📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenPENERAPAN PRINSIP KONSTRUKSI LEAN UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PROYEK DAN MENGURANGI BIAYA: STUDI KASUS KONTRAKTOR KONSTRUKSI INDONESIA
Proyek konstruksi di Indonesia sering mengalami keterlambatan jadwal, pembengkakan biaya, dan pemborosan yang dapat dihindari karena pelaksanaan pekerjaan bersifat reaktif dan serah-terima (handoff) antarproses terfragmentasi. Tesis ini mengkaji bagaimana prinsip Lean Construction dapat dioperasionalkan untuk meningkatkan efisiensi proyek dan menurunkan biaya pada PT Anugerah Konstruksi Nusantara (PT AKN, nama fiktif). Permasalahan bisnis dipicu oleh rendahnya keandalan perencanaan jangka pendek, keterlambatan penghilangan kendala (constraint removal), lead time persetujuan–pengadaan yang panjang, serta disiplin lapangan yang lemah sehingga memicu rework dan kehilangan material. Penelitian ini menerapkan desain Action Research satu siklus yang selaras dengan PDCA, dengan evaluasi embedded mixed-methods. Paket Lean terintegrasi (Last Planner System (LPS), Value Stream Mapping (VSM), dan 5S) dikembangkan bersama praktisi dan dipiloting pada empat proyek prioritas (A2, A4, A7, A12). Efisiensi diukur menggunakan indikator berbasis catatan (record-based): keandalan perencanaan (Percent Plan Complete/PPC), kinerja aliran/lead time pada value stream persetujuan–pengadaan, serta outcome pemborosan (tingkat waste material dan jam rework). Dampak biaya dikuantifikasi melalui item saving yang saling eksklusif (preliminaries/overhead dari hari yang berhasil dipulihkan, waste material, rework, dan lembur) dengan aturan perhitungan yang eksplisit dan didukung dokumen proyek. Pada keempat proyek, pilot menunjukkan peningkatan keandalan perencanaan dan pemendekan lead time end-to-end (24,8 menjadi 20,8 hari, sekitar 16%). Total estimasi penghematan sebesar IDR 1.237.700.000, terutama berasal dari penurunan waste material dan rework, didukung oleh turunnya lembur dan preliminaries. Hasil diinterpretasikan dengan mempertimbangkan variabel eksternal proyek (misalnya cuaca, perubahan desain oleh klien, perizinan/akses lahan) sebagai batasan (boundary conditions), menggunakan lingkup waktu yang sebanding dan bukti yang dapat ditelusuri agar atribusi Lean tidak berlebihan.
PEMBANGUNAN APLIKASI MOBILE DAN BASE-STATION GIS UNTUK KEPERLUAN MONITORING PIPA GAS (STUDI KASUS : CIREBON, JAWA BARAT)
Industri migas merupakan salah satu bidang industri yang membutuhkan dukungan analisis spasial dalam operasionalnya. Pipa distribusi gas seringkali melintas di atas atau di bawah tanah kawasan penduduk. Hal ini dapat membahayakan lingkungan jika terjadi kerusakan pada pipa tersebut. GIS (Geography Information System) merupakan salah satu perangkat analisis spasial yang cukup efektif dalam menanggulangi masalah ini. Penelitian ini ditujukan untuk membangun aplikasi mobile dan base-station GIS jalur pipa gas yang saling terintegrasi satu sama lain agar efektivitas dalam kegiatan monitoring jalur pipa gas dapat ditingkatkan. Metode pengolahan data pada penelitian ini meliputi desain basisdata dan desain website dengan data berupa foto udara kawasan penelitian beserta peta garis dan shapefilenya. Perangkat lunak yang digunakan adalah PostgreSQL, GeoServer, dan OpenLayers. Hasil dari penelitian ini yaitu telah dibangunnya aplikasi mobile dan base-station GIS jalur pipa gas yang saling terintegrasi satu sama lain.
PENYUSUNAN PETA JASA EKOSITEM PADA EKOREGION PULAU JAWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE LANDUSE BASED PROXY
Dewasa ini pertambahan penduduk di Indonesia sangat berkembang pesat, hal ini mengakibatkan kebutuhan manusia pun semakin meningkat sedangkan lahan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan tersebut sangat terbatas. Alih fungsi lahan adalah salah satu upaya manusia untuk menyelesaikan masalah kurangnya lahan yang tersedia, namun tentunya alih fungsi lahan ini harus melalui perencanaan yang matang, jika tidak yang terjadi hanyalah kerusakan alam. Untuk melakukan perencanaan tata ruang salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memetakan distribusi jasa ekosistem yang ada, namun permasalahan dalam pemetaan distribusi jasa ekosistem adalah sangat terbatasnya dataset mengenai jasa ekosistem di Indonesia. Berdasarkan permasalahan tersebut dilakukanlah pemetaan jasa ekosistem menggunakan metode “landuse based proxy” dan luas daerah sebagai parameter bobotnya. Pemetaan dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kemungkinan dilakukannya pemetaan distribusi jasa ekosistem menggunakan kedua hal tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan data peta LULC Pulau Jawa, data peta Ekoregion Pulau Jawa dan nilai jasa ekosistem (Mashita,2012) dapat disusun peta distribusi jasa ekosistem di Pulau Jawa. Peta distribusi jasa ekosistem ini dibuat berdasarkan nilai jasa ekosistem, bobot jasa ekosistem tiap tutupan lahan dalam sebuah ekoregion dan bobot jasa ekosistem tiap tutupan lahan di seluruh Pulau Jawa.
