📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

ANALISIS KEPUTUSAN INVESTASI STRATEGIS UNTUK ALTERNATIF PASOKAN HIDROGEN DI PT ENERGI NASIONAL PLAJU

PT ENERGI NASIONAL Plaju, berlokasi di Palembang, Sumatera Selatan, merupakan salah satu unit kilang yang beroperasi di bawah PT ENERGI NASIONAL sebagai bagian dari Subholding Refining & Petrochemical PT ONE ENERGY. Sebagai aset penting di bidang kilang dan petrokimia, PT ENERGI NASIONAL Plaju memiliki peran strategis dalam mendukung operasi petrokimia hilir dan menjaga pasokan polypropylene di Indonesia. Salah satu aset strategis utamanya adalah Polypropylene Unit (PPU) yang memproduksi sekitar 45.200 ton polypropylene per tahun dengan merek Polytam. Unit ini adalah salah satu kontributor utama terhadap profitabilitas kilang, menghasilkan produk petrokimia dengan margin tinggi serta memberikan nilai tambah pada aktivitas hilir. Hidrogen merupakan utilitas yang sangat penting dalam proses polimerisasi pada Polypropylene Unit. Namun demikian, hydrogen plant milik PT ENERGI NASIONAL Plaju telah berhenti beroperasi sejak tahun 2017 akibat kerusakan berat pada peralatan utama dan modul-modul pendukung, yang memengaruhi komponen vital seperti valve, sensor, pompa, serta sistem katalis. Oleh karena itu, kilang saat ini sepenuhnya bergantung pada pasokan hidrogen dari pemasok eksternal untuk menjamin keberlangsungan produksi. Berdasarkan data perusahaan, Polypropylene Unit membutuhkan sekitar 50.000 Nm³/tahun hidrogen dengan rata-rata biaya pengadaan tahunan sekitar Rp1,4 miliar. Meskipun pasokan eksternal memberikan solusi operasional jangka pendek, ketergantungan jangka panjang terhadap pemasok hidrogen eksternal menimbulkan berbagai risiko operasional dan strategis, termasuk potensi gangguan pasokan, volatilitas harga, ketidakpastian terhadap kemurnian hidrogen, serta berkurangnya fleksibilitas operasional. Mengingat pentingnya peran strategis Polypropylene Unit serta risiko operasional jangka panjang akibat ketergantungan terhadap pasokan hidrogen eksternal, permasalahan pasokan hidrogen tidak lagi dipandang sekadar sebagai persoalan teknis pemeliharaan, melainkan sebagai keputusan investasi strategis. PT ENERGI NASIONAL Plaju perlu menentukan alternatif pasokan hidrogen yang paling tepat dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kelayakan finansial, keandalan operasional, risiko implementasi, serta keberlanjutan bisnis jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi alternatif penyediaan hidrogen serta menentukan alternatif strategis yang paling sesuai bagi PT ENERGI NASIONAL Plaju. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian dilakukan melalui kerangka analisis terintegrasi yang mencakup analisis SWOT-TOWS, Fuzzy Delphi Method (FDM), dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Analisis SWOT-TOWS digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan internal, serta peluang dan ancaman eksternal, yang kemudian diterjemahkan menjadi alternatif strategi yang layak. FDM digunakan untuk memvalidasi relevansi kriteria evaluasi serta memperoleh konsensus para ahli (Subject Matter Experts/SMEs). Sementara itu, AHP digunakan sebagai metode utama dalam pengambilan keputusan multikriteria untuk menentukan bobot masing-masing kriteria, mengevaluasi alternatif melalui perbandingan berpasangan (pairwise comparison), serta menghasilkan peringkat akhir alternatif secara terstruktur dan konsisten. Hasil analisis FDM mengonfirmasi pentingnya delapan kriteria evaluasi utama, yaitu Capital Expenditure (CAPEX), Operating Expenditure (OPEX), Net Present Value (NPV), Equipment Reliability, Operability & Maintainability, Supply Continuity, H? Quality/Purity Assurance serta Implementation Risk. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa Equipment Reliability, Net Present Value (NPV), dan Supply Continuity merupakan kriteria yang paling berpengaruh dalam menentukan strategi pasokan hidrogen yang diprioritaskan. Hasil pemeringkatan akhir AHP menunjukkan bahwa alternatif pembangunan hydrogen plant baru memperoleh skor prioritas global tertinggi dibandingkan alternatif lainnya. Meskipun alternatif ini memerlukan investasi awal terbesar, alternatif tersebut memberikan keandalan operasional jangka panjang yang lebih baik, kontinuitas pasokan yang lebih terjamin, pengendalian proses yang lebih optimal, serta kemandirian operasional dari pemasok eksternal. Analisis sensitivitas dilakukan untuk menguji ketahanan model keputusan terhadap berbagai skenario perubahan bobot kriteria. Hasilnya menunjukkan bahwa peringkat alternatif tetap stabil terhadap variasi pembobotan kriteria, mengindikasikan model keputusan ini memiliki tingkat robustnes dan reliabilitas yang baik dalam mendukung pengambilan keputusan investasi strategis. Berdasarkan keseluruhan hasil analisis, penelitian ini menyimpulkan bahwa pembangunan hydrogen plant baru merupakan strategi penyediaan hidrogen yang paling optimal dan berkelanjutan bagi PT ENERGI NASIONAL Plaju. Alternatif terpilih ini memberikan kombinasi terbaik antara nilai finansial, keandalan operasional, pengelolaan risiko, serta keberlanjutan bisnis jangka panjang dalam mendukung keberlangsungan produksi polypropylene sekaligus meningkatkan daya saing bisnis kilang dan petrokimia PT ONE ENERGY di Indonesia.

