📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 3 dokumen

COMPANY VALUATION OF PT PERTAMINA DRILLING SERVICE INDONESIA

Industri minyak dan gas di Indonesia merupakan salah satu sektor industri yang perkembangannya sangat mempengaruhi perekonomian negara. Industry ini memeliki peranan penting karena setiap perubahan yang terjadi di sektor ini memberikan dampak yang cukup krusial bagi sektor - sektor lainnya. Pada penelitian ini, peneliti tidak memfokuskan pada industry minyak dan gas secara general, melainkan meneliti mengenai salah satu esensi penting dalam industri ini, yaitu jasa pengeboran. Perusahaan yang di bahas pada research ini adalah PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PT PDSI) yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengeboran dan berdiri pada tahun 2008 di bawa wewenang PT PERTAMINA (Persero) sebagai perusahaan induk. PT PDSI memiliki performa yang baik pada tahun 2008 dan 2009 dikarenakan "captive market", namun pada tahun selanjutnya performa mereka menurun karena perubahan peraturan oleh BP MIGAS. Berdasarkan performa mereka pada tahun 2008-2010 dan metode valuasi perusahaan, peneliti menggunakan 3 pendekatan finansial, yaitu pendekatan berdasarkan asset, pendekatan berdasarkan pasar, dan pendekatan berdasarkan pemasukan. Pada metode pendekatan berdasarkan aset, peneliti mengkalkulasikan nilai aset dan hutang yang dimiliki perusahaan untuk di setarakan dengan kondisi pada tahun berikutnya. Metode pendekatan berdasarkan pasar menfokuskan pada perhitungan yang di perhitungkan oleh shareholder, yaitu rasio Price-Earning. Dan pendekatan terakhir adalah berdasarkan penghasilan dimana perhitungan memfokuskan pada kalkulasi Free-Cash-Flow perusahaan. Hasil kalkulasi yang didapatkan peneliti adalah Rp 3,078,651 juta untuk perhitungan berdasarkan pendekatan asset, Rp 7,305,895 juta berdasarkan pendekatan market, dan Rp 8,885,664 juta berdasarkan pendekatan penghasilan. Jarak yang di dapat dari ketiga kall Jasi ini memberikan gambaran berapakah jaraknilai yang dimiliki PT PDSI pada tahun berikutnya. Berdasarkan hasil penelitian, nilai yang dimiliki perusahaan sudah sangat baik namun tidaktermanfaatkan dengan maksimal. Untuk menggapai rencana jangka panjang perusahaan, PT PDSI harus melakukan transformasi yang mempengaruhi seluruh aktifit. Untuk membatu mencapai hal tersebut, PT PDSI harus menjadi sebuah perusahaan yang lebih mandiri dan salah satu opsi yang akan mungkin dilakukan adalah melakukan IPO. Kata-kata kunci:Industri minyak dan gas di Indonesia merupakan salah satu sektor industri yang perkembangannya sangat mempengaruhi perekonomian negara. Industry ini memeliki peranan penting karena setiap perubahan yang terjadi di sektor ini memberikan dampak yang cukup krusial bagi sektor - sektor lainnya. Pada penelitian ini, peneliti tidak memfokuskan pada industry minyak dan gas secara general, melainkan meneliti mengenai salah satu esensi penting dalam industri ini, yaitu jasa pengeboran. Perusahaan yang di bahas pada research ini adalah PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PT PDSI) yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengeboran dan berdiri pada tahun 2008 di bawa wewenang PT PERTAMINA (Persero) sebagai perusahaan induk. PT PDSI memiliki performa yang baik pada tahun 2008 dan 2009 dikarenakan "captive market", namun pada tahun selanjutnya performa mereka menurun karena perubahan peraturan oleh BP MIGAS. Berdasarkan performa mereka pada tahun 2008-2010 dan metode valuasi perusahaan, peneliti menggunakan 3 pendekatan finansial, yaitu pendekatan berdasarkan asset, pendekatan berdasarkan pasar, dan pendekatan berdasarkan pemasukan. Pada metode pendekatan berdasarkan aset, peneliti mengkalkulasikan nilai aset dan hutang yang dimiliki perusahaan untuk di setarakan dengan kondisi pada tahun berikutnya. Metode pendekatan berdasarkan pasar menfokuskan pada perhitungan yang di perhitungkan oleh shareholder, yaitu rasio Price-Earning. Dan pendekatan terakhir adalah berdasarkan penghasilan dimana perhitungan memfokuskan pada kalkulasi Free-Cash-Flow perusahaan. Hasil kalkulasi yang didapatkan peneliti adalah Rp 3,078,651 juta untuk perhitungan berdasarkan pendekatan asset, Rp 7,305,895 juta berdasarkan pendekatan market, dan Rp 8,885,664 juta berdasarkan pendekatan penghasilan. Jarak yang di dapat dari ketiga kall Jasi ini memberikan gambaran berapakah jaraknilai yang dimiliki PT PDSI pada tahun berikutnya. Berdasarkan hasil penelitian, nilai yang dimiliki perusahaan sudah sangat baik namun tidaktermanfaatkan dengan maksimal. Untuk menggapai rencana jangka panjang perusahaan, PT PDSI harus melakukan transformasi yang mempengaruhi seluruh aktifit. Untuk membatu mencapai hal tersebut, PT PDSI harus menjadi sebuah perusahaan yang lebih mandiri dan salah satu opsi yang akan mungkin dilakukan adalah melakukan IPO. Kata-kata kunci: valuasi, nilai, pendekatan berdasarkan aset, pendekatan berdasarkan pasar, pendekatan berdasarkan penghasilan, IPO

