack pemantauan cAdvisor, Prometheus, dan Grafana. Evaluasi memverifikasi kesesuaian terhadap kontrol tata kelola utama, ketahanan pipeline terhadap delapan skenario kegagalan, latensi p95 sebesar 1,05 hingga 1,18 detik (?2 detik), dan integritas audit trail 100%. Interpolasi terkalibrasi-GPU mengestimasi kebutuhan komputasi lapangan ?815 sparse INT8 TOPS per gate dengan memori sebagai faktor pengikat. Model yang diusulkan layak secara teknis pada lingkup infrastruktur, konektivitas, CI/CD, pemulihan data, dan pemantauan, dengan validasi lanjutan diperlukan pada lingkungan produksi Pelindo.

2026
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Faiz Atharrahman
🏷️ Teknologi Informasi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

SCENARIO PLANNING DARI IMPLEMENTASI JOINT FINANCING SYARIAH SEBAGAI BISNIS BARU

Seiring produk pembiayaan berbasis kelompoknya mencapai kejenuhan pasar, Bank Jingga mengejar pertumbuhan berkelanjutan dengan meluncurkan bisnis baru, yaitu pembiayaan bersama Syariah. Inisiatif ini, yang merupakan bagian dari sinergi dengan perusahaan induknya, Bank Hijau, disusun berdasarkan akad syariah, termasuk Wakalah untuk kemitraan keagenan dengan perusahaan multifinance, Musyarakah untuk model bagi hasil, serta Murabahah dan Ijarah Multijasa untuk pembiayaan bagi pelanggan akhir. Lini bisnis ini berada di posisi yang baik untuk memanfaatkan peluang pasar yang signifikan. Ada potensi pertumbuhan yang sangat besar karena pembiayaan syariah hanya menyumbang 5% dari total pasar multifinance di Indonesia. Sinergi dengan Bank Hijau memberikan keunggulan kompetitif yang jelas, menawarkan akses bagi mitra multifinance ke fasilitas syariah dan konvensional, memperluas jangkauan pasar mereka. Selain itu, banyak pelanggan akhir menganggap akad Syariah seperti Murabahah sebagai proposisi nilai yang menarik karena prinsip-prinsip etis dan transparan mereka. Namun, implementasi lini bisnis baru ini dikelilingi oleh beberapa ketidakpastian. Riset ini menggunakan perencanaan skenario sebagai kerangka prediktif untuk mengelola kompleksitas ini, menantang asumsi yang ada, dan mengembangkan strategi yang kuat. Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang didasarkan pada interpretivisme. Proses perencanaan skenario dimulai dengan mengidentifikasi kekuatan pendorong utama yang memengaruhi keberhasilan inisiatif pembiayaan bersama. Kekuatan pendorong ini dikumpulkan secara sistematis melalui wawancara semi-terstruktur dengan para pemangku kepentingan dan dikategorikan menggunakan analisis STEEP untuk memastikan penilaian lingkungan bisnis yang komprehensif. Pendorong yang diidentifikasi kemudian diberi peringkat berdasarkan tingkat kepentingannya terhadap isu utama dan tingkat ketidakpastiannya. Investigasi sistematis ini mengidentifikasi ketidakpastian paling kritikal yang secara signifikan membentuk masa depan bisnis pembiayaan bersama. Ketidakpastian kritikal ini kemudian berfungsi sebagai sumbu untuk matriks 2x2, yang digunakan untuk membangun kerangka kerja yang terdiri dari empat lingkungan operasional masa depan yang masuk akal, berbeda, dan secara struktural berbeda. Alih-alih membuat satu prediksi, penelitian ini menggunakan skenario yang dikembangkan untuk mengevaluasi ketahanan pendekatan strategis Bank Jingga. Kerentanan potensialnya terungkap dengan menganalisis bagaimana rencana awal akan berkinerja di bawah kondisi masa depan yang berbeda. Proses analisis untuk setiap skenario dimulai dengan analisis SWOT, di mana Kekuatan dan Kelemahan internal Bank Jingga dianggap konstan terhadap variable eksternal Peluang dan Ancaman yang unik untuk setiap masa depan. Setelah itu, matriks TOWS mengkombinasikan faktor internal dan eksternal ini dan menciptakan pilihan-pilihan strategis awal. Pilihan-pilihan ini kemudian dikembangkan sepenuhnya menjadi rencana yang komprehensif dan dapat diimplementasikan menggunakan kerangka Strategy Diamond, yang menguraikan lima elemen strategi: Arena, Kendaraan, Pembeda, Penahapan, dan Logika Ekonomi. Kerangka kerja ini memastikan terciptanya strategi yang disesuaikan dan kuat yang mempersiapkan Bank Jingga untuk merespons perubahan eksternal secara efektif. Riset ini diakhiri dengan memberikan solusi bisnis kepada Bank Jingga melalui rencana implementasi yang detail dan dapat ditindaklanjuti. Rencana ini menguraikan inisiatif untuk membangun tata kelola Teknologi Informasi yang kuat, merampingkan pengambilan keputusan kelompok, membangun kemampuan manajemen pengetahuan internal, dan menerapkan Sistem Peringatan Dini (EWS) yang dinamis. Sistem Peringatan Dini (EWS) dimaksudkan untuk memantau indikator utama secara sistematis melalui dasbor manajemen guna memberikan peringatan dini tentang potensi perkembangan. Alih-alih merespons krisis setelah terjadi, ini memungkinkan manajemen untuk membuat penyesuaian strategis yang proaktif dan berbasis data. Dengan mengadopsi proses perencanaan skenario dan hasilnya, Bank Jingga dilengkapi dengan kelincahan strategis untuk mengidentifikasi masa depan yang muncul dan menyesuaikan pendekatan mereka, sehingga meningkatkan kemungkinan peluncuran yang sukses dan berkelanjutan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Joice Fiskia Yusriani
🏷️ Pembiayaan Syariah 🏷️ Perencanaan Skenario 🏷️ Teknologi Informasi

