📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PENGEMBANGAN SISTEM MANAJEMEN KARYAWAN TERPUSAT BERBASIS INTEGRASI PERANGKAT KONTROL AKSES PADA BANGUNAN GEDUNG CERDAS

Manajemen akses fisik merupakan elemen krusial dalam operasional bangunan gedung cerdas dengan mobilitas tinggi. Saat ini, sistem kontrol akses di Gedung ITB Innovation Park (IIP) masih bersifat terfragmentasi karena ketergantungan pada perangkat lunak bawaan vendor yang tertutup, sehingga menghambat visibilitas data pergerakan penghuni secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem manajemen karyawan terpusat menggunakan arsitektur lapisan penengah (middleware) untuk mengatasi hambatan interoperabilitas tersebut. Sistem dikembangkan menggunakan kerangka kerja NestJS, PostgreSQL, dan Next.js, dengan memanfaatkan protokol Intelligent Security API (ISAPI) untuk menjembatani komunikasi antara peladen dengan terminal biometrik pengenal wajah. Metodologi yang digunakan adalah Design Thinking yang mencakup tahapan investigasi kebutuhan hingga pengujian sistem. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem berhasil melakukan sinkronisasi data identitas tekstual secara terpusat dan menyajikan log riwayat akses secara real-time dengan rata-rata latensi sebesar 11,285 detik. Selain itu, sistem mengimplementasikan mekanisme verifikasi visual otomatis yang menangkap bukti gambar (snapshot) saat terjadi pelanggaran akses, dengan tetap menjaga privasi data biometrik pada kondisi normal. Penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan integrasi melalui protokol terbuka mampu meningkatkan efisiensi administratif dan visibilitas operasional dalam pengelolaan keamanan gedung cerdas.

2026
👤 Penulis: Axelius Davin
🏷️ Manajemen Keamanan Gedung Cerdas 🏷️ Integrasi Teknologi Perangkat Kontrol Akses 🏷️ Design Thinking Dalam Pengembangan Sistem

INTEGRASI SISTEM KONTROL AKSES DENGAN PROTOKOL DARURAT DAN SISTEM MANAJEMEN BANGUNAN GEDUNG PADA BANGUNAN GEDUNG CERDAS

Sistem kontrol akses pada Gedung ITB Innovation Park (IIP) saat ini terisolasi dari sistem lain dan belum memiliki suatu protokol yang dijalankan saat keadaan darurat, membuat sistem kontrol akses menjadi halangan saat keadaan darurat. Sistem kontrol akses ini juga belum dapat melakukan perhitungan penghuni yang masih berada di dalam gedung, sehingga belum memenuhi persyaratan bangunan gedung cerdas. Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sebuah purwarupa sistem manajemen bangunan gedung yang terintegrasi dengan sistem kontrol akses serta memiliki protokol yang dijalankan saat keadaan darurat. Metode yang digunakan adalah design thinking, yang diwujudkan dengan sebuah middleware dan aplikasi web berbasis Node.js. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa aplikasi berhasil melakukan kontrol jarak jauh pada sistem kontrol akses dengan latensi dibawah tiga detik. Aplikasi juga dilengkapi dengan protokol darurat yang konsisten bagi seluruh pengguna aplikasi, dapat diaktifkan untuk membuka paksa gerbang dengan latensi dibawah tiga detik, serta melakukan pencatatan penghuni yang masih berada di dalam gedung. Pengujian juga berhasil membuktikan kemampuan sistem menghasilkan data okupansi yang andal dengan tingkat kesalahan data dibawah 10%. Kesimpulannya, integrasi sistem kontrol akses dengan protokol darurat dan sistem manajemen bangunan gedung dengan pengembangan middleware dan aplikasi berbasis web merupakan solusi yang valid untuk menjawab permasalahan sistem kontrol akses yang menjadi halangan saat keadaan darurat serta memberikan nilai tambah berupa perhitungan penghuni saat terjadi keadaan darurat yang diharapkan dapat membantu mewujudkan Gedung ITB Innovation Park menjadi bangunan gedung cerdas.