2026
👤 Penulis: Amar Ma'ruf
🏷️ Kilang Petrokimia 🏷️ Analisis Swot-Tows 🏷️ Fuzzy Delphi Method (Fdm)

ANALISIS DINAMIKA, PROSES, DAN EFEKTIVITAS KOLABORASI MULTIPLE HELIX DALAM PENGEMBANGAN BRANDING KEPARIWISATAAN IBU KOTA NUSANTARA

Pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan strategi transformasi nasional yang dibranding sebagai "Smart Forest City", namun pelaksanaannya menghadapi tantangan kompleks dalam menyelaraskan narasi global dengan realitas lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika, mekanisme proses, dan efektivitas kolaborasi antar-pemangku kepentingan (Multiple Helix) dalam pembangunan branding kepariwisataan IKN. Menggunakan metode kualitatif studi kasus tunggal dengan analisis konten berbasis NVivo, penelitian ini menghasilkan tiga temuan utama. Pertama, secara dinamika, terdapat asimetri kekuasaan yang tajam di mana pemerintah pusat dan investor mendominasi pengambilan keputusan, sementara masyarakat lokal dan akademisi berada di posisi yang terbatas. Kedua, secara proses, kolaborasi berjalan instruktif (top-down) melalui mekanisme kurasi narasi yang ketat, yang sering kali menghasilkan partisipasi semu (tokenism) di level masyarakat. Ketiga, secara efektivitas, terjadi disonansi di mana branding IKN sukses membangun citra visual yang megah di ruang digital, namun belum efektif mewujudkan keadilan sosial dan kenyamanan ekologis di lapangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model tata kelola saat ini perlu bertransformasi dari pola transaksional menuju model "Regeneratif Penta-Helix" yang memprioritaskan pemulihan kepercayaan publik, integrasi ekonomi lokal, dan kelestarian lingkungan sebagai fondasi keberlanjutan identitas kota.

2026
👤 Penulis: Ahmad Ghazy Dananjaya
🏷️ Pembangunan Branding Kepariwisataan 🏷️ Transformasi Manajemen Publik

SPASIAL DATA CURAH HUJAN GLOBAL DARI CLIMATIC RESEARCH UNIT PERAPATAN

Kebutuhan data curah hujan dengan resolusi tinggi bagi berbagai peneliti yang bergerak di bidang lingkungan semakin meningkat. Salah satu lembaga penelitian yang hingga saat ini menyediakan data curah hujan dengan resolusi tinggi adalah Climatic Research Unit (CRU). CRU menyediakan data curah hujan klimatologi dengan resolusi 10” dan data curah hujan time series dengan resolusi 30”. Penelitian ini dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan data time series dengan resolusi 10” melalui proses perapatan spasial. Proses perapatan spasial dilakukan dengan menggunakan interpolasi Inverse Distance Weighted (IDW), metode interpolasi yang nilai bobotnya berbanding terbalik dengan jarak. Data klimatologi dengan resolusi 10” digunakan sebagai validasi hasil proses perapatan spasial dan menghasilkan korelasi sebesar 0.931. Data dari lapangan turut digunakan untuk menambah keyakinan hasil proses perapatan spasial, diperoleh nilai korelasi sebesar 0.5 dan RMS sebesar ±9.5mm.

2026
👤 Penulis: Friska Nur Afianti
🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Data Geografis 🏷️ Interpolasi Inverse Distance Weighted

ANALISIS KOEVOLUSI TINGKAT MAKRO DAN MESO DALAM INDUSTRI VIDEO GAME JEPANG DAN AMERIKA SERIKAT: STUDI PERBANDINGAN ANTARA NINTENDO DAN ELECTRONIC ARTS

Studi kasus ini merupakan penelitian kualitatif komparatif mengenai pengaruh kerangka kelembagaan yang berbeda di Jepang dan Amerika Serikat (AS) terhadap strategi inovasi Nintendo dan Electronic Arts (EA) yang dilakukan antara tahun 2000 dan 2016. Dengan menggabungkan Teori Institusional (Varieties of Capitalism (VoC)), Teori Koevolusi, dan logika Industri Kreatif, penelitian ini menghasilkan model multidimensi, yang menggabungkan variasi kelembagaan tingkat makro dengan inovasi organisasi tingkat meso. Pasar Jepang, yang merupakan Ekonomi Pasar Terkoordinasi (CME), bersifat terkoordinasi dalam jangka panjang, didukung oleh negara (misalnya kebijakan Cool Japan), perlindungan hak kekayaan intelektual yang kuat, dan logika media-mix yang sinergis. Strategi Nintendo yang didasarkan pada logika CME berfokus pada nilai pengembangan produk terintegrasi, akumulasi pengetahuan, dan inovasi yang berorientasi pada desain, seperti Wii dan DS. Sebaliknya, Amerika Serikat merupakan Ekonomi Pasar Liberal (LME) yang memiliki pasar tenaga kerja fleksibel, mobilitas talenta kreatif yang tinggi, bergantung pada modal ventura, dan dikoordinasikan oleh proses pasar. Dalam LME, strategi yang selaras telah menjadi versi pertumbuhan agresif melalui akuisisi, waralaba, monetisasi digital, dan eksperimen model bisnis yang cepat, yang menghasilkan penjualan digital sekitar 50 persen dari pendapatannya pada tahun 2016. Hasil penelitian ini mengonfirmasi adanya divergensi struktural yang sejalan dengan kerangka kerja VoC: CME secara sistematis mendorong inovasi produk yang unik berdasarkan pengalaman yang telah terkumpul, sedangkan LME secara sistematis mendorong inovasi komersial dan organisasi yang dapat diskalakan. Contoh stagnasi strategis Wii U dan kekecewaan publik terhadap sistem DRM Xbox One, yang berfungsi sebagai kekuatan korektif yang efektif, menunjukkan bagaimana pembatasan kelembagaan dan regulasi pasar saling berevolusi dan bersifat timbal balik. Makalah ini menyajikan penjelasan institusional kausal mengenai perbedaan strategis dalam industri budaya-teknologi untuk menambah wawasan dalam literatur kapitalisme komparatif dan sistem inovasi. Kata kunci: Teori Institusional; Varietas Kapitalisme; Teori Koevolusi; Industri Kreatif; Industri Video Game; Nintendo; Electronic Arts; Jepang; AS; Ekonomi Pasar Terkoordinasi; Ekonomi Pasar Liberal; Strategi Inovasi; Monetisasi Digital.

2026
👤 Penulis: Kayla Nurul Aurelia
🏷️ Teori Institusional 🏷️ Varietas Kapitalisme 🏷️ Industri Kreatif

PERENCANAAN PENGENDALIAN BANJIR KOTA BIMA, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Kota Bima sebagai kota paling besar di Pulau Sumbawa merupakan sebuah wilayah yang sering mengalami banjir. Kerentanan pada banjir wilayah ini disebabkan oleh beberapa sebab seperti curah hujan tinggi, kondisi topografi, kondisi sungai, dan sedimentasi yang terjadi pada sungai ini. Kombinasi dari faktor-faktor tersebut menyebabkan bencana banjir yang merugikan dan mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Selain itu bencana banjir ini juga mengakibatkan penurunan kesehatan dan kondisi lingkungan wilayah ini. Untuk mengatasi permasalahan banjir tersebut, direncanakan pengendalian banjir didasarkan pada curah hujan 98 - 163 mm, debit periode ulang 2 – 50 tahun untuk inflow sungai. Penelitian ini dimaksudkan untuk merencanakan sistem pengendalian banjir yang dapat diterapkan pada Sub-DAS Melayu dan Sub-DAS Pedolo, Kota Bima. Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sistem pengendalian banjir yang akan diterapkan dalam penelitian adalah normalisasi, dan parapet. Pemodelan yang digunakan dalam menopang penelitian ini adalah pemodelan hidraulika melalui perangkat lunak HEC-RAS yang dilakukan 2D (dua dimensi). Pemodelan dilakukan dalam 2D untuk meninjau genangan dan muka air yang terjadi. Alternatif solusi yang dipilih adalah solusi gabungan dari setiap alternatif solusi yang menunjukan persentase reduksi luas genangan sebesar pada Q10 sebesar 88% dan Q20 sebesar 87% dan reduksi kerugian reduksi pada Q10 sebesar 29% dan Q20 sebesar 42% dari kondisi eksisting da. Berdasarkan analisis rencana anggaran biaya (RAB), total RAB yang diperlukan untuk pembangunan sistem pengendalian banjir adalah Rp. Rp 120.484.093.957

2026
👤 Penulis: Ryo Wijaya
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Bencana Banjir 🏷️ Model Hec-Ras

ESTIMASI CADANGAN KLAIM ASURANSI UMUM MENGGUNAKAN MODEL PAID–INCURRED CHAIN DENGAN STRUKTUR DEPENDENSI PAID-INCURRED

Cadangan klaim merupakan estimasi kewajiban perusahaan asuransi atas klaim yang telah terjadi tetapi belum seluruhnya dibayarkan. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengestimasi cadangan klaim asuransi umum menggunakan model Paid-Incurred Chain dengan struktur dependensi paid-incurred. Model ini menggabungkan informasi paid claims dan incurred losses melalui transformasi log-ratio, estimasi parameter, pembentukan korelasi berdasarkan lag, serta penyusunan matriks kovariansi. Korelasi paid-incurred diestimasi menggunakan metode paired bootstrap pada residual log-ratio terstandarisasi. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa total cadangan klaim model PIC dengan dependensi adalah 1.529.569,96. Nilai ini lebih rendah dibandingkan Chain Ladder paid sebesar 1.561.506,34, PIC korelasi nol sebesar 1.663.033,87, dan Chain Ladder incurred sebesar 1.697.057,62. Akar MSEP model PIC dengan dependensi sebesar 46.773,64. Berdasarkan 100.000 simulasi Monte Carlo, diperoleh VaR 95% sebesar 1.607.133,94 dan CVaR 95% sebesar 1.626.950,50. Dengan demikian, model PIC dengan dependensi mampu menghasilkan estimasi cadangan klaim yang mempertimbangkan informasi paid, incurred, dan hubungan antara keduanya.

2026
👤 Penulis: Reydivaswara Rahmarsha
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Risiko Asuransi

KEBEBASAN SIPIL DAN SEKTOR INFORMAL: ANALISIS LINTAS NEGARA DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KEPATUHAN TERHADAP HAK-HAK KETENAGAKERJAAN

Informalitas menimbulkan tantangan yang signifikan bagi perusahaan yang beroperasi lintas batas dengan meningkatkan ketidakpastian regulasi, risiko kepatuhan, dan paparan reputasi dalam rantai nilai global. Penelitian ini mengkaji apakah kebebasan sipil berkaitan dengan perbedaan tingkat informalitas antarnegara dan apakah hubungan tersebut tetap bertahan ketika kepatuhan terhadap hak-hak ketenagakerjaan turut dipertimbangkan. Dengan menggunakan data potong lintang untuk 91 negara pada tahun 2023, analisis ini memanfaatkan estimasi informalitas dari Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), ukuran kebebasan sipil dari Freedom House, serta indikator kepatuhan hak ketenagakerjaan dari WageIndicator Foundation. Regresi Ordinary Least Squares (OLS) digunakan dengan mengendalikan tingkat pembangunan ekonomi, pendidikan, dan investasi asing langsung. Temuan menunjukkan bahwa kebebasan sipil yang lebih kuat berkaitan dengan tingkat informalitas yang lebih rendah dalam model dasar. Namun, hubungan ini melemah setelah kepatuhan hak ketenagakerjaan dimasukkan, sementara institusi yang terkait dengan penegakan hukum tetap memiliki keterkaitan yang kuat dengan informalitas. Hasil ini mengindikasikan bahwa kebebasan sipil saja memberikan sinyal yang tidak lengkap mengenai keandalan regulasi. Sebaliknya, kapasitas penegakan hukum memainkan peran sentral dalam membentuk hasil pasar tenaga kerja yang relevan bagi perusahaan multinasional. Penelitian ini berkontribusi pada kajian bisnis internasional dengan memperjelas bagaimana kebebasan politik dan institusi penegakan hukum secara bersama-sama membentuk risiko regulasi antarnegara. Kata kunci: Informalitas; kebebasan sipil; kepatuhan hak ketenagakerjaan; kapasitas penegakan hukum; rantai nilai global; ketenagakerjaan; pasar tenaga kerja

2026
👤 Penulis: Kiara Regina Putri
🏷️ Informalitas 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN TINGKAT KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI DI PT. X

Penelitian ini menganalisis hubungan antara beban kerja dan tingkat kelelahan kerja pada pekerja bagian produksi PT. X, sebuah perusahaan industri kimia dengan sistem kerja shift dan aktivitas produksi yang menuntut kewaspadaan tinggi. Beban kerja fisik diukur menggunakan Cardiovascular Load (CVL), beban kerja mental diukur dengan NASA-TLX, kualitas tidur dinilai menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan kelelahan kerja diukur melalui Industrial Fatigue Research Committee (IFRC). Penelitian cross-sectional ini melibatkan 82 pekerja produksi yang terdiri atas operator, production helper, supervisor, dan pekerja dayshift. Data dianalisis secara deskriptif, bivariat, dan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil menunjukkan bahwa beban kerja fisik seluruh kelompok masih berada pada kategori tidak terjadi kelelahan secara fisiologis, sedangkan beban kerja mental berada pada kategori tinggi. Kualitas tidur memiliki pengaruh langsung dan signifikan terhadap kelelahan kerja (koefisien 0,343; p=0,012). Sebaliknya, beban kerja mental tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas tidur (p=0,191) maupun kelelahan kerja (p=0,057). Nilai R2 menunjukkan bahwa model menjelaskan 17,5% variasi kelelahan kerja dan 1,7% variasi kualitas tidur. Temuan ini menegaskan bahwa aspek pemulihan melalui tidur lebih dominan dalam menjelaskan kelelahan dibandingkan beban kerja mental pada responden penelitian.

2026
👤 Penulis: Ottmar Attila Sundayana
🏷️ Keuangan Industri Kimia 🏷️ Analisis Kelelahan Kerja 🏷️ Pemulihan Melalui Tidur

PENENTUAN POSISI GEODETIK DENGAN KOMBINASI METODE GPS DAN TOTAL STATION

Kombinasi metode GPS dan Total Station digunakan sebagai alternatif penentuan posisi geodetik dua dimensi saat pengamatan GPS tidak dapat dilakukan dengan baik. Kombinasi metode GPS dan Total Station dilakukan dengan cara memanfaatkan pengamatan GPS sebagai titik referensi dalam pengukuran cara terestris menggunakan Total Station. Pemanfaatan pengamatan GPS sebagai titik referensi bertujuan agar penentuan posisi geodetik dua dimensi mengacu pada satu sistem referensi yang tunggal. Penentuan posisi geodetik dua dimensi menggunakan kombinasi metode GPS dan Total Station dihitung menggunakan algoritma di sistem koordinat proyeksi dan algoritma di sistem koordinat toposentrik. Penelitian tugas akhir ini mengkaji algoritma di sistem koordinat proyeksi dan algoritma di sistem koordinat toposentrik. Kedua algoritma tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, baik dari segi proses, maupun hasil. Kedua algoritma tersebut dapat digunakan untuk keperluan pemetaan.

2026
👤 Penulis: Fandi Oktiawan
🏷️ Geodesi 🏷️ Kartesianisasi 🏷️ Toposentrik

ALGORITMA EMBEDDINGPADA PELABELAN GRAF GRACEFUL ANTIMAGIC

Pelabelan graceful dan antimagic merupakan dua jenis pelabelan graf yang banyak dikaji dalam teori graf. Sebuah graf G dengan q sisi dikatakan graceful apabila terdapat fungsi injektif f : V (G) ? {0, 1, . . . , q} sedemikian sehingga himpunan label sisi { |f(u) ? f(v)| : uv ? E(G) } tepat sama dengan {1, 2, . . . , q}. Suatu pelabelan sisi dikatakan antimagic apabila bobot setiap simpul, yaitu jumlah label sisi yang berinsiden dengan simpul tersebut, bernilai berbeda untuk setiap simpul. Penelitian ini memperkenalkan konsep graceful antimagic embedding, yaitu mengonstruksi supergraf H ? G dari sebuah graf terhubung G sehingga H memenuhi syarat pelabelan graceful dan antimagic secara bersamaan. Untuk mengonstruksi H, dirancang algoritma berbasis stochastic heuristic yang bekerja melalui dua strategi, yaitu internal filling (menambahkan sisi antar simpul yang telah ada) dan external filling (menyematkan simpul baru), dengan evaluasi antimagic secara look-ahead pada setiap langkah. Eksperimen dilakukan terhadap seluruh kelas isomorfisme graf terhubung dengan banyak sisi q = 3 hingga q = 12, dengan total 40.962 tipe graf. Algoritma yang diusulkan berhasil menyelesaikan seluruh kasus uji dengan tingkat keberhasilan 100%, dengan waktu komputasi meningkat seiring bertambahnya q, dari 0,002 detik pada q = 3 hingga 131,587 detik pada q = 12. Berdasarkan hasil tersebut, diajukan konjektur bahwa setiap graf terhubung G dapat di-embed ke dalam suatu supergraf H ? G yang memenuhi pelabelan graceful dan antimagic secara bersamaan.

2026
👤 Penulis: Alma Nur Fadillah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Teori Graf 🏷️ Algoritma Optimis

PENGARUH MOTIVASI HEDONIS, NILAI YANG DIRASAKAN, DAN KEMUDAHAN PENGGUNAAN TERHADAP KETERLIBATAN BERKELANJUTAN: STUDI PADA PEMAIN HONOR OF KINGS DI INDONESIA

Studi ini menguji bagaimana motivasi hedonis, nilai yang dirasakan, dan kemudahan penggunaan mempengaruhi keterlibatan berkelanjutan dengan Honor of Kings di antara para pemain Indonesia. Penelitian ini juga menguji bagaimana tiga anteseden fitur permainan, yaitu keragaman hero, ekspresi sosial dalam permainan, dan antarmuka yang ramah pengguna, mendorong mediator psikologis ini melalui model mediasi yang terhubung penuh. Menggunakan desain eksplanatori kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner online dari 200 pemain Honor of Kings aktif di Indonesia menggunakan purposive sampling. Kuesioner awalnya terdiri dari 40 indikator; setelah prosedur penyempurnaan validitas diskriminan yang menghapus lima item cross-loading (UF1, UF2, IGC5, EF1, PV1) dan dua item HM dengan outer loading rendah (HM6, HM7), analisis akhir menggunakan 33 indikator yang mengukur tujuh konstruk pada skala Likert 1 hingga 10. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) di SmartPLS 4 dengan bootstrapping 5.000 subsampel. Semua kriteria model pengukuran terpenuhi. Outer loading berkisar antara 0,713 hingga 0,885, nilai Cronbach’s alpha dari 0,832 hingga 0,899, composite reliability (rho_c) dari 0,900 hingga 0,925, dan AVE dari 0,626 hingga 0,749. Validitas diskriminan dinilai menggunakan kriteria Fornell-Larcker dan rasio Heterotrait-Monotrait (HTMT); prosedur penyempurnaan validitas diskriminan menghapus lima item cross-loading (UF1, UF2, IGC5, EF1, PV1), meningkatkan pasangan HTMT terburuk (UF-IG) dari 0,944 menjadi 0,881. Setelah penyempurnaan, delapan dari dua belas jalur yang dihipotesiskan didukung. Antarmuka yang ramah pengguna muncul sebagai anteseden dominan, secara signifikan mendorong motivasi hedonis (b = 0,467, p < 0,001), nilai yang dirasakan (b = 0,228, p = 0,004), dan kemudahan penggunaan (b = 0,335, p < 0,001). Ekspresi sosial dalam permainan secara signifikan mendorong nilai yang dirasakan (b = 0,355, p < 0,001) dan motivasi hedonis (b = 0,250, p = 0,007). Keragaman hero secara signifikan mendorong nilai yang dirasakan (b = 0,178, p = 0,044) dan kemudahan penggunaan (b = 0,276, p = 0,006). Di antara tiga mediator psikologis, kemudahan penggunaan (b = 0,407, p < 0,001) dan nilai yang dirasakan (b = 0,359, p < 0,001) secara signifikan memprediksi keterlibatan berkelanjutan, sementara motivasi hedonis tidak (b = 0,102, p = 0,185). Model menjelaskan 65,5% varians dalam keterlibatan berkelanjutan (R2 = 0,655) dan memenuhi ambang SRMR saturasi (SRMR = 0,056). Temuan menyarankan bahwa untuk pemain Indonesia, yang sebagian besar muda, baru dalam permainan, dan bermain di perangkat kelas bawah, desain antarmuka yang mulus tetap menjadi anteseden terkuat, tetapi fitur ekspresi sosial dan keragaman hero juga memberikan kontribusi bermakna melalui mediator nilai yang dirasakan dan kemudahan penggunaan. Implikasi praktis untuk desain permainan, lokalisasi, dan fitur komunitas dibahas. Kata Kunci: motivasi hedonis, nilai yang dirasakan, kemudahan penggunaan, keterlibatan berkelanjutan, Honor of Kings, mobile gaming, Indonesia, MOBA, PLS-SEM

2026
👤 Penulis: Mikael Adimas Pradayan
🏷️ Motivasi Hedonis 🏷️ Nilai Yang Dirasakan 🏷️ Kemudahan Penggunaan

PENGARUH MOTIVASI HEDONIS, NILAI YANG DIRASAKAN, DAN KEMUDAHAN PENGGUNAAN TERHADAP KETERLIBATAN BERKELANJUTAN: STUDI PADA PEMAIN HONOR OF KINGS DI INDONESIA

Studi ini menguji bagaimana motivasi hedonis, nilai yang dirasakan, dan kemudahan penggunaan mempengaruhi keterlibatan berkelanjutan dengan Honor of Kings di antara para pemain Indonesia. Penelitian ini juga menguji bagaimana tiga anteseden fitur permainan, yaitu keragaman hero, ekspresi sosial dalam permainan, dan antarmuka yang ramah pengguna, mendorong mediator psikologis ini melalui model mediasi yang terhubung penuh. Menggunakan desain eksplanatori kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner online dari 200 pemain Honor of Kings aktif di Indonesia menggunakan purposive sampling. Kuesioner awalnya terdiri dari 40 indikator; setelah prosedur penyempurnaan validitas diskriminan yang menghapus lima item cross-loading (UF1, UF2, IGC5, EF1, PV1) dan dua item HM dengan outer loading rendah (HM6, HM7), analisis akhir menggunakan 33 indikator yang mengukur tujuh konstruk pada skala Likert 1 hingga 10. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) di SmartPLS 4 dengan bootstrapping 5.000 subsampel. Semua kriteria model pengukuran terpenuhi. Outer loading berkisar antara 0,713 hingga 0,885, nilai Cronbach’s alpha dari 0,832 hingga 0,899, composite reliability (rho_c) dari 0,900 hingga 0,925, dan AVE dari 0,626 hingga 0,749. Validitas diskriminan dinilai menggunakan kriteria Fornell-Larcker dan rasio Heterotrait-Monotrait (HTMT); prosedur penyempurnaan validitas diskriminan menghapus lima item cross-loading (UF1, UF2, IGC5, EF1, PV1), meningkatkan pasangan HTMT terburuk (UF-IG) dari 0,944 menjadi 0,881. Setelah penyempurnaan, delapan dari dua belas jalur yang dihipotesiskan didukung. Antarmuka yang ramah pengguna muncul sebagai anteseden dominan, secara signifikan mendorong motivasi hedonis (b = 0,467, p < 0,001), nilai yang dirasakan (b = 0,228, p = 0,004), dan kemudahan penggunaan (b = 0,335, p < 0,001). Ekspresi sosial dalam permainan secara signifikan mendorong nilai yang dirasakan (b = 0,355, p < 0,001) dan motivasi hedonis (b = 0,250, p = 0,007). Keragaman hero secara signifikan mendorong nilai yang dirasakan (b = 0,178, p = 0,044) dan kemudahan penggunaan (b = 0,276, p = 0,006). Di antara tiga mediator psikologis, kemudahan penggunaan (b = 0,407, p < 0,001) dan nilai yang dirasakan (b = 0,359, p < 0,001) secara signifikan memprediksi keterlibatan berkelanjutan, sementara motivasi hedonis tidak (b = 0,102, p = 0,185). Model menjelaskan 65,5% varians dalam keterlibatan berkelanjutan (R2 = 0,655) dan memenuhi ambang SRMR saturasi (SRMR = 0,056). Temuan menyarankan bahwa untuk pemain Indonesia, yang sebagian besar muda, baru dalam permainan, dan bermain di perangkat kelas bawah, desain antarmuka yang mulus tetap menjadi anteseden terkuat, tetapi fitur ekspresi sosial dan keragaman hero juga memberikan kontribusi bermakna melalui mediator nilai yang dirasakan dan kemudahan penggunaan. Implikasi praktis untuk desain permainan, lokalisasi, dan fitur komunitas dibahas. Kata Kunci: motivasi hedonis, nilai yang dirasakan, kemudahan penggunaan, keterlibatan berkelanjutan, Honor of Kings, mobile gaming, Indonesia, MOBA, PLS-SEM

2026
👤 Penulis: Mikael Adimas Pradayan
🏷️ Motivasi Hedonis 🏷️ Nilai Yang Dirasakan 🏷️ Kemudahan Penggunaan

PENGARUH MOTIVASI HEDONIS, NILAI YANG DIRASAKAN, DAN KEMUDAHAN PENGGUNAAN TERHADAP KETERLIBATAN BERKELANJUTAN: STUDI PADA PEMAIN HONOR OF KINGS DI INDONESIA

Studi ini menguji bagaimana motivasi hedonis, nilai yang dirasakan, dan kemudahan penggunaan mempengaruhi keterlibatan berkelanjutan dengan Honor of Kings di antara para pemain Indonesia. Penelitian ini juga menguji bagaimana tiga anteseden fitur permainan, yaitu keragaman hero, ekspresi sosial dalam permainan, dan antarmuka yang ramah pengguna, mendorong mediator psikologis ini melalui model mediasi yang terhubung penuh. Menggunakan desain eksplanatori kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner online dari 200 pemain Honor of Kings aktif di Indonesia menggunakan purposive sampling. Kuesioner awalnya terdiri dari 40 indikator; setelah prosedur penyempurnaan validitas diskriminan yang menghapus lima item cross-loading (UF1, UF2, IGC5, EF1, PV1) dan dua item HM dengan outer loading rendah (HM6, HM7), analisis akhir menggunakan 33 indikator yang mengukur tujuh konstruk pada skala Likert 1 hingga 10. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) di SmartPLS 4 dengan bootstrapping 5.000 subsampel. Semua kriteria model pengukuran terpenuhi. Outer loading berkisar antara 0,713 hingga 0,885, nilai Cronbach’s alpha dari 0,832 hingga 0,899, composite reliability (rho_c) dari 0,900 hingga 0,925, dan AVE dari 0,626 hingga 0,749. Validitas diskriminan dinilai menggunakan kriteria Fornell-Larcker dan rasio Heterotrait-Monotrait (HTMT); prosedur penyempurnaan validitas diskriminan menghapus lima item cross-loading (UF1, UF2, IGC5, EF1, PV1), meningkatkan pasangan HTMT terburuk (UF-IG) dari 0,944 menjadi 0,881. Setelah penyempurnaan, delapan dari dua belas jalur yang dihipotesiskan didukung. Antarmuka yang ramah pengguna muncul sebagai anteseden dominan, secara signifikan mendorong motivasi hedonis (b = 0,467, p < 0,001), nilai yang dirasakan (b = 0,228, p = 0,004), dan kemudahan penggunaan (b = 0,335, p < 0,001). Ekspresi sosial dalam permainan secara signifikan mendorong nilai yang dirasakan (b = 0,355, p < 0,001) dan motivasi hedonis (b = 0,250, p = 0,007). Keragaman hero secara signifikan mendorong nilai yang dirasakan (b = 0,178, p = 0,044) dan kemudahan penggunaan (b = 0,276, p = 0,006). Di antara tiga mediator psikologis, kemudahan penggunaan (b = 0,407, p < 0,001) dan nilai yang dirasakan (b = 0,359, p < 0,001) secara signifikan memprediksi keterlibatan berkelanjutan, sementara motivasi hedonis tidak (b = 0,102, p = 0,185). Model menjelaskan 65,5% varians dalam keterlibatan berkelanjutan (R2 = 0,655) dan memenuhi ambang SRMR saturasi (SRMR = 0,056). Temuan menyarankan bahwa untuk pemain Indonesia, yang sebagian besar muda, baru dalam permainan, dan bermain di perangkat kelas bawah, desain antarmuka yang mulus tetap menjadi anteseden terkuat, tetapi fitur ekspresi sosial dan keragaman hero juga memberikan kontribusi bermakna melalui mediator nilai yang dirasakan dan kemudahan penggunaan. Implikasi praktis untuk desain permainan, lokalisasi, dan fitur komunitas dibahas. Kata Kunci: motivasi hedonis, nilai yang dirasakan, kemudahan penggunaan, keterlibatan berkelanjutan, Honor of Kings, mobile gaming, Indonesia, MOBA, PLS-SEM

2026
👤 Penulis: Mikael Adimas Pradayan
🏷️ Motivasi Hedonis 🏷️ Nilai Yang Dirasakan 🏷️ Kemudahan Penggunaan

HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN KERJA FISIK DENGAN TINGKAT KELELAHAN PADA PT. X

Industri kimia pada umumnya beroperasi selama 24 jam sehingga menerapkan sistem kerja shift agar dapat beroperasi secara kontinu. Sistem kerja shift berisiko menyebabkan kelelahan kerja. Kelelahan kerja akibat faktor sistem kerja shift bersama dengan paparan faktor fisik di lingkungan produksi dapat menurunkan produktivitas sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara kebisingan, iklim kerja, dan intensitas pencahayaan dengan kejadian kelelahan pada pekerja grup D dalam tiga shift di PT X. Desain penelitian adalah repeated measures dengan total 20 responden. Pengukuran kebisingan dilakukan menggunakan sound level meter, iklim kerja dengan alat Wet Bulb Globe Temperature (WBGT), dan intensitas pencahayaan dengan lux meter. Kelelahan diukur secara subjektif melalui kuesioner Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) serta objektif dengan data denyut jantung (%CVL), data oksimetri (SpO?) dan data reaction timer. Perbedaan nilai skor IFRC, %CVL, selisih oksimetri, dan waktu reaksi pada pekerja grup D dalam tiga shift diuji dengan uji Friedman serta uji Wilcoxon Signed-Rank. Hubungan variabel independen terhadap variabel dependen dianalisis dengan korelasi Spearman. Variabel independen yang dominan terhadap variabel dependen diketahui dengan uji Generalized Estimating Equations. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa shift siang merupakan periode dengan tingkat kelelahan tertinggi berdasarkan uji statistik Wilcoxon pada tiga indikator kelelahan. Berdasarkan analisis korelasi Spearman, faktor lingkungan dan karakteristik responden memiliki hubungan signifikan dengan %CVL. Berdasarkan uji statistik Wilcoxon, periode pemulihan paling rendah pada indikator kelelahan %CVL berada di shift siang dan malam serta pada indikator kelelahan waktu reaksi berada di shift malam. Berdasarkan uji statistik Generalized Estimating Equations, iklim kerja merupakan faktor fisik di lingkungan kerja yang paling signifikan dalam kenaikan tingkat kelelahan pada indikator %CVL dan oksimetri.

2026
👤 Penulis: Mohamad Zaki Satrio Adhi
🏷️ Keuangan Industri Kimia 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

APAKAH PENGGUNAAN KEUANGAN DIGITAL MEMPENGARUHI AKSES RUMAH TANGGA TERHADAP PANGAN DAN KETAHANAN PANGAN DI INDONESIA?

Inklusi keuangan digital telah muncul sebagai instrumen yang dapat memperkuat ketahanan pangan rumah tangga di negara-negara berkembang, namun bukti pada tingkat mikro masih terbatas di Indonesia. Penelitian ini dapat menganalisis hubungan antara penggunaan transaksi digital dan ketahanan pangan rumah tangga di Indonesia, menggunakan analisis regresi untuk menilai dampak perilaku keuangan terhadap nutrisi rumah tangga. Dengan menggunakan data survei rumah tangga yang diperoleh dari World Bank dan menerapkan regresi Ordinary Least Squares (OLS), penelitian ini mengungkapkan bahwa penggunaan transaksi digital memiliki efek positif secara statistik signifikan terhadap ketahanan pangan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rumah tangga yang lebih banyak menggunakan keuangan digital cenderung memiliki akses pangan yang lebih baik. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya mengenai hubungan antara Keuangan Digital dan Akses Rumah Tangga terhadap Pangan & Ketahanan Pangan. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan keuangan digital memiliki efek positif terhadap ketahanan pangan rumah tangga di Indonesia, sambil juga menyoroti bahwa keuangan digital sebagai nilai atau faktor tunggal tidak dapat sepenuhnya menjelaskan kompleksitas ketahanan pangan di Indonesia. Keywords: Akses Rumah Tangga terhadap Pangan & Ketahanan Pangan; Keuangan Digital; Indonesia; Data Survei Rumah Tangga

2026
👤 Penulis: William Hugo Ravindra Putra
🏷️ Keuangan Digital 🏷️ Ketahanan Pangan 🏷️ Analisis Regresi
Halaman 132 dari 6754
💬