VISUALISASI PRE-DISASTER MAP BERBASIS WEB MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK MAPSERVER (STUDI KASUS WILAYAH CEKUNGAN BANDUNG)

Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, setidaknya terjadi tiga bencana besar yang melanda Indonesia, yaitu gempa yang diikuti tsunami Aceh (2004), gempa Yogyakarta (2005) dan banjir Jakarta (2007). Hal ini menunjukkan bahwa Negara Indonesia berada pada wilayah rawan bencana alam. Untuk mengantisipasi datangnya bencana, maka diperlukan sebuah pre-disaster map yang mudah diakses oleh semua pihak. Dengan memanfaatkan teknologi internet, suatu pre-disaster berbasis web diharapkan dapat mendukung hal tersebut. Tugas akhir ini menjelaskan mengenai bencana, jenis bencana, jenis peta bencana dan cara penyajian visualisasinya pada web.

2026
πŸ‘€ Penulis: ISWAHYUDI ISLAHI (NIM 15101014)
🏷️ Geologi 🏷️ Pengendalian Bencana Alam 🏷️ Teknologi Informasi

PENGEMBANGAN BACKEND SISTEM DETEKSI GOLONGAN DAN PELAT NOMOR KENDARAAN DI JALAN TOL PADA INFRASTRUKTUR RENDAH

Pertumbuhan volume kendaraan yang pesat di Indonesia menuntut adanya solusi teknologi yang cerdas untuk manajemen lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sebuah arsitektur backend yang mendukung sistem deteksi golongan dan pelat nomor kendaraan yang memanfaatkan stream video dari infrastruktur CCTV yang sudah ada. Metodologi yang digunakan adalah model Waterfall, yang mencakup tahapan perancangan, implementasi, dan pengujian secara sekuensial. Solusi yang dikembangkan mengadopsi pendekatan arsitektur layanan terpisah, terdiri dari dua komponen utama: model service untuk pemrosesan visual dan data service untuk manajemen data. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah prototipe arsitektur backend yang fungsional. Melalui serangkaian pengujian, sistem telah terbukti berhasil mengorkestrasi alur data secara end-to-end dengan menangani beberapa stream video secara konkuren dan menyediakan layanan data sesuai dengan rancangan. Arsitektur yang dikembangkan ini menunjukkan kelayakan sebagai fondasi untuk sistem pemantauan kendaraan cerdas yang lebih luas.

2025
πŸ‘€ Penulis: Angger Ilham A
🏷️ Teknologi Informasi 🏷️ Manajemen Lalu Lintas 🏷️ Infrastruktur Cctv

PENGEMBANGAN ANTARMUKA WEB UNTUK SISTEM MONITORING DETEKSI GOLONGAN DAN PELAT NOMOR KENDARAAN SECARA REAL-TIME DI JALAN TOL PADA INFRASTRUKTUR RENDAH

