π Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenPENYAMBUTAN MAHASISWA BARU SEMESTER II TAHUN AKADEMIK 2023/2024, 2 FEBRUARI 2024
-
PEMBANGUNAN VIRTUAL-REALTY GIS UNTUK DOKUMENTASI WARISAN BUDAYA(STUDI KASUS : KOMPLEK CANDI SEWU, YOGYAKARTA)
Warisan budaya merupakan kekayaan yang dimiliki oleh setiap bangsa yang dapat menceritakan perilaku kehidupan masyarakat pada suatu bangsa. Cerita yang terkandung dalam suatu warisan budaya, yang salah satunya tertuang pada Benda Cagar Budaya, merupakan cerita yang memiliki nilai sejarah dan tidak pernah bisa digantikan sehingga perlu dilakukan upaya-upaya yang tepat untuk melestarikan cerita sejarah yang kita dimiliki salah satunya dengan mendokumentasikan warisan budaya (Kompleks Candi Sewu, Klaten, Jawa Tengah). Konservasi dapat diartikan sebagai cabang arkeologi yang mencoba untuk mempreservasi dan mengelola objek arkeologis untuk berbagai kepentingan akademis-praktis di masa sekarang dan mendatang (Yuwono, 2003). Sistem informasi geografis yang menyediakan kemampuan untuk menyimpan, menampilkan serta menganalisa data spasial, dalam kegiatan konservasi dapat berperan untuk arkeolog dalam kepentingan pemeliharaan maupun rekonstruksi. Pembangunan virtual reality GIS untuk dokumentasi konservasi warisan budaya pada prinsipnya lebih mengarah pada segi visualisasi. Tahapan yang dilakukan meliputi perancangan desain basis data, ekstraksi data yang meliputi pemodelan 3D, georeferensi model, segmentasi model bangunan candi, implementasi basis data, serta proses visualisasi. Hasil yang diharapkan dari virtual reality GIS ini yaitu aplikasi dengan visual 3D yang menampilkan visualisasi dari Kompleks Candi Sewu berupa foto udara, 3D komplek candi, serta model 3D LOD 2, LOD 3, hingga LOD 4. Selain itu diharapkan aplikasi yang dibuat dapat membuat proses konservasi terutama rekonstruksi bangunan candi lebih efektif dan efisien.
PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB DARI FENOMENA PENURUNAN TANAH DI KAWASAN SEMARANG
Dampak dari fenomena penurunan tanah di kawasan Semarang telah dapat dilihat langsung pada kehidupan sehari-hari, seperti retaknya bangunan, rusaknya infrastruktur, dan meluasnya genangan banjir rob. Berdasarkan data survei GPS yang telah dilakukan sejak tahun 2008-2012, diketahui bahwa Semarang mengalami penurunan tanah dengan laju 0-0,22 m per tahun atau 0-22 cm per tahun. Informasi yang dirasa penting mengenai penurunan tanah di Semarang ini belum ditunjang oleh mudahnya informasi tersebut didapat oleh masyarakat umum atau pihak yang membutuhkan. Untuk itu, diperlukan suatu sistem untuk menjawab kebutuhan tersebut. Penelitian tugas akhir ini mencoba untuk membangun sebuah basis data spasial yang kemudian ditampilkan dalam SIG berbasis web. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu dalam mengorganisasi penyimpanan data spasial dan membantu pihak-pihak yang membutuhkan informasi terkait penurunan tanah di Kota Semarang. Tahapan penelitian ini terdiri dari pembangunan basis data spasial, pembangunan aplikasi SIG berbasis web beserta pembangunan aplikasi basis data. Hasil dari penelitian ini adalah dibangunnya sebuah SIG berbasis web dari fenomena penurunan tanah di Kawasan Semarang dengan menggunakan perangkat lunak PostgreSQL/PostGIS dan GeoServer. Informasi yang didapatkan dari hasil pembangunan aplikasi ini masih terbatas. Hal ini dikarenakan oleh ketersediaan data-data terkait penurunan tanah di Kota Semarang yang terbatas pula.
TRAJECTORY CONTROL DESIGN FOR AIR-LAUNCH VEHICLE
Most small satellites reach orbit through ridesharing, which limits the launch schedule and target orbit selection. The Air-Launch to Orbit (ALTO) method offers an alternative in which the launch vehicle is released from a carrier aircraft at an altitude, where it can operate from existing runways and fly over wide areas, providing operational flexibility. However, air-launch vehicles flight profile exhibits a rapidly changing dynamics driven by dynamic pressure changes, staging events, and control e!ector transitions from aerodynamic fins, thrust vectoring control, and reaction control system. This research aims to develop a longitudinal trajectory control architecture for Pegasus XL air-launch vehicle from Stage 1 ignition to orbital insertion. The dynamics of the vehicle is approximated by a set of local Linear Time Invariant (LTI) models. For each stage, a guidance reference command is constructed and a set of Linear Quadratic Regulator tracking controller is designed using the corresponding local LTI model. The vehicle model and control framework are implemented in MATLAB/Simulink. The results show that the designed control architecture meets the orbital insertion targets at t = 584.75 s with near-zero flight-path angle and small residual radial velocity, resulting in a slightly elliptical orbit.
DIES NATALIS KE-61 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG, 2 MARET 2020
Tidak ada deskripsi.
DIES NATALIS KE-58 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG, 2 MARET 2017
Tidak ada deskripsi.
DIES NATALIS KE-57 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG, 2 MARET 2016
Tidak ada deskripsi.
