📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenKEPUTUSAN STRATEGIS PT KPI UNIT VI BALONGAN DALAM MEMENUHI KEBIJAKAN BAHAN BAKAR ULTRA RENDAH SULFUR DI WILAYAH JAKARTA DAN JAWA BARAT
Meningkatnya tingkat polusi udara di Jakarta dan Jawa Barat telah mempercepat kebutuhan akan bahan bakar transportasi yang lebih bersih di Indonesia. Meskipun PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit VI Balongan saat ini telah mematuhi standar kualitas produk yang ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kilang tersebut menghadapi tekanan regulasi mendatang dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk meningkatkan standar kualitas setara Euro IV dan V. Mulai awal tahun 2027, seluruh produk bensin dan diesel wajib memiliki kandungan sulfur maksimal 50 ppm wt sesuai dengan mandat nasional untuk wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Sebagai kilang utama yang memasok kebutuhan kedua wilayah tersebut, RU VI memiliki Nelson Complexity Index (NCI) tertinggi (11,9) di Indonesia; namun, konfigurasi saat ini belum memiliki kapasitas desulfurisasi yang cukup untuk memenuhi ambang batas yang lebih ketat tersebut pada seluruh lini produknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi optimal bagi RU VI Balongan guna mencapai kepatuhan Ultra-Low Sulfur Fuel (ULSF). Pendekatan metode campuran (mixed-method) digunakan dalam studi ini, yang mencakup analisis SWOT dan PESTLE, penilaian celah kapabilitas (gap capability assessment), serta Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Metode AHP dipilih secara khusus untuk memberikan kerangka kerja yang kuat bagi penilaian profesional (professional/wisdom judgment), yang memungkinkan integrasi pengalaman ahli dan intuisi teknis dari para praktisi industri senior ke dalam model matematika terstruktur. Hal ini memastikan bahwa justifikasi untuk strategi yang dipilih tidak hanya berdasarkan titik data semata, tetapi juga mencerminkan realitas operasional kilang yang ada. Penelitian ini mengevaluasi beberapa jalur strategis, termasuk optimasi crude slate, peningkatan proses, dan kemajuan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Optimasi Operasi, Revamp dan sumber eksternal dari RU lain merupakan alternatif strategi yang paling efektif, karena menawarkan biaya pemrosesan terendah dengan tetap menjaga ketangkasan operasional. Temuan ini menegaskan bahwa penyelarasan antara KLHK, ESDM, BUMN, Danantara, dan Pertamina Holding sangat penting untuk keberhasilan transisi ini. Peta jalan strategis yang terintegrasi ini memastikan RU VI Balongan tidak hanya mencapai kepatuhan regulasi, tetapi juga memperkuat perannya dalam transisi bahan bakar bersih nasional melalui peningkatan kualitas produk, keandalan operasional, dan kinerja lingkungan.
IDENTIFIKASI GEJALA DEGENTRIFIKASI KOMERSIAL TERHADAP PELAKU USAHA SEPATU PASCAPANDEMI COVID-19 DI SENTRA INDUSTRI SEPATU CIBADUYUT, KOTA BANDUNG
Kawasan Sentra Industri Sepatu Cibaduyut di Kota Bandung merupakan salah satu sentra industri rakyat yang mengalami transformasi spasial dan ekonomi signifikan dalam dua dekade terakhir. Sebelum pandemi COVID-19, kawasan ini menunjukkan gejala gentrifikasi yang berlangsung dalam tiga bentuk, yaitu state-led gentrification melalui revitalisasi infrastruktur berbasis kebijakan pemerintah, new-build gentrification melalui pembangunan properti baru berskala besar, serta commercial gentrification yang ditandai oleh masuknya pelaku usaha baru berskala internasional, termasuk dominasi pedagang sepatu dari luar daerah dalam aktivitas perdagangan lokal. Namun, pandemi COVID-19 sejak tahun 2020 memicu kemunduran vitalitas kawasan secara masif, yang mengindikasikan terjadinya degentrifikasi komersial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis gejala degentrifikasi komersial pascapandemi, dengan fokus pada dampak terhadap keberlangsungan usaha lokal, perubahan struktur ekonomi kawasan, serta strategi adaptasi pelaku usaha. Penelitian menggunakan metode campuran, bersifat deskriptif-eksploratif, serta menggabungkan pendekatan deduktif dan induktif. Data primer diperoleh melalui kuesioner terhadap 55 pelaku usaha sepatu aktif di koridor Jalan Cibaduyut Raya, didukung wawancara mendalam dan observasi lapangan. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata omzet usaha hanya pulih ke 39,1% dari kondisi prapandemi, tingkat kekosongan bangunan mencapai 26,2%, harga sewa turun 22,1%, investasi usaha baru menurun 32,1%, dan jumlah pengunjung hanya pulih ke 19,8%. Empat indikator degentrifikasi, yaitu peningkatan kekosongan, penurunan harga sewa, penurunan investasi, dan penurunan pengunjung, terkonfirmasi secara empiris berdasarkan kerangka Han et al. (2021) dan Hanaoka (2007). Penelitian ini menegaskan relevansi konsep degentrifikasi dalam konteks komersial di Global South serta menunjukkan bahwa strategi adaptasi pelaku usaha belum mampu membalikkan trajektori penurunan tanpa intervensi sistemik.