EFEKTIVITAS NIRA NIPAH (NYPA FRUTICANS) SEBAGAI PENGGANTI MOLASE UNTUK APLIKASI BIOSTIMULASI DALAM TEKNOLOGI MEOR (MICROBIAL ENHANCED OIL RECOVERY)
MEOR (Microbial Enhanced Oil Recovery) merupakan metode Enhanced Oil Recovery yang memanfaatkan aktivitas mikroorganisme untuk meningkatkan perolehan minyak dan dipengaruhi oleh ketersediaan sumber karbon sebagai nutrisi mikroorganisme. Molase umum digunakan sebagai sumber karbon, tetapi ketersediaannya dipengaruhi oleh dinamika pasar industri, sehingga harganya cenderung fluktuatif. Nira nipah (Nypa fruticans) merupakan cairan manis kaya akan gula, berasal dari tanaman nipah (Nypa fruticans) yang populasinya berlimpah di pesisir pantai Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas nira nipah (Nypa fruticans) sebagai sumber karbon alternatif untuk mensubstitusi molase dalam aplikasi MEOR pada reservoir minyak Jambi. Metode penelitian meliputi inkubasi selama 5 hari medium berisi brine water dan crude oil sebagai sampel kontrol, sementara sampel perlakuan ditambahkan NPK, DAP, dan nira nipah atau molase dengan pengamatan parameter profil pertumbuhan bakteri, perubahan pH, indeks emulsifikasi (E24), penurunan tegangan antarmuka (Interfacial Tension/IFT), perubahan viskositas minyak, serta analisis SARA (Saturated, Aromatic, Resin, Asphaltene). Hasil penelitian menunjukkan laju pertumbuhan bakteri sampel nira nipah sebesar 2,146 hari-1, sedangkan molase 2,723 hari-1, dengan densitas akhir keduanya berada di sekitar 8,45 log CFU/mL. Pada parameter tegangan permukaan, penurunan IFT dan pembentukan emulsi (E24) nira nipah lebih besar (masing-masing 33,14% dan 61,30%) dibandingkan molase (masing-masing 14,49% dan 60,13%). Kestabilan emulsi sampel nira nipah didukung oleh produksi asam organik yang tinggi, sehingga mencapai pH 5,35 (molase 6,37). Sebaliknya, media molase lebih unggul dalam menurunkan viskositas minyak (23,84%) dibandingkan nira nipah (7,42%). Berdasarkan analisis SARA, konsentrasi fraksi saturated dan resin pada sampel molase mengalami pola naik-turun yang lebih besar serta menghasilkan endapan asphaltene (5%) yang lebih tinggi dibandingkan dengan nira nipah (2%). Melalui penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa nira nipah efektif diaplikasikan sebagai pengganti molase untuk aplikasi biostimulasi dalam teknologi MEOR.
