📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 4 dokumenPERBANDINGAN USER-GENERATED CONTENT (UGC) DAN INFLUENCER ENDORSEMENT SEBAGAI ELECTRONIC WORD OF MOUTH (E-WOM) DI TIKTOK DALAM MEMPENGARUHI MINAT BELI GENERASI Z: KASUS PADA SOMETHINC INDONESIA
Saat ini, TikTok telah menjadi salah satu platform media sosial yang paling berpengaruh dalam aktivitas pemasaran. Platform ini digunakan pemasar untuk menyebarkan electronic word of mouth (e-WOM), yang dianggap sebagai sumber informasi tepercaya oleh konsumen, khususnya dalam industri skincare, di mana e-WOM memengaruhi keputusan pembelian. Namun, meskipun e-WOM tersebar luas secara online, masih belum jelas sumber e-WOM mana yang lebih efektif dalam mendorong purchase intention. Oleh karena itu, penelitian ini membandingkan User-Generated Content (UGC) dan Influencer Endorsement untuk mengetahui pengaruh yang lebih kuat terhadap konsumen Generasi Z pada merek skincare Somethinc. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei online yang dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Sebanyak 218 responden berpartisipasi, dengan 107 responden terpapar UGC (ulasan pelanggan) dan 111 responden terpapar influencer endorsement di TikTok. Trust juga diuji sebagai variabel moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer endorsement memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention produk Somethinc, sedangkan UGC tidak berpengaruh signifikan. Selain itu, trust tidak memoderasi hubungan antara e-WOM dan purchase intention, tetapi memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap purchase intention. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran berbasis influencer lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan ulasan pelanggan dalam meningkatkan purchase intention konsumen Generasi Z terhadap merek skincare lokal di Indonesia.
NOSTALGIA AND BEYOND: FAKTOR PSIKOLOGIS YANG MENDORONG KEBANGKITAN TREN 2000-AN DAN NIAT BELI DI TIKTOK DI KALANGAN GEN Z DI DAERAH JABODETABEK
Penelitian ini mengkaji bagaimana faktor psikologis— nostalgia, lingkungan sosial, tren, kepercayaan terhadap pengaruh influencer, serta sumber hiburan— membentuk persepsi Generasi Z terhadap kembalinya tren tahun 2000an di TikTok serta peningkatan minat beli terhadap produk atau layanan terkait. Penelitian ini menarik responden Gen Z berusia 18–28 tahun yang berasal dari wilayah Jabodetabek, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif setelah adanya kendala reliabilitas yang membatasi penggunaan analisis regresi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konten bernuansa nostalgia dan dibagikan secara sosial, disertai dengan kepercayaan terhadap influencer dan pesan yang mudah diterima, menjadi pendorong utama keterlibatan audiens. Sementara itu, nilai hiburan dan kebangkitan tren menunjukkan konsistensi interpretasi yang beragam. Meskipun nostalgia dapat menumbuhkan ikatan emosional, faktor ini tidak secara langsung mendorong minat beli; sebaliknya, autentisitas, pengaruh teman sebaya, dan kredibilitas kreator memiliki peran yang lebih kuat. Studi ini menyarankan agar pemasar dan pembuat konten dapat lebih efektif menarik perhatian Gen Z melalui strategi yang relevan secara emosional, selaras dengan budaya, dan autentik, serta merekomendasikan penelitian selanjutnya dengan jumlah sampel yang lebih besar, lebih beragam, dan menggunakan instrumen pengukuran yang lebih matang.
