📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

OPTIMASI JARINGAN FULL SERVICE CARRIER BERBASIS TEORI JARINGAN KOMPLEKS DENGAN BATASAN KAPASITAS SLOT

Optimasi jaringan rute maskapai full service carrier (FSC) diperlukan untuk meningkatkan efisiensi operasional dengan tetap mempertahankan konektivitas dan kelayakan layanan. Penelitian ini memodelkan jaringan rute penerbangan domestik Batik Air tahun 2025 sebagai graf berarah berbobot menggunakan teori jaringan kompleks, dengan bandara sebagai node, rute sebagai edge, dan frekuensi mingguan sebagai bobot jaringan. Berbeda dari penelitian sebelumnya, penelitian ini menambahkan batasan kapasitas slot pada level rute sebagai batasan operasional yang tidak boleh dilanggar. Batasan ini menjaga agar beban penerbangan hasil optimasi dan rerouting tetap berada dalam kapasitas slot yang tersedia. Optimasi dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama menggunakan Non-dominated Sorting Genetic Algorithm II (NSGA-II) untuk menentukan rute aktif dengan mempertimbangkan kapasitas slot, sedangkan tahap kedua menggunakan Mixed Integer Linear Programming (MILP) untuk menentukan frekuensi penerbangan dengan batasan flow conservation, kapasitas kursi, dan frekuensi maksimum. Hasil optimasi menunjukkan bahwa jumlah rute aktif berkurang dari 75 menjadi 72 rute, total jarak rute aktif menurun dari 93.397 km menjadi 90.479 km, dan total frekuensi penerbangan menurun dari 1.253 menjadi 1.030 penerbangan per minggu, dengan seluruh 35 bandara tetap dipertahankan. Jaringan hasil optimasi menurunkan konsumsi bahan bakar dan emisi CO2 sebesar 17,51%, setara dengan penghematan bahan bakar 42.853,69 ton per tahun dan reduksi emisi CO2 sebesar 135.417,65 ton per tahun berdasarkan faktor emisi ICAO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi teori jaringan kompleks, NSGA-II, MILP, dan batasan kapasitas slot mampu menghasilkan jaringan rute Batik Air yang lebih ringkas, efisien, dan layak secara operasional.

2026
👤 Penulis: Farriq Nararia Ramadhan
🏷️ Optimasi Jaringan Rute Maskapai Fsc 🏷️ Teori Jaringan Kompleks 🏷️ Mixed Integer Linear Programming (Milp)

STUDI PARAMETRIK STABILITAS LERENG VARIASI GEOMETRI DAN PELAPISAN TANAH MENGGUNAKAN PENDEKATAN PROBABILISTIK

Analisis stabilitas lereng pada umumnya dilakukan secara deterministik menggunakan nilai parameter tanah tunggal, tanpa memperhitungkan variabilitas parameter tanah di lapangan, serta dilakukan pada kondisi jenuh statis tanpa memperhitungkan pengaruh infiltrasi hujan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi sudut kemiringan lereng dan ketebalan lapisan tanah atas terhadap stabilitas lereng menggunakan pendekatan probabilistik, serta membandingkan hasil analisis melalui pendekatan konvensional (kondisi jenuh) dan pendekatan transien (pengaruh hujan). Lereng yang ditinjau merupakan lereng no. 2 pada penelitian Krisnanto et al. (2021) di wilayah Cisokan, Jawa Barat. Studi parametrik probabilistik dilakukan pada 9 kombinasi model dari 3 variasi sudut kemiringan (17°, 22°, dan 27°) dan 3 variasi tebal lapisan tanah atas (eksisting, +2 m, dan ?2 m), menggunakan metode Monte Carlo dengan 10000 sampel pada kondisi jenuh. Analisis transien kondisi jenuh-takjenuh juga dilakukan pada lereng eksisting untuk mengevaluasi pengaruh infiltrasi hujan selama 720 jam menggunakan software Slide2 dan GeoStudio. Hasil studi parametrik menunjukkan bahwa sudut kemiringan lereng merupakan parameter yang lebih dominan dibandingkan ketebalan lapisan tanah atas, dengan penurunan tingkat keandalan yang terkonsentrasi pada rentang sudut 22°–27°. Variasi ketebalan lapisan tanah atas dalam rentang ±2 m tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap probability of failure (PoF) maupun reliability index (RI). Hasil analisis transien menunjukkan bahwa infiltrasi hujan menyebabkan penurunan faktor keamanan (FS) dan peningkatan PoF seiring waktu, dan analisis transien probabilistik kondisi jenuh-tidak jenuh terbukti lebih andal dalam mengevaluasi stabilitas lereng pada wilayah dengan curah hujan tinggi dibandingkan pendekatan konvensional. Kata kunci: stabilitas lereng, probabilistik, Monte Carlo, studi parametrik, analisis transien, kondisi jenuh-tidak jenuh