ANALISIS KERUGIAN EKONOMI AKIBAT BANJIR DI KABUPATEN BATANG DENGAN PENDEKATAN BENEFIT COST ANALYSIS
Banjir merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi pada sistem saluran drainase di Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, khususnya pada Drainase Kadilangu, Drainase Legoksari, dan Drainase Gendingan. Wilayah tersebut merupakan kawasan perkotaan yang mengalami perkembangan aktivitas permukiman dan infrastruktur sehingga meningkatkan luas permukaan kedap air dan berpotensi meningkatkan limpasan permukaan saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Kejadian banjir pada tanggal 23 Februari 2023 menyebabkan genangan pada beberapa lokasi, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang. Banjir tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain keterbatasan kapasitas saluran drainase eksisting, sedimentasi yang mengurangi kapasitas tampungan saluran, serta perubahan tata guna lahan di daerah tangkapan yang meningkatkan volume limpasan permukaan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa permasalahan banjir tidak hanya berkaitan dengan aspek hidrologi dan hidraulika, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan terhadap aktivitas masyarakat, infrastruktur, serta kegiatan ekonomi di wilayah perkotaan. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang tidak hanya meninjau kondisi teknis sistem drainase, tetapi juga mengevaluasi besarnya kerugian ekonomi akibat banjir serta kelayakan ekonomi dari alternatif upaya pengendalian banjir yang direncanakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerugian ekonomi akibat banjir di Kecamatan Batang serta mengevaluasi kelayakan ekonomi dari beberapa alternatif pengendalian banjir menggunakan pendekatan Benefit–Cost Analysis (BCA). Analisis hidrologi dilakukan untuk menentukan hujan rencana yang digunakan sebagai input dalam pemodelan banjir. Selanjutnya, pemodelan banjir dilakukan menggunakan pendekatan satu dimensi dan dua dimensi (1D–2D) dengan perangkat lunak PCSWMM untuk mensimulasikan aliran dan genangan banjir pada sistem drainase serta sungai penerima. Skenario pemodelan banjir dilakukan pada beberapa kondisi, yaitu kejadian banjir aktual pada tanggal 23 Februari 2023, banjir rencana dengan kala ulang 10 tahun (R10), serta dua skenario pengendalian banjir berupa normalisasi saluran drainase dan kombinasi normalisasi saluran dengan pembangunan saluran pengalihan. Hasil pemodelan digunakan untuk memperoleh informasi mengenai luas genangan dan kedalaman genangan pada setiap skenario. Selanjutnya, analisis kerugian ekonomi dilakukan menggunakan metode Economic Commission for Latin America and the Caribbean (ECLAC) dengan mempertimbangkan luas genangan, kedalaman genangan, serta jenis tutupan lahan yang terdampak. Nilai kerugian ekonomi yang diperoleh kemudian digunakan sebagai dasar dalam analisis kelayakan ekonomi menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Internal Rate of Return (IRR) untuk menilai kelayakan investasi pada setiap alternatif pengendalian banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian banjir pada tanggal 23 Februari 2023 menghasilkan luas genangan sebesar 222,61 ha dengan kerugian ekonomi sebesar Rp 41.306.428.750,00. Pada kondisi banjir rencana dengan kala ulang R10, luas genangan meningkat menjadi 226,71 ha dengan kerugian ekonomi sebesar Rp 42.567.354.475,00. Penerapan skenario normalisasi saluran drainase mampu menurunkan luas genangan menjadi 195,05 ha dengan kerugian ekonomi sebesar Rp 35.228.396.862,50. Hasil analisis kelayakan ekonomi menunjukkan bahwa skenario normalisasi menghasilkan NPV sebesar Rp 21.739.530.258, BCR sebesar 0,60, dan IRR sebesar 23%. Meskipun nilai NPV dan IRR menunjukkan adanya potensi manfaat ekonomi, nilai BCR yang lebih kecil dari satu menunjukkan bahwa manfaat ekonomi yang diperoleh masih lebih kecil dibandingkan dengan biaya investasi yang diperlukan sehingga skenario tersebut belum sepenuhnya layak secara ekonomi. Sementara itu, skenario kombinasi normalisasi saluran drainase dan pembangunan saluran pengalihan menunjukkan hasil yang lebih optimal dalam mereduksi dampak banjir. Pada skenario ini luas genangan berkurang secara signifikan menjadi 123,88 ha dengan kerugian ekonomi menurun menjadi Rp 23.069.455.750,00. Hasil analisis kelayakan ekonomi menunjukkan bahwa skenario kombinasi tersebut layak secara ekonomi dengan nilai NPV sebesar Rp 71.176.039.176, BCR sebesar 1,05, serta IRR sebesar 27%. Nilai BCR yang lebih besar dari satu menunjukkan bahwa manfaat ekonomi yang diperoleh dari pengurangan kerugian banjir lebih besar dibandingkan dengan biaya investasi yang diperlukan. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa kombinasi normalisasi saluran drainase dan pembangunan saluran pengalihan merupakan alternatif pengendalian banjir yang paling efektif dan layak secara ekonomi untuk mengurangi dampak banjir pada sistem drainase di Kecamatan Batang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan dan pengambilan keputusan terkait pengendalian banjir serta pengelolaan sistem drainase perkotaan di Kabupaten Batang secara berkelanjutan.