PENGARUH TREN MUSIK DI TIKTOK TERHADAP KONVERSI PENDENGAR SPOTIFY: ANALISIS PERAN MEDIASI LIKING DAN WORD-OF-MOUTH
Di era digital saat ini, TikTok muncul sebagai kekuatan utama dalam membentuk proses penemuan musik dan memengaruhi perilaku streaming. Penelitian ini meneliti pengaruh tren musik di TikTok terhadap konversi pendengar ke Spotify dengan menganalisis peran Awareness (kesadaran), Liking (ketertarikan), Word-of-Mouth (penyebaran informasi dari mulut ke mulut), dan Streaming Intention (niat streaming). Fokus khusus diberikan kepada variabel ketertarikan dan WOM yang memberikan efek mediasi. Melalui pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari 222 pengguna TikTok dan Spotify di Indonesia yang berusia antara 17 hingga 54 tahun. Hubungan antar konstruk dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran terhadap tren musik TikTok secara signifikan memengaruhi niat streaming (t = 3.521, p = 0.000), dan berdampak positif terhadap konversi aktual di Spotify. Namun, ukuran efeknya (F2 = 0.079) tergolong kecil, yang berarti kesadaran saja hanya menjelaskan sebagian kecil variasi perilaku. Sebaliknya, niat streaming memberikan pengaruh prediktif yang kuat terhadap konversi aktual (t = 20.923, p = 0.000), dengan ukuran efek terbesar dalam model (F2 = 1.036), sehingga menjadi faktor paling menentukan dalam mendorong perilaku streaming nyata dan mendukung hipotesis yang diajukan. Selain itu, Ketertarikan dan WOM terbukti berperan sebagai mediator signifikan. Temuan ini memberikan validasi mengenai TikTok sebagai platform strategis untuk promosi musik dan memberikan wawasan berharga bagi musisi serta pemasar di industri musik digital.
PENGARUH VIDEO PENDEK PROMOSI SKINCARE DI TIKTOK FOR YOU PAGE (FYP) TERHADAP PEMBELIAN PRODUK SKINCARE
Industri skincare di Indonesia diproyeksikan akan tumbuh dengan CAGR sebesar 8,9% selama 2021-2026 dan TikTok menjadi media sosial yang paling banyak digunakan untuk memandu pengguna membeli produk skincare. Di Indonesia, skincare juga memiliki tren positif yang ditunjukkan melalui persepsi positif terhadap video pendek TikTok, penjualan produk yang tinggi karena video pendek TikTok, dan produk yang dibeli karena konten video pendek juga memiliki kualitas baik. Namun, akhir-akhir ini pengguna aplikasi X memberikan persepsi negatif dan hilang kepercayaan terhadap video pendek promosi skincare di TikTok For You Page, yang diperkuat dengan hasil penelitian bahwa 92,9% pengguna TikTok tidak memercayai secara langsung video pendek promosi skincare di TikTok For You Page. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pengguna TikTok mengenai video pendek promosi skincare di TikTok For You Page dan untuk mengetahui bagaimana video pendek promosi skincare di TikTok For You Page memengaruhi keputusan pembelian produk skincare. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara semiterstruktur dan kuantitatif melalui survei daring terhadap 224 pengguna TikTok yang pernah menonton video pendek promosi skincare di TikTok For You Page dan memutuskan untuk membeli produk skincare yang dipromosikan setidaknya satu kali. Peneliti menggunakan pengodean terbuka dan PLS-SEM untuk menganalisis hasil penelitian. Berdasarkan hasil wawancara, konten video pendek yang memberikan kesenangan, berguna, dan memberikan kemudahan akan diterima secara positif, tetapi konten video pendek yang menimbulkan risiko fungsional, informasi, dan kehilangan waktu, akan diterima secara negatif oleh pengguna. Berdasarkan hasil PLS-SEM, keputusan pembelian produk skincare didorong oleh persepsi kemudahan penggunaan dan kepercayaan terhadap video pendek promosi skincare di TikTok For You Page yang dimediasi oleh niat pembelian dan juga didorong oleh promosi produk, berdasarkan hasil wawancara. Temuan ini akan memberikan wawasan kepada perusahaan skincare dan affiliators tentang jenis, fitur, dan faktor dari video pendek promosi yang mengarahkan pengguna TikTok pada keputusan pembelian skincare