📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

SINTESIS KOMPOSIT SEMIKONDUKTOR TIO2 ANATASE/M2SNO4 (M = MG, ZN) SEBAGAI MATERIAL FOTOKATALIS

Semikonduktor oksida logam dapat diaplikasikan sebagai material fotokatalis. Peningkatan efektivitas fotokatalitik yang dilakukan dengan cara mencegah rekombinasi pembawa muatan (elektron-hole) menggunakan sambungan (heterojunction) dua semikonduktor merupakan tujuan utama dari penelitian ini. Semikonduktor TiO2, Mg2SnO4 dan Zn2SnO4 telah berhasil disintesis melalui metode sonokimia berdasarkan hasil karakterisasi X-ray Diffraction (XRD), Difuse Relectant Spectroscopy (DRS), dan Photoluminesence Spectroscopy (PL). Namun, terdapat fasa SnO2 pada Zn2SnO4 hasil sintesis dengan fraksi volum Zn2SnO4-SnO2 (3:2). Selanjutnya, sintesis material komposit TiO2/M2SnO4 (M = Mg, Zn) dilakukan melalui reaksi fasa padat pada 500 oC dengan variasi waktu pemanasan. Uji aktivitas fotokatalitik dilakukan menggunakan dua jenis zat warna, yaitu Metilen Biru (MB, C16H18N3SCl, pKa 3,8) dan Metil Merah (MR, C15H15N3O2, pKa 5,1) di bawah sinar UV (350 nm). Selanjutnya, aktivitas fotokatalitik dievaluasi menggunakan konstanta laju reaksi orde satu dan diperoleh nilai k yang berbeda untuk aktivitas senyawa yang sama terhadap degradasi MB dan MR. Nilai k paling tinggi ditunjukkan oleh TiO2 untuk degradasi MB sebesar 0,055 menit–1 dan untuk degradasi MR sebesar 0,034 menit–1 . Dari hasil tersebut, suatu fakta yang menarik bahwa pembentukan sambungan (heterojunction) dua semikonduktor besar (bulk) ternyata menjadi suatu kendala lain bagi mobilisasi elektron-hole untuk terpisah menuju permukaan fotokatalis.

2026
👤 Penulis: An Niza El Aisnada
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

KAJIAN AWAL PENYUSUSNAN KAMUS SPEKTRAL (SPEKTRAL LIBRARY) TUTUPAN LAHAN DAN TATA GUNA LAHAN

Kamus spektral merupakan kumpulan karakteristik spektral suatu objek yang sangat membantu dalam proses klasifikasi data citra inderaja. Penyusunan dan pemanfaatan kamus spektral tutupan lahan dan tata guna lahan di wilayah Indonesia masih belum banyak dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah sebagai kajian awal untuk mengetahui susunan dan pengelolaan data penyusun kamus spektral tutupan lahan dan tata guna lahan. Metode yang digunakan yaitu studi literatur dengan membandingkan 3 kamus spektral dari Arizona State University Spectral Library, United States Geological Survey 2007 Spectral Library dan John Hopkins University Spectral Library, pengukuran dan pengolahan data lapangan serta klasifikasi objek pengamatan dengan menggunakan sistem klasifikasi tutupan lahan dan tata guna lahan oleh Bahari (2005). Hasil yang diperoleh adalah parameter kamus spektral berupa reflektansi, deskripsi objek, data series, standar deviasi, tipe dan lokasi serta metode untuk menyusun kamus spektral.