2026
👤 Penulis: Mohammad Rinaldy
🏷️ Valuasi Perusahaan 🏷️ Pengeboran Minyak Dan Gas 🏷️ Industri Pertambangan

COMPANY VALUATION OF PT PERTAMINA DRILLING SERVICE INDONESIA

Industri minyak dan gas di Indonesia merupakan salah satu sektor industri yang perkembangannya sangat mempengaruhi perekonomian negara. Industry ini memeliki peranan penting karena setiap perubahan yang terjadi di sektor ini memberikan dampak yang cukup krusial bagi sektor - sektor lainnya. Pada penelitian ini, peneliti tidak memfokuskan pada industry minyak dan gas secara general, melainkan meneliti mengenai salah satu esensi penting dalam industri ini, yaitu jasa pengeboran. Perusahaan yang di bahas pada research ini adalah PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PT PDSI) yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengeboran dan berdiri pada tahun 2008 di bawa wewenang PT PERTAMINA (Persero) sebagai perusahaan induk. PT PDSI memiliki performa yang baik pada tahun 2008 dan 2009 dikarenakan "captive market", namun pada tahun selanjutnya performa mereka menurun karena perubahan peraturan oleh BP MIGAS. Berdasarkan performa mereka pada tahun 2008-2010 dan metode valuasi perusahaan, peneliti menggunakan 3 pendekatan finansial, yaitu pendekatan berdasarkan asset, pendekatan berdasarkan pasar, dan pendekatan berdasarkan pemasukan. Pada metode pendekatan berdasarkan aset, peneliti mengkalkulasikan nilai aset dan hutang yang dimiliki perusahaan untuk di setarakan dengan kondisi pada tahun berikutnya. Metode pendekatan berdasarkan pasar menfokuskan pada perhitungan yang di perhitungkan oleh shareholder, yaitu rasio Price-Earning. Dan pendekatan terakhir adalah berdasarkan penghasilan dimana perhitungan memfokuskan pada kalkulasi Free-Cash-Flow perusahaan. Hasil kalkulasi yang didapatkan peneliti adalah Rp 3,078,651 juta untuk perhitungan berdasarkan pendekatan asset, Rp 7,305,895 juta berdasarkan pendekatan market, dan Rp 8,885,664 juta berdasarkan pendekatan penghasilan. Jarak yang di dapat dari ketiga kall Jasi ini memberikan gambaran berapakah jaraknilai yang dimiliki PT PDSI pada tahun berikutnya. Berdasarkan hasil penelitian, nilai yang dimiliki perusahaan sudah sangat baik namun tidaktermanfaatkan dengan maksimal. Untuk menggapai rencana jangka panjang perusahaan, PT PDSI harus melakukan transformasi yang mempengaruhi seluruh aktifit. Untuk membatu mencapai hal tersebut, PT PDSI harus menjadi sebuah perusahaan yang lebih mandiri dan salah satu opsi yang akan mungkin dilakukan adalah melakukan IPO. Kata-kata kunci:Industri minyak dan gas di Indonesia merupakan salah satu sektor industri yang perkembangannya sangat mempengaruhi perekonomian negara. Industry ini memeliki peranan penting karena setiap perubahan yang terjadi di sektor ini memberikan dampak yang cukup krusial bagi sektor - sektor lainnya. Pada penelitian ini, peneliti tidak memfokuskan pada industry minyak dan gas secara general, melainkan meneliti mengenai salah satu esensi penting dalam industri ini, yaitu jasa pengeboran. Perusahaan yang di bahas pada research ini adalah PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PT PDSI) yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengeboran dan berdiri pada tahun 2008 di bawa wewenang PT PERTAMINA (Persero) sebagai perusahaan induk. PT PDSI memiliki performa yang baik pada tahun 2008 dan 2009 dikarenakan "captive market", namun pada tahun selanjutnya performa mereka menurun karena perubahan peraturan oleh BP MIGAS. Berdasarkan performa mereka pada tahun 2008-2010 dan metode valuasi perusahaan, peneliti menggunakan 3 pendekatan finansial, yaitu pendekatan berdasarkan asset, pendekatan berdasarkan pasar, dan pendekatan berdasarkan pemasukan. Pada metode pendekatan berdasarkan aset, peneliti mengkalkulasikan nilai aset dan hutang yang dimiliki perusahaan untuk di setarakan dengan kondisi pada tahun berikutnya. Metode pendekatan berdasarkan pasar menfokuskan pada perhitungan yang di perhitungkan oleh shareholder, yaitu rasio Price-Earning. Dan pendekatan terakhir adalah berdasarkan penghasilan dimana perhitungan memfokuskan pada kalkulasi Free-Cash-Flow perusahaan. Hasil kalkulasi yang didapatkan peneliti adalah Rp 3,078,651 juta untuk perhitungan berdasarkan pendekatan asset, Rp 7,305,895 juta berdasarkan pendekatan market, dan Rp 8,885,664 juta berdasarkan pendekatan penghasilan. Jarak yang di dapat dari ketiga kall Jasi ini memberikan gambaran berapakah jaraknilai yang dimiliki PT PDSI pada tahun berikutnya. Berdasarkan hasil penelitian, nilai yang dimiliki perusahaan sudah sangat baik namun tidaktermanfaatkan dengan maksimal. Untuk menggapai rencana jangka panjang perusahaan, PT PDSI harus melakukan transformasi yang mempengaruhi seluruh aktifit. Untuk membatu mencapai hal tersebut, PT PDSI harus menjadi sebuah perusahaan yang lebih mandiri dan salah satu opsi yang akan mungkin dilakukan adalah melakukan IPO. Kata-kata kunci: valuasi, nilai, pendekatan berdasarkan aset, pendekatan berdasarkan pasar, pendekatan berdasarkan penghasilan, IPO