Kemacetan di jalan tol Indonesia memerlukan solusi Intelligent Transportation Systems (ITS) yang efisien dan terjangkau. Tugas akhir ini berfokus pada pengembangan antarmuka web untuk sistem monitoring deteksi golongan dan pelat nomor kendaraan secara real-time yang dirancang untuk beroperasi pada infrastruktur rendah menggunakan CCTV generik. Tujuannya adalah membangun antarmuka yang intuitif dan responsif sebagai alat pendukung keputusan bagi operator. Sistem ini dikembangkan sebagai Single-Page Application (SPA) dengan stack teknologi modern (React.js, Vite, Tailwind CSS) dan arsitektur client-server. Komunikasi data real-time menggunakan WebSocket, sementara data historis dikelola melalui REST API. Hasil pengujian menunjukkan fungsionalitas sistem 100% berhasil dan kinerja yang sangat memuaskan berdasarkan skor Google Lighthouse (Performance 97, Accessibility 100). Dengan waktu muat cepat (Largest Contentful Paint 1.0 detik), ukuran build ringan (1.2 MB), dan penggunaan memori yang stabil, aplikasi ini terbukti efisien dan cocok untuk implementasi pada infrastruktur rendah. Proyek ini berhasil membuktikan kelayakan pengembangan solusi ITS yang hemat biaya dan dapat diskalakan untuk menjawab tantangan transportasi di Indonesia.

2025
πŸ‘€ Penulis: Ghazi Akmal Fauzan
🏷️ Teknologi Informasi 🏷️ Intelligent Transportation Systems (Its) 🏷️ Infrastruktur Rendah

PENGEMBANGAN SISTEM PENJADWALAN PENGISIAN ULANG DAYA KENDARAAN LISTRIK UNTUK MENGURANGI WAKTU TUNGGU DI SPKLU

Dukungan terhadap adopsi kendaraan listrik semakin meningkat, seiring dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengurangan emisi dan polusi udara yang dihasilkan oleh kendaraan berbahan bakar fosil. Kendaraan listrik dinilai sebagai solusi yang menjanjikan untuk mengurangi dampak lingkungan tersebut. Namun demikian, masih banyak masyarakat yang ragu untuk beralih ke kendaraan listrik, terutama karena keterbatasan infrastruktur pengisian daya yang memadai serta permasalahan waktu antre dan waktu pengisian yang relatif lama di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem penjadwalan pengisian ulang kendaraan listrik berbasis baterai yang mampu mengoptimalkan distribusi permintaan pengisian daya dan mengurangi waktu tunggu di SPKLU. Sistem yang dikembangkan menggunakan pendekatan algoritma heuristik, yaitu Genetic Algorithm (GA) dan Particle Swarm Optimization (PSO), serta didukung dengan pemanfaatan protokol komunikasi MQTT dan database in-memory Redis untuk memastikan responsivitas dan efisiensi sistem. Evaluasi dilakukan melalui simulasi berbasis discrete-event simulation dengan library SimPy pada skenario yang merepresentasikan berbagai tingkat beban dan variasi kondisi perjalanan kendaraan listrik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem penjadwalan yang diusulkan secara signifikan dapat menurunkan waktu tunggu rata-rata di SPKLU dan meningkatkan utilisasi infrastruktur pengisian daya. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam mendorong adopsi kendaraan listrik dengan menghadirkan pengalaman pengisian daya yang lebih efisien dan nyaman bagi pengguna.

2025
πŸ‘€ Penulis: Fadhlan Nazhif Azizy
🏷️ Teknologi Informasi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PEMANTAUAN PATROLI KEAMANAN PADA PIRANTI BERGERAK (STUDI KASUS DI KOTA BARU PARAHYANGAN)

Penelitian ini bertujuan untuk memudahkan pemantauan patroli keamanan di Kota Baru Parahyangan melalui analisis dan perancangan sistem patroli keamanan pada piranti bergerak Permasalahan utama yang dikaji meliputi inefisiensi waktu verifikasi patroli manual, keterbatasan akurasi validasi cakupan area, isu kepatuhan petugas, serta kurangnya visibilitas pemantauan secara menyeluruh. Metodologi Six Sigma dengan pendekatan DMADV (Define, Measure, Analyze, Design, Verify) digunakan dalam penelitian ini untuk memastikan pengembangan sistem yang terstruktur dan memenuhi kebutuhan pengguna. Sistem yang dikembangkan meliputi fitur pelacakan lokasi real-time menggunakan GPS ponsel, visualisasi data pada peta interaktif, deteksi penyimpangan (seperti fake GPS dan checkpoint terlewat), notifikasi real-time, dan tampilan riwayat patroli. Kemampuan operasi offline dengan penyimpanan lokal dan sinkronisasi otomatis, penyimpanan data yang andal di cloud (Firebase Realtime Database), serta fitur autentikasi pengguna juga diimplementasikan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan efisiensi waktu yang signifikan, di mana rata-rata waktu verifikasi patroli berkurang dari 30 menit menjadi 6,67 menit, menunjukkan efisiensi waktu sebesar 77,7%. Sistem juga berhasil mendeteksi penyimpangan dan menyediakan notifikasi real-time, meningkatkan akurasi validasi dan integritas data. Berdasarkan analisis Technology Acceptance Model (TAM), aplikasi dipersepsikan sangat berguna (PU: 4,75) dan mudah digunakan (PEOU: 4,53), dengan niat adopsi yang sangat kuat (BIU: 5,00). Meskipun terdapat keterbatasan pada kinerja GPS antar perangkat dan kapasitas penyimpanan lokal, penelitian ini berhasil menyediakan solusi yang efektif, responsif, akurat, dan andal untuk memudahkan pemantauan patroli.