ANALISIS PROYEK INVESTASI INTERKONEKSI LISTRIK EKSTERNAL PLN DENGAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK UTILITAS PT KILANG PERTAMINA INTERNATIONAL REFINERY UNIT III PLAJU
PT Kilang Pertamina Internasional merupakan perusahaan dengan kegiatan bisnis pengolahan minyak bumi menjadi produk bernilai tinggi. Kilang Plaju adalah salah satu fasilitas produksi di Palembang dimana pada bagian utilitas terdapat tiga (3) turbin gas-generator untuk pembangkitan tenaga listrik. Konfigurasi operasi sistem pembangkit listrik RU III Plaju di bagian utilitas adalah menjalankan dua (2) turbin gas sementara satu (1) turbin gas dalam keadaan siaga dengan distribusi beban sebesar 14 MW untuk GT UA/UB dan 10 MW untuk GT UC. Kedua turbin gas- generator tersebut beroperasi tidak pada kapasitas desainnya (beban parsial) sehingga tidak efisien. Biaya perawatan yang tinggi dan adanya peningkatan harga gas alam sebagai bahan bakar gas turbine menyebabkan biaya operasi menjadi tinggi. Tulisan ini memberikan usulan peningkatan dengan melakukan proyek interkoneksi listrik eksternal PLN dengan utilitas RU III Plaju. Proyek tersebut memberikan peluang untuk mengurangi biaya operasi dimana PLN memiliki tarif listrik yang lebih murah untuk industri. Analisis SWOT digunakan untuk mengevaluasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kelayakan. Analisis teknis bertujuan untuk menilai apakah proyek ini dapat diimplementasikan. Analisis keuangan diperlukan untuk menilai profitabilitas jangka panjang melalui proyeksi biaya investasi, biaya operasi, dan penghematan biaya yang didapat. Analisis kelayakan finansial yang digunakan yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PBP). Selain itu, analisis risiko aspek teknis mengacu pada prosedur assessment risiko ISO 3100:2018 dan finansial menggunakan simulasi Monte Carlo untuk mengetahui impact, probabilitas, beserta mitigasi risikonya. Hasil analisa teknis menunjukkan proyek ini dapat diimplementasikan dengan konfigurasi integrasi operasional yaitu 1 (satu) turbine gas-generator beban 12 MW + listrik eksternal PLN beban 12 MW. Proyek ini dapat meningkatkan efisiensi energi melalui penurunan Energy Intensity Index (EII) sebesar 6,41 – 10,03 poin. Selain itu, integrasi ini juga meningkatkan kehandalan dan fleksibilitas supply power dengan tetap memenuhi kebutuhan uap melalui 1 (satu) WHRU dan 2 (dua) boiler yang beroperasi. Hasil analisa finansial menunjukkan proyek ini merupakan investasi yang menguntungkan dengan parameter NPV sebesar Rp. 223,64 miliar, IRR sebesar 25,9% vs 11,4% syarat minimum tingkat pengembalian, dan PBP 4,1 tahun. Berdasarkan analisa resiko aspek teknis, salah satu risiko yang signifikan dengan residual level medium dari proyek ini adalah gangguan jaringan listrik PLN dimana perlu dilakukan mitigasi untuk meminimalkan resiko seperti sistem proteksi, pemisahan otomatis, serta prosedur darurat apabila terjadi kehilangan daya dari PLN. Dari aspek risiko finansial, hasil simulasi Monte Carlo menunjukkan bahwa proyek ini layak meskipun terdapat resiko dengan probabilitas NPV positif sebesar 90,85% dan probabilitas NPV negative sebesar 9,15%.
STUDI KELAYAKAN FINANSIAL PROYEK PENINGKATAN KAPASITAS TRAIN LOADING SYTEM (TLS 3) PADA PT XYZ
PT XYZ berencana meningkatkan kapasitas TLS 3 dari 1.500 ton per jam menjadi 2.500 ton per jam melalui penggantian motor conveyor untuk mendukung target produksi batubara jangka panjang perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan finansial proyek peningkatan kapasitas TLS 3, menganalisis sensitivitas variabel-variabel utama yang memengaruhi kelayakan proyek, serta merumuskan strategi mitigasi risiko dengan menggunakan metode capital budgeting, incremental cash flow analysis, dan ARIMA untuk proyeksi harga batubara. Hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa proyek menghasilkan nilai NPV sebesar Rp20,42 miliar, nilai IRR sebesar 29,11% yang lebih tinggi dibandingkan WACC sebesar 11,78%, nilai BCR sebesar 1,45, serta periode pengembalian investasi selama 3 tahun. Analisis sensitivitas terhadap harga batubara, biaya operasional tetap, biaya operasional variabel, inflasi, dan CAPEX yang ditampilkan oleh spider chart dan tornado diagram menunjukkan bahwa harga batubara merupakan variabel yang paling sensitif terhadap perubahan nilai NPV proyek, diikuti oleh biaya operasional tetap dan biaya operasional variabel. Strategi mitigasi risiko direkomendasikan melalui pengendalian biaya operasional, peningkatan efisiensi operasional, preventive maintenance, serta pemantauan berkala terhadap harga batubara dan asumsi finansial proyek. Dengan mempertimbangkan seluruh hasil analisis, proyek peningkatan kapasitas TLS 3 dinilai layak untuk diimplementasikan.
