📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 1 dokumenPENGEMBANGAN DESAIN PRODUK SMART FARMING MELALUI METODE PARTISIPATORIS BAGI PETANI SKALA KECIL DI JAWA BARAT (STUDI KASUS: DESA CIDADAP, KECAMATAN CAMPAKA, KABUPATEN CIANJUR)
istem Pertanian Pintar (Smart Farming) menjanjikan efisiensi tinggi, namun implementasinya mengalami stagnasi pada kelompok tani perorangan skala kecil akibat ketidaksesuaian desain dengan realitas infrastruktur pedesaan. Di Desa Cidadap, anomali iklim mikro harian memicu tingginya risiko luntur (wash-off) pestisida yang mengakibatkan kerugian ekonomi riil bagi petani lahan kering. Perangkat pemantauan komersial eksisting terbukti gagal diadopsi karena ketergantungan absolut pada internet dan listrik konstan, biaya investasi individual yang tinggi, antarmuka digital yang rumit, serta bentuk fisik steril yang memicu alienasi estetika. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ekosistem stasiun cuaca komunal portabel guna memitigasi risiko cuaca mikro melalui paradigma Teknologi Tepat Guna. Penelitian menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode Action Research yang berpusat pada Siklus Desain Partisipatoris. Melalui proses ko-kreasi yang melibatkan kelompok tani lokal dan konsultasi ahli BMKG, temuan lapangan diterjemahkan ke dalam batasan desain fungsional, ekonomi, konektivitas, interaksi, dan fisik. Hasil perancangan membuahkan ekosistem Huma, yang terdiri dari perangkat keras stasiun cuaca dan sensor tanah pendamping. Inovasi arsitektur data bertumpu pada sistem luring penuh (offline-first) dengan pemrosesan lokal (edge computing) dan transmisi Bluetooth, membebaskan petani dari ketergantungan sinyal seluler. Secara fisik, perangkat mengadopsi bentuk poertabel jinjing berbalut warna gelap matte yang adaptif terhadap kerasnya lingkungan saung, serta memanfaatkan sistem modular snap-buckle untuk kemandirian perbaikan. Pada aspek ergonomi kognitif, antarmuka aplikasi mereduksi beban pikiran pengguna dengan membalik hierarki data numerik menjadi panduan instruksi taktis visual yang dapat dipahami dalam waktu kurang dari lima detik. Pendekatan kepemilikan inovasi sosial berupa tata kelola komunal (shared ownership) berhasil menekan estimasi biaya material purwarupa hingga menjadi alat yang terjangkau bagi kelompok tani. Penelitian ini membuktikan bahwa perpaduan antara rekayasa bentuk, penyederhanaan antarmuka luring, dan pemanfaatan modal sosial gotong royong mampu mendemokratisasi akses teknologi pertanian presisi yang tangguh, terjangkau, dan bermakna bagi keseharian petani gurem.