KESENJANGAN PENGALAMAN NASABAH DAN PERBEDAAN KAPABILITAS TENAGA PENJUAL PADA PERBANKAN INDONESIA: SEBUAH ANALISIS SERVQUAL
Penelitian ini menginvestigasi bagaimana kesenjangan antara ekspektasi dan persepsi kualitas layanan memengaruhi kepuasan nasabah dan hasil bisnis (kesuksesan penjualan silang, retensi pelanggan, dan persepsi nilai seumur hidup) di sektor perbankan Indonesia, dengan kemampuan karyawan dan konsistensi layanan diuji sebagai moderator. Data dikumpulkan dari 396 nasabah dan 182 karyawan di bank milik negara dan swasta. Menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM) pada SmartPLS v4.0, studi ini memvalidasi model pengukuran melalui analisis factor konfirmatory, kemudian menguji efek langsung, jalur mediasi, dan efek moderasi melalui analisis multi-group. Temuan utama menunjukkan bahwa kesenjangan responsivitas (? = 0.170, p = 0.020) dan kesenjangan keandalan (? = 0.154, p = 0.035) adalah dimensi SERVQUAL yang paling signifikan mempengaruhi kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan secara kuat memediasi efek pada semua hasil: nilai seumur hidup yang dirasakan (? – 0.669, p < 0.001), niat retensi (? = 0.658, p < 0.001), dan kesuksesan penjualan silang (? = 0.565, p < 0.001), menjelaskan 31.9% - 44.7% varians. Konsistensi layanan secara signifikan memoderasi hubungan antara kualitas layanan dan kepuasan, dengan pelanggan yang mengalami layanan lintas kanal yang konsisten menunjukkan kepuasan yang lebih tinggi meskiput terdapat celah layanan yang identic. Temuan ini menunjukkan bahwa lanskap perbankan yang kompetitif di Indonesia, konversi kepuasan menjadi hasil sangat bergantung pada optimasi responsivitas dan konsistensi layanan. Penelitian ini memberikan kontribusi metodologis dengan menunjukkan penerapan PLS-SEM pada data multilevel, dan secara praktis dengan memberikan bukti bahwa investasi dalam responsivitas dan konsistensi menghasilkan pengembalian yang dapat diukur dalam nilai seumur hidup nasabah, penerimaan penjualan silang, dan retensi, dengan membenarkan prioritas sumber daya strategis di atas dimensi kualitas layanan yang kurang berdampak.
ANALISIS DAN PERUMUSAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK JATINANGOR CITY PARK GUNA MENGEMBALIKAN DAYA SAING DI INDUSTRI PROPERTI JATINANGOR
Industri properti di Indonesia mengalami pertumbuhan positif pada tahun 2024, sektor hunian menjadi contributor khususnya di Jatinangor, Bandung. Tingginya permintaan properti sewaan untuk pegawai maupun mahasiswa menjadikan bisnis ini menarik bagi pengusaha penyewaan property. Tentunya pertumbuhan positif ini juga membawa dampak yaitu memperketat persaingat industri property di Jatinangor, sayangnya untuk Jatinangor City Park (Janati Park) harus mengalami tantangan bisnis yaitu penurunan pendapatan sebesar 17% pada 2024 meskipun kesempatan sedang mendukung. Pada pendahuluan data interal dan interview awal kepada pelanggan menunjukan bahwa mereka tidak jadi membeli dan lebih memilih pesaing dari Janati Park karena harga yang kurang cocok. Di sisi lain pelanggan yang sudah memilih Janati Park mengatakan mereka memilih Janati Park karena kedekatan lokasi dengan kantor maupun universitas menjadi faktor utama dalam pembelian mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor eksternal dan internal yang memengaruhi Jatinangor City Park di industri properti dan pasar properti di Jatinangor, serta merumuskan strategi pemasaran yang tepat bagi Janati Park untuk meningkatkan kinerjanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, menggunakan PESTEL, Porter’s Five Forces, Analisis Kompetitor, dan Analisis Pelanggan untuk memahami faktor eksternal, serta VRIO dan PDB untuk memahami faktor internal. Pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur dengan manajemen dan observasi partisipan. Studi ini mengusulkan strategi yang tepat dengan TOWS Matrix untuk memenangkan persaingan dan implementasi strategi PDB. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan Janati Park peta jalan untuk meningkatkan volume penjualan dan mencapai keberlanjutan bisnis.