STRATEGI IMPLEMENTASI REGULASI TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) DALAM INDUSTRI MANUFAKTUR KABEL SERAT OPTIK, STUDI KASUS PADA PT ZTT INDONESIA
Kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) telah menjadi instrumen kebijakan yang penting bagi pemerintah untuk memperkuat industri domestik, mendorong penciptaan lapangan kerja, serta meningkatkan nilai tambah nasional. Di Indonesia, pemerintah menetapkan tingkat kandungan lokal minimum sebesar 40% untuk produk yang digunakan dalam pengadaan pemerintah. Regulasi ini memberikan dampak signifikan terhadap industri yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur nasional, termasuk sektor manufaktur kabel serat optik. Seiring dengan percepatan pengembangan infrastruktur digital di Indonesia untuk mendukung konektivitas nasional serta agenda pembangunan jangka panjang dalam kerangka Visi Indonesia Emas 2045, permintaan terhadap kabel serat optik terus meningkat. Namun demikian, implementasi kebijakan TKDN di industri ini masih menghadapi berbagai tantangan struktural, khususnya yang berkaitan dengan ketersediaan dan daya saing bahan baku yang diproduksi di dalam negeri. Penelitian ini mengkaji strategi implementasi dan peningkatan kandungan lokal dalam industri manufaktur kabel serat optik melalui studi kasus pada PT ZTT Indonesia. Sebagai salah satu produsen kabel utama yang mendukung proyek infrastruktur kelistrikan dan telekomunikasi nasional, PT ZTT Indonesia harus memenuhi ketentuan TKDN sekaligus menjaga efisiensi operasional dan daya saing produknya. Meskipun perusahaan telah menunjukkan kemajuan dalam meningkatkan tingkat kandungan lokal pada produknya, perusahaan masih sangat bergantung pada bahan baku impor. Secara khusus, komponen penting pada lapisan pelindung kabel serat optik sebagian besar masih diperoleh dari pemasok luar negeri, yang disebabkan oleh keterbatasan kapasitas produksi serta konsistensi kualitas dari produsen domestik. Penelitian ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, menganalisis potensi manfaat dari peningkatan nilai kandungan lokal bagi PT ZTT Indonesia. Kedua, mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi perusahaan dalam memenuhi ketentuan TKDN. Ketiga, merumuskan jalur strategi yang dapat mendukung peningkatan kinerja kandungan lokal secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan fokus pada perspektif manufaktur dan rantai pasok. Data diperoleh melalui dokumentasi internal perusahaan, analisis regulasi, laporan industri, serta masukan dari para pemangku kepentingan. Alat analisis yang digunakan meliputi Fishbone Diagram dan siklus Plan–Do–Study–Act (PDSA) untuk mengidentifikasi akar penyebab berbagai kendala yang ada serta mengembangkan strategi implementasi yang praktis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kandungan lokal memberikan sejumlah keuntungan strategis bagi PT ZTT Indonesia. Tingkat kandungan lokal yang lebih tinggi dapat meningkatkan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi pengadaan pemerintah, memperkuat daya saing dalam proyek infrastruktur, meningkatkan ketahanan rantai pasok, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pengembangan industri nasional. Namun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa hambatan utama dalam implementasi TKDN. Hambatan tersebut meliputi keterbatasan ketersediaan dan ketidakkonsistenan kualitas bahan baku domestik, biaya bahan baku lokal yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan bahan impor, keterbatasan kemampuan teknologi pada pemasok lokal, serta kompleksitas regulasi yang mempengaruhi kebijakan impor dan proses sertifikasi. Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini mengusulkan sejumlah inisiatif strategis untuk meningkatkan kinerja TKDN. Strategi tersebut meliputi penguatan kemitraan dengan pemasok bahan baku domestik, pelaksanaan program pengembangan pemasok dan transfer teknologi, optimalisasi proses produksi internal untuk meningkatkan nilai tambah domestik, serta peningkatan investasi dalam penelitian dan pengembangan guna mendukung inovasi material dan proses lokalisasi. Selain itu, kolaborasi yang lebih kuat antara pelaku industri dan institusi pemerintah juga diperlukan untuk memperkuat ekosistem industri hulu serta memastikan ketersediaan bahan baku domestik yang kompetitif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kinerja kandungan lokal dalam industri kabel serat optik memerlukan pendekatan yang seimbang dan terintegrasi, yang menggabungkan kepatuhan terhadap regulasi, pengembangan rantai pasok, serta peningkatan kapabilitas industri. Bagi PT ZTT Indonesia, implementasi strategi tersebut dapat meningkatkan daya saing perusahaan dalam proyek infrastruktur nasional sekaligus mendukung tujuan yang lebih luas untuk memperkuat kapasitas manufaktur domestik dan mendorong pembangunan industri yang berkelanjutan di Indonesia. Temuan penelitian ini juga memberikan wawasan kebijakan bagi regulator dalam merancang kerangka kebijakan TKDN yang lebih adaptif dan kolaboratif, sehingga tujuan kebijakan dapat selaras dengan realitas rantai pasok industri.