2026
👤 Penulis: M Narakusumajaya
🏷️ Klasifikasi Data Citra 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Spektrum

APLIKASI FUZZY NEURAL NETWORK (FNN) DENGAN RULE ATTENTION PADA MASALAH KLASIFIKASI DATA

Pengukuran ketidakpastian merupakan aspek penting dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan kehidupan sehari-hari, seperti pengukuran curah hujan dan suhu, penentuan keamanan serta dosis obat, identifikasi genetik, hingga karakterisasi objek astronomi seperti planet dan bintang. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran untuk klasifikasi data tabular secara linguistik dengan mengintegrasikan mekanisme atensi pada arsitektur Fuzzy Neural Network (FNN) melalui pendekatan rule attention, serta menganalisis hasilnya melalui visualisasi klasifikasi. Model diuji pada dua skenario ukuran data, yaitu data sederhana dan data berskala besar, untuk mengevaluasi kinerja dan stabilitas model pada kondisi yang berbeda. Proses pemodelan meliputi pengaturan hyperparameter, penerapan teknik resampling, serta pemanfaatan fitur diskrit, disertai analisis fitur untuk mengidentifikasi faktor yang paling berpengaruh terhadap performa model. Selain itu, dilakukan perbandingan antara FNN dan metode K-Nearest Neighbours melalui plot hasil klasifikasi dan evaluasi metrik kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FNN dengan mekanisme rule attention mampu melakukan klasifikasi linguistik secara efektif dengan pemisahan kelas yang lebih jelas dan stabil dibandingkan KNN, serta memberikan interpretabilitas yang lebih baik melalui representasi berbasis aturan dan analisis fitur dibandingkan dengan pembelajaran mesin.

2026
👤 Penulis: Melvan Safero Lee
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

EVALUASI PERBAIKAN TANAH MENGGUNAKAN METODE STONE COLUMN TERHADAP POTENSI LIKUIFAKSI DI PROYEK JALAN TOL TRANS JAWA STA 4+200-STA 4+405, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Jalan tol sebagai proyek strategis yang memberikan kebermanfaatan yang sangat besar bagi daerah yang terkoneksi serta perkembangan ekonomi nasional dan regional menuntut adanya perancangan yang matang. Proyek Jalan Tol Trans Jawa STA 4+200-STA 4+405, dilakukan pada Daerah Istimewa Yogyakarta yang merupakan daerah dengan aktivitas seismik tinggi, serta kondisi geoteknik yang didominasi oleh tanah pasir dengan muka air dangkal yang menuntut adanya solusi perbaikan tanah yang dapat memitigasi fenomena likuifaksi pada lokasi studi. Perbaikan tanah yang digunakan untuk mencegah akumulasi peningkatan air pori digunakan adalah metode stone column. Potensi likuifaksi diukur menggunakan metode NCEER. Metode stone column adalah perbaikan tanah menggunakan material batu pecah yang digunakan untuk mengisi tanah dengan membentuk kolom. Stone column menciptakan material batu-tanah komposit yang lebih kaku, sehingga penurunan total dapat bernilai kurang dari 0,1 m dan stabilitas lereng pada kondisi statik memiliki SF?1,5 dan kondisi pseudostatik memiliki nilai SF?1,1. Hasil desain stone column diameter 1 m dan spacing 1,7-2,3 m menunjukkan bahwa perbaikan tanah efektif dalam meningkatkan resistensi likuifaksi, mengurangi penurunan total tanah dan meningkatkan stabilitas lereng sesuai standard teknis.

2026
👤 Penulis: Hadin Harridhi Saiful
🏷️ Geoteknik 🏷️ Perbaikan Tanah 🏷️ Likuifaksi

PERENCANAAN RUANG TERBUKA HIJAU BERBASIS NATURE-BASED SOLUTIONS PADA KORIDOR EKOLOGIS RIPARIAN CILIWUNG DI LANSKAP PERKOTAAN DKI JAKARTA