HUBUNGAN ANTARA KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF DAN KEAMANAN PSIKOLOGIS TERHADAP KINERJA KARYAWAN: STUDI KASUS DI PT. SUPRABAKTI MANDIRI
Kinerja karyawan merupakan faktor penting dalam menentukan efektivitas organisasi, khususnya pada lingkungan industri berbasis kontraktor yang menuntut ketepatan teknis, kepatuhan terhadap standar keselamatan, serta koordinasi antar departemen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepemimpinan partisipatif dan keamanan psikologis terhadap kinerja karyawan di PT. Suprabakti Mandiri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei potong lintang (cross-sectional). Data primer dikumpulkan dari 270 karyawan yang berasal dari departemen operasional inti. Jumlah sampel minimum dihitung menggunakan rumus Slovin (N = 435; e = 5%), dan jumlah responden yang diperoleh telah melebihi batas minimum tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur dengan skala Likert lima poin yang diadaptasi dari instrumen penelitian terdahulu. Uji validitas dilakukan menggunakan analisis corrected item–total correlation, sedangkan uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha. Seluruh variabel memenuhi standar reliabilitas yang dapat diterima. Analisis data dilakukan dengan metode Multiple Linear Regression (MLR) menggunakan IBM SPSS versi 25 untuk menguji pengaruh parsial maupun simultan antara kepemimpinan partisipatif (X1), keamanan psikologis (X2), dan kinerja karyawan (Y). Uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan linearitas telah dilakukan untuk memastikan kelayakan model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan partisipatif dan keamanan psikologis berhubungan positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan kepemimpinan partisipatif dan penciptaan lingkungan kerja yang aman secara psikologis guna meningkatkan kinerja karyawan secara berkelanjutan
PENGUKURAN GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS)UNTUK STUDI DEFORMASI KAWASAN GUNUNG MURIA DALAM RANGKA PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) merupakan salah satu sumber energi alternatif. Salah satu lokasi di sekitar Gunung Muria direncanakan menjadi PLTN di Indonesia. Pemilihan lokasi pembangunan PLTN harus pada lokasi yang aman dari kemungkinan terjadinya gempa yang disebabkan oleh pergerakan lempeng maupun aktivitas vulkanik. IAEA (International Atomic Energy Agency) memberikan garis besar panduan keselamatan lokasi yang aman untuk dibangun PLTN, yaitu pada lokasi pergerakan lempeng yang stabil dianggap tidak terjadi deformasi. Dengan demikian, dilakukan metode survei GPS untuk mencari vektor pergeseran, regangan, serta menganalisis pola deformasi. Data pengukuran GPS yang digunakan adalah data GPS kontinu yang dikelola BIG sebanyak empat titik di sekitar Gunung Muria tahun 2010 sampai tahun 2012 dan data pengukuran berkala lima titik pada lokasi Gunung Muria sebanyak 3 kala pada bulan November 2011, Januari 2013, dan September 2013 dengan lama pengamatan 12 jam. Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak ilmiah Bernese 5.0 dengan metode radial terhadap ITRF 2008. Setelah nilai vektor pergeseran yang dihasilkan dinyatakan lolos oleh uji statistik, maka akan didapat vektor pergeseran dan nilai regangan. Hasil pengolahan data pengukuran kontinu menunjukkan hasil nilai vektor kecepatan pergeseran sekitar 2 mm/tahun ± 1mm ke arah tenggara, sedangkan pengolahan data pengukuran berkala pada Gunung Muria nilai kecepatan pergeserannya sekitar 5 mm/tahun ± 4mm ke arah barat daya dengan nilai regangan maksimum sekitar 8.8x10-7strain. Berdasarkan nilai regangan yang didapat, kawasan Gunung Muria termasuk kedalam kawasan pergerakan lempeng yang stabil.
USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MEREK PADA PERUSAHAAN PARFUM (STUDI KASUS: CHARMA SCENTS)
CharmaScents, sebuah usaha kecil dan menengah (UKM) yang didirikan pada tahun 2023, menghadapi tantangan bisnis utama berupa kinerja penjualan yang terus rendah meskipun beroperasi di pasar parfum Indonesia yang berkembang pesat, yang diproyeksikan mencapai USD 427,81 juta dengan CAGR 3,35% hingga tahun 2030. Melalui analisis akar masalah (root cause analysis) yang sistematis, penelitian ini mengidentifikasi bahwa isu bisnis fundamental bukan terletak pada kualitas produk, strategi harga, maupun saluran distribusi, melainkan pada rendahnya brand awareness secara signifikan di kalangan konsumen target, dengan 58,6% responden survei menyatakan belum pernah mendengar merek ini. Kondisi ini menciptakan kesenjangan antara potensi pasar dan kinerja penjualan aktual, karena brand awareness merupakan langkah pertama yang esensial dalam proses pengambilan keputusan konsumen, terutama untuk produk berbasis pengalaman (experiential) seperti parfum, di