📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 2 dokumen

PENGEMBANGAN WEBGIS UNTUK VISUALISASI INTERAKTIF SPASIOTEMPORAL DATA METOCEAN DAN ZONASI PESISIR DI KALIMANTAN TENGAH

Pengelolaan tata ruang laut dan sumber daya pesisir yang dinamis memerlukan instrumen pemantauan spasiotemporal yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem WebGIS interaktif bagi perairan Kalimantan Tengah yang mengintegrasikan pemantauan oseanografi near real-time dan forecasting hingga sepuluh hari ke depan dengan tiga modul analitik utama, yakni indeks kesesuaian Keramba Jaring Apung (KJA), pemetaan Daerah Penangkapan Ikan (DPI) pelagis, dan sistem peringatan dini Marine Heatwave (MHW). Sistem dibangun menggunakan pola Arsitektur Hibrida (Hybrid Compute-Delivery) yang memisahkan beban komputasi tingkat tinggi pada peladen backend (Python, FastAPI, Xarray) dari proses penyajian antarmuka di frontend (Leaflet.js), dengan sumber data utama CMEMS, ECMWF, BIG-BATNAS. Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa luas perairan dengan tingkat kesesuaian sangat sesuai (S1) untuk budidaya KJA mencapai 1.143.357 Ha bagi komoditas lobster dan 876.743 Ha bagi kerapu, dengan faktor pembatas utama berupa penurunan salinitas akibat river runoff, kedalaman, dan kecepatan arus. Pemetaan DPI komoditas Tuna Tongkol-Cakalang (TTC) mengidentifikasi zona potensi tinggi (S1) seluas 1.514.504 Ha di perairan lepas pantai tanpa terdeteksinya zona potensi rendah (S3), mengindikasikan bahwa seluruh domain perairan kajian memiliki potensi tangkap minimal sedang. Analisis klimatologis 30 tahun (1993-2025) mendeteksi akumulasi kejadian MHW yang terpusat di perairan lepas pantai pada kisaran 869-1.584 hari, jauh melampaui intensitas kejadian Marine Cold Spell (MCS) pada kisaran 733 1.046 hari. Pengujian kepada 22 pemangku kepentingan kelautan menunjukkan tingkat kepuasan tinggi dengan skor 4,70/5,00. Fitur penumpangsusunan (overlay) dinamika metocean dengan batas legal zonasi (RZWP-3-K) terbukti esensial dalam memitigasi tumpang tindih pemanfaatan ruang. Secara komprehensif, WebGIS ini berhasil dirancang sebagai instrumen inovatif pendukung keputusan tata ruang laut di Kalimantan Tengah.

2026
👤 Penulis: Syafrizal Hidayat
🏷️ Webgis 🏷️ Pemantauan Oseanografi 🏷️ Analisis Klimatologis

PENGEMBANGAN PLATFORM SISTEM INFORMASI PERINGATAN DINI BANJIR BERBASIS WEBGIS DI DAS PALU, SULAWESI TENGAH

Daerah Aliran Sungai (DAS) Palu, Sulawesi Tengah, telah menghadapi beberapa bencana banjir signifikan yang diperparah oleh terbatasnya akses terhadap informasi peringatan dini yang efektif dan mudah dipahami. Keterbatasan sistem peringatan dini yang sudah ada juga menjadi dasar pengembangan purwarupa ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Z-FEWS (Zephyr - Flood Early Warning System), sebuah platform sistem informasi peringatan dini banjir berbasis WebGIS untuk meningkatkan kemampuan pemantauan, analisis, dan visualisasi potensi banjir di DAS Palu. Pengembangan Z-FEWS berpusat pada pengolahan dan visualisasi data hidrometeorologi. Sistem ini mengintegrasikan data curah hujan dari satelit, radar cuaca, serta data karakteristik fisik DAS Palu yang diperoleh dari data elevasi digital dan data model hidrologi untuk menjadi masukan bagi model machine learning yang telah dilatih untuk menghasilkan prediksi debit sungai untuk setiap titik outlet selama 24 jam ke depan. Hasil prediksi debit ini selanjutnya dianalisis untuk menentukan nilai debit puncak yang kemudian diklasifikasikan menjadi level-level bahaya peringatan dini berdasarkan ambang batas periode ulang debit yang telah ditetapkan. Hasil pengembangan adalah purwarupa fungsional WebGIS Z-FEWS (https://zfews.online) yang mampu menyajikan informasi peringatan dini banjir secara komprehensif. Halaman depan menyajikan ringkasan peringatan aktif, sementara halaman peta interaktif menjadi platform utama untuk visualisasi dan analisis. Pengguna dapat melihat sebaran spasial 30 titik outlet peringatan dengan status bahaya yang dilengkapi dengan warna. Fitur detail peringatan diaktifkan saat pengguna memilih titik peringatan spesifik, menampilkan peta terfokus, informasi detail karakteristik DAS terkait, dan panel utama berupa grafik hidrograf prediksi debit 24 jam. Hidrograf ini secara visual menyajikan dinamika aliran yang diprediksi, nilai debit puncak, estimasi waktu kedatangan, serta perbandingannya dengan ambang batas periode ulang banjir (2, 5, dan 10 tahun). Pengujian fungsional menunjukkan sistem beroperasi sesuai rancangan dan diharapkan dapat membantu dalam upaya mitigasi bencana banjir di DAS Palu.

2025
👤 Penulis: Nafal Shaquille Muhammad
🏷️ Webgis 🏷️ Analisis Hidrologi 🏷️ Pengelolaan Bencana Banjir
💬