📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 5 dokumen

IMPLEMENTASI TRANSIT-ORIENTED DEVELOPMENT PADA INTERIOR: REVITALISASI MAL BLOK M SEBAGAI TRANSIT HUB

Kawasan Blok M sebagai salah satu simpul transportasi strategis di Jakarta menghadapi tantangan mobilitas perkotaan yang semakin kompleks. Posisi kawasan ini yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi menjadikannya memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD). Di tengah kawasan tersebut, Mal Blok M memiliki lokasi yang sangat strategis karena berada di antara dua moda transportasi utama, namun kondisi eksistingnya menunjukkan perlunya revitalisasi agar mampu mendukung fungsi kawasan secara optimal. Proyek perancangan ini bertujuan merevitalisasi Mal Blok M menjadi sebuah transit hub yang tidak hanya meningkatkan integrasi dan efisiensi perpindahan antarmoda, tetapi juga berperan sebagai gerbang utama yang memperkuat identitas kawasan. Pendekatan perancangan dilakukan melalui strategi adaptive reuse yang mempertahankan struktur bangunan eksisting, sekaligus mengadaptasi fungsi dan ruang untuk menjawab kebutuhan mobilitas serta aktivitas urban kontemporer. Metode perancangan mengintegrasikan analisis perilaku pengguna dengan prinsip desain inklusif untuk menghasilkan sistem sirkulasi vertikal dan horizontal yang lebih terhubung dan intuitif. Penataan ulang zonasi serta pengaturan program ruang dirancang untuk mendukung aktivitas yang berlangsung sepanjang hari sehingga meningkatkan vitalitas, keamanan, dan kualitas pengalaman ruang bagi pengguna kawasan. Melalui pendekatan ini, perancangan diharapkan mampu menciptakan transit hub yang efisien sekaligus menghadirkan pengalaman yang manusiawi dan memperkuat sense of place kawasan Blok M.

2026
👤 Penulis: Devandra Dwitama Adi
🏷️ Transit Oriented Development 🏷️ Revitalisasi Kawasan Perbelanjaan 🏷️ Desain Inklusif

PERANCANGAN KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT TANJUNG PRIOK DKI JAKARTA

Pertumbuhan penduduk dan aktivitas perkotaan yang pesat telah menyebabkan meningkatnya permasalahan transportasi di kota-kota besar, termasuk Jakarta. Transit Oriented Development (TOD) merupakan salah satu pendekatan perancangan kawasan yang berupaya mengintegrasikan sistem transportasi massal dengan tata guna lahan yang efisien, padat, dan ramah pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kawasan TOD di Terminal dan Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Utara, dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip perancangan normatif TOD dengan mempertimbangkan karakteristik kawasan. Penelitian ini bersifat kualitatif eksploratif dengan pendekatan case study dan content analysis, serta menggunakan metode perancangan fragmental dan teknik optimasi spasial. Data diperoleh melalui studi literatur dan observasi langsung terhadap kondisi eksisting kawasan. Analisis dilakukan secara deskriptif normatif, deskriptif empiris, dan preskriptif dalam menyusun kebijakan, konsep, dan simulasi perancangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kawasan Tanjung Priok memiliki potensi sebagai simpul transit multimoda dengan banyaknya moda transportasi yang ada, namun menghadapi persoalan seperti minimnya integrasi antarmoda, tidak optimalnya pemanfaatan lahan, dan belum terciptanya lingkungan ramah pejalan kaki, serta temuan terkait maraknya tindakan kriminal. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan konsep perancangan kawasan TOD Tanjung Priok yang mengusung integrasi transportasi publik, diversifikasi guna lahan, dan penguatan konektivitas pejalan kaki serta memastikan perancangan mendorong keamanan dari kejahatan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan kawasan TOD serupa di wilayah metropolitan lainnya.