mana persepsi sensorik dan nilai emosional memegang peranan penting. Penelitian ini menjawab kesenjangan penting dalam pemahaman tentang bagaimana UKM parfum lokal yang baru berkembang di pasar negara berkembang dapat membangun brand awareness secara strategis melalui digital marketing dalam kondisi keterbatasan sumber daya, khususnya saat memasarkan produk sensorik yang secara tradisional membutuhkan uji coba fisik, namun kini semakin sering dibeli secara online tanpa pengalaman langsung sebelumnya. Studi ini semakin relevan mengingat 73% konsumen Generasi Z di Indonesia kini menunjukkan perilaku blind-buying parfum berdasarkan konten digital dan social proof, yang merepresentasikan pergeseran perilaku konsumen secara fundamental dan belum banyak dieksplorasi secara memadai dalam literatur, terutama dalam konteks strategi pengembangan merek lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-methods yang komprehensif, mengintegrasikan survei kuantitatif konsumen dan wawancara kualitatif pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi pemasaran berbasis bukti (evidence-based). Komponen kuantitatif menggunakan kuesioner terstruktur yang didistribusikan kepada 249 responden dari demografi Generasi Z dan Milenial di wilayah Jabodetabek, dengan data dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics melalui uji validitas, uji reliabilitas, analisis statistik deskriptif, dan analisis klaster. Komponen kualitatif dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan co-founder CharmaScents untuk memperoleh insight kritikal terkait kapabilitas internal dan positioning strategis. Landasan teori penelitian ini mengintegrasikan teori Marketing Strategy dan Marketing Mix dari Kotler dan Armstrong, Resource-Based View (RBV) dari Barney, Value Chain dan Five Forces dari Porter, serta kerangka PESTLE, yang kemudian disintesis melalui analisis SWOT dan TOWS, dan pada akhirnya menggunakan Ansoff’s Matrix untuk menentukan strategi pertumbuhan yang paling sesuai. Hasil penelitian menegaskan bahwa brand awareness yang sangat rendah merupakan hambatan utama terhadap pertumbuhan penjualan. Analisis klaster mengidentifikasi Value Seekers (57% responden) sebagai segmen target paling optimal, yaitu profesional muda berpenghasilan menengah berusia 25–35 tahun, dengan daya beli yang lebih kuat, proses pengambilan keputusan yang lebih sistematis, serta keterlibatan tinggi pada platform digital. Analisis internal menunjukkan bahwa meskipun CharmaScents memiliki sumber daya bernilai seperti produk berkualitas tinggi, storytelling berbasis archetype yang unik, dan narasi budaya Indonesia yang autentik, kekuatan tersebut belum termanfaatkan secara optimal karena eksekusi konten digital yang tidak konsisten, keterbatasan anggaran pemasaran, dan minimnya social proof. Analisis eksternal mengindikasikan kondisi yang mendukung seperti dukungan pemerintah untuk produk lokal, meningkatnya preferensi konsumen terhadap merek domestik, serta adopsi e-commerce yang semakin luas, namun tetap dihadapkan pada rivalitas kompetitif yang tinggi, hambatan masuk yang rendah, serta switching cost yang minimal di pasar. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan strategi Market Penetration yang terdiri dari tiga komponen terintegrasi. Pertama, CharmaScents perlu mengembangkan kerangka digital content marketing yang sistematis dengan fokus pada kampanye storytelling yang konsisten dan selaras dengan personality archetypes, dengan memanfaatkan Instagram, TikTok, Shopee, dan Tokopedia melalui content calendar terstruktur, user-generated content, serta kolaborasi micro-influencer yang strategis. Kedua, perusahaan perlu menghadirkan penawaran produk berbasis nilai seperti trial kits dan scent bundles untuk menurunkan hambatan pembelian dan mendorong eksplorasi produk di lingkungan online. Ketiga, CharmaScents disarankan untuk berpartisipasi secara selektif dalam kegiatan aktivasi offline di area urban untuk memungkinkan pengalaman sensorik terhadap produk sekaligus memperkuat narasi digital. Implementasi strategi dilakukan melalui pendekatan bertahap: prioritas aksi jangka pendek (0–3 bulan) untuk membangun sistem konten yang konsisten dan meluncurkan produk percobaan, inisiatif jangka menengah (3–6 bulan) yang menekankan kemitraan micro-influencer dan optimasi marketplace, serta strategi jangka panjang (6–12 bulan) berupa aktivasi offline selektif dan program community-building. Pendekatan yang hemat sumber daya ini ditujukan untuk meningkatkan brand awareness pada konsumen Value Seeker, membangun kepercayaan melalui social proof, serta mengonversi potensi pasar menjadi pertumbuhan penjualan yang berkelanjutan, selaras dengan kapasitas organisasi CharmaScents yang terbatas dan positioning “affordable luxury”.