2026
👤 Penulis: Gilang Ramadhani
🏷️ Stabilitas Lereng 🏷️ Analisis Probabilistik 🏷️ Metode Monte Carlo

PERANCANGAN SISTEM PRODUCTION ACTIVITY CONTROL (PAC) BERBASIS DIGITAL MODEL PADA PROSES INTEGRASI FUSELAGE CN-235 DI PT DIRGANTARA INDONESIA

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) memproduksi pesawat CN-235 melalui proses integrasi fuselage yang melibatkan banyak aktivitas kompleks seperti perakitan, inspeksi, serta penanganan defect dan rework. Proses ini mengalami deviasi jadwal yang signifikan, ditandai dengan keterlambatan mulainya task sebesar 183 hari dan keterlambatan penyelesaian hingga 97 hari dari target yang ditetapkan. Kondisi ini disebabkan oleh rendahnya granularitas pencatatan aktivitas produksi yang hanya dilakukan pada level operasi tanpa merekam kejadian pada level job ticket, serta pengambilan keputusan pengendalian produksi yang bersifat reaktif akibat rendahnya visibilitas kondisi aktual shop floor dan penanganan defect yang tidak terdokumentasi. Penelitian ini bertujuan merancang sistem Production Activity Control (PAC) berbasis digital model untuk menjawab permasalahan operasional yang ada pada proses integrasi fuselage CN-235. Sistem dikembangkan menggunakan metodologi Rapid Application Development (RAD), yang mencakup identifikasi kebutuhan pengguna, perancangan proses bisnis usulan, pengembangan modul, serta verifikasi, validasi, dan user testing. PAC yang dirancang terdiri atas empat modul, yaitu Shop Floor Data Collection (SFDC), Digital Reporting System, dashboard berbasis digital model, dan simulasi berbasis Discrete Event Simulation (DES). SFDC mencatat aktivitas produksi pada level job ticket, sedangkan Digital Reporting System mengelola findings, NCR, dan tindak lanjut defect. Dashboard menyediakan visibilitas produksi melalui enam KPI utama, yaitu schedule adherence, utilization efficiency, quality ratio, reject ratio, rework ratio, dan worker efficiency, serta visualisasi spasial status pekerjaan dan NCR pada representasi digital pesawat CN-235. Modul simulasi digunakan untuk mengevaluasi skenario produksi dan mendukung keputusan perencanaan. Hasil verifikasi dan validasi menunjukkan bahwa seluruh kebutuhan fungsional serta kebutuhan nonfungsional yang termasuk dalam ruang lingkup penelitian telah terpenuhi. Secara finansial, proyek ini layak diimplementasikan dengan nilai NPV sebesar Rp62.493.452, IRR sebesar 17,4%, dan payback period selama 3,27 tahun. Sistem PAC yang dirancang diharapkan dapat meningkatkan visibilitas proses produksi, mempercepat penanganan defect, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih responsif dan berbasis data pada lingkungan manufaktur kedirgantaraan dengan kompleksitas tinggi.

2026
👤 Penulis: Ilouvi Syafna Latif
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN MANAJEMEN DAYA UNTUK DC MICROGRID CLUSTER TERINTEGRASI MELALUI MULTIPORT BIDIRECTIONAL ENERGY ROUTER