2025
👤 Penulis: Nauradinka Astrid Alifia
🏷️ Transit Oriented Development 🏷️ Kawasan Transendasional 🏷️ Desain Kota

EVALUASI KONSEP TOD PADA DAERAH LAYANAN STASIUN KERETA CEPAT PADALARANG MENGGUNAKAN ITDP TOD STANDARD 3.0

Kawasan Stasiun Kereta Cepat Padalarang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD). TOD merupakan konsep pembangunan wilayah yang mengintegrasikan perencanaan tata guna lahan dengan sistem transportasi publik dalam tujuan menciptakan suatu kawasan yang padat dengan berbagai macam fungsi, memiliki aksesibilitas tinggi untuk mobilitas non-motor (pejalan kaki dan bersepeda), dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi kawasan Stasiun Kereta Cepat Padalarang dalam penerapan prinsip Transit Oriented Development (TOD) berdasarkan ITDP TOD Standard 3.0. Evaluasi difokuskan pada radius 500 meter dari stasiun sebagai daerah layannya dengan melakukan scoring pada 25 metrik penilaian dengan maksimal total skor 100 yang naKawasan Stasiun Kereta Cepat Padalarang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD). TOD merupakan konsep pembangunan wilayah yang mengintegrasikan perencanaan tata guna lahan dengan sistem transportasi publik dalam tujuan menciptakan suatu kawasan yang padat dengan berbagai macam fungsi, memiliki aksesibilitas tinggi untuk mobilitas non-motor (pejalan kaki dan bersepeda), dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi kawasan Stasiun Kereta Cepat Padalarang dalam penerapan prinsip Transit Oriented Development (TOD) berdasarkan ITDP TOD Standard 3.0. Evaluasi difokuskan pada radius 500 meter dari stasiun sebagai daerah layannya dengan melakukan scoring pada 25 metrik penilaian dengan maksimal total skor 100 yang nantinya akan diklasifikasikan berdasarkan total skor yang didapat, dimana skor 56 menjadi batas bawah untuk suatu kawasan dapat disebut kawasan TOD. Metode penelitian mencakup pengumpulan data primer melalui survei lapangan, dan data sekunder menggunakan aplikasi spasial dan dokumen perencanaan terkait. Hasil penilaian didapatkan skor 46 yang menyatakan bahwa kawasan tertinjau belum dapat disebut sebagai kawasan TOD. Hasil ini selanjutnya digunakan untuk merancang rekomendasi kebijakan terhadap Kawasan Stasiun Kereta Cepat Padalarang dan dokumen ITDP TOD Standard 3.0 terhadap penerapannya di kawasan Stasiun Kereta Cepat Padalarang yang mencakup kebijakan pembangunan infrastruktur dan pembaruan pendekatan sistem penilaian dokumen ITDP TOD Standard 3.0. ntinya akan diklasifikasikan berdasarkan total skor yang didapat, dimana skor 56 menjadi batas bawah untuk suatu kawasan dapat disebut kawasan TOD. Metode penelitian mencakup pengumpulan data primer melalui survei lapangan, dan data sekunder menggunakan aplikasi spasial dan dokumen perencanaan terkait. Hasil penilaian didapatkan skor 46 yang menyatakan bahwa kawasan tertinjau belum dapat disebut sebagai kawasan TOD. Hasil ini selanjutnya digunakan untuk merancang rekomendasi kebijakan terhadap Kawasan Stasiun Kereta Cepat Padalarang dan dokumen ITDP TOD Standard 3.0 terhadap penerapannya di kawasan Stasiun Kereta Cepat Padalarang yang mencakup kebijakan pembangunan infrastruktur dan pembaruan pendekatan sistem penilaian dokumen ITDP TOD Standard 3.0. Kata Kunci: Transit Oriented Development, ITDP TOD Standard 3.0, Stasiun Kereta Cepat Padalarang, prinsip TOD.

2025
👤 Penulis: Benedictus Gerry Rasendriya
🏷️ Transit Oriented Development 🏷️ Itdp Tod Standard 3.0 🏷️ Stasiun Kereta Cepat Padalarang

DAMPAK PERUBAHAN ZONASI RUANG TERHADAP HARGA LAHAN DAN PROPERTI. STUDI KASUS: TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT KOTA BEKASI

