📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenPENGEMBANGAN DESAIN INTERAKSI PADA APLIKASI WHOOSH DENGAN METODE USER-CENTERED DESIGN
Aplikasi Whoosh adalah aplikasi mobile yang dikembangkan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) untuk mendukung pemesanan tiket dan akses informasi perjalanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Meskipun dirancang untuk memudahkan pengguna, aplikasi ini hanya mendapat rating 1,5 dari 5 di App Store dan 2,3 dari 5 di Play Store. Berdasarkan ulasan pengguna, aplikasi yang seharusnya mempermudah perjalanan kenyataannya menimbulkan berbagai kesulitan, seperti tidak adanya informasi jadwal kereta feeder yang terintegrasi, tidak tersedianya notifikasi pengingat keberangkatan, alur pemesanan yang tidak intuitif, tampilan riwayat pemesanan yang tidak lengkap, serta tidak adanya fitur bantuan langsung dalam aplikasi. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dan pengembangan desain interaksi pada aplikasi Whoosh. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain interaksi aplikasi Whoosh yang baik sehingga pengguna dapat melakukan pemesanan tiket kereta cepat dengan mudah dan nyaman. Penelitian dilakukan dengan metode User-Centered Design (UCD) yang menempatkan kebutuhan dan permasalahan pengguna sebagai landasan utama setiap keputusan desain. Kebutuhan pengguna diidentifikasi melalui penyebaran kuesioner dan wawancara terhadap pengguna aktif aplikasi Whoosh. Implementasi desain berupa prototipe high-fidelity yang dikembangkan dengan kakas React Native. Evaluasi dilakukan dengan dua metode pengujian, yaitu Single Ease Question (SEQ) dan System Usability Scale (SUS), serta pertanyaan tambahan terkait usability goals dan user experience goals. Pengujian dilakukan pada empat tahapan: baseline aplikasi Whoosh versi 1.2.002, evaluasi prototipe low-fidelity, serta evaluasi prototipe high-fidelity iterasi pertama dan kedua. Hasil evaluasi menunjukkan nilai rata-rata SEQ pada prototipe high-fidelity iterasi kedua adalah 6,91 dari 7 dengan efektivitas 100%, dan nilai rata-rata SUS adalah 94 dari 100 yang dikategorikan sebagai Excellent, meningkat signifikan dari nilai baseline sebesar 43,5 yang dikategorikan sebagai Poor. Berdasarkan pertanyaan tambahan, 100% pengguna setuju bahwa aplikasi membantu proses pemesanan tiket Whoosh, memiliki alur yang efisien, serta menyajikan informasi yang jelas dan mudah dipahami. Hal ini menunjukkan bahwa desain interaksi yang dirancang memenuhi usability goals effective to use, efficient to use, easy to learn, dan have a good utility, serta user experience goals helpful.
DESAIN INTERAKSI PERBAIKAN NO-CODE PAYMENT LINK PRODUCT PADA DOKU MERCHANT DASHBOARD DENGAN PENDEKATAN USER CENTERED DESIGN
Kondisi ekonomi digital di Indonesia saat ini mencerminkan perkembangan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu perusahaan financial technology yang berperan penting dalam memajukan ekonomi digital di Indonesia adalah DOKU. Payment link, salah satu produk DOKU, adalah produk yang digunakan oleh entitas bisnis untuk membuat sebuah tautan yang memungkinkan pelanggan untuk melakukan pembayaran online dengan berbagai metode pembayaran yang tersedia. Namun, berdasarkan analisis yang diungkap dalam dokumen Payment Link Competitive Analysis perusahaan DOKU, terlihat bahwa DOKU Payment Link memiliki sejumlah gap fungsionalitas yang cukup signifikan bila dibandingkan dengan produk pesaing. Tugas akhir ini bertujuan untuk menghasilkan desain interaksi perbaikan produk no-code payment link pada DOKU Merchant Dashboard yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna. Metodologi yang digunakan pada tugas akhir ini adalah user-centered design (UCD) dengan standar internasional ISO 9241-210:2010. Hasil akhir dari tugas akhir ini berupa high-fidelity prototype DOKU Payment Link dengan tambahan fungsionalitas baru (Multiple Payment, Customize Payment Link, Open Amount, Simple Amount, Gather/Collect Customer Details, Predefined Template, Split Amount, Adjustable Quantity, Partial Payment, Attachment) serta perbaikan desain interaksi fungsionalitas existing dengan memperhatikan prinsip usability heuristic dan UI guidelines yang telah diujikan sebanyak dua kali iterasi. Berdasarkan hasil evaluasi iterasi terakhir, didapatkan bahwa desain interaksi memenuhi usability goals karena usability secara keseluruhan cukup baik dengan SUS bernilai 67.5 dari skala 100 (OK, grade C) dan SEQ bernilai 3.66 dari skala 5 (cenderung mudah); having good utility dengan satisfaction rate bernilai 79.4%; effective to use dengan task completion rate 100% (dengan direct success 96.88%) dan number of error yang menurun dari hasil evaluasi pertama desain interaksi; efficient to use dengan avg time to complete per task yang juga menurun 22.79% dari hasil evaluasi pertama desain interaksi. Desain interaksi perbaikan juga memenuhi user experience goals karena helpful dengan IMI:value/usefulness bernilai 5.2 dari skala 7 dan experiencing flow dengan direct success rate 96.88%.