Keandalan pasokan energi listrik pada sebuah kawasan atau kluster terintegrasi merupakan aspek krusial untuk menjaga kontinuitas operasional dan mencegah dampak dari ketidakstabilan jaringan. Untuk memastikan keandalan tersebut, dikembangkan sistem DC microgrid tipe Integrated Cluster yang mampu beroperasi secara mandiri maupun terhubung ke jaringan utama. Penelitian ini berfokus pada perancangan sistem manajemen aliran daya skala makro dan logika kontrol pada Multiport Energy Router yang berfungsi sebagai gerbang interkoneksi cerdas. Sistem ini mengintegrasikan PV, BESS, beban lokal, jaringan utama AC Grid, serta jalur interkoneksi antarklaster melalui DC Grid. Melalui perancangan skema logika kendali adaptif berdasarkan parameter SOC dan keseimbangan daya, sistem mampu menentukan status operasional konverter secara otomatis untuk memastikan pasokan listrik tetap kontinu, baik dalam kondisi surplus maupun defisit energi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem ini berhasil meningkatkan keandalan pasokan listrik, memitigasi risiko pemadaman melalui mekanisme power sharing antarklaster, serta mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan. Integrasi ini menjadi solusi strategis bagi pembangunan infrastruktur kelistrikan yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan untuk mewujudkan ketahanan energi pada kluster terintegrasi.

2026
👤 Penulis: Cristop Tri Natanael
🏷️ Microgrid 🏷️ Manajemen Daya 🏷️ Multiport Energy Router

ESTIMASI BASEFLOW BERBASIS MODELFISIK SWAT+ SEBAGAI ACUAN KALIBRASI NILAI ALPHA RECURSIVE DIGITAL FILTER ARNOLD DI SUB-DAS CITARUM HULU

The Upper Citarum Sub-Watershed plays an important role in water resources management in the Bandung Basin. One of the key hydrological components in this area is baseflow, which represents streamflow sustained by shallow groundwater discharge. Baseflow estimation is commonly conducted using hydrograph separation methods, such as the Arnold Recursive Digital Filter. However, the results are strongly influenced by the selected alpha value, which is often determined empirically. This study aims to produce a physically based baseflow estimation using a physically based SWAT+ model in the Upper Citarum Sub-Watershed, which is subsequently used as a physical reference for calibrating the alpha value of the Arnold Recursive Digital Filter. Model 1 was developed as the main hydrological model and was calibrated and validated against observed discharge at the Nanjung gauging station. Daily recharge from Model 1 was then used as the main input for Model 2, which was modified using CN_Zero, PERCO = 1, and LATQ_CO = 0 to isolate the baseflow component. The discharge generated by Model 2 was used as a physically based reference for alpha calibration. The results show that Model 1 performed well, with NSE values of 0.8886 during calibration and 0.6732 during validation. The average annual recharge was 640.5 mm/year. Model 2 indicated that baseflow contributed approximately 46% of the total discharge at Nanjung. The optimal alpha value was ? = 0.963, with KGE of 0.578, NSE of 0.437, PBIAS of ?27.5%, and BFI of 0.590. These findings indicate that the physically based SWAT+ model successfully produces a baseflow estimation that can serve as a reference for digital filtering parameter calibration.

2026
👤 Penulis: Axel Widjanarko Sibarani
🏷️ Hidrologi 🏷️ Model Simulasi Watershed 🏷️ Analisis Digital Filter

PENGEMBANGAN PROGRAM KOMPUTASI UNTUK LEG PENETRATION ANALYSIS (LPA) SPUDCAN BERDASARKAN ISO 19905-1/2016 MENGGUNAKAN PYTHON

Leg Penetration Analysis (LPA) merupakan analisis geoteknik yang digunakan untuk mengevaluasi kapasitas dukung fondasi spudcan selama proses penetrasi pada jack-up rig. Implementasi metode semi-empiris berdasarkan ISO 19905-1 umumnya masih dilakukan secara manual menggunakan spreadsheet atau perangkat lunak komersial yang bersifat tertutup (closed-source). Penelitian ini bertujuan melakukan pengembangan awal pada program berbasis Python yang mengimplementasikan metode LPA berdasarkan ISO 19905-1. Program dikembangkan menggunakan arsitektur modular yang mencakup identifikasi mekanisme kegagalan, perhitungan bearing capacity, penentuan governing bearing capacity, dan visualisasi hasil. Validasi dilakukan dengan membandingkan hasil program terhadap perhitungan manual pada enam studi kasus yang berasal dari Hossain, ISSMGE (1994), dan FUGRO Report (2008). Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap hasil referensi melalui kajian pengaruh shape factor dan depth factor pada perhitungan kapasitas dukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program mampu menghasilkan kurva kapasitas dukung yang sangat mendekati hasil perhitungan manual pada seluruh studi kasus. Evaluasi juga menunjukkan bahwa shape factor dan depth factor memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil perhitungan, meskipun masih terdapat perbedaan dengan kurva referensi akibat parameter atau asumsi yang tidak dipublikasikan secara lengkap. Program yang dikembangkan diharapkan menjadi alternatif analisis LPA yang lebih efisien, transparan, dan mudah dikembangkan.