2025
πŸ‘€ Penulis: Farchan Martha Adji Chandra
🏷️ Teknologi Informasi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PEMBANGKITAN STRUCTURED QUERY LANGUAGE DARI BAHASA ALAMI PADA SKEMA BASIS DATA KOMPLEKS MENGGUNAKAN LARGE LANGUAGE MODEL

Di era pengambilan keputusan berbasis data, banyak organisasi menghadapi tantangan dalam mengakses informasi dari basis data relasional yang kompleks. Hal ini menjadi lebih sulit bagi pengguna non-teknis yang tidak menguasai bahasa SQL. Tugas akhir ini mengkaji dan mengembangkan framework Text-to-SQL berbasis Large Language Model (LLM), seperti SQLCoder, untuk menghasilkan query SQL dari kalimat dalam bahasa alami, khususnya pada skema basis data yang kompleks. Penelitian ini mengintegrasikan pendekatan seperti Rewriter Prompt, Schema Linking, Relevance Summarization, dan Multistage Generation ke dalam framework Text-to-SQL berbasis LLM untuk meningkatkan akurasi prediksi SQL. Penelitian ini juga mengintegrasikan AI Workflow, Intent Detection, dan Sistem Text-to-SQL yang sudah dikembangkan ke dalam sebuah chatbot interaktif berbasis web. Untuk memastikan akurasi dan relevansi prediksi query, sistem dievaluasi menggunakan metrik execution accuracy serta usability testing bersama pengguna industri non-teknis. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan akurasi dibanding baseline, dengan rata-rata peningkatan sebesar 14% untuk semua model dan dataset. Sistem juga dinilai bermanfaat oleh 100% pengguna dalam membantu pengambilan informasi dari basis data. Penelitian ini membuktikan bahwa LLM dapat dioptimalkan untuk mendukung eksplorasi basis data kompleks secara efektif dan efisien oleh pengguna non-teknis di lingkungan industri.

2025
πŸ‘€ Penulis: Michael Jonathan Halim
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Teknologi Informasi

PENGEMBANGAN SISTEM BACKEND DASHBOARD OTOMASI, BACKUP, DAN RECOVERYVNTVK INFRASTRUKTUR PRIVATE CLOUD MENGGUNAKAN PROXMOX VIRTUAL ENVIRONMENT (VE)