Perkembangan kawasan perkotaan di Provinsi DKI Jakarta telah menyebabkan tekanan ekologis yang signifikan, ditandai dengan dominasi lahan terbangun dan keterbatasan ruang terbuka hijau yang berdampak pada fragmentasi habitat serta menurunnya konektivitas ekologis. Kondisi ini berimplikasi pada terganggunya pergerakan spesies dan kualitas ekosistem perkotaan. Burung perkotaan sebagai bioindikator dapat merepresentasikan kondisi tersebut, sementara koridor DAS Ciliwung memiliki potensi sebagai ecological backbone yang belum optimal dimanfaatkan dalam perencanaan berbasis ekologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesesuaian habitat burung perkotaan dan menganalisis konektivitas ekologis sebagai dasar perumusan koridor ekologis berbasis NatureBased Solutions (NbS) di koridor DAS Ciliwung, DKI Jakarta. Pendekatan yang digunakan adalah pemodelan spasial dengan metode Maximum Entropy (MaxEnt), analisis fragmentasi habitat, serta konektivitas ekologis menggunakan Least-Cost Path (LCP), dengan data 131 titik kemunculan lima spesies dan variabel lingkungan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memiliki akurasi baik hingga sangat baik (AUC 0,899-0,950). Tutupan lahan (LULC) menjadi faktor dominan (50-90,5%), diikuti intensitas kawasan terbangun (>30%), yang menegaskan bahwa struktur lanskap dan tekanan urbanisasi menentukan kesesuaian habitat. Secara spasial, habitat potensial terkonsentrasi pada koridor riparian dan area vegetasi tinggi, namun terfragmentasi menjadi patch kecil (threshold 0,102-0,247) dengan core habitat terbatas. Jalur konektivitas cenderung mengikuti koridor Sungai Ciliwung dan area resistansi rendah sebagai stepping-stone, sementara kawasan terbangun menghambat pergerakan spesies. Kondisi ini menunjukkan bahwa permasalahan utama bukan hanya kehilangan habitat, tetapi keterputusan struktur ekologis dalam lanskap perkotaan. Berdasarkan hasil tersebut, dirumuskan koridor ekologis berbasis NbS melalui penguatan vegetasi riparian, optimalisasi ruang terbuka hijau sebagai jaringan habitat, serta integrasi elemen hijau pada kawasan terbangun untuk meningkatkan permeabilitas lanskap. Penelitian ini memberikan dasar spasial dalam perumusan koridor ekologis yang adaptif dan berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Farid Ramadhani
🏷️ Koridor Eko 🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Ruang Terbuka Hijau

PERENCANAAN SISTEM PENGOLAHAN AIR MINUM DI UNIVERSITAS PERTAMINA

Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk kehidupan orang banyak, bahkan oleh semua makhluk hidup. Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat menuntut terpenuhinya kebutuhan air bersih secara merata, tidak terbatas, dan berkelanjutan. Universitas Pertamina akan melakukan pembangunan ulang secara keseluruhan sehingga menyebabkan pelayanan kebutuhan air di Universitas Pertamina masih belum tersedia. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengolahan air minum untuk memenuhi kebutuhan air. Sumber air baku yang digunakan adalah air tanah dan air PDAM. Air tanah akan menjadi sumber air baku untuk air bersih, sedangkan air PDAM menjadi sumber air baku untuk air minum. Akan tetapi, kualitas air baku tersebut belum memenuhi baku mutu pada parameter besi, mangan, dan total coli. Sehingga direncanakan unit pengolahan berupa Multiple Tray Aerator, Saringan Pasir Cepat, dan desinfeksi. Setelah diolah, air bersih yang ada di dalam reservoar kemudian didistribusikan ke setiap gedung, sedangkan air minum akan disalurkan ke titik-titik water tap.

2026
👤 Penulis: Lidya Agustia
🏷️ Pengelolaan Air Minum 🏷️ Desain Sistem Pengolahan Air 🏷️ Analisis Kualitas Air