2026
👤 Penulis: Arsya Maulana Primaldy
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Geoteknik 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN SISTEM PRODUKSI BERKELANJUTAN KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA) DENGAN INOVASI FERMENTASI L.PLANTARUM DAN PENGERINGAN SCREEN HOUSE

Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia dengan nilai ekonomi tinggi, baik di pasar domestik maupun internasional, dan menempatkan Indonesia pada posisi ke-4 sebagai produsen kopi terbesar dunia (USDA, 2024). Produksi kopi nasional bahkan mengalami kenaikan sebesar 6,44% menjadi 807.580 ton pada tahun 2024, jumlah tertinggi selama sepuluh tahun terakhir menurut Badan Pusat Statistik. Di antara berbagai jenis kopi, kopi arabika (Coffea arabica) kategori specialty, menjadi komoditas unggulan yang sangat diminati pasar global dengan pertumbuhan nilai jual dan konsumsi yang tinggi. Namun, metode pascapanen natural process yang umum digunakan masih mengandalkan fermentasi spontan selama pengeringan, sehingga mutunya cenderung tidak seragam dan tidak stabil antar kelompok pengeringan. Tahap pengeringan terbuka di bawah sinar matahari secara langsung juga sangat bergantung pada cuaca serta rentan terhadap pertumbuhan jamur, kontaminasi debu, dan serangan hama yang menurunkan mutu produk akhir. Selain itu, pengolahan buah kopi menghasilkan produk samping berupa kulit dan daging buah (cascara) dalam jumlah besar yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Oleh karena itu, PT MAS Jaya merancang industri pengolahan kopi arabika dengan inovasi kultur starter bakteri L.plantarum pada proses fermentasi dan penggunaan screen house pada proses pengeringan. Inovasi kultur starter bakteri L.plantarum bertujuan mengendalikan proses fermentasi, menstabilkan komunitas mikroba, menekan kontaminan, dan meningkatkan pembentukan senyawa volatil aromatik. Pengeringan dengan screen house dapat menghasilkan pengeringan kopi yang lebih seragam, higienis, dan terlindung dari paparan debu, serangga, dan curah hujan. Dengan inovasi tersebut, produk yang dihasilkan memiliki keunggulan berupa mutu specialty yang konsisten, profil sensori yang kompleks, tingkat higienitas dan keamanan yang lebih tinggi serta nilai tambah dan keberlanjutan melalui pemanfaatan cascara. Perancangan industri produk roasted bean dan teh cascara kopi arabika memiliki kapasitas produksi sebesar 1.000 kg ceri per batch. Produk yang dihasilkan berupa 172,58 kg roasted bean sebagai produk utama dan 69,22 kg cascara sebagai produk samping bernilai tambah. Tahap produksi kopi arabika roasted bean terdiri dari penerimaan, sortasi, pulping, fermentasi, pengeringan, hulling, penyimpanan green bean, roasting, dan penyimpanan produk akhir. Tahap 3 produksi teh cascara terdiri dari penerimaan, sortasi, pulping, pengeringan cascara, sortasi cascara, dan penyimpanan produk akhir. Perusahaan dirancang memenuhi sertifikasi SNI, Sertifikat Halal, Good Manufacturing Practices (GMP), ISO 9001, ISO 22000, ISO 17025:2017, dan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). Perancangan industri ini layak dijalankan karena hasil analisis kelayakan usaha yang didapatkan menunjukan nilai Net Profit Margin (NPM) sebesar 30,334%, Net Present Value (NPV) sebesar Rp1.212.283.722, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 36%, dengan waktu pengembalian modal yaitu 2,17 tahun. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa usaha ini layak untuk dilakukan.