Teknologi informasi yang efisien dibutuhkan pada transformasi digital dalam berbagai macam sektor. Solusi utama yang dibutuhkan adalah private cloud sebagai jawaban atas kebutuhan kendali penuh terhadap data dan sistemnya. Namun, pengerjaan yang dilakukan secara manual pada pengelolaan private cloud masih mendominasi. Hal ini menyebabkan kurang efisien dan membutuhkan sumber daya ahli. Proses pengelolaan virtual machine (VM), yang didalamnya termasuk pembuatan, penghapusan, list, backup, dan recovery VM, menjadi tantangan dalam pengelolaan private cloud karena proses pengelolaan VM yang dilakukan tanpa otomasi dapat menyulitkan proses operasional, produktivitas menurun, dan pengeluaran biaya yang kurang efisien. Tugas akhir ini memiliki tujuan untuk mengembangkan sistem backend yang digunakan dalam mengembangkan dashboard otomasi, sistem backup, dan recovery untuk infrastruktur private cloud menggunakan virtual environment (VE). Tujuan utamanya adalah menghasilkan solusi terintegrasi yang bisa memudahkan pengelolaan VM secara otomatis, efisien, dan user-friendly, tanpa membutuhkan keahlian teknis khusus untuk mengelola VM. Sistem dashboard otomasi yang dikembangkan bertujuan untuk meminimalisir proses manual dan meningkatkan stabilitas layanan pada lingkungan private cloud. Pada tugas akhir ini, digunakan pendekatan rekayasa perangkat lunak yang berbasis modular dan membagi sistem menjadi subsistem backend dan subsistemfrontend. Express.js digunakan dalam mengembangkan subsitem backend dalam membangun REST API yang terhubungan dengan Ansible sebagai alat otomasi yang digunakan, serta terintegrasi dengan Proxmox API dan MongoDB untuk mencatat data log. Seluruh proses manajemen VM diotomasi dengan memanggil Ansible Playbook yang menggunakan teknik Fork-Join Model, idempotency check, dan worliflow Dependency-Driven Execution (DAG). Sementara itu, subsistem frontend menggunakan React.js untuk mengembangkan tampilan dashboard sehingga mudah diakses dan responsif melalui web browser. Namun, pengembanganfrontend tidak menjadi fokus utama dalam penelitian ini, melainkan dikembangkan lebih lanjut oleh anggota kelompok yang lain. Sistem yang dikembangkan pada tugas akhir ini juga mengintegrasikan berbagai komponen open-source. Proses backup incremental dengan menggunakan Proxmox Backup Server (PBS) dapat menghemat storage dan waktu eksekusi yang dibutuhkan dalam melakukan backup. Selain itu, sistem yang dikembangkan juga dapat mengecek kondisi idle secara otomatis sebelum menjalankan backup yang juga menjadi keunggulan dalam sistem yang dikembangkan ini. Setiap hasil eksekusi, baik sukses maupun gagal, secara otomatis dicatat ke MongoDB untuk memudahkan monitoring dan analisis log sistem. Pengujian sistem dilakukan otomatis secara end-to-end menggunakan Cypress pada setiap endpoint backend dan untuk menguji sistem terintegrasi. Hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa seluruh skenario pengujian berhasil dijalankan 100%. Dashboard otomasi yang dikembangkan juga telah terbukti mampu meningkatkan efisiensi dengan rata-rata peningkatan efisiensi sebesar lebih dari 90% dibanding dengan menggunakan dashboard Proxmox bawaan. Pengujian multi-user, multi-device, multi-browser, dan multi-jaringan berdasarkan ISO 9241-11 juga telah dilakukan dan membuktikan dashboard otomasi Proxmox VE efektif, efisien, user-friendly, dan seluruh fitur utamanya berhasil dijalankan tanpa error. Sistem backend dashboard yang dihasilkan siap diimplementasikan pada lingkungan akademik maupun industri, dan telah dibangun agar mudah diintegrasikan denganfrontend berbasis web. Secara orisinalitas, penelitian ini menawarkan solusi backend dashboard yang menggabungkan otomasi penuh dalam pengelolaan VM, backup incremental berbasis validasi idle, serta pencatatan log yang efisien dan dapat dikembangkan lebih lanjut. Selain itu, pilihan jadwal untuk backup juga lebih beragam dengan jam yang bisa dikustomisasi oleh pengguna. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya pendekatan modular dan penggunaan teknologi open-source dalam pengembangan solusi infrastruktur private cloud. Hasil penelitian diharapkan dapat berkontribusi bagi pengembangan sistem otomasi pengelolaan cloud pada skala institusi pendidikan maupun perusahaan, serta menjadi referensi bagi pengembangan lebih lanjut terkait integrasi dashboard otomasi pada infrastruktur private cloud. Dengan demikian, sistem backend dashboard otomasi, backup, dan recovery yang dikembangkan dalam tugas akhir ini telah terbukti mampu menjawab tantangan efisiensi dan keandalan pengelolaan private cloud, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan teknologi otomasi infrastruktur private cloud.

2025
πŸ‘€ Penulis: Nindya Dwi Larasati
🏷️ Teknologi Informasi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Virtualisasi

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI MODUL GRADER DALAM PENGEMBANGAN SISTEM CODE AUTOGRADER

Sistem code autograder dapat menghemat waktu dan tenaga pengajar karena tidak perlu melakukan penilaian manual tugas pemrograman mahasiswa. Namun, sistem yang saat ini digunakan oleh STEI ITB untuk menopang kegiatan praktikum memiliki banyak masalah, antara lain frekuensi perlambatan yang tinggi, crash, antarmuka yang tidak menarik dan lain-lain. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dikembangkan solusi dalam bentuk aplikasi code autograder berbasis website. Perancangan dan implementasi sistem dilakukan secara capstone dengan pembagian pekerjaan untuk modul frontend, backend, dan grader. Tugas Akhir ini berfokus pada perancangan dan implementasi modul grader yang ringan, scalable, dan aman, sedangkan modul lainnya dikerjakan oleh dua anggota capstone pada program studi Teknik Informatika. Metodologi yang digunakan selama pengembangan adalah Software Development Lifecycle (SDLC) dengan pendekatan waterfall yang mencakup proses analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, integrasi dan pengujian serta operasi dan pemeliharaan. Modul grader dirancang dengan keinginan ekstensibilitas fitur di masa depan sehingga dibuat arsitektur sistem yang modular dengan coupling rendah dan kohesi tinggi. Modul grader dibangun dengan bahasa Go, dilakukan isolasi proses penilaian dengan alat Isolate, dapat memproses permintaan secara asinkronus, dan terdistribusi dengan job queue Machinery. Dikembangkan skema deployment dengan autoscaling dengan Google Cloud Platform sehingga modul siap digunakan dalam lingkungan produksi. Sistem diuji dengan empat tingkatan pengujian, yaitu pengujian unit, pengujian integrasi, pengujian beban, dan perbandingan dengan sistem lama. Evaluasi dengan pengujian tersebut membuktikan bahwa modul dapat melakukan proses penilaian sesuai kebutuhan, berjalan dengan andal dan aman dalam kondisi beban tinggi, dan bekerja lebih cepat dibandingkan sistem yang lama.