2026
👤 Penulis: Mohammad Rinaldy
🏷️ Valuasi Perusahaan 🏷️ Pengeboran Minyak Dan Gas 🏷️ Industri Pertambangan

VALUASI PERUSAHAAN PT ASTRA OTOPARTS TBK: MENGGUNAKAN METODE ARUS KAS DISKONTO DAN VALUASI RELATIF

Industri otomotif merupakan salah satu sektor penting dalam struktur perekonomian Indonesia, khususnya pada sektor manufaktur dan perdagangan. Pada tahun 2023, sektor manufaktur memberikan kontribusi sebesar 18,67% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, sehingga menjadi penyumbang terbesar bagi perekonomian negara. Selain itu, sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi kendaraan bermotor dan sepeda motor, memberikan kontribusi sebesar 12,94% terhadap PDB Indonesia pada periode yang sama. Transisi ke kendaraan listrik membuka peluang dan tantangan baru. Dukungan dari Pemerintah Indonesia, melalui Peraturan Presiden No. 79 Tahun 2023, dapat memengaruhi permintaan komponen khusus dalam produksi kendaraan listrik. Sebagai salah satu pemain utama dalam industri komponen otomotif Indonesia, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) memiliki kehadiran yang sangat kuat baik di divisi OEM maupun aftermarket. Perusahaan secara aktif berpartisipasi dalam sektor ini dan memungkinkan perawatan kendaraan, layanan perbaikan, dan penggantian komponen. Valuasi perusahaan semakin penting di tengah perubahan lanskap industri otomotif, terutama karena maraknya kendaraan listrik dan perubahan perilaku konsumen. Studi ini diawali dengan analisis kinerja keuangan historis AUTO, yang memberikan gambaran umum lanskap bisnis melalui kerangka kerja seperti Lima Kekuatan Porter dan analisis PESTEL. Model Arus Kas Diskonto (DCF) telah digunakan untuk analisis valuasi guna menghitung nilai intrinsik AUTO dengan memproyeksikan arus kas masa depannya berdasarkan Biaya Modal Rata-rata Tertimbang (WACC) dan pertumbuhan terminal. Selain itu, metode Penilaian Relatif, yang didukung oleh kelipatan seperti Rasio Harga terhadap Pendapatan (PER), Harga terhadap Nilai Buku (PBV), dan EV/EBITDA, menyajikan pandangan relatif dengan membandingkan AUTO dengan perusahaan sejenis di industri. Metode penilaian ini akan memberikan gambaran umum yang komprehensif tentang posisi keuangan perusahaan dan manfaat investasinya. Studi ini menemukan bahwa AUTO saat ini dinilai terlalu rendah, baik dari metode DCF maupun Penilaian Relatif. Dari analisis DCF, nilai intrinsik yang diperoleh berada di atas harga pasar saat ini. Penilaian valuasi relatif juga menunjukkan kelipatan PER, PBV, dan EV/EBITDA AUTO yang menguntungkan dibandingkan dengan rata-rata industri, yang semakin menggarisbawahi daya tariknya sebagai investasi.

2025
👤 Penulis: Muttaqin Rizki Putra
🏷️ Valuasi Perusahaan 🏷️ Industri Otomotif 🏷️ Analisis Kinerja Keuangan
💬