2026
👤 Penulis: Maurelya Jayanti
🏷️ Kopi Arabika 🏷️ Inovasi Pengolahan Kopi 🏷️ Produksi Berkelanjutan

PERANCANGAN CONCEPT ART ANIMASI FANTASI ”REMPAYU” SEBAGAI UPAYA REVITALISASI CITRA JAMU UNTUK GENERASI Z (18-25 TAHUN)

Jamu merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai historis, filosofis, dan kesehatan, namun saat ini mengalami krisis citra di kalangan Generasi Z. Dominasi budaya global dan minimnya representasi visual jamu dalam media digital menyebabkan jamu dipersepsikan sebagai produk kuno, tidak praktis, dan kurang relevan dengan gaya hidup modern. Penelitian ini bertujuan untuk merancang concept art animasi fantasi berjudul “Rempayu” sebagai strategi revitalisasi citra jamu melalui pendekatan Desain Komunikasi Visual. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi literatur, wawancara dengan pakar etnofarmakologi dan praktisi kreatif, serta analisis preferensi visual Generasi Z. Perancangan dilakukan menggunakan kerangka Double Diamond Design Process yang mencakup tahap riset, pengolahan insight, ideasi, dan prototyping. Hasil perancangan berupa visual style guide yang mengintegrasikan filosofi jamu ke dalam world-building animasi fantasi dengan gaya visual estetis dan naratif. Penelitian ini menunjukkan bahwa concept art animasi fantasi memiliki potensi sebagai media komunikasi visual yang efektif untuk merevitalisasi citra jamu dan memperkuat keterhubungan Generasi Z dengan budaya lokal.

2026
👤 Penulis: Rebecca Beatta Diarina Marbun
🏷️ Desain Komunikasi Visual 🏷️ Hidrologi Tradisional 🏷️ Kreativitas Digital

ANALISIS EMISI CO2 PADA TAHAP PELAKSANAAN KONSTRUKSI STRUKTUR JEMBATAN: STUDI KASUS PROYEK JALAN TOL AKSES PATIMBAN PAKET 4

Sektor konstruksi merupakan salah satu penyumbang emisi karbon dioksida (CO?) terbesar, namun perhatian terhadap emisi pada tahap pelaksanaan konstruksi masih relatif terbatas dibandingkan tahap produksi material. Penelitian ini bertujuan menghitung dan menganalisis emisi CO? pada tahap pelaksanaan konstruksi struktur jembatan Proyek Jalan Tol Akses Patimban Paket 4, serta membandingkan metode pelaksanaan eksisting dengan metode alternatif dari aspek emisi, durasi, dan biaya. Analisis menggunakan pendekatan gate-to-gate, yaitu hanya memperhitungkan emisi langsung dari konsumsi bahan bakar dan energi alat berat selama aktivitas konstruksi di lokasi proyek. Enam paket pekerjaan struktur ditinjau, yaitu pekerjaan tiang bor, fondasi, pilar, kepala pilar, ereksi girder, serta diafragma–deckslab. Perhitungan mengikuti alur volume pekerjaan ? produktivitas alat ? durasi ? konsumsi bahan bakar ? emisi CO?, dengan faktor emisi solar sebesar 2,68 kg CO?/L mengacu pada IPCC (2006). Hasil penelitian menunjukkan total emisi metode eksisting sebesar 446,44 ton CO?, dengan pekerjaan tiang bor sebagai kontributor terbesar (348,58 ton), yang di dalamnya aktivitas pengeboran menyumbang sekitar 55% sebagai hotspot utama. Penerapan metode alternatif menurunkan total emisi menjadi 266,66 ton CO?, atau berkurang sekitar 179,78 ton (?40%), dengan penghematan terbesar berasal dari penggantian metode tiang bor konvensional menjadi continuous flight auger (?46,7%). Selain menurunkan emisi, metode alternatif juga memperpendek durasi pelaksanaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilihan metode pelaksanaan berpengaruh terhadap besaran emisi karbon dan dapat menjadi strategi dekarbonisasi konstruksi yang efektif.

