📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 3 dokumen

PERANCANGAN PRODUK PENUNJANG PENCEGAHAN PAPARAN ASAP ROKOK PADA ANAK USIA PRA-SEKOLAH DI LINGKUNGAN HUNIAN

Paparan asap rokok pada anak usia prasekolah masih sering terjadi di lingkungan sosial sehari-hari hingga hunian pribadi. Anak usia 3–7 tahun termasuk kelompok rentan karena belum mampu mengontrol lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan merancang produk wearable sebagai micro breathing-zone support untuk membantu mengurangi paparan partikel asap rokok pada area pernapasan anak. Produk dikembangkan menggunakan sistem HEPA filter, micro fan, PM2.5 sensor, LED indicator, vibrator signal, dan herbal comfort layer berupa biji kapulaga. Pendekatan perancangan dilakukan melalui studi literatur, observasi lapangan, benchmarking, studi ergonomi, eksplorasi bentuk, dan pengembangan prototipe. Pendekatan biomimicry diterapkan dengan mengambil inspirasi dari mekanisme pernapasan paus biru (blue whale) melalui blowhole yang mengarahkan udara ke atas menuju area pernapasan. Hasil perancangan berupa wearable device compact dengan airflow system terarah, attachment magnetic necklace, serta pendekatan visual child-friendly dan non-medical. Produk dirancang melalui tiga fungsi utama, yaitu protect, signal, dan comfort, sebagai bentuk preventive support device bagi anak usia prasekolah terhadap paparan asap rokok di lingkungan sehari-hari.

2026
👤 Penulis: Venna Putri Avrilia
🏷️ Teknologi Wearable 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Asap Rokok 🏷️ Hidrologi Lingkungan

DESAIN DAN IMPLEMENTASI ALAT PENDETEKSI POSTUR DUDUK BURUK PADA PENDERITA SKOLIOSIS RINGAN : SUPLAI DAYA DAN MOTOR GETAR

Sistem deteksi dan peringatan postur duduk dirancang untuk menjaga kestabilan dan efisiensi perangkat wearable melalui manajemen daya yang optimal, termasuk fitur pengisian baterai dan pemantauan tegangan internal. Mekanisme peringatan menggunakan motor getar sebagai umpan balik taktil yang aktif saat postur duduk yang buruk terdeteksi, dengan intensitas dan durasi yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan pengguna. Beberapa sensor sudut tulang belakang diintegrasikan untuk mendeteksi perubahan postur dengan konsumsi daya yang rendah. Makalah ini membahas perancangan dan implementasi sistem tersebut, serta menunjukkan bahwa hasil implementasi mampu menyediakan suplai daya yang andal, menghasilkan notifikasi getaran yang efektif, dan mengoptimalkan konsumsi energi untuk penggunaan jangka panjang. Solusi yang dikembangkan menawarkan pendekatan yang seimbang antara performa sistem dan kenyamanan pengguna, serta membuka peluang pengembangan lebih lanjut melalui penambahan fitur peringatan dan strategi penghematan daya yang lebih canggih.

2025
👤 Penulis: Diffa' Shada 'Aqila
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Energi 🏷️ Teknologi Wearable

PENGEMBANGAN LANJUTAN EKSOSKELETON PASIF UNTUK PEKERJAAN PENGANGKUTAN GULUNGAN WARING (STUDI KASUS PADA PT PABRIK WARING PRATAMA)

Pekerja industri tekstil mempunyai karakteristik pekerjaan yang membutuhkan pekerjanya mengangkat objek berat secara repetitif di postur tubuh yang tidak nyaman. Saat ini, Karla Bionics bersama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional sedang mengembangkan sebuah eksoskeleton yang membantu pekerja mengangkat objek berat secara yang repetitif. Salah satu industri tekstil tersebut adalah pabrik waring PT Pabrik Waring Pratama yang pekerjanya mengeluh rasa sakit saat mengangkat waring dalam repetisi yang tinggi. Karla Bionics sebagai perusahaan wearable technology berharap bahwa eksoskeleton dapat membantu pekerja industri tekstil dengan mengembangkan lebih lanjut prototipe eksoskeleton iterasi pertama agar lebih sesuai untuk digunakan di industri tekstil. Proses untuk pengembangan lebih lanjut prototipe eksoskeleton iterasi pertama menjadi prototipe eksoskeleton iterasi kedua dilakukan dengan iterative testing and experimentation framework. Framework ini dilakukan dengan mengevaluasi prototipe iterasi pertama dan memulai perancangan prototipe iterasi kedua dari eksoskeleton. Perancangan prototipe iterasi kedua ini dilakukan dengan tahap – tahap planning and design process yang dimulai dengan task clarification, concept generation, concept selection, dan embodiment design. Hasil evaluasi prototipe eksoskeleton iterasi pertama menunjukkan bahwa terdapat beberapa masalah seperti rasa sakit dan tidak nyaman saat melakukan aktivitas kerja donning, loading, unloading, dan doffing. Demi menyelesaikan masalah tersebut, terpilihlah sebuah alternatif konsep bernama moderate duty yang mengubah mekanisme donning dan doffing dari prototipe eksoskeleton iterasi pertama. Selain itu, mekanisme akomodasi waring berupa platform garpu forklift ditambahkan untuk memberikan konsistensi produktivitas pada pekerja.

2025
👤 Penulis: Rayhan Muhammad Farras
🏷️ Eksoskeleton 🏷️ Pengangkutan Gula 🏷️ Teknologi Wearable
💬