📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 4 dokumenPEMBANGUNAN DASHBOARD GENERALISASI PENYAJIAN GARIS PANTAI
Kebijakan Satu Peta (KSP) mengamanatkan tersedianya peta dasar multiskala yang konsisten di seluruh wilayah Indonesia. Proses generalisasi kartografi diperlukan untuk menurunkan peta dari skala besar ke skala lebih kecil, namun keragaman morfologi garis pantai Indonesia, meliputi bentuk memanjang (elongated), bentuk lebar (broad), bentuk bergerigi (rugged), bentuk halus (smooth) yang relatif lurus, hingga bentuk ortogonal (orthogonal), menuntut pendekatan yang adaptif, bukan seragam. Capstone ini membangun sebuah dashboard penyajian generalisasi garis pantai yang mengintegrasikan segmentasi morfologi otomatis berbasis model deep learning BendSeqLSTM, otomatisasi generalisasi adaptif per tipe morfologi, serta antarmuka visualisasi dan pengunduhan hasil. Model BendSeqLSTM mengklasifikasikan segmen garis pantai menggunakan jaringan BiLSTM, sehingga setiap segmen memperoleh parameter generalisasi yang tepat sesuai karakteristiknya. Produk akhir berupa model deep learning segmentasi morfologi garis pantai, plugin generalisasi garis pantai, dan dashboard visualisasi dan distribusi produk.
PEMBANGUNAN DASHBOARD PENYAJIAN GENERALISASI GARIS PANTAI
Kebijakan Satu Peta (KSP) mengamanatkan tersedianya peta dasar multiskala yang konsisten di seluruh wilayah Indonesia. Proses generalisasi kartografi diperlukan untuk menurunkan peta dari skala besar ke skala lebih kecil, namun keragaman morfologi garis pantai Indonesia, meliputi bentuk memanjang (elongated), bentuk lebar (broad), bentuk bergerigi (rugged), bentuk halus (smooth) yang relatif lurus, hingga bentuk ortogonal (orthogonal), menuntut pendekatan yang adaptif, bukan seragam. Capstone ini membangun sebuah dashboard penyajian generalisasi garis pantai yang mengintegrasikan segmentasi morfologi otomatis berbasis model deep learning BendSeqLSTM, otomatisasi generalisasi adaptif per tipe morfologi, serta antarmuka visualisasi dan pengunduhan hasil. Model BendSeqLSTM mengklasifikasikan segmen garis pantai menggunakan jaringan BiLSTM, sehingga setiap segmen memperoleh parameter generalisasi yang tepat sesuai karakteristiknya. Produk akhir berupa model deep learning segmentasi morfologi garis pantai, plugin generalisasi garis pantai, dan dashboard visualisasi dan distribusi produk.
STUDI IMPLEMENTASI KONSEP CITYGML PADA PERANGKAT LUNAK VISUALISASI TIGA DIMENSI (3D)
Model 3D geospasial sudah banyak digunakan dalam berbagai bidang, seperti perencanaan kota, telekomunikasi, manajemen bencana, kadaster, navigasi kendaraan atau pejalan kaki, manajemen fasilitas, dan simulasi lingkungan. Konsep CityGML dirancang untuk menunjang penyimpanan dan pertukaran data model 3D geospasial. Oleh karena itu, dibutuhkan perangkat lunak yang dapat menyesuaikan dengan konsep CityGML. Laboratorium Grafika dan Intelegensia Buatan (GAIB) ITB telah membuat perangkat lunak visualisasi 3D yang dinamakan GAIB 3D, namun belum pernah diuji apakah perangkat lunak ini dapat? mengakomodir konsep CityGML. Model rumah dan area kampus Institut Teknologi Bandung dimodelkan menggunakan Google Sketchup dan dibuat menjadi model 3D dalam Land Xplorer CityGML Viewer, perangkat lunak yang dibuat untuk membaca file CityGML, dan GAIB 3D, perangkat lunak visualisasi 3D yang belum pernah diuji dengan konsep CityGML. Beberapa aspek digunakan untuk membandingkan kedua perangkat lunak, yaitu aspek geometri yang terdiri dari posisi, bentuk, skala, dan orientasi objek. Aspek lainnya adalah aspek data dan atribut, yang terdiri dari tekstur, Level of Detail, atribut, dan format file. Penelitian ini menghasilkan sebuah kesimpulan yang menyatakan bahwa GAIB 3D belum dapat mengaplikasikan konsep CityGML secara maksimal. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan kemampuan GAIB 3D dalam menyesuaikan dengan model berbasis pengukuran (reality based modeling). Pada akhir penelitian dibuat skema untuk penggunaan GAIB 3D dan perannya dalam manajemen informasi spasial 3D.
VISUALISASI OBJEK KADASTER KELAUTAN TIGA DIMENSI (3D) DENGAN MENGGUNAKAN METODE HYBRID UNTUK MENDUKUNG KADASTER KELAUTAN
Berkembangnya konsep kadaster kelautan dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Contohnya, jumlah penduduk yang terus bertambah, meningkatnya kegiatan manusia dalam mengeksploitasi dan mengeksplorasi sumber daya serta semakin sedikitnya lahan di darat, membuat kebutuhan akan ruang di laut semakin meningkat. Ruang laut yang mempunyai sifat tiga dimensi (permukaan laut, kolom antara permukaan laut dan dasar laut serta dasar laut itu sendiri) membutuhkan penataan dan pengelolaan ruang yang baik. Penataan ruang itu diperlukan agar tidak terjadi konflik antar dua pihak yang mempunyai hak pengelolaan ruang laut yang bersebelahan.Visualisasi yang digunakan pada saat ini, yaitu visualisasi dua dimensi (2D). Visualisasi ini mempunyai kekurangan dalam menampilkan bentuk geometri dan ruang objek kadaster kelautan.Untuk menutupi kekurangan tersebut, maka muncul lah konsep visualisasi tiga dimensi (3D). Visualisasi 3D mempunyai kemampuan dalam menampilkan bentuk geometri dan ruang objek kadaster kelautan dengan tidak melupakan konsep 2D (posisi dan luas). Visualisasi 3D yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode hybrid dimana informasi 2D yang telah ada ditambahkan atau diintegritaskan dengan informasi ketinggian/kedalaman objek kadaster kelautan.Hasil dari penelitian ini yaitu Hotel Laut Jaya yang terletak di daerah pesisir dapat divisualisasikan secara 3D dengan menggunakan metode hybrid.