2026
👤 Penulis: Addin Khairi Sihotang
🏷️ Analisis Energi 🏷️ Karbon Buatan 🏷️ Manajemen Proyek Konstruksi

ANALISIS RESPONS DINAMIK DAN IDENTIFIKASI HOTSPOT STRUKTUR BILAH PROPELER KOMPOSIT TURBOPROP AKIBAT BEBAN ROTASI DAN EKSITASI HARMONIK

Penelitian ini menganalisis respons dinamik dan mengidentifikasi hotspot struktur pada satu bilah propeler komposit Hamilton Standard Model 568F pada pesawat ATR 72-600 akibat beban rotasi dan eksitasi harmonik. Model elemen hingga dikembangkan menggunakan SIMULIA Abaqus sebagai struktur sandwich dengan skin dan spar Carbon/Epoxy AS4/3501-6 serta foam core Polyurethane FR-3708. Analisis dilakukan melalui pre-stressed modal analysis, Campbell Diagram, dan Steady-State Dynamics, Modal dengan beban harmonik CF2 = 1 sehingga hasilnya ditafsirkan sebagai respons relatif per satuan beban. Hasil analisis modal menunjukkan fenomena centrifugal stiffening hingga 1,200 RPM, dengan kenaikan frekuensi Mode 1, Mode 2, dan Mode 3 masing-masing sebesar 12.671%, 3.597%, dan 2.540%. Mode 2 menjadi fokus utama karena berada pada rentang 69-72 Hz dan berdekatan dengan engine order 4P dan 5P. Titik crossing Mode 2×5P terjadi pada 844.263 RPM, sedangkan Mode 2×4P terjadi pada 1,066.300 RPM. Nilai separation margin minimum sebesar 0.489% diperoleh pada kondisi 840 RPM/5P. Analisis respons harmonik menunjukkan peningkatan respons relatif di sekitar Mode 2, dengan hotspot perpindahan pada tip bilah serta hotspot tegangan pada spar dan foam core dekat root.

2026
👤 Penulis: Hotman Jhonson A. Limbong
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

COMPARATIVE ANALYSIS OF TORQUE AND FATIGUE ON CASING CONNECTIONS FOR LEVEL 3 CASING WHILE DRILLING IN THE SID-05 WELL

Casing while Drilling (CwD) Level 3 membebani rangkaian casing dengan torsi rotasi, tegangan aksial, dan tegangan lentur siklik secara simultan, sehingga menimbulkan tuntutan mekanis yang melampaui kondisi pemboran konvensional. Meskipun penerapan CwD di sektor hulu Indonesia terus meningkat, belum terdapat evaluasi komparatif yang sistematis terhadap kinerja sambungan casing di bawah pembebanan CwD Level 3 untuk sumur lepas pantai di Indonesia. Penelitian ini mengevaluasi kapasitas torsi, ketahanan fatik, dan kelayakan ekonomi dari tiga sambungan casing L-80 68 ppf berdiameter 13-3/8 inci, yaitu API BTC, TenarisHydril TXP BTC, dan TenarisHydril Wedge 563, untuk sumur SID-05 di Lapangan Sidayu, Laut Jawa Timur. Profil torsi dan tegangan lentur dihasilkan menggunakan perangkat lunak WellPlan dengan model soft string dan koefisien gesek sebesar 0,30 (lubang terbuka) dan 0,25 (lubang tercasing) pada 30 RPM. Analisis fatik menyusun kurva S-N melalui persamaan Marin (Se = 18.966 psi) dan persamaan Basquin, dengan Faktor Konsentrasi Tegangan sebesar 2,002 (TXP BTC) dan 1,956 (Wedge 563) yang bersumber dari dokumentasi Tenaris HMS. Kerusakan kumulatif dihitung menggunakan kaidah Palmgren-Miner dengan modifikasi Haibach untuk siklus di bawah batas endurance serta koreksi tegangan rata-rata pada setiap stasiun kedalaman. Sambungan API BTC didiskualifikasi dengan faktor keamanan torsi sebesar 0,71, karena kapasitasnya sebesar 13.380 ft-lbf terlampaui oleh torsi simulasi puncak sebesar 18.884,9 ft-lbf. TXP BTC dan Wedge 563 mencapai faktor keamanan masing-masing sebesar 4,55 dan 6,62. Indeks kerusakan fatik menghasilkan D = 0.4295 untuk TXP BTC dan D = 0.3795 untuk Wedge 563, keduanya berada di bawah ambang kegagalan D = 1,0. Analisis sensitivitas K-55 mengonfirmasi bahwa kedua sambungan melampaui D = 1,0 sebelum mencapai kedalaman target, sehingga memvalidasi L-80 sebagai grade minimum yang dapat diterima. Dalam kerangka PSC gross split, TenarisHydril TXP BTC direkomendasikan sebagai sambungan optimal, dengan kinerja mekanis yang memadai pada harga USD 50,41/ft dan penghematan sebesar USD 27.562 dibandingkan Wedge 563 untuk rangkaian sepanjang 3.645 ft.