ANALISIS POTENSI ENERGI GELOMBANG LAUT DAN ANGIN LEPAS PANTAI DI PESISIR SELATAN JAWA

Pemanasan global mendorong urgensi transisi energi menuju sumber energi baru terbarukan (EBT) sesuai target pemerintah Indonesia, dengan perairan selatan Jawa memiliki potensi EBT yang besar dari gelombang laut dan angin, namun belum dikaji secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik variabilitas spasial-temporal EBT dari energi gelombang laut dan energi angin, serta mengestimasi potensi energi listrik di 12 lokasi perairan selatan Jawa (Pandeglang, Sukabumi, Cianjur, Pangandaran, Cilacap, Kebumen, Yogyakarta, Trenggalek, Tulungagung, Malang, Jember dan Alas Purwo). Kajian ini menggunakan data dari hindcast European Centre for Medium-Range Weather Forecasts 5th Generation (ERA5) selama 35 tahun (1990–2024). Penelitian ini menerapkan analisis distribusi Weibull untuk angin dan joint probability untuk gelombang laut. Hal tersebut dilakukan guna menghitung produksi energi tahunan serta kapasitas faktor perangkat Wave Energy Converter (WEC) dan turbin angin, yang terdiri dari Wave Dragon, Archimedes Waveswing (AWS), Pelamis, dan Haliade-150. Berdasarkan analisis yang dilakukan, perairan selatan Jawa didominasi oleh gelombang swell yang dicirikan oleh periode gelombang 10–14 detik, serta arah datang gelombang dominan dari selatan. Selain itu, hasil analisis menunjukkan bahwa ketersediaan energi tahunan rata-rata sebesar 21,42 kW/m untuk gelombang dan 239,9 W/m2 (0,239 kW/m2) untuk angin. Kemudian mencapai puncaknya pada periode monsun timur (Juni–Agustus) di seluruh lokasi dengan rata-rata sebesar 29,58 kW/m untuk gelombang dan 379,64 W/m2 (0,379 kW/m2) untuk angin. Selain itu, penelitian ini menghitung kapasitas faktor untuk seluruh lokasi dengan rata-rata 21,6% untuk Wave Dragon dan 15,32% untuk Haliade-150. Secara spasial, area perairan Pandeglang merupakan lokasi paling prospektif untuk energi gelombang laut dan angin, hal tersebut ditunjukkan dengan kapasitas faktor mencapai 21,33% dengan alat Wave Dragon dan turbin angin dengan kapasitas faktor mencapai 35,5% dengan alat Haliade-150. Secara umum, penelitian ini menunjukkan bahwa pembangunan EBT di selatan Jawa dengan WEC dan turbin angin cukup menjanjikan pada beberapa lokasi. Hal ini penting guna mendukung langkah pemerintah Indonesia untuk mewujudkan transisi energi berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Andika Mochammad Zidane
🏷️ Energi Terbarukan 🏷️ Hidrologi Laut 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Energi

PENGARUH MONSUN TERHADAP VARIABILITAS TRANSPOR VOLUME DAN FRESHWATER DI PERAIRAN INDONESIA TENGAH

Penelitian ini mengkaji pengaruh monsun terhadap variabilitas transpor volume dan air tawar (freshwater) di Perairan Indonesia Tengah, meliputi Selat Makassar, Laut Sulawesi, Laut Maluku, dan Teluk Tomini, menggunakan data reanalisis Global Ocean Physics dari CMEMS selama periode 30 tahun (1994–2024). Transpor dihitung dengan mengintegrasikan kecepatan arus dan salinitas pada tiga lapisan vertikal berdasarkan profil temperatur klimatologis, yaitu lapisan Mix Layer Depth (MLD), lapisan transisi, dan lapisan termoklin, dengan salinitas referensi 34,62 psu. Analisis sinyal menggunakan Fast Fourier Transform (FFT) dan S-Transform diterapkan untuk mengevaluasi periodisitas dan variabilitas temporal. Verifikasi model CMEMS menghasilkan nilai korelasi 0,749 untuk kecepatan arus dan di atas 0,9 untuk salinitas dan temperatur, sehingga data dinyatakan layak digunakan. Hasil menunjukkan bahwa Selat Makassar memiliki aliran ke selatan yang konsisten dengan puncak outflow ?0,975 Sv pada lapisan transisi saat Musim Timur (JJA) dan melemah pada Musim Barat (DJF). Laut Sulawesi mencatat transpor ke barat terkuat pada JJA hingga ?0,8 Sv di lapisan termoklin. Laut Maluku menunjukkan pola vertikal paling dinamis dengan pembalikan arah transpor antar lapisan seiring pergantian monsun. Teluk Tomini memperlihatkan karakteristik perairan semi tertutup dengan magnitudo transpor kecil (< 0,1 Sv) yang didominasi siklus intramusiman 2–4 bulan. Analisis S-Transform mengungkap bahwa sinyal tahunan (12 bulan) mendominasi lapisan transisi di seluruh lokasi. Secara keseluruhan, El Niño melemahkan kapasitas transpor volume dan freshwater, sementara La Niña bertindak sebagai penguat aliran di Perairan Indonesia Tengah.