2025
πŸ‘€ Penulis: Fawwaz Abrial Saffa
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Teknologi Informasi

PENGEMBANGAN APLIKASI ANDROID UNTUK PRESENSI BERBASIS PENGENALAN WAJAH DAN DETEKSI LOKASI

Citra wajah adalah gambar atau representasi visual dari wajah seseorang. Saat ini, presensi seringkali ditemui masih menggunakan sidik jari. Presensi dengan sidik jari masih membutuhkan sebuah alat scanner untuk presensi. Hal ini dapat menimbulkan antrian dan kurangnya efektivitas apabila alat scanner hanya sedikit dan jumlah pengguna relatif banyak. Untuk mengatasi masalah tersebut dibutuhkan suatu sistem presensi yang mampu melakukan presensi dengan efektif dan cepat. Pengembangan aplikasi android untuk presensi berbasis pengenalan wajah dan deteksi lokasi dilakukan dengan mengimplementasikan aplikasi android berbasis android dan sistem informasi presensi. Model pralatih FaceRecognitionNet, FaceLandmark68Net, dan SSDMobilenet digunakan untuk fitur presensi pada aplikasi android. Pengembangan aplikasi android juga dibangun dengan Progress Web App yang membuat aplikasi web bertingkah laku seperti aplikasi mobile android. Pengembangan sistem presensi dilakukan dengan mengimplementasikan website yang dapat melakukan pengelolaan terkait pegawai, lokasi, dan laporan presensi. Laporan yang diimplementasikan meliputi laporan presensi, laporan presensi harian, dan laporan presensi bulanan. Berdasarkan analisis hasil pengujian terhadap data uji, model pralatih FaceRecognitionNet, FaceLandmark68Net, dan SSDMobilenet mampu melakukan pengenalan wajah. Selain itu, sistem informasi presensi juga mampu menampilkan laporan presensi seperti laporan presensi harian dan laporan presensi bulanan.

2025
πŸ‘€ Penulis: Faris Fadhilah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Teknologi Informasi