ALGORITMA PENCARIAN PELABELAN GRACEFUL,GRACEFUL ANTIMAGIC, DAN GRACEFUL DISTANCE–ANTIMAGIC
Penelitian ini mengkaji keberadaan graceful labeling (GL), graceful antimagic labeling (GAL), dan graceful distance–antimagic labeling (GDAL) pada graf sederhana tak berarah berorde kecil hingga orde n ? 9 menggunakan pendekatan komputasional berbasis backtracking teroptimasi. Hasil komputasi menunjukkan bahwa GL memiliki persentase eksistensi tertinggi, diikuti GAL, lalu GDAL. Selain itu, diperoleh bahwa GL tidak menjamin keberadaan GAL maupun GDAL, serta GAL dan GDAL tidak saling mengimplikasikan. Pada graf pohon, hasil komputasi menunjukkan bahwa meskipun setiap graf pohon diduga memiliki GL dan setiap graf terhubung selain K2 diduga memiliki pelabelan antimagic, keberadaan kedua sifat tersebut tidak secara langsung menjamin keberadaan GAL. Secara khusus, ditemukan beberapa graf pohon berorde kecil yang tidak memenuhi GAL, sehingga penentuan syarat perlu dan syarat cukup bagi graf pohon untuk memiliki GAL masih menjadi masalah terbuka. Selain itu, hasil komputasi menunjukkan bahwa graf pohon dengan orde 4 ? n ? 9 yang tidak memiliki dua simpul dengan himpunan tetangga yang sama memiliki GDAL. Oleh karena itu, terdapat dugaan bahwa setiap graf pohon yang tidak memiliki dua simpul dengan himpunan tetangga yang sama memiliki solusi GDAL. Algoritma teroptimasi yang dikembangkan juga terbukti lebih efisien dibandingkan pendekatan brute-force tanpa mengubah hasil pencarian pelabelan.
PENGEMBANGAN KNOWLEDGE – BASED SYSTEM MENGGUNAKAN REPRESENTASI PENGETAHUAN KNOWLEDGE GRAPH DALAM MENDIAGNOSIS PENYAKIT PARU – PARU
Penyakit paru–paru merupakan penyakit yang berada di peringkat 10 besar penyakit paling mematikan di Indonesia berdasarkan data dari Hello Sehat (Kemenkes) di tahun 2023. Penerapan AI dapat dimanfaatkan untuk melakukan pendeteksian penyakit paru–paru. Salah satu jenis AI yang paling sering digunakan di bidang kesehatan adalah Knowledge – Based System, yang juga termasuk Expert System. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sebuah prototipe Knowledge – Based System dengan representasi pengetahuan menggunakan Knowledge Graph untuk memastikan bahwa pengetahuan yang menjadi bagian utama dari Knowledge – Based System dapat terpetakan dengan baik, terutama dengan aspek skalabilitas untuk penelitian kedepannya, di mana Knowledge Graph itu sendiri sangat mudah untuk scalable. Knowledge Based System juga dibantu menggunakan model Multinomial Logistic Regression untuk dapat memprediksi intent / tujuan dari pengguna menanyakan hal tersebut. Hasil evaluasi yang melibatkan pakar untuk proses validasi menunjukkan bahwa prototipe Knowledge – Based System dengan representasi pengetahuan Knowledge Graph dengan model Multinomial Logistic Regression yang diimplementasikan mendapatkan akurasi sebesar 96% dari 25 pertanyaan. Selain itu, untuk blind testing hasil pengetesan intent yang dilakukan menggunakan 100 contoh kalimat yang belum pernah menjadi data latih model, didapatkan akurasi sebesar 83%. Kesimpulannya, implementasi Knowledge – Based System dengan menggunakan representasi pengetahuan Knowledge Graph, yang juga dibantu menggunakan model Multinomial Logistic Regression terbukti dapat berhasil diimplementasikan sebagai prototipe chatbot yang dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan seputar penyakit paru–paru dengan akurasi yang baik. Selain fungsionalitas dari sistem, prototipe chatbot yang menggunakan Knowledge – Based System dapat diterima dengan baik oleh pakar, serta berpotensi untuk digunakan bagi daerah yang tidak memiliki dokter spesialis paru-paru.