2026
👤 Penulis: Daniel Bonifasius Sipayung
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

ANALISIS SPASIO-TEMPORAL DISTRIBUSI RUMPUT LAUT DENGAN PENDEKATAN MACHINE LEARNING DAN KAITANNYA DENGAN PARAMETER OSEANOGRAFI DI PESISIR PULAU SABU TAHUN 2020–2025

Penelitian ini bertujuan memetakan distribusi spasio-temporal rumput laut di perairan Pulau Sabu, Kabupaten Sabu Raijua, periode 2020–2025 menggunakan model Machine Learning Random Forest (RF) berbasis citra Sentinel-2 serta menganalisis hubungannya dengan parameter oseanografi. Hasil optimasi menunjukkan konfigurasi ntree = 100 dan mtry = 2 sebagai model terbaik dengan Overall Accuracy (OA) 88% dan Kappa 0,76. Validasi independen terhadap 15.617 sampel menghasilkan OA 87,92% dengan F-measure 89,4% untuk kelas rumput laut dan 85,9% untuk kelas non-rumput laut. Luasan rumput laut berfluktuasi antara 2.194,93–2.908,49 ha, dengan puncak pada Maret dan September serta minimum pada Juni. Secara spasial, Zona A memiliki luasan terbesar (1.113,02–1.700,75 ha), diikuti Zona B (558,21–626,52 ha) dan Zona C (432,17–581,21 ha). Hasil pemetaan merepresentasikan tutupan rumput laut secara keseluruhan, mencakup rumput laut budidaya maupun alami. Estimasi luasan lebih besar dibandingkan areal budidaya resmi tahun 2016, namun masih berada dalam kisaran luas areal potensial rumput laut Pulau Sabu tahun 2022 (3.955 ha). Meskipun demikian, nilai False Positive sebesar 23,5% menunjukkan adanya potensi overestimasi. Analisis Principal Component Analysis (PCA) menunjukkan bahwa dinamika musiman merupakan faktor utama yang mengontrol variasi luasan rumput laut. Suhu permukaan laut (SPL), salinitas, dan kecepatan arus menjelaskan 78,82–87,96% keragaman data pada komponen utama pertama. Musim barat dicirikan oleh SPL yang lebih tinggi dan salinitas yang relatif stabil yang berasosiasi dengan peningkatan luasan rumput laut, sedangkan musim timur ditandai oleh penguatan arus, pencampuran massa air, dan peningkatan nutrien yang bertepatan dengan penurunan luasan rumput laut. Meskipun demikian, luasan rumput laut kembali meningkat pada akhir musim timur, menunjukkan adanya respons yang tidak langsung terhadap perubahan kondisi oseanografi. Zona B memperlihatkan respons yang lebih fluktuatif akibat pengaruh transisi antara Laut Sawu dan Samudra Hindia.