AKSELERASI MONETISASI ASET PADA PROYEK HULU MINYAK DAN GAS BUMI: FAST-TRACKING STRATEGIS UNTUK EFISIENSI MODAL DAN MITIGASI OPPORTUNITY LOSS DI LAPANGAN MINYAK ALJAZAIR
Perusahaan Algeria Oil Company menghadapi tantangan untuk mempertahankan produksi di tengah penurunan alami produksi minyak. Untuk mengatasi penurunan ini, perusahaan perlu memulai Proyek Phase 5 yang terdiri dari pengeboran 12 sumur baru dan pembangunan fasilitas permukaan. Rencana dan jadwal proyek menunjukkan adanya keterlambatan 12 bulan antara selesainya pengeboran dan tahap put-on-production (POP), yang menimbulkan risiko serta potensi kehilangan peluang (opportunity loss) yang diperkirakan sebesar USD 68,06 juta. Studi ini bertujuan mengidentifikasi akar penyebab keterlambatan tersebut dan mengusulkan solusi yang layak secara teknis dan ekonomis untuk mempercepat jadwal proyek. Penelitian mixed-methods ini mengidentifikasi akar masalah menggunakan diagram Fishbone dan Cause Reality Tree, yang kemudian distratifikasi berdasarkan risiko nya (RPN) melalui analisis FMEA. Dari analisa menunjukkan risiko tertinggi terletak pada proses pengadaan long lead items (LLI) dimana dalam jalur kritis (CPM) aktivitas ini memiliki keterkaitan menghambat konstruksi fasilitas permukaan. Solusi pemulihan jadwal dipilih melalui metode AHP, lalu divalidasi secara finansial menggunakan model DCF dan analisis sensitivitas tornado chart untuk membandingkan nilai NPV serta IRR terhadap skenario business-as-usual." Berdasarkan simulasi AHP, strategi fast-tracking dengan in-house engineering dan split purchase order memperoleh skor tertinggi sebesar 0,403. Skor tersebut melampaui skenario business-as-usual (0,327) dan strategi penggunaan kembali material sumur (0,27). Strategi terpilih ini mengubah alur kerja proyek dari sekuensial menjadi paralel, sehingga berhasil memangkas durasi dari 645 hari menjadi 320 hari. Dari aspek ekonomi, strategi ini mampu meningkatkan NPV dari USD 431,29 juta menjadi USD 499,35 juta
PENGKAJIAN TANTANGAN DAN MANFAAT ADOPSI TRUK LISTRIK DALAM LOGISTIK ANGKUTAN TRUK: STUDI KASUS PERUSAHAAN LOGISTIK ANGKUTAN TRUK DI INDONESIA
Seiring dunia mulai melihat potensi truk listrik dalam industri logistik, semakin jelas pula betapa sulitnya transisi tersebut bagi para penyedia jasa logistik. Di pasar logistik yang baru dan berkembang, seperti Indonesia, keterbatasan infrastruktur pendukung, kebijakan, serta sumber daya finansial menjadi hambatan utama dalam peralihan dari truk konvensional berbahan bakar diesel ke truk listrik. Melalui penggunaan metodologi kualitatif dengan wawancara semi-terstruktur terhadap jajaran manajemen senior di PT Seino Indomobil Logistics, penulis penelitian ini mengidentifikasi berbagai keunggulan dan kelemahan dalam penerapan truk listrik pada operasi logistik perusahaan. Penulis menggunakan kerangka Technology-Organization-Environment (TOE) untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi proses pengambilan keputusan dalam adopsi truk listrik. Selanjutnya, kerangka PESTEL dan SWOT digunakan untuk memperdalam pemahaman terhadap proses adopsi truk listrik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi truk listrik memberikan manfaat berupa penurunan biaya operasional, peningkatan keberlanjutan lingkungan, peningkatan nilai bagi pelanggan yang berkomitmen terhadap ESG, serta peningkatan prediktabilitas operasional. Namun, implementasi truk listrik masih menghadapi sejumlah kendala utama, yaitu keterbatasan infrastruktur pengisian daya, tingginya biaya investasi awal, kompleksitas operasional dalam integrasi truk listrik ke dalam armada eksisting, ketidakpastian teknis terkait siklus hidup baterai, serta lingkungan kebijakan yang kurang mendukung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan adopsi truk listrik memerlukan keselarasan strategis antara kesiapan teknologi, kapabilitas organisasi, dan kondisi lingkungan eksternal. Rekomendasi penelitian meliputi penerapan proyek percontohan secara bertahap, pengembangan infrastruktur pengisian daya berbasis depo, penerapan analisis total cost of ownership, penguatan kapabilitas organisasi, serta keterlibatan aktif dalam advokasi kebijakan guna mendukung transisi menuju transportasi logistik yang berkelanjutan di Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dan praktis bagi perusahaan logistik, pembuat kebijakan, dan kepentingan industri lainnya dalam mendukung transisi menuju sistem transportasi angkutan barang yang berkelanjutan di Indonesia.