PENGEMBANGAN ORKESTRASI MULTI-AGENT AI BERBASIS LLM LOKAL UNTUK KONFIGURASI DAN ANALISIS JARINGAN SKALA MENENGAH
Penelitian ini membahas pengembangan orkestrasi multi-agent Artificial Intelligence (AI) berbasis Large Language Model (LLM) lokal untuk mendukung konfigurasi dan analisis jaringan skala menengah. Kompleksitas jaringan modern, tingginya volume telemetri, serta keberadaan perangkat multi-vendor menyebabkan pengelolaan jaringan secara manual menjadi tidak efisien, rawan human error, dan membutuhkan waktu penanganan yang lama. Penelitian ini berfokus pada pengembangan subsistem Backend-AI yang mampu membantu proses analisis jaringan dan otomatisasi konfigurasi menggunakan antarmuka bahasa alami tanpa ketergantungan terhadap layanan cloud eksternal. Sistem dikembangkan menggunakan pendekatan agentic AI berbasis multi-agent yang terdiri atas engineer agent, analyst agent, dan verifier agent. Engineer agent bertugas menghasilkan konfigurasi perangkat jaringan berdasarkan instruksi pengguna, analyst agent melakukan pemantauan telemetri jaringan untuk mendeteksi anomali dan memberikan rekomendasi perbaikan, sedangkan verifier agent bertugas memvalidasi keseluruhan rencana konfigurasi dan hasil analisis. Backend-AI dibangun menggunakan model LLM lokal yang dijalankan melalui Ollama serta dipadukan dengan Retrieval-Augmented Generation (RAG) menggunakan ChromaDB untuk memperkaya konteks inferensi dan mengurangi hallucination pada model. Penelitian ini juga mengintegrasikan Model Context Protocol (MCP) sebagai middleware untuk menghubungkan sistem AI dengan perangkat jaringan melalui protokol SSH, serial, dan telnet. Pengujian dilakukan pada berbagai skenario konfigurasi jaringan, seperti OSPF, DHCP, VLAN, Etherchannel. Pengujian juga dilakukan pada berbagai skenario analisis lalu lintas jaringan seperi link down, native VLAN mismatch, dan DHCP pool exhaustion menggunakan simulator jaringan GNS3. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menghasilkan konfigurasi jaringan dengan tingkat keberhasilan di atas 90% serta memberikan analisis anomali jaringan dengan tingkat akurasi di atas 4.50/5.00 menggunakan sumber daya lokal tanpa koneksi internet. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi agentic AI, RAG, dan MCP dalam sebuah orkestrasi multi-agent berbasis LLM lokal untuk kebutuhan otomasi jaringan multi-vendor. Sistem yang dikembangkan tidak hanya mampu memberikan rekomendasi, tetapi juga mendukung analisis dan eksekusi konfigurasi secara terintegrasi pada lingkungan jaringan nyata maupun simulasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan otomasi jaringan cerdas yang lebih efisien, aman, dan adaptif pada lingkungan jaringan skala menengah.
INTEGRASI ANALISIS PROTEOMIK DAN PEMODELAN IN-SILICO ISOFORM LEKTIN PISANG UNTUK IDENTIFIKASI PENANDA N-GLIKAN TINGGI MANOSA PADA KANKER PAYUDARA
Perkembangan kanker payudara juga disertai peningkatan N-glikan tipe tinggi manosa pada glikoprotein permukaan sel. Hal ini membuka peluang pemanfaatan molekul pengikat glikan untuk deteksi kanker, salah satunya BanLec. BanLec merujuk pada lektin pisang famili jacalin-related (JRL) yang memiliki afinitas terhadap manosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi lektin Musa balbisiana dan Musa troglodytarum, serta mensimulasikan BanLec sebagai molekul pengenal glikan melalui pemodelan komputasional. Identifikasi lektin dilakukan melalui analisis proteom LCHRMS/ MS terhadap daging buah pisang Musa balbisiana dan Musa troglodytarum pada tingkat kematangan Peel Color Index (PCI) 6. Hasil analisis proteomik terhadap pisang M. troglodytarum dan M. balbisiana secara berturut-turut menunjukkan sebanyak 1093 dan 322 kelompok protein yang teridentifikasi. Pada M. troglodytarum dan M. balbisiana secara berturut-turut, sebanyak 3.8% dan 12.4% dari total proteom merupakan kelompok lektin serta 7 dan 8 lektin di antaranya merupakan BanLec. Selanjutnya urutan asam amino BanLec diseleksi berdasarkan motif pengikat karbohidrat, dimodelkan 3D dengan SWISS-MODEL, dievaluasi dengan MolProbity, dan dilakukan studi penambatan molekuler terhadap Man?–Man?GlcNAc? yang dilaporkan meningkat pada kanker payudara menggunakan HADDOCK 2.4. Kompleks terbaik disimulasikan selama 100 ns dalam GROMACS dengan parameter CHARMM36m, diikuti perhitungan energi bebas ikatan dan dekomposisi energi MM/PBSA. BanLec B dan T membentuk kompleks paling stabil dengan Man?GlcNAc? dan Man7GlcNAc? (?G mencapai ?33.44±6.68 dan ?31.32±7.24 kkal mol?¹). Hal ini didorong oleh kontribusi van der Waals dan elektrostatik yang tinggi, sementara seluruh BanLec berinteraksi lemah dengan Man6GlcNAc? (?G hingga ?1,6 kkal mol?¹). Semua kompleks tetap stabil secara konformasional dengan RMSD backbone sekitar 1,25–1,75 Å dan radius girasi yang kompak selama 100 ns. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa BanLec B dan T teridentifikasi melalui analisis proteomik; mamp mengenali N-glikan tinggi manosa secara stabil; dan dapat diaplikasikan sebagai platform diagnostik berbasis lektin, seperti antibody-lectin sandwich assay.
