📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenARAMA TERRA SHARANA : DESAIN WELLNESS CENTER DENGAN PENDEKATAN THERAPEUTIC ARCHITECTURE
Meningkatnya urbanisasi dan gaya hidup sedentari di Kota Bandung berdampak negatif pada kualitas hidup masyarakat perkotaan, yang ditandai dengan tingginya angka stres dan depresi pascapandemi, khususnya di kalangan mahasiswa yang mencapai 76%. Di sisi lain, distrik Dago/Coblong memiliki potensi klimatologis yang mendukung pengembangan hortikultura terapeutik serta pertumbuhan tren wisata kebugaran (wellness tourism). Proyek perancangan ini mengusulkan "Arama Terra Sharana", sebuah Wellness Center yang mengintegrasikan layanan kesehatan informal, rekreasi, dan pemenuhan kebutuhan biofilik masyarakat. Berlokasi di Cisitu, Dago, proyek ini mengambil preseden lokal dari inisiatif agribisnis Tani Kota untuk ditransformasikan ke dalam konteks arsitektur penyembuhan (healing context). Pendekatan perancangan yang digunakan menggabungkan Arsitektur Terapeutik (Therapeutic Architecture), Desain Biofilik (Biophilic Design), dan Desain Salutogenik (Salutogenic Design) untuk menciptakan lingkungan binaan yang restoratif. Metode perancangan dilakukan dengan mengoptimalkan kondisi tapak berkontur curam seluas 78.000 m2 melalui strategi struktur panggung berdampak rendah (low-impact treehouse structure), zonasi akustik untuk menyelaraskan berbagai kelompok usia pengguna, serta penerapan sistem tangga ramp kontinu guna menjamin aksesibilitas universal. Hasil perancangan menunjukkan konfigurasi massa bangunan interlokasi yang melingkari halaman dalam (central courtyard) sebagai oasis ketenangan yang terlindungi. Komposisi arsitektural diperkaya dengan fasad vegetatif (green envelope), menara pemanen air hujan sebagai penanda ekologis, serta zonasi lanskap hortikultura multisensori yang produktif. Luaran Tugas Akhir ini diharapkan dapat menjadi model tipologi fasilitas kesehatan nonformal yang adaptif terhadap ekologi lokal sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan fisik, psikologis, dan sosial komunitas urban secara berkelanjutan.
RUMAH AMAN UNTUK REMAJA KORBAN KEKERASAN DI JAKARTA: TRAUMA-INFORMED DESIGN DAN THERAPEUTIC ARCHITECTURE DALAM MENDUKUNG PERTUMBUHAN DAN PEMULIHAN
Dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus kekerasan terhadap remaja di Indonesia, proyek ini merespons kebutuhan akan ruang yang aman, mendukung, dan sensitif secara psikologis bagi remaja korban kekerasan. Para korban kerap menghadapi tantangan emosional dan sosial yang kompleks, yang menghambat proses pemulihan dan pengembangan diri. Dalam konteks ini, arsitektur berperan tidak hanya sebagai pelindung fisik, tetapi juga sebagai medium pemulihan dan pemberdayaan. Isu perancangan utama yang diangkat meliputi perwujudan ruang yang aman untuk pemulihan, yang mencakup aspek keamanan fisik, privasi, dan ketenangan psikologis; serta integrasi ruang untuk pemberdayaan, melalui penyediaan ruang fleksibel, inklusif, dan mendorong partisipasi aktif dalam proses tumbuh-kembang. Dengan pendekatan Trauma-Informed Design dan Therapeutic Architecture, rancangan ini menekankan pentingnya pengalaman ruang yang mendukung pemulihan emosional melalui elemen seperti koneksi dengan alam, transisi ruang yang bertahap, dan lingkungan yang adaptif. Fasilitas seperti ruang konseling, ruang komunal, taman terapeutik, serta ruang pengembangan keterampilan diintegrasikan dalam sistem ruang yang aman dan memberdayakan. Melalui strategi perancangan ini, rumah aman tidak hanya menjadi tempat bernaung, tetapi juga menjadi ruang untuk tumbuh, pulih, dan kembali membangun harapan hidup yang lebih mandiri dan bermakna.