EKSPLORASI FAKTOR PENENTU ADOPSI TEKNOLOGI PADA APLIKASI MOBILE KOPI KENANGAN

Meningkatnya tren konsumsi kopi memicu kemunculan banyak gerai kafe, terutama di kota besar. Saat ini sudah terdapat banyak gerai kopi berdiri di berbagai kawasan perkantoran, komersial, dan pusat perbelanjaan. Seiring dengan kemajuan teknologi diikuti dengan perilaku konsumen masyarakat Indonesia yang aktif menggunakan perangkat seluler, berbagai kafe mulai memiliki aplikasi seluler sendiri untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan pemesanan kopi melalui aplikasi atau biasa disebut layanan grab and go. Penggunaan aplikasi seluler di kafe juga meliputi informasi promosi dan program loyalitas pelanggan. Kopi Kenangan termasuk salah satu kafe yang menerapkan aplikasi seluler dalam bisnisnya. Namun, tingginya persaingan dalam industri kafe dengan aplikasi seluler memicu banyak tantangan bagi kafe karena konsumen memiliki banyak pilihan untuk memesan kopi melalui aplikasi seluler. Penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor penentu utama yang memengaruhi adopsi teknologi konsumen terhadap aplikasi seluler Kopi Kenangan, khususnya di area sub-urban seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Pada tahun 2024, transaksi kopi melalui aplikasi seluler mencapai 41.70% didominasi oleh konsumen di daerah Jakarta, sedangkan sisanya mencakup transaksi langsung di toko dan food aggregator. Hal ini mengindikasikan adanya kesenjangan dalam pemanfaatan saluran digital. Hal ini menunjukkan tingkat adopsi aplikasi seluler di daerah sub-urban relatif rendah dibandingkan dengan kawasan pusat bisnis seperti Jakarta. Oleh karena itu, untuk meningkatkan adopsi aplikasi seluler Kopi Kenangan, dibutuhkan eksplorasi untuk memahami faktor-faktor yang mendorong adopsi aplikasi pada Kopi Kenangan, yang akan menjadi strategi untuk pengembangan adopsi aplikasi seluler Kopi Kenangan untuk seterusnya. Landasan teoretis penelitian ini adalah model teori Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT3) yang diperluas. Model ini menyatakan bahwa niat perilaku konsumen untuk menggunakan suatu teknologi dipengaruhi oleh serangkaian faktor sebagai berikut: Ekspektasi Kinerja (Performance Expectancy), Ekspektasi Usaha (Effort Expectancy), Pengaruh Sosial (Social Influence), Motivasi Hedonis (Hedonic Motivation), Nilai Harga (Price Value), Kondisi Fasilitas (Facilitating Condition), Kebiasaan (Habit), dan Inovasi Pribadi (Personal Innovativeness). Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran (mixed-method). Tahap kualitatif awal melibatkan wawancara semi-terstruktur dengan sepuluh konsumen kopi kasual yang berlokasi di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Data dari wawancara ini dianalisis menggunakan analisis Grounded Theory dengan proses iterasi empat langkah melalui pengkodean, pengembangan konsep, kategorisasi, dan perumusan tema. Hasil analisis mengungkapkan 'Insentif' sebagai faktor penting yang kemudian menjadi tambahan variabel pada model penelitian. Tahap kuantitatif terdiri dari survei daring yang didistribusikan kepada responden di memiliki pengalaman membeli kopi di daerah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Data dikumpulkan dari 63 responden yang telah memenuhi syarat. Instrumen survei menggunakan pertanyaan skala Likert 6 poin untuk mengukur konstruk model UTAUT3 yang diperluas dengan faktor 'Incentive'. Penelitian menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM) yang dijalankan dengan perangkat lunak SmartPLS, termasuk prosedur bootstrapping digunakan untuk pengujian hipotesis dan evaluasi model secara komprehensif. Hasil analisis PLS-SEM mengungkapkan bahwa tiga faktor penentu utama yang memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap adopsi aplikasi seluler Kopi Kenangan di daerah pinggiran kota adalah Facilitating Condition, Habit, dan Incentive. Temuan ini menunjukkan bahwa pengguna memiliki potensi untuk mengadopsi dan terus menggunakan aplikasi jika mereka merasakan adanya perangkat, koneksi, dan panduan yang memadai (Facilitating Condition), jika penggunaan aplikasi sudah menjadi bagian dari rutinitas mereka untuk pembelian kopi (Habit), dan jika mereka termotivasi oleh hadiah, diskon, atau manfaat tambahan (Incentive). Variabel lain dari model UTAUT3 yaitu Performance Expectancy, Effort Expectancy, Social Influence, Hedonist Motivation, Price Value, dan Personal Innovativeness tidak menunjukkan dampak yang signifikan terhadap niat penggunaan aplikasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kopi Kenangan secara strategis perlu memprioritaskan inisiatif yang berfokus pada peningkatan fasilitas pendukung, membangun kebiasaan penggunaan aplikasi terkait pemesanan kopi, serta mengoptimalkan struktur hadiah untuk mendorong adopsi aplikasi mobile di wilayah suburban. Rekomendasi yang dapat dilakukan meliputi optimalisasi kecepatan aplikasi, peningkatan sistem dukungan onboarding pengguna di dalam aplikasi maupun outlet, pengembangan aktivitas harian yang dipersonalisasi, dan optimalisasi program insentif yang dipersonalisasi agar dapat memberikan hadiah yang menarik untuk pengguna. Di sisi lain, Kopi Kenangan sebaiknya meminimalkan inisiatif yang berkaitan dengan faktor yang tidak berpengaruh terhadap penggunaan aplikasi, serta mengalokasikan sumber daya dan investasi pada inisiatif yang lebih berpengaruh. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk lebih berfokus pada penelitian yang sama dengan atribut yang berbeda dan segmentasi demografi yang lebih detil agar dapat memberikan tambahan wawasan terhadap penelitian ini.