2026
👤 Penulis: Sabitha Chairunnisa Syahrial
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Sumber Daya Air

PENGEMBANGAN WEBGIS UNTUK VISUALISASI INTERAKTIF SPASIOTEMPORAL DATA METOCEAN DAN ZONASI PESISIR DI KALIMANTAN TENGAH

Pengelolaan tata ruang laut dan sumber daya pesisir yang dinamis memerlukan instrumen pemantauan spasiotemporal yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem WebGIS interaktif bagi perairan Kalimantan Tengah yang mengintegrasikan pemantauan oseanografi near real-time dan forecasting hingga sepuluh hari ke depan dengan tiga modul analitik utama, yakni indeks kesesuaian Keramba Jaring Apung (KJA), pemetaan Daerah Penangkapan Ikan (DPI) pelagis, dan sistem peringatan dini Marine Heatwave (MHW). Sistem dibangun menggunakan pola Arsitektur Hibrida (Hybrid Compute-Delivery) yang memisahkan beban komputasi tingkat tinggi pada peladen backend (Python, FastAPI, Xarray) dari proses penyajian antarmuka di frontend (Leaflet.js), dengan sumber data utama CMEMS, ECMWF, BIG-BATNAS. Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa luas perairan dengan tingkat kesesuaian sangat sesuai (S1) untuk budidaya KJA mencapai 1.143.357 Ha bagi komoditas lobster dan 876.743 Ha bagi kerapu, dengan faktor pembatas utama berupa penurunan salinitas akibat river runoff, kedalaman, dan kecepatan arus. Pemetaan DPI komoditas Tuna Tongkol-Cakalang (TTC) mengidentifikasi zona potensi tinggi (S1) seluas 1.514.504 Ha di perairan lepas pantai tanpa terdeteksinya zona potensi rendah (S3), mengindikasikan bahwa seluruh domain perairan kajian memiliki potensi tangkap minimal sedang. Analisis klimatologis 30 tahun (1993-2025) mendeteksi akumulasi kejadian MHW yang terpusat di perairan lepas pantai pada kisaran 869-1.584 hari, jauh melampaui intensitas kejadian Marine Cold Spell (MCS) pada kisaran 733 1.046 hari. Pengujian kepada 22 pemangku kepentingan kelautan menunjukkan tingkat kepuasan tinggi dengan skor 4,70/5,00. Fitur penumpangsusunan (overlay) dinamika metocean dengan batas legal zonasi (RZWP-3-K) terbukti esensial dalam memitigasi tumpang tindih pemanfaatan ruang. Secara komprehensif, WebGIS ini berhasil dirancang sebagai instrumen inovatif pendukung keputusan tata ruang laut di Kalimantan Tengah.

2026
👤 Penulis: Syafrizal Hidayat
🏷️ Webgis 🏷️ Pemantauan Oseanografi 🏷️ Analisis Klimatologis

PEMODELAN RISK ADJUSTMENT IFRS 17 MENGGUNAKAN RUANG KEADAAN FUZZY DAN LINEAR QUADRATIC REGULATOR

IFRS 17 memperkenalkan Risk Adjustment (RA) sebagai komponen penting dalam pengukuran fulfilment cash flows untuk mencerminkan ketidakpastian risiko non-keuangan. Pada penelitian sebelumnya, estimasi RA telah dikembangkan menggunakan pendekatan Takagi–Sugeno Fuzzy Inference System (TS-FIS). Penelitian ini melanjutkan pendekatan tersebut dengan membangun model ruang-keadaan fuzzy Takagi–Sugeno, dengan state sistem didefinisikan sebagai xt = [RAt, pt, dt]T . Komponen RAt merepresentasikan nilai internal RA, pt menunjukkan tingkat keyakinan, sedangkan dt menggambarkan deviasi atau memori sistem. Input risiko yang digunakan meliputi indeks volatilitas, indeks ketidakpastian mortalitas, dan indeks ketidakpastian lapse. Model ruang-keadaan fuzzy dibangun melalui kombinasi fungsi keanggotaan rendah, sedang, dan tinggi sehingga menghasilkan 81 aturan lokal dalam bentuk matriks Ai, Bi, dan vektor konstanta ci. Dinamika RA dirumuskan dengan mempertimbangkan parameter persistensi ?, parameter skala ?, tingkat keyakinan, serta ringkasan penggerak risiko. Parameter ? diestimasi menggunakan pendekatan least squares agar model dapat menyesuaikan dinamika RA terhadap nilai referensi aktuaria. Selain itu, Linear Quadratic Regulator (LQR) digunakan sebagai mekanisme kontrol untuk mengurangi penyimpangan nilai RA terhadap target. Dengan demikian, pendekatan ini diharapkan mampu memberikan kerangka yang lebih sistematis, adaptif, dan interpretatif dalam memodelkan serta mengendalikan dinamika RA dari waktu ke waktu.