DINAMIKA SPASIAL LINGKUNGAN ALUN-ALUN CIANJUR SEJAK 1808 HINGGA 2026
Penelitian ini mengkaji dinamika spasial lingkungan Alun-alun Cianjur sebagai ruang publik yang mengalami perkembangan sejak masa kolonial hingga kini. Alun-alun Cianjur memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat. Seiring dengan perubahan zaman, ruang ini mengalami transformasi yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mencakup perubahan fungsi, struktur ruang, dan karakter kawasan yang dipengaruhi oleh faktor historis, kebijakan, serta kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan dinamika perkembangan historis Alun-alun Cianjur, serta menganalisis perubahan kualitas ruang publik melalui pengalaman, aktivitas, dan persepsi pengguna. Selain itu, penelitian ini juga menggali pemahaman historis masyarakat terhadap Alun-alun Cianjur. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melalui analisis data historis, kajian dokumentasi, pengolahan data kuesioner pengguna, serta wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika spasial lingkungan Alun-alun Cianjur berlangsung melalui proses transformasi bertahap yang dipengaruhi oleh perubahan sistem pemerintahan, perkembangan kota, serta kebijakan penataan ruang dari masa ke masa. Transformasi tersebut tidak hanya mengubah struktur dan elemen fisik kawasan, tetapi juga memperluas fungsi alun-alun menjadi ruang publik multifungsi yang mendukung aktivitas sosial, keagamaan, budaya, dan rekreasi masyarakat. Hasil analisis persepsi pengguna menunjukkan bahwa Alun-alun Cianjur memiliki kualitas ruang publik yang baik serta masih mempertahankan identitas budaya lokal melalui berbagai elemen simbolik kawasan. Dengan demikian, Alun-alun Cianjur berkembang tidak hanya sebagai ruang publik yang fungsional, tetapi juga sebagai ruang yang merepresentasikan sejarah, budaya, dan identitas masyarakat Cianjur.
DETEKSI SERANGAN DISTRIBUTED DENIAL OF SERVICE (DDOS) PADA SOFTWARE DEFINED NETWORKING (SDN) MENGGUNAKAN PENDEKATAN HYBRID DEEP LEARNING BERBASIS CNN-LSTM-TRANSFORMER
Teknologi Software-Defined Networking (SDN) menawarkan fleksibilitas pengelolaan jaringan melalui pemisahan control plane dan data plane. Namun, arsitektur terpusat ini kerentanan single point of failure terhadap serangan Distributed Denial-of-Service (DDoS) yang dapat melumpuhkan controller dan mengganggu ketersediaan layanan. Meskipun berbagai pendekatan deep learning telah diusulkan, mayoritas masih terbatas pada evaluasi offline menggunakan fitur dataset berdimensi tinggi yang tidak kompatibel dengan statistik protokol OpenFlow, serta minimnya validasi operasional secara real-time. Penelitian ini mengusulkan kerangka kerja deteksi dan mitigasi DDoS berbasis aliran (flow-based) menggunakan model hibrida CNN-LSTM-Transformer. Model ini mengintegrasikan Convolutional Neural Network (CNN) untuk ekstraksi fitur spasial, Long Short-Term Memory (LSTM) untuk dependensi temporal, dan Transformer untuk menangkap konteks global melalui mekanisme self-attention. Evaluasi offline dilakukan pada tiga dataset publik (CIC-DDoS2019, inSDN, dan CIC-IDS2017) menggunakan 71 fitur, sementara validasi real-time diimplementasikan pada testbed Mininet dan controller Ryu (OpenFlow 1.3) menggunakan 11 fitur operasional yang kompatibel dengan statistik OpenFlow. Hasil evaluasi offline menunjukkan model usulan mencapai tingkat akurasi 99,87% (CIC-DDoS2019), 99,98% (inSDN), dan 99,93% (CIC-IDS2017), dengan waktu konvergensi yang lebih cepat dan validation loss yang lebih rendah dibandingkan model tanpa Transformer. Pada fase validasi real-time, sistem mampu mendeteksi serangan flooding (UDP, TCP SYN, dan ICMP) dalam waktu 0,0693 hingga 0,2668 detik. Mekanisme mitigasi otonom menggunakan instruksi drop rules terbukti efektif mencegah saturasi komputasi dengan memulihkan utilisasi CPU controller dari 52,6%-91,4% ke rentang 0,7%-1,7%. Penelitian ini berhasil menjembatani kesenjangan (deployment gap) antara metrik klasifikasi offline dan kelayakan implementasi mitigasi pada jaringan SDN.