2025
πŸ‘€ Penulis: Annisa Desiani
🏷️ Teknologi Informasi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan 🏷️ Kafe Digital

USULAN PENINGKATAN KAPASITAS PUSAT KERJA DI INDUSTRI DIRGANTARA: STUDI KASUS PENGEMBANGAN AIRBUS A321 PT. DIRGANTARA INDONESIA

PT Dirgantara Indonesia (PT DI), sebagai produsen dirgantara terkemuka di Indonesia, menghadapi tantangan kelebihan kapasitas dalam upaya peningkatan produksi komponen aerostruktur Airbus A321 dari 6 menjadi 10 unit per bulan. Target ini membuka peluang besar untuk pertumbuhan pendapatan dan penguatan posisi global, namun juga memberikan tekanan signifikan pada beberapa pusat kerja kritikal seperti β€œFitter for Router” dan β€œQuality Metal Forming.” Penelitian ini menggunakan kerangka konseptual berbasis Capacity Requirements Planning (CRP) dengan data seperti tingkat produksi, routing, kalender kerja, dan performa mesin. Pendekatan metode campuran digunakan: data kualitatif diperoleh melalui Focus Group Discussion (FGD) dan dianalisis menggunakan metode Current Reality Tree (CRT), sedangkan analisis kuantitatif dilakukan melalui perhitungan beban kapasitas dan tingkat utilisasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebelum perbaikan, beberapa work center mengalami kelebihan beban serius. Setelah implementasi solusi seperti redistribusi beban kerja, perencanaan ketersediaan suku cadang, dan usulan sistem penjadwalan terintegrasi, simulasi menunjukkan penurunan overload yang signifikan. Sebagai contoh, tingkat utilisasi di work center Fitter for Router menurun dari 165% menjadi 73%, sementara Quality Metal Forming turun dari 119% menjadi 65%. Temuan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam keseimbangan kapasitas dan efisiensi pemanfaatan sumber daya. Penelitian ini merekomendasikan penerapan sistem perencanaan terintegrasi, manajemen suku cadang berbasis prediksi, serta kolaborasi lintas fungsi untuk menjaga pencapaian target produksi secara efisien dan berkelanjutan.

2025
πŸ‘€ Penulis: Mutiara Khofifah
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Teknologi Informasi

STRATEGI UNTUK MEMINIMALKAN INSIDEN TEKNOLOGI INFORMASI DAN DAMPAKNYA DI PT INOVINDO NUSAKARYA, SEBUAH PERUSAHAAN FINTECH

Keandalan sistem Teknologi Informasi (TI) sangat penting bagi bisnis berbasis teknologi, karena kegagalan sistem dapat menyebabkan kerugian finansial, gangguan operasional, dan ketidakpuasan pelanggan. Meskipun PT INUSA telah memiliki kerangka kerja manajemen insiden, perusahaan masih mengalami insiden TI berulang, yang mengindikasikan adanya ketidakefisienan dalam pencegahan, deteksi, dan respons insiden. Penelitian ini menyelidiki akar penyebab insiden besar serta mengevaluasi kekurangan dalam deteksi dan penyelesaian insiden. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan melakukan analisis tematik pada 26 laporan post-mortem dari Agustus 2023 hingga Agustus 2024. Temuan menunjukkan bahwa 80% insiden dipicu oleh perubahan internal. Berbagai permasalahan sistemik ditemukan, termasuk kekurangan cakupan pengujian, kelemahan dalam proses deployment dan kontrol perubahan, serta penanganan konfigurasi yang kurang optimal. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa 69% insiden besar tidak memiliki sistem peringatan yang memadai, menyebabkan terlambatnya deteksi dengan Mean Time to Detect (MTTD) selama 82,5 jam. Ketidakefisienan dalam respons insiden, seperti eskalasi yang tertunda dan pemantauan pasca-perbaikan yang tidak cukup, turut berkontribusi terhadap Mean Time to Resolve (MTTR) selama 38,5 jam, yang jauh melampaui standar industri. Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian ini mengusulkan berbagai perbaikan terstruktur dalam manajemen insiden TI. Rekomendasi utama mencakup peningkatan pengujian otomatis, perbaikan prosedur deployment dan tinjauan perubahan, penerapan prosedur eskalasi on-call yang lebih terstruktur, serta standarisasi mekanisme peringatan insiden. Selain itu, pemantauan pascaperbaikan harus diperkuat guna memastikan efektivitas penyelesaian masalah. Penelitian ini berkontribusi dalam manajemen insiden TI dengan menyajikan wawasan berbasis data mengenai kegagalan sistemik serta rekomendasi praktis untuk mengurangi frekuensi insiden, meningkatkan cakupan pemantauan, dan mengoptimalkan alur respons insiden. Dengan menerapkan perbaikan ini, PT INUSA dan perusahaan fintech serupa dapat meningkatkan ketahanan sistem, serta meminimalkan dampak bisnis akibat kegagalan sistem TI.

2025
πŸ‘€ Penulis: Faris Arifiansyah
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Teknologi Informasi 🏷️ Kecerdasan Buatan
Halaman 1 dari 3
πŸ’¬