2026
👤 Penulis: Thio Novriery
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN VISUAL DAN WORLDBUILDING GAME BERTEMA MAKANAN TRADISIONAL KUDUS BAGI DEWASA MUDA USIA 18–25 TAHUN

Kuliner tradisional Kudus mencerminkan sejarah, tradisi, dan nilai-nilai budaya masyarakatnya. Setiap hidangan menyimpan kebiasaan, interaksi sosial, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Game digital sebagai media interaktif memiliki potensi besar dalam menyampaikan informasi budaya karena sifatnya yang imersif dan menarik, sehingga mempermudah audiens dalam memahami konsep dan konteks budaya. Media interaktif mampu menyajikan budaya kuliner Kudus secara informatif, imersif, dan meningkatkan apresiasi terhadap tradisi lokal. Penelitian ini bertujuan merancang desain visual dan worldbuilding dalam game digital sebagai media penyampaian budaya kuliner Kudus kepada dewasa muda usia 18–25 tahun, yang memiliki kedekatan dengan media digital dan game interaktif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, wawancara, observasi lapangan, dan kuesioner sebagai dasar perancangan. Hasil perancangan ini diharapkan dapat membuka pemahaman audiens bahwa setiap makanan mengandung nilai-nilai positif yang dapat diapresiasi dan diangkat.

2026
👤 Penulis: Amanda Natania Hadi
🏷️ Kuliner Tradisional 🏷️ Game Digital 🏷️ Desain Visual

PERANCANGAN BUKU EKSPERIMENTAL MENGENAI HUBUNGAN PARASOSIAL DI RUANG DIGITAL SEBAGAI MEDIA EDUKASI DAN REFLEKSI VISUAL UNTUK DEWASA MUDA

Fenomena hubungan parasosial—relasi satu arah antara audiens dan figur publik yang dimediasi media digital—kian menguat seiring dominasi media sosial yang memungkinkan pengguna merasa dekat, mengenal, dan terhubung secara emosional dengan sosok yang sebenarnya tidak mereka jumpai secara langsung. Dalam keseharian dewasa muda, kedekatan ini memberi rasa ditemani, validasi, serta inspirasi, tetapi juga menyimpan risiko ketergantungan emosional, perbandingan sosial, dan kaburnya batas antara kedekatan nyata dan imajiner. Berangkat dari kondisi tersebut, perancangan ini menghadirkan medium alternatif berupa buku eksperimental yang memperlambat ritme konsumsi dibanding layar digital, menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, wawancara psikolog, dan kuesioner kepada dewasa muda untuk memetakan bagaimana hubungan parasosial dialami secara ambivalen—adaptif ketika membantu regulasi emosi dan rasa memiliki, tetapi problematis ketika mengganggu fungsi sehari-hari. Hasil temuan kemudian diterjemahkan ke dalam buku analog yang menggabungkan teks singkat, visual metaforis, tata letak non-linear, dan eksplorasi material taktil agar pembaca dapat merefleksikan ulang pola kedekatan, manfaat, dan batas sehat dalam hubungan parasosial, sekaligus memperluas peran desain grafis sebagai sarana psikoedukasi reflektif di tengah lanskap interaksi digital yang serba cepat.