2026
👤 Penulis: Satya Firmansyah
🏷️ Torak 🏷️ Fatik 🏷️ Level 3 Casing While Drilling

LIFE CYCLE ASSESSMENT PROSES KONSTRUKSI BETON PADA PEKERJAAN STRUKTUR ATAS GEDUNG BERTINGKAT

Sektor bangunan dan konstruksi merupakan salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar sehingga diperlukan evaluasi dampak lingkungan untuk mengidentifikasi hotspot dalam proses konstruksi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi dampak lingkungan dari proses konstruksi beton pada pekerjaan struktur atas gedung bertingkat menggunakan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA). Ruang lingkup penelitian dibatasi pada manufaktur beton segar di batching plant (A3), transportasi beton segar ke lokasi proyek (A4), dan instalasi beton di lokasi proyek (A5) dengan unit fungsional 1 m² luas bangunan. Volume beton diperoleh melalui quantity take-off berbasis Building Information Modeling (BIM), sedangkan inventori energi disusun menggunakan data primer hasil wawancara dan data sekunder dari literatur serta basis data LCA. Analisis dilakukan menggunakan OpenLCA dengan metode CML-IA Baseline pada kategori Global Warming Potential (GWP), Acidification Potential (AP), dan Eutrophication Potential (EP). Hasil penelitian menunjukkan potensi dampak sebesar 4,813 kgCO?-eq/m² (GWP), 0,020 kgSO?-eq/m² (AP), dan 0,0035 kgPO?³?-eq/m² (EP), dengan proses transportasi (A4) dan instalasi vertikal (A5) sebagai environmental hotspot. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa pengurangan jarak transportasi sebesar 20% dan peningkatan produktivitas tower crane sebesar 20% mampu menurunkan emisi masing-masing sekitar 5,7 tCO?-eq dan 4,4 tCO?-eq. Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi logistik dan peningkatan efisiensi pelaksanaan konstruksi merupakan strategi dekarbonisasi yang efektif serta menegaskan bahwa penerapan LCA dapat mendukung pengambilan keputusan berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Aliyyah Nazmi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENJADWALAN ULANG PRODUKSI JOB SHOP BERBASIS CVWS TERDESENTRALISASI UNTUK PENANGANAN PESANAN PRIORITAS TINGGI

Penjadwalan produksi pada sistem job shop memiliki kompleksitas tinggi akibat variasi produk, perbedaan urutan proses, serta keterbatasan sumber daya. Kompleksitas ini meningkat ketika terjadi gangguan, seperti penambahan pesanan prioritas tinggi, sehingga jadwal yang telah disusun tidak lagi sesuai dengan kondisi aktual. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme penjadwalan ulang yang mampu merespons perubahan secara cepat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan mekanisme penjadwalan ulang berbasis Configurable Virtual Workstation (CVWS) terdesentralisasi pada sistem produksi job shop. Mekanisme yang diusulkan menggunakan pendekatan heuristik yang mengintegrasikan aturan prioritas berjenjang dan evaluasi dampak berbasis penalti. Pesanan dengan prioritas lebih tinggi akan langsung didahulukan. Pada pesanan dengan prioritas yang sama, sistem mengevaluasi beberapa kandidat penyisipan berdasarkan nilai penalti untuk memilih alternatif dengan dampak keterlambatan terkecil. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mendahulukan pesanan prioritas tinggi tanpa melanggar urutan proses maupun menimbulkan konflik penggunaan mesin. Pada skenario perbandingan dengan pendekatan First Come First Served (FCFS) dan FCFS berbasis prioritas, metode yang diusulkan menurunkan total keterlambatan dari 1,33 jam menjadi 0 jam dibandingkan FCFS serta dari 0,42 jam menjadi 0 jam dibandingkan FCFS berbasis prioritas. Selain itu, total penalti berhasil diturunkan dari 39,9 menjadi 0 pada FCFS dan dari 12,6 menjadi 0 pada FCFS berbasis prioritas. Analisis operasi terdampak menunjukkan bahwa penjadwalan ulang hanya memengaruhi sebagian operasi sehingga tidak memerlukan penyusunan ulang seluruh jadwal produksi. Dibandingkan penelitian yang berfokus pada optimasi global, penelitian ini menawarkan pendekatan yang lebih sederhana melalui pengambilan keputusan lokal tanpa proses iteratif yang kompleks. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi aturan prioritas berjenjang dan evaluasi dampak berbasis penalti dalam arsitektur desentralisasi berbasis CVWS. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi berupa mekanisme penjadwalan ulang yang mampu mengambil keputusan secara cepat dan adaptif dengan mempertimbangkan prioritas serta dampaknya terhadap jadwal produksi.

