📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 2 dokumenPERENCANAAN MITIGASI TSUNAMI AKIBAT GEMPA ZONA SUBDUKSI SELATAN JAWA DI TELUK PACITAN, JAWA TIMUR
Teluk Pacitan yang berada di Provinsi Jawa Timur merupakan kawasan pesisir di selatan Jawa yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia dan berada pada pengaruh zona subduksi selatan Jawa. Katalog Tsunami Indonesia 416-2025, menunjukkan bahwa Jawa Timur mengalami total 11 kali gempa yang merupakan sumber dari kejadian tsunami. Pemodelan tsunami dilakukan dengan menggunakan perangkat Delft-3D dan Delft-Dashboard dengan skenario sumber gempa mengacu pada PUSGEN 2024. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gelombang tsunami tiba di Teluk Pacitan dalam waktu sekitar 21 – 31 menit, dengan tinggi gelombang maksimum di depan teluk mencapai sekitar 10 meter. Luas daerah yang tergenang diperoleh sebesar 67.8 ha. Beberapa rencana mitigasi diterapkan pada studi ini. Penerapan skenario greenbelt dapat mereduksi luas genangan sebesar 4.6%. Sementara itu, analisis variasi tinggi tsunami wall menunjukkan bahwa dengan tinggi 5 meter dapat memberikan efektivitas terbaik berdasarkan rasio pengurangan kerugian terhadap biaya investasi, dengan nilai rasio 0.376. Pada skenario ini, estimasi kerugian bangunan menurun dari Rp143,18 miliar menjadi Rp76,47 miliar.
PERENCANAAN MITIGASI TSUNAMI AKIBAT GEMPA ZONA SUBDUKSI SELATAN JAWA DI TELUK PACITAN, JAWA TIMUR
Teluk Pacitan yang berada di Provinsi Jawa Timur merupakan kawasan pesisir di selatan Jawa yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia dan berada pada pengaruh zona subduksi selatan Jawa. Katalog Tsunami Indonesia 416-2025, menunjukkan bahwa Jawa Timur mengalami total 11 kali gempa yang merupakan sumber dari kejadian tsunami. Pemodelan tsunami dilakukan dengan menggunakan perangkat Delft-3D dan Delft-Dashboard dengan skenario sumber gempa mengacu pada PUSGEN 2024. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gelombang tsunami tiba di Teluk Pacitan dalam waktu sekitar 21 – 31 menit, dengan tinggi gelombang maksimum di depan teluk mencapai sekitar 10 meter. Luas daerah yang tergenang diperoleh sebesar 67.8 ha. Beberapa rencana mitigasi diterapkan pada studi ini. Penerapan skenario greenbelt dapat mereduksi luas genangan sebesar 4.6%. Sementara itu, analisis variasi tinggi tsunami wall menunjukkan bahwa dengan tinggi 5 meter dapat memberikan efektivitas terbaik berdasarkan rasio pengurangan kerugian terhadap biaya investasi, dengan nilai rasio 0.376. Pada skenario ini, estimasi kerugian bangunan menurun dari Rp143,18 miliar menjadi Rp76,47 miliar.