📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 3 dokumenDESAIN, PEMBUATAN, DAN PENGUJIAN ALAT UJI THREE-BODY WEAR UNTUK APLIKASI PADA POLIPROPILEN ISOTAKTIK DI TEMPERATUR 80OC
Polimer adalah salah satu jenis material yang banyak digunakan dalam beberapa dekade ke belakang. Salah satu polimer yang sering digunakan dalam berbagai aplikasi merupakan polipropilen. Selain aplikasinya sebagai bahan packaging, poliproilen memiliki aplikasi lain yaitu dalam bidang tribologi karena sifatnya yang ulet, tahan panas, serta harga produksi yang murah. Untuk mengevaluasi ketahanan aus polimer dalam kondisi three-body wear, diperlukan alat dan prosedur pengujian yang mampu menguji pengaruh berbagai faktor terhadap performa material polimer. Mengacu pada standar ASTM B611-21, Alat pengujian Three-body wear dirancang dan dirakit dengan adaptasi tertentu untuk mengakomodasi pengujian pada material polimer. Pengujian awal dilakukan untuk menentukan parameter dan variabel yang dapat menghasilkan wear track yang memiliki ukuran memuaskan agar mudah diobservasi. Pengujian aus dilakukan dengan parameter kecepatan rotasi 2000±200 rpm tanpa pembebanan tambahan, dan variabel dalam temperatur dan jenis slurry yang digunakan. Hasil pengujian dievaluasi secara visual, menggunakan mikroskop, berdasarkan kehilangan volume selama pengujian, dan melalui karakterisasi FTIR untuk mendeteksi terjadinya degradasi selama pengujian. Observasi wear track menunjukkan berbagai pola keausan berdasarkan slurry yang digunakan, dan wear track yang dihasilkan menunjukkan bahwa sampel mengalami kehilangan massa meningkat hingga 234% seiring peningkatan temperatur, dengan penambahan abrasif tanah meningkatkan kehilangan massa sebesar 365% pada temperatur ruang. Karakterisasi menggunakan FTIR tidak menunjukkan adanya degradasi selama pengujian, namun durasi pengujian yang pendek mungkin tidak cukup untuk mengevaluasi terjadinya degradasi dalam jangka panjang.
PENGARUH PROSES PENGUATAN PRESIPITAT PADA KETAHANAN AUS PADUAN AL-SI-MG
Tribologi merupakan suatu cabang ilmu yang membahas gesekan, keausan, dan lubrikasi dari permukaan yang saling berinteraksi. Sifat ketahanan aus yang tinggi diperlukan pada beberapa komponen mesin, salah satunya blok silinder mesin yang selalu bergesekan dengan piston. Salah satu material yang cocok digunakan sebagai blok silinder mesin adalah paduan Al-Si yang memiliki densitas rendah dan sifat mampu cor yang baik. Namun, paduan tersebut memiliki ketahanan aus yang rendah. Dengan penambahan unsur paduan Mg, kekerasan paduan Al-Si-Mg dapat ditingkatkan melalui proses perlakuan termal. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan pengaruh temperatur aging yang berbeda selama proses penguatan presipitat terhadap kekerasan, struktur mikro, dan ketahanan aus paduan Al-Si-Mg. Uji aus pada penelitian ini dilakukan menggunakan alat pin-on-disk dengan tiga mekanisme, yaitu dry sliding wear, two body abrasive wear, dan three body abrasive wear untuk melihat karakteristik tribologi dari paduan Al-Si-Mg. Pengujian lanjut berupa OES, metalografi, uji keras, pengamatan visual, dan uji densitas dilakukan untuk membantu penyusunan analisis dan kesimpulan. Pada hasil pengujian, penguatan material melalui proses penguatan presipitat berhasil meningkatkan kekerasan paduan dan mengubah struktur mikro. Selain itu, ketahanan aus juga semakin meningkat hingga temperatur aging 175oC, ditunjukkan dengan pengurangan massanya yang semakin menurun. Namun, pada sampel aging 200oC, ketahanan aus menurun. Hal tersebut terjadi karena ada banyaknya cacat berupa porositas pada sampel aging 200oC.
STUDI TRIBOLOGI FENOMENA KEAUSAN EROSIF POLIKARBONAT (PC) DENGAN METODE AIR JET EROSION
Polimer menjadi salah satu jenis material yang banyak digunakan pada beberapa dekade kebelakang. Salah satu jenis aplikasi dari polimer merupakan atap dari polikarbonat. Polikarbonat untuk atap dipilih karena sifat dan strukturnya yang mendukung yakni transparan, ketahanan impak tinggi dan rentang temperatur yang cukup untuk aplikasi lingkungan ekstrem. Lingkungan yang ekstrem ini menjadi tantangan tersendiri untuk polikarbonat sebab hujan, badai, angin, debu dan paparan sinar matahari menjadi elemen yang dapat merusak polikarbonat. Oleh sebab itu, penelitian ini berfokus pada performa keausan dan degradasi dengan menggunakan air jet erosion dan degradasi menggunakan heat aging. Air jet erosion disini memungkinkan untuk simulasi performa polikarbonat dalam menghadapi keausan erosif pada penggunaannya dan heat aging sebagai pengujian bagaimana penurunan performa polikarbonat ketika mengalami degradasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa polikarbonat memiliki dampak keausan yang tidak signifikan terhadap kecepatan partikel, laju penurunan partikel dan degradasi materialnya. Polikarbonat hanya mengalami dampak keausan yang signifikan pada sudut serang partikel pada sudut serang rendah yakni 15o.