Kota Bekasi telah mengalami perkembangan yang sangat pesat yang terlihat, antara lain dari pertumbuhan penduduk yang signifikan, pembangunan infrastruktur yang masif, peningkatan aksesibilitas perkotaan, serta terjadinya perubahan guna lahan yang cepat. Salah satu peningkatan aksesibilitas di Kota Bekasi adalah pembangunan sistem transportasi kereta api perkotaan dan kawasan berorientasi transit, atau dikenal sebagai Transit Oriented Development (TOD). Pembangunan sistem kereta api perkotaan berdampak pada peningkatan nilai lahan, perubahan kawasan dan penyesuaian zona tata ruang di Kota Bekasi. Namun demikan, sedikit kalau ada studi yang mebahas hubungan antara peraturan tata ruang dan harga lahan dan dampak terhadap dinamika harga lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dampak perubahan zonasi ruang terhadap harga lahan dan properti di sekitar area TOD di Kota Bekasi. dengan menggunakan metoda Regression Discontinuity Design (RDD) untuk mengidentifikasi efek kausal dengan membandingkan hasil antara kelompok treatment dan kelompok control sebelum dan sesudah intervensi dengan menentukan running variable yang diamati pada titik potong/cutoff yang telah ditentukan. Kemudian dilakukan identifikasi model harga lahan dan properti di sekitar area TOD di Kota Bekasi dengan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan menggunakan estimasi Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek kausal dari adanya perubahan zonasi ruang terhadap harga lahan dan property di sekitar area TOD adalah sebesar 35% dalam wilayah batas cutoff. Namun demikian perubahan zonasi ruang terhadap harga lahan dan properti di sekitar area TOD di Kota Bekasi tersebut tidak menunjukkan signifikansi statistic, mengindikasikan bahwa perubahan zonasi ruang yang terjadi di sekitar area TOD Kota Bekasi bukan merupakan faktor utama yang memengaruhi perubahan harga lahan dan property di sekitar area tersebut. Berdasarkan hasil regresi linear berganda dengan menggunakan model robust, didapatkan lima variabel yang memiliki dampak yang signifikan terhadap harga lahan dan properti di sekitar area TOD di Kota Bekasi, yaitu variabel jarak ke TOD terdekat, jarak ke CBD, jarak ke mall, jarak ke SD terdekat dan zonasi kawasan perumahan (Perumahan). Berdasarkan nilai koefisien hasil regresi didapatkan bahwa peningkatan jarak titik harga lahan dari fasilitas TOD akan menurunkan harga lahan sebesariii 0.18759%, kemudian peningkatan jarak titik harga lahan dari CBD akan menurunkan harga lahan sebesar 0.186659%. Sementara itu, peningkatan jarak titik harga lahan dari SD terdekat akan meningkatkan harga lahan sebesar 0.121255%. Kemudian, peningkatan jarak titik harga lahan dari mall terdekat akan meningkatkan harga lahan sebesar 0.082638%.

2025
👤 Penulis: Aang Anggara
🏷️ Transit Oriented Development 🏷️ Analisis Regresi Linear Berganda 🏷️ Perubahan Zonasi Ruang

PERANCANGAN KAWASAN TOD (TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT) DI STASIUN CIREBON

Stasiun Cirebon (Kejaksan) memiliki potensi untuk dijadikan kawasan Transit Oriented Development (TOD) dibandingkan Stasiun Cirebon Prujakan dan Terminal Harjamukti karena Stasiun Cirebon menjadi persimpangan utama jalur kereta api di Pulau Jawa, memiliki lokasi yang strategis dengan pusat kota, infrastruktur yang lebih lengkap, dan peran pentingnya dalam jaringan transportasi nasional. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kriteria dan prinsipprinsip perancangan normatif terkait perancangan kawasan TOD (Transit Oriented Development), mengidentifikasi karakteristik, potensi, dan persoalan pada kawasan Stasiun Cirebon, serta membuat konsep perancangan kawasan TOD di Stasiun Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif, dan menggunakan metode perancangan fragmental. Fragmental menggunakan empat langkah dalam proses perancangan yaitu dengan mengumpulkan dan menganalisis data, kemudian merumuskan tujuan dan sasaran, serta akhirnya mengembangkan rencana perancangan kota. Hasil analisis menunjukkan bahwa Stasiun Cirebon yang berada di Kecamatan Kejaksan memiliki potensi yang melimpah sebagai kawasan TOD, dengan beragam simpul transit dan penggunaan lahan yang bervariasi. Perancangan pada kawasan ini diarahkan pada kawasan integrasi bangunan yang bersifat campuran guna lahan dengan pejalan kaki dan pesepeda sebagai prioritas utama yang dilengkapi dengan kawasan pejalan kaki yang mendukung akses pejalan kaki dan bersepeda. Sirkulasi kawasan ini juga mendukung sirkulasi vertikal yang lebih banyak sehingga mengurangi interaksi antara pejalan kaki dengan kendaraan bermotor. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam merancang kawasan TOD Stasiun Cirebon yang berada di Kecamatan Kejaksan.

2024
👤 Penulis: Erin Rama Fitri
🏷️ Transit Oriented Development 🏷️ Perencanaan Kota 🏷️ Pertumbuhan Ekonomi Lokal
💬