PENGARUH RDTR DALAM MEMITIGASI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM YANG DISEBABKAN OLEH KONVERSI TUTUPAN LAHAN DI KOTA BANDUNG
Peningkatan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di kawasan perkotaan telah menjadi masalah utama dalam perubahan iklim secara global. Pada negara berkembang seperti Indonesia, lonjakan emisi ini dipengaruhi oleh perubahan tutupan lahan. Ekspansi lahan terbangun mengakibatkan konversi ruang terbuka hijau sebagai penyerap karbon. Menanggapi akan pentingnya dekarbonisasi perkotaan maka penerapan 1,5-Degree Lifestyle menjadi langkah mitigasi yang memerlukan dukungan instrumen kebijakan tata ruang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keselarasan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Bandung 2024-2044 dalam mereduksi dampak perubahan iklim akibat alih fungsi lahan. Untuk menjawab tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode campuran. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memetakan perubahan tutupan lahan secara historis dan melakukan proyeksi tutupan lahan ke depan beserta estimasi stok karbon. Sedangkan analisis kualitatif dilakukan dengan studi dokumen terhadap RDTR Kota Bandung Tahun 2024-2044. Instrumen dan pasal tata ruang dievaluasi menggunakan matriks keselarasan kebijakan untuk menilai pemenuhan kriteria gaya hidup 1,5 derajat. Hasil proyeksi spasial menunjukkan Kota Bandung terancam defisit ekologis parah. Alokasi pola ruang dalam RDTR justru melegitimasi penyusutan kapasitas stok karbon menjadi hanya 92.503,13 ton, menurun drastis dari periode tata ruang sebelumnya. RDTR baru memenuhi 50% indikator kelayakan meskipun telah mengakomodasi konsep Kawasan Berorientasi Transit (TOD), kebijakan ini masih memfasilitasi urban sprawl dan pembangunan yang berpusat pada kendaraan bermotor. Terbatasnya daya dukung lingkungan ini diperparah oleh minimnya akses transportasi publik dan Sarana Pelayanan Umum (SPU) di wilayah timur dan selatan, yang memaksa tingginya penggunaan kendaraan pribadi, sehingga dokumen RDTR Kota Bandung belum selaras dan belum mampu memfasilitasi perwujudan 1.5-Degree Lifestyle.
PENGEMBANGAN MODEL STRESS TESTING UNTUK SEKTOR PERBANKAN DI INDONESIA BESERTA RANCANGAN OTOMATISASINYA
Sektor perbankan merupakan salah satu pilar utama dalam sistem keuangan suatu negara yang berperan sebagai perantara keuangan antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana, sehingga ketahanan sektor perbankan menjadi perhatian utama regulator, termasuk OJK di Indonesia. Sebagaimana setiap sektor bisnis memiliki risikonya masing-masing, sektor perbankan menghadapi berbagai risiko yang dapat mengancam kelangsungan usaha dan stabilitas sistem keuangan, di mana risiko permodalan yang tercermin dari Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) dan Interest Rate Risk in the Banking Book (IRRBB) merupakan dua risiko yang mendapat perhatian khusus dari regulator. Penelitian ini bertujuan untuk mengonstruksi model stress testing yang komprehensif untuk memonitor dan mengukur dua dimensi risiko tersebut secara simultan sesuai dengan kerangka regulasi yang berlaku di Indonesia, sekaligus merancang sistem otomatisasi dari seluruh proses perhitungan tersebut. Model proyeksi KPMM yang meninjau secara makroprudensial dibangun melalui forecasting variabel makroekonomi (M2, IHSG, kurs, inflasi, dan BI Rate) menggunakan SARIMA, dilanjutkan proyeksi Ekuitas dan Pinjaman Nasabah menggunakan Multiple Linear Regression (MLR) di bawah tiga skenario quantile (base Q50, adverse 1 Q20, dan adverse 2 Q5), sementara model IRRBB yang meninjau secara mikroprudensial dikembangkan sesuai SEOJK 12/SEOJK.03/2018 yang mencakup pembangkitan arus kas dengan behavioral assumption, konstruksi yield curve menggunakan interpolasi linear dan Nelson-Siegel dengan optimasi Trust Region Reflective (TRF), penerapan enam skenario shock suku bunga standar, serta perhitungan Economic Value of Equity (EVE) dan Net Interest Income (NII) beserta outlier test terhadap 15% Tier 1 Capital, di mana alur proses direpresentasikan melalui prototipe antarmuka pengguna grafis yang dirancang untuk mendukung pengembangan otomatisasi di masa mendatang.
PRODUKSI FEROSILIKON DARI CAMPURAN PASIR SILIKA DAN BIJIH BESI LIMONIT DENGAN KOMBINASI PLASMA HIDROGEN DAN REDUKTOR KARBON
Ferosilikon berperan strategis dalam industri metalurgi sebagai agen deoksidasi, unsur paduan, dan inokulan pada baja dan besi cor. Indonesia memiliki cadangan bijih limonit sebesar 2,33 miliar ton dan pasir silika sebesar 7,81 miliar ton, namun neraca perdagangan ferosilikon masih defisit hingga tahun 2025. Proses produksi konvensional melalui reduksi karbotermik dalam submerged arc furnace melepaskan sekitar 2,5–4,8 ton CO? per ton ferosilikon, mendorong pengembangan teknologi yang lebih bersih seperti Hydrogen Plasma Smelting Reduction (HPSR). Namun, pemanfaatan plasma hidrogen cenderung menghasilkan senyawa seperti SiO, SiC, dan Si?N? dan tidak mampu menghasilkan Si logam dan paduannya secara efektif. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji produksi ferosilikon dari campuran pasir silika dan bijih besi limonit melalui kombinasi plasma hidrogen dan reduktor karbon, dengan memvariasikan stoikiometri karbon, durasi reduksi, komposisi umpan, dan jenis karbon terhadap morfologi serta komposisi kimia produk. Pasir silika dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan X-Ray Fluorescence (XRF), sedangkan biokarbon dikarakterisasi melalui analisis proksimat. Simulasi termodinamika dilakukan menggunakan FactSage 8.3 untuk memprediksi kondisi kesetimbangan dan merancang matriks percobaan. Briket seberat 1 gram dari campuran bijih besi limonit, pasir silika, reduktor karbon berupa grafit atau biokarbon, dan pati direduksi dalam reaktor HPSR. Variabel yang dikaji meliputi stoikiometri karbon antara 0-1,5, durasi reduksi 1-4 menit, komposisi umpan Si:Fe sebesar 85:15 dan 95:5, serta jenis karbon berupa grafit dan biokarbon. Produk dikarakterisasi menggunakan SEM-EDS dan EPMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stoikiometri karbon berpengaruh signifikan terhadap morfologi dan komposisi produk, di mana stoikiometri karbon 1 memberikan hasil terbaik dengan seluruh produk terkonversi menjadi fasa logam dan kadar Si mencapai 65,76% berat, sementara stoikiometri 0 dan 0,5 menghasilkan produk yang masih didominasi fasa oksida dan stoikiometri 1,5 dengan karbon berlebih mendorong pembentukan SiC secara dominan. Pada stoikiometri optimum tersebut, peningkatan durasi reduksi hingga 4 menit meningkatkan kadar Si hingga 79,52% berat. Peningkatan komposisi umpan dari Si:Fe 85:15 menjadi 95:5 meningkatkan kadar Si hingga 84,46% berat, sedangkan penggunaan biokarbon menghasilkan kadar Si tertinggi sebesar 86,95% berat dengan fraksi inklusi SiC yang lebih rendah. Temuan ini memberikan bukti awal bahwa kombinasi plasma hidrogen dan biokarbon merupakan pendekatan yang berpotensi bagi pengembangan proses lebih berkelanjutan.
ANALISIS STRATEGI KEBIJAKAN PENGELOLAAN KUALITAS AIR SUNGAI CITARUM HULU DENGAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIS (STUDI KASUS: KOTA BANDUNG)
Sungai Citarum Hulu merupakan sungai strategis yang berperan dalam memenuhi kebutuhan air baku di pulau Jawa dan Bali. Namun, Sungai Citarum mengalami tantangan dalam degradasi sungai dan menyebabkan Sungai Citarum masuk ke dalam satus cemar berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kebijakan pengelolaan kualitas air sungai dengan menggunakan sistem dinamis. Sistem dinamis digunakan untuk menangkap proses umpan balik dan interaksi antara kualitas air sungai dan dampak dari kegiatan sosial ekonomi di wilayah sungai, terutama Sungai Citarum Hulu. Pengukuran kualitas air sungai citarum dilakukan dengan metode Sanitation Foundation Water Quality Index (NSFWQI). Berdasarkan hasil uji validitas, model dinyatakan valid dan dapat digunakan dalam simulasi model pengelolaan kualitas air sungai. Hasil uji sensitivitas didapatkan faktor PDRB industri sensitif terhadap kualitas air sungai dengan nilai deviasi sebesar 2,48% untuk peningkatan 10% dan 1,14% untuk penurunan 10%. Model dinyatakan robust terhadap perubahan parameter. Dengan menggunakan SD, empat skenario optimal disimulasikan untuk menganalisis strategi kebijakan pengelolaan kualitas air sungai. Kondisi Sungai Citarum Hulu tanpa adanya perubahan pada intervensi terus mengalami penurunan hingga mencapai -16% di tahun 2035. Hasil simulasi intervensi dalam penanganan beban pencemar industri, air limbah domestik, limbah padat, dan limbah pertanian dapat meningkatkan kualitas air Sungai Citarum Hulu hingga mencapai 17% di tahun 2035. Selain itu, intervensi pada aspek sosial, edukasi, penegakan hukum dan pemantauan kualitas air sungai juga penting dalam pengelolaan kulitas air sungai. Peningkatan kualitas air sungai dapat dicapai melalui strategi kolaboratif dari aspek teknis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.