PERANCANGAN MODEL PREDIKSI TINGKAT KOLEKTIBILITAS NASABAH KREDIT BANK X MENGGUNAKAN TEKNIK DATA MINING
Bank X menghadapi tantangan tingginya rasio Non-Performing Loan (NPL) yang mencapai 12,67% per Desember 2025, melampaui batas sehat OJK sebesar 5%. Tingginya kredit macet ini berisiko menurunkan profitabilitas dan menambah beban pencadangan bank. Penelitian ini bertujuan merancang model prediktif kolektibilitas nasabah menggunakan teknik data mining serta mengembangkan prototype aplikasi untuk identifikasi dini rekening berisiko tinggi secara proaktif. Metodologi yang digunakan adalah CRISP-DM (Cross Industry Standard Process for Data Mining). Penelitian membandingkan lima algoritma klasifikasi, yaitu Decision Tree, Logistic Regression, Random Forest, Support Vector Machine, dan Extreme Gradient Boosting (XGBoost). Penelitian dilakukan menggunakan dataset 1.181 kontrak kredit di Bank X periode 2021-2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma XGBoost memberikan performa terbaik dengan akurasi sebesar 85,87%. Variabel seperti kode fasilitas, sisa pokok pinjaman, saldo rekening, dan suku bunga efektif teridentifikasi sebagai prediktor terkuat. Model ini diimplementasikan ke dalam prototype sistem yang dilengkapi fitur prediksi massal dan dashboard analitik. Dengan sistem ini, Bank X dapat melakukan intervensi lebih awal dan mengoptimalkan strategi manajemen risiko kredit untuk menekan angka NPL secara efektif.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK BERBASIS ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) UNTUK PONDOK PESANTREN AL UMANAA
Pondok Pesantren Al Umanaa saat ini menghadapi tantangan dalam pengelolaan informasi akademik akibat penggunaan sumber data yang terfragmentasi, seperti penggunaan platform Airtable, dan spreadsheet yang tidak saling terintegrasi. Kondisi ini menyebabkan redundansi proses, inkonsistensi format data, dan inefisiensi waktu yang signifikan, terutama saat rekapitulasi data untuk pembuatan rapor semester. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi terintegrasi berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) guna menciptakan sentralisasi data, menstandarisasi alur informasi antar unit, serta mengeliminasi proses manual yang berulang demi meningkatkan efisiensi operasional akademik. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan metodologi Oracle Application Implementation Methodology (AIM) yang mencakup fase Definition, Operation Analysis, Solution Design, hingga Build, serta didukung oleh pemodelan proses menggunakan Data Flow Diagram (DFD) dan pemodelan data menggunakan Entity Relationship Diagram (ERD). Solusi yang dihasilkan berupa rancangan dan konfigurasi prototipe ERP menggunakan Odoo 17 Community Edition dengan integrasi modul OpenEduCat dan modul kustom. Pada penelitian ini, digunakan modul-modul bawaan OpenEduCat seperti modul Timetable, Faculty, Exam, Attendance, dan modul Student Information System. Selain itu, pada implementasi ini juga digunakan modul bawaan Odoo, seperti Expense dan modul Attendance yang diintegrasikan dengan modul Biometric Device Integration dari Cybrosys Technologies. Untuk modul custom, dibuat modul Kesehatan Santri, Prestasi & Asrama, Kedisiplinan, Ekstrakurikuler, Rapor Santri, dan modul Pusat Dokumen. Hasil implementasi modul yang dilakukan melalui verifikasi dan validasi menunjukkan bahwa sistem usulan mampu memfasilitasi integrasi data lintas unit (Sekolah, Kurikulum, Kesiswaan, UKS, Ta'mir, Perpustakaan, Unit Pengasuhan, dan Budaya Lingkungan), menyederhanakan proses administrasi, serta menyediakan akses informasi secara real-time dan akurat untuk pengambilan keputusan.
APLIKASI TERRESTRIAL LASER SCANNER DALAM BIDANG KEHUTANAN (PENENTUAN 12 PARAMETER BIOMASSA)
Manajemen hutan merupakan salah satu cara untuk memanfaatkan hutan secara bijaksana. Manajemen hutan dilakukan terhadap berbagai aspek, salah satunya adalah pemantauan terhadap kompetisi intraspesifik yang merupakan salah satu faktor kunci pertumbuhan pohon di dalam hutan. Pohon dapat merespon tekanan kompetitif dari pohon tetangganya melalui pola pertumbuhan batang dan tajuk untuk menghindari kompetisi. Banyak metode pengukuran di bidang kehutanan yang digunakan untuk mengambarkan kompetisi yang terjadi di dalam hutan. Salah satu metode baru yang sedang dikembangkan dalam bidang kehutanan adalah Terrestrial Laser Scanner (TLS). Penelitian ini mengaplikasikan (TLS) untuk mengukur 12 parameter biomassa tumbuhan yang berkaitan dengan interaksi antar pohon. Parameter-parameter itu berupa parameter pada batang, parameter pada tajuk, dan parameter antar pohon Metodologi yang digunakan adalah studi literatur, membuat rencana pengukuran, melaksanakan pengambilan data, mengolah data TLS, mencari besaran parameter yang diinginkan dan melakukan validasi hasil pengukuran TLS dengan membandingkan hasil pengukuran menggunakan pita ukur. Hasil penelitian ini berupa hasil ukuran 12 parameter biomassa yang berkaitan dengan kompetisi antar pohon. Hasil pengukuran menggunakan TLS dapat dinyatakan valid, karena selisih hasil pengukuran dengan hasil pengukuran menggunakan pita ukur sebesar 1 mm – 7.73 cm. TLS dapat diaplikasikan pada bidang kehutanan dan mampu menganalisis bentuk komplek 3-Dimensi dari pohon, terutama plastisitas pertumbuhan dari tajuk pohon, sehingga dapat digunakan untuk memprediksi kompetisi yang terjadi. Namun pengukuran menggunakan TLS mempunyai kendala pada daerah dengan intensitas hembusan angin yang sering karena dapat membuat bentuk objek menjadi tidak konsisten.