2026
👤 Penulis: Muhammad Rifa Ansyari
🏷️ Teknologi Informasi 🏷️ Manajemen Bangunan Gedung Cerdas

ANALISIS STRUKTUR \TEXTIT{WASH TANK} DENGAN KAPASITAS 80.574 BBL BERDASARKAN API 650 MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

Tangki timbun merupakan komponen penting pada fasilitas produksi migas yang harus memiliki integritas struktur memadai agar dapat beroperasi secara aman dan andal. Wash tank berkapasitas 80.574 bbl yang menjadi objek penelitian ini telah beroperasi sejak tahun 2000 dan direncanakan untuk digunakan kembali. Seiring umur operasi yang telah melebihi 25 tahun, hasil inspeksi menunjukkan adanya kerusakan pada atap tangki. Selain itu, perubahan parameter pembebanan angin dan seismik yang mengacu pada standar dan data terkini perlu dipertimbangkan dalam evaluasi struktur. Oleh karena itu, diperlukan analisis kondisi aktual wash tank untuk memastikan strukturnya masih memenuhi persyaratan API 650. Penelitian dilakukan menggunakan Metode Elemen Hingga (MEH) melalui perangkat lunak Abaqus. Model struktur dibangun berdasarkan data geometri, material, dan kondisi aktual tangki, kemudian diberikan berbagai kombinasi pembebanan sesuai API 650 yang meliputi beban mati, tekanan internal dan eksternal, tekanan hidrostatis, beban fluida tersimpan, beban uji hidrostatis, beban hidup atap, beban angin, serta beban seismik. Beban angin dihitung berdasarkan kecepatan angin rata-rata di Provinsi Riau sebesar 24,33 m/s, sedangkan beban seismik dihitung menggunakan metode Jacobsen-Veletsos berdasarkan spektrum respons desain pada lokasi tangki. Hasil simulasi dianalisis berdasarkan distribusi tegangan Von Mises, lokasi tegangan maksimum, dan faktor keamanan, kemudian dibandingkan antara kondisi ideal dan kondisi aktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan berupa bukaan pada atap tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap respons struktur secara global. Tegangan Von Mises maksimum sebesar 159,6 MPa terjadi pada kombinasi pembebanan seismik dengan faktor keamanan minimum sebesar 1,002, sehingga seluruh tegangan masih berada di bawah tegangan izin 160 MPa menurut API 650. Dengan demikian, struktur wash tank dinyatakan masih layak dan aman dioperasikan dari aspek kekuatan struktur. Meskipun demikian, perbaikan pada bukaan atap tetap diperlukan untuk mencegah kontaminasi fluida dan perkembangan korosi yang dapat menurunkan integritas struktur dalam jangka panjang.

2026
👤 Penulis: Nadhifa Tsaniyah Adira
🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Wash Tank Migas 🏷️ Metode Elemen Hingga

PERBAIKAN DESAIN STRUKTURAL PADA PEMANAS GAS REGENERASI LNG UNTUK MEMITIGASI KEGAGALAN LELAH TERMAL DAN GETARAN YANG DIINDUKSI ALIRAN