DIES NATALIS KE-55 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG, 3 MARET 2014
Tidak ada deskripsi.
DIES NATALIS KE-53 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG, 2 MARET 2012
Tidak ada deskripsi.
DIES NATALIS KE-52 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG, 2 MARET 2011
Tidak ada deskripsi.
DIES NATALIS KE-51 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG, 2 MARET 2010
Tidak ada deskripsi.
PEMETAAN PERUBAHAN MANGROVE DI KAWASAN PESISIR KECAMATANTANJUNG PALAS TENGAH KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA
Hutan mangrove sebagai vegetasi yang berada di daerah peralihan darat dan laut, telah diketahui memiliki berbagai fungsi, diantaranya mangrove dapat menyerap karbondioksida dengan baik, mencegah adanya abrasi pantai, intrusi pantai, tsunami, dan merupakan nursery ground bagi berbagai jenis ikan dan udang. Oleh karena itu konservasi terhadap hutan mngrove perlu dilakukan agar meminimalisasi kerusakan alam baik secara global maupun lokal. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengidentifikasi sebaran dan perubahan dari hutan mangrove itu sendiri dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh. Pada penelitian ini, Kecamatan Tanjung Palas Tengah diambil sebagai daerah studi karena kecamatan tersebut merupakan salah satu kecamatan yang berada di pesisir yang memiliki potensi besar akan sumber daya mangrovenya. Penelitiaan ini menggunakan citra SPOT tahun 2008 dan 2010 sebagai data utama untuk mengidentifikasi perubahan luas dan kerapatan hutan mangrove. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi mangrove dan mengetahui luasannya adalah metode klasifikasi tak terawasi dan delineasi, sedangkan kerapatannya menggunakan NDVI (Normalized Differentiation Vegetation Index). Dari penelitian ini didapatkan perubahan luas hutan mangrove di Kecamatan Tanjung Palas Tengah dari tahun 2008 hingga 2010, yaitu berkurang seluas 136,6 Ha. Untuk tingkat kerapatannya dibagi menjadi 3 kelas, yaitu kelas jarang, sedang, dan rapat. Secara umum, perubahan kerapatan terjadi signifikan di kelas βsedangβ, yang bertambah luasannya dari 0,00124 Ha menjadi 4334,84 Ha. Sedangkan kelas yang mendominasi di tahun 2008 hingga 2010, yaitu kelas βjarangβ. Dapat disimpulkan bahwa hutan mangrove di Kecamatan Tanjung Palas Tengah mengalami pengurangan luas namun terjadi pertumbuhan kerapatan tajuknya.
IDENTIFIKASI TUTUPAN LAHAN WILAYAH KARST DI KECAMATANCIPATAT DENGAN TEKNIK FUSI CITRA ALOS PALSAR DAN AVNIR-2:KAJIAN SOSIAL, KEPENDUDUKAN DAN EKONOMI
Penduduk di Indonesia terus meningkat tiap tahunnya dan mengakibatkan meningkatnya jumlah kebutuhan pokok, sehingga manusia terus mengeksploitasi sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhannya. Salah satu wilayah yang dijadikan sasaran eksploitasi adalah wilayah karst yang kaya akan sumber daya hayati dan non hayati. Kegiatan ini akan berdampak pada perubahan tutupan lahan. Informasi tutupan lahan merupakan salah satu elemen penting untuk menentukan kebijakan, seperti hal-hal yang bersifat sosial, kependudukan, dan ekonomi. Penginderaan jauh dapat digunakan untuk mengamati tutupan lahan, salah satunya dengan fusi citra yang dapat memberikan informasi lebih, khususnya klasifikasi wilayah karst yang lebih terinci dibandingkan hanya dengan menggunakan data optis.
KAJIAN PENGARUH JUMLAH TITIK IKAT TERHADAP KETELITIAN POSISI PADA PENGUKURAN GPS MENGGUNAKAN METODE JARING TERTUTUP DANJARING RADIAL
GPS (Global Positiong System) adalah penentuan posisi secara reseksi (ikatan kebelakang) dengan jarak atau pengukuran jarak secara simultan kebeberapa satelit yang koordinatnya telah diketahui. Penentuan posisi menggunakan GPS sangat diperlukan dalam berbagai aplikasi yang berbeda. Metode yang digunakan dalam pengukuran adalah metoda jaring tertutup dan metoda jaring radial dimana berdasarkan SNI 19-6724-2002 bahwa jaring tertutup adalah metode yang seharusnya digunakan dalam survei GPS. Pada penelitian tugas akhir ini dilakukan Penambahan titik ikat dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pengaruh dan kinerja dari metode jaring tertutup dan jaring radial terhadap ketelitian posisi yang dihasilkan. Hasil yang diperoleh dari tugas akhir ini adalah selisih koordinat UTM pada kedua metode tersebut dalam fraksi milimeter sampai centimeter, penambahan titik ikat meningkatkan presisi atau nilai standar deviasi baseline maupun koordinat, metode jaring tertutup 2 titik ikat memiliki nilai terkecil berdasarkan perbandingan sudut jurusan dan jarak terhadap sudut jurusan dan jarak pada terestris dan juga berdasarkan perbandingan nilai transformasi affine metode jaring tertutup 2 titik ikat memiliki nilai terbaik dari semua metode. Dari tugas akhir ini disimpulkan bahwa secara umum metode jaring tertutup 2 titik ikat memiliki ketelitian posisi lebih baik.
DIES NATALIS KE-50 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG, 2 MARET 2009
Tidak ada deskripsi.