📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenAPLIKASI FOTOGRAMETRI RENTANG DEKAT DENGAN MENGGUNAKAN WAHANA UNMANNED AERIAL VEHICLE UNTUK PENENTUAN VOLUME HASIL TAMBANG (STUDI KASUS: PERTAMBANGAN NIKEL PT. WEDA BAY NICKEL)
Pekerjaan pertambangan menuntut kecepatan dan ketelitian pada setiap pengukuran. Pada gundukan hasil tambang terutama tambang nikel PT.Weda Bay Nickel, setiap gundukan memiliki batasmaksimal massa dan volume gundukan. Apabila gundukan telah mencapai batas maksimal, harus dibuat gundukan baru untuk menampung hasil tambang. Saat ini pengukuran massa gundukan hanya dilakukan dengan melakukan timbangan. Namun masih terdapat kesalahan pada timbangan seperti tidak berfungsinya timbangan dan kesalahan pencatatan data. karena itu dibutuhkan metode baru untuk menentukan massa dan volume gundukan dengan cepat dan akurat.Fotogrametri rentang dekat (FRD) dapat memberikan data berupa point cloud. Point cloud merupakan sekumpulan titik-titik yang memiliki koordinat yang dihasilkan dari pengolahan dua foto yang bertampalan. Dari data point cloud tersebut dapat diolah sehingga dapat menghasilkan data digital elevation model (DEM) yang dapat dihitung volumenya. Dari data tersebut dapat dicari massa objek dengan cara perkalian antara volume objek dengan berat jenis objek. FRD dapat dikombinasikan dengan wahana unmanned aerial vehicle (UAV) dalam hal akuisisi data. dengan bantuan UAV, proses akuisisi data dapat dilakukan dengan cepat dan dapat memperoleh data yang sulit didapat seperti data objek bagian atas. Sehingga metode FRD dapat dijadikan metode alternatif penentuan volume gundukan hasil tambang nikel dengan cepat dan akurat.
PENGARUH PERBEDAAN JUMLAH GCP PADA PENGUKURAN VOLUME STOCKPILE MENGGUNAKAN FIXED-WING UAV (WINGTRA) STUDI KASUS: STOCKPILE GREENBELT 2 BANKO BARAT
Kerja praktik di PT Bukit Asam Tbk bertujuan untuk menerapkan ilmu dan keterampilan dari kegiatan di perkuliahan dalam pengukuran volume stockpile batu bara menggunakan teknologi Terrestrial Laser Scanner (TLS) dan Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Lokasi kerja praktik ada pada Satuan Kerja Pemetaan dengan akuisisi data di stockpile Greenbelt 2, Banko Barat, Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Dalam kegiatan ini, jumlah Ground Control Point (GCP) divariasikan (5, 6, dan 9 GCP) untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap akurasi pengukuran volume menggunakan UAV. Data foto udara yang diperoleh dari UAV diolah menjadi Dense Cloud dan Digital Terrain Model (DTM) untuk menghitung volume, dengan hasil dari TLS dijadikan sebagai data referensi. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa jumlah GCP yang lebih banyak cenderung menghasilkan volume yang lebih akurat, mendekati hasil perhitungan menggunakan data TLS. Pada pemakaian 9 GCP, selisih volume yang diperoleh dengan data TLS sebesar 571.051 m³ dengan perbedaan sebesar 2,957%, yang merupakan selisih terkecil dibandingkan dengan pemakaian 5 dan 6 GCP. Selisih ini menunjukkan bahwa dengan meningkatnya jumlah GCP, akurasi perhitungan volume meningkat. Walau begitu, setiap jumlah GCP yang diuji tetap memberikan hasil dengan selisih volume yang berada di atas toleransi standar ASTM D6172- 98 sebesar 2%. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun penggunaan UAV memberikan hasil yang mendekati data referensi, tetap ada batasan akurasi yang dipengaruhi oleh jumlah dan konfigurasi GCP yang digunakan, serta pengolahan yang dilakukan. Penggunaan UAV juga lebih efisien dalam waktu dan tenaga kerja, namun membutuhkan perencanaan matang dalam hal teknis seperti penempatan GCP dan pemrosessan data yang lebih baik untuk mencapai akurasi setara TLS. Selain itu, visualisasi profil memanjang dan melintang yang dihasilkan dari DTM menunjukkan adanya perbedaan kecil namun signifikan pada ketinggian yang mempengaruhi hasil akhir perhitungan volume. Anomali juga ditemukan pada area yang terdapat obstruksi seperti alat berat (excavator) yang dapat mengganggu proses akuisisi data. Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan ini adalah bahwa penggunaan UAV dalam pengukuran volume stockpile dapat menjadi alternatif yang efisien dan fleksibel dibandingkan dengan TLS, namun akurasi hasil sangat bergantung pada penempatan dan jumlah GCP. Oleh karena itu, untuk mencapai hasil yang optimal, perlu dilakukan perencanaan yang matang dari tahap akuisisi data, pengolahan data, hingga penyajian data.