2026
👤 Penulis: Tsaabita Zayyan Bestari
🏷️ Hubungan Parasosial 🏷️ Desain Grafis Psikologis 🏷️ Media Digital Dan Edukasi

PERANCANGAN ULANG CITY BRANDING KABUPATEN BANYUMAS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN CITRA DAERAH

Perkembangan kota menengah dalam satu dekade terakhir menunjukkan meningkatnya persaingan untuk menarik wisatawan, investasi, dan talenta, seiring dengan pergeseran tren wisata menuju pengalaman yang auten k dan berbasis budaya lokal. Kabupaten Banyumas memiliki potensi budaya dan pariwisata yang beragam, namun city branding “Be er Banyumas” yang diluncurkan sejak 2015 belum berjalan opmal karena rendahnya pemahaman masyarakat, kurangnya representasi keunikan daerah, serta ke adaan sistem iden tas visual dan strategi komunikasi yang berkelanjutan. Peneli an ini menggunakan metode design thinking dengan pendekatan kualita f melalui studi literatur, kuisioner, dan wawancara mendalam dengan pemangku kepen ngan. Hasil peneli an menunjukkan bahwa kegagalan city branding Banyumas disebabkan oleh lemahnya perumusan konsep iden tas, minimnya sosialisasi hingga ngkat desa, serta ketergantungan citra pada satu des nasi wisata utama. Hasil luaran peneil an ini merumuskan strategi komunikasi brand yang mampu membangun citra baru Kabupaten Banyumas serta merancang iden tas visual baru Kabupaten Banyumas yang dapat mendukung pembentukan citra baru.

2026
👤 Penulis: Evelyn Natalia Bastian
🏷️ Kebijakan Publik 🏷️ Desain Thinking 🏷️ Pengembangan Branding Daerah

PERANCANGAN MODEL SISTEM PENGAWASAN MAKANAN DALAM KEMASAN UNTUK PENENTUAN PRIORITAS PERUSAHAAN YANG DIAWASI BERDASARKAN INTEGRASI METODE FUZZY AHP DAN FUZZY TOPSIS

Penelitian ini bertujuan untuk merancang model sistem pengawasan makanan dalam kemasan berbasis risiko guna membantu penentuan prioritas perusahaan yang perlu diawasi. Permasalahan penelitian dilatarbelakangi oleh keterbatasan sumber daya pengawasan serta adanya irisan kewenangan dan perbedaan persyaratan antara Kementerian Perdagangan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan dalam pengawasan makanan dalam kemasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengambilan keputusan multi kriteria dengan mengintegrasikan metode Fuzzy Analytic Hierarchy Process (FAHP) dan Fuzzy Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (FTOPSIS). FAHP digunakan untuk menentukan bobot kriteria berdasarkan penilaian 18 pakar dari Kementerian Perdagangan dan BPOM, sedangkan FTOPSIS digunakan untuk menentukan peringkat prioritas pengawasan terhadap 10 alternatif perusahaan sebagai data uji model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria produk memiliki bobot lebih besar, yaitu 0,5946, dibandingkan kriteria perusahaan sebesar 0,4054. Pada tingkat sub-kriteria, kualitas produk memiliki bobot global tertinggi sebesar 0,2454, diikuti oleh kuantitas produk sebesar 0,1572 dan pelabelan produk sebesar 0,1263. Hasil pemeringkatan menunjukkan bahwa alternatif perusahaan A7, A10, dan A3 menjadi prioritas utama dalam kegiatan pengawasan. Selain itu, penelitian ini juga menambahkan kriteria viral dan komoditas prioritas sebagai mekanisme intervensi kebijakan untuk merespons kondisi tertentu yang membutuhkan pengawasan segera. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa model tetap stabil terhadap perubahan bobot kriteria hingga ±20%. Dengan demikian, model yang dikembangkan dapat digunakan sebagai alat bantu pengambilan keputusan untuk mendukung pengawasan makanan dalam kemasan yang lebih objektif, terstruktur, dan berbasis risiko.

2026
👤 Penulis: Uswatun Nizham
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Manajemen Rantai Pasok
Halaman 125 dari 6754
💬