2026
👤 Penulis: R. M. Hazel P. Herlambang
🏷️ Pengaturan Produksi 🏷️ Configurable Virtual Workstation (Cvws) 🏷️ Penjadwalan Ulang

EVALUASI POTENSI NIRA NIPAH (NYPA FRUTICANS) SEBAGAI SUMBER KARBON ALTERNATIF MOLASE UNTUK BIOSTIMULASI DALAM TEKNOLOGI MEOR (MICROBIAL ENHANCED OIL RECOVERY)

MEOR adalah teknologi recovery minyak bumi yang memanfaatkan aktivitas mikroba. Salah satu metode pendekatan MEOR adalah biostimulasi, yaitu penambahan nutrisi optimum berupa karbon sederhana, nitrogen, dan fosfor ke dalam reservoir minyak untuk menstimulasi pertumbuhan mikroba yang berperan dalam peningkatan perolehan minyak. Molase menjadi sumber karbon yang umum digunakan, tetapi dalam beberapa tahun terakhir harganya terus meningkat dan terjadi persaingan ketat dengan bahan baku industri lain. Sementara itu, nira nipah adalah sumber karbon potensial yang tersedia melimpah dan mengandung gula yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas nira nipah sebagai sumber karbon alternatif molase untuk biostimulasi dalam teknologi MEOR. Eksperimen dilakukan di laboratorium dengan cara menginkubasi medium yang berisi nutrisi steril (molase/nira nipah, NPK, DAP), crude oil, dan brine water selama lima hari, pada suhu 50°C. Selanjutnya diamati pertumbuhan bakteri menggunakan metode TPC, komunitas bakteri menggunakan sekuensing ONT, dan produksi biosurfaktan menggunakan liquid-liquid extraction. Karakteristik minyak dievaluasi berdasarkan perubahan pH medium, indeks emulsifikasi, viskositas minyak, dan fraksi SARA (Saturated, Aromatic, Resin, Asphaltene). Hasil pengamatan menunjukkan penambahan molase dan nira nipah menghasilkan jumlah sel bakteri tertinggi sebesar 5,59 log CFU/mL dan 6,07 log CFU/mL, berat kering biosurfaktan tertinggi sebesar 387 mg/L dan 483 mg/L, dan komunitas bakteri yang didominansi oleh genus Amphibacillus dan Bacillus pada perlakuan molase, dan genus Bacillus pada perlakuan nira nipah. Karakteristik minyak berubah dengan pH medium terendah sebesar 5,9 dan 6,3, indeks emulsifikasi +11,65% dan +12,47%, viskositas minyak ?30,2% dan ?37,7%, konsentrasi saturate +47,42% dan +41,02%, konsentrasi aromatic ?11,26% dan ?5,65%, konsentrasi resin ?1,22% dan ?1,60%, serta konsentrasi asphaltane ?34,94% dan ?33,77%. Berdasarkan hasil pengamatan, nira nipah dapat menjadi sumber karbon alternatif molase yang efektif untuk biostimulasi dalam teknologi MEOR.

2026
👤 Penulis: Adistin Fitrainingtyas Kusuma
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN INDUSTRI EKSTRAK PROPOLIS CAIR LEBAH TANPA SENGAT (TRIGONA SP.) SKALA MENENGAH

Abstrak bisa dilihat di filenya

2026
👤 Penulis: Ratu Puty Saharani
🏷️ Teknologi Pembuatan Produk 🏷️ Eksternalisasi Industri Propolis 🏷️ Keseimbangan Pasokan Dan Permintaan
Halaman 17 dari 6754
💬