The second-stage regeneration gas heater (RGH) in liquefied natural gas processing facilities experiences severe cyclic thermal and pressure loading. This cyclic operation with an U-bend support construction introduces a structural restraints at tube bundle, restricting thermal expansion and causing low-cycle thermal fatigue. Removing these restraints elevates the susceptibility to destructive vibration. This research aims to evaluate the thermomechanical integrity and vibration susceptibilities of the RGH and formulate structural improvements that mitigate both failure risks without penalizing the design rating. The research utilized a stepwise empirical baseline model to extract steady-state temperatures. These loads were applied to a structural finite element method incorporating a multilinear kinematic hardening material model to resolve cyclic plastic strains. Fatigue life was quantified using the Coffin-Manson relationship and Americal Society of Mechanical Engineers criteria. A three-dimensional finite volume method then resolved localized crossflow velocities. Dynamic stability was assessed by integrating these hydrodynamic loads with values extracted from the structural modal analysis. The restrained baseline design exhibits an insufficient allowable life of 289 to 773 cycles due to severe plastic deformation at the tube intrados. Removing the U-bend support safely reduced localized stresses but left the structure vulnerable to vortex shedding resonance. An improved design was proposed to resolve these competing failures by eliminating the U-bend constraints and installing an intermediate support at the outlet midspan. This improvement reduced the vibration susceptibility, indicated by the vortex shedding ratio from 1.32 to 0.38, ensuring the component satisfies its operational design life.

2026
👤 Penulis: Frenaldi Sam Faidiban
🏷️ Kondisi Struktural 🏷️ Pemanas Gas Regenerasi Lng 🏷️ Analisis Kekuatan Dan Keamanan

PERANCANGAN WALL THICKNESS PROFILE JALUR PIPA CO2 BAWAH LAUT SEPANJANG 180 KM BERDASARKAN DNV-ST-F101 SERTA VALIDASI BERBASIS FINITE ELEMENT ANALYSIS (ABAQUS) PADA WILAYAH XYZ

Peningkatan konsentrasi karbon dioksida (CO2) di atmosfer mendorong implementasi teknologi Carbon Capture and Storage (CCS), yang salah satu komponen kritisnya adalah infrastruktur transportasi CO2 bawah laut. Kawasan timur Indonesia memiliki cadangan gas alam berkandungan CO2 tinggi dengan karakteristik batimetri deepwater yang menantang, sehingga perancangan jalur pipa CO2 yang aman dan tervalidasi secara struktural menjadi kebutuhan teknis yang mendesak. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun seabed profile, merancang Wall Thickness Profile sepanjang ±180 km berdasarkan DNV-ST-F101, serta memvalidasi integritas struktural pipa dan buckle arrestor pada titik kritis melalui Finite Element Analysis (FEA). Metodologi penelitian terdiri atas tiga tahap. Pertama, seabed profile disusun dari data batimetri publik dan disegmentasi berdasarkan klasifikasi safety class. Kedua, perhitungan wall thickness untuk tiga limit state, pressure containment, collapse, dan propagation buckling dilakukan menggunakan lembar kalkulasi Excel terverifikasi untuk pipa NPS 16 material API 5L X65. Ketiga, validasi FEA menggunakan ABAQUS dilakukan dengan dua langkah sekuensial Static Riks dan Dynamic Explicit pada tiga konfigurasi model di kedalaman kritis - 1.537 m. Hasil penelitian menunjukkan tekanan eksternal maksimum 15,45 MPa, dengan wall thickness terpilih 17,48 – 21,44 mm dan enam unit buckle arrestor (23,48 – 33,44 mm). Validasi FEA membuktikan buckle arrestor dengan total tebal 33,44 mm berhasil menghentikan perambatan tekukan yang diakibatkan oleh imperfeksi geometri berupa lokal ovality sebesar 1,5% pada titik kritis, dengan tekanan propagasi FEA (8,45 MPa) berdeviasi hanya 1,28% dari nilai analitik DNV, sehingga desain dinyatakan valid dan aman.

2026
👤 Penulis: Hannarisa Tania Adhidana
🏷️ Teknologi Transportasi Co2 Bawah Laut 🏷️ Analisis Struktural Pipa 🏷️ Kecerdasan Buatan (Abqus)

PENGEMBANGAN MODEL MATURITAS MANAJEMEN STRATEGIS KEBERLANGSUNGAN USAHA UNTUK UMKM KREATIF BANDUNG

UMKM kreatif berbasis produk di Indonesia menghadapi tantangan keberlangsungan usaha jangka panjang di tengah dinamika pasar yang terus berubah. Model Corporate Sustainable Longevity (CSL) yang ada hanya menilai faktor internal melalui Resource-Based View (RBV) dan belum memperhitungkan faktor eksternal. Penelitian ini melengkapi kesenjangan tersebut dengan mengintegrasikan Market-Based View (MBV) dan Institutional Theory, lalu mengoperasionalisasikannya menjadi model maturitas Manajemen Strategis Keberlangsungan Usaha (MSKU) sebagai alat self-assessment. Model dikembangkan melalui lima tahap kerangka de Bruin dkk. (2005), dengan identifikasi indikator melalui systematic literature review serta pengujian content validity dan face validity, kemudian diterapkan pada tiga UMKM kreatif berbasis produk di Bandung, yaitu Pepper Suite Decorations, Elni Printing, dan KNK Garment. Model MSKU yang dihasilkan terdiri atas 56 indikator pada tujuh dimensi dan lima level maturitas mengikuti Capability Maturity Model (CMM), serta mencakup ketiga sudut pandang teori sehingga memberikan gambaran maturitas yang lebih menyeluruh dibandingkan model sebelumnya. Penerapan pada ketiga kasus menunjukkan seluruh perusahaan berada pada Level 3 (Defined) berdasarkan median nilai maturitas seluruh indikator, meskipun profil per dimensi menunjukkan perbedaan kematangan yang tidak tertangkap oleh level keseluruhan. Ketiga perusahaan konsisten lebih kuat pada dimensi yang berorientasi ke dalam dan lebih lemah pada dimensi yang berorientasi ke luar. Kapabilitas adaptif ketiganya cenderung bersifat person-bound dan belum terlembagakan dalam sistem organisasi sehingga suksesi kepemimpinan menjadi titik rentan bagi keberlangsungan usaha jangka panjang.

2026
👤 Penulis: Lyonidhia Khairunnisa
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

EVALUASI STABILITAS LERENG MENGGUNAKAN ANALISIS 2D DAN 3D DENGAN VARIASI ALTERNATIF PERKUATAN LERENG (STUDI KASUS LERENG BOSSCHA)

Abstrak bisa dilihat di filenya

2026
👤 Penulis: Samuel Ferris
🏷️ Analisis Geoteknis 🏷️ Lereng 🏷️ Perkuatan Lereng

KUANTIFIKASI LAJU INFILTRASI PADA KEJADIAN LONGSOR CISARUA, GUNUNG BURANGRANG, JAWA BARAT

Longsor yang dipicu oleh curah hujan merupakan bencana yang erat kaitannya dengan proses infiltrasi air ke dalam lereng, termasuk pada lereng stratovolkano yang tersusun atas material vulkanik. Besarnya air yang benar-benar meresap ke dalam tanah menentukan kondisi hidrologi lereng, namun kuantifikasi infiltrasi aktual sering kali belum mempertimbangkan pengaruh tutupan kanopi dan kemiringan lereng secara bersamaan. Selain itu, pengukuran infiltrasi di lapangan umumnya dilakukan dengan asumsi permukaan datar dan tanpa memperhitungkan tutupan kanopi. Penelitian ini bertujuan menganalisis besarnya infiltrasi aktual pada kejadian longsor Cisarua di Kabupaten Bandung Barat, dengan mempertimbangkan pola curah hujan serta mengoreksi pengaruh tutupan kanopi dan kemiringan lereng. Data infiltrasi diperoleh dari pengukuran lapangan menggunakan Mini Disk Infiltrometer pada 25 titik, yang digunakan untuk menghitung laju infiltrasi dan konduktivitas hidraulik dengan metode Zhang. Estimasi infiltrasi aktual dilakukan dengan menggunakan model Horton yang dimodifikasi oleh Xue dan Gavin, dengan curah hujan dikoreksi terhadap tutupan kanopi berdasarkan partisi hujan dan kapasitas infiltrasi dikoreksi terhadap kemiringan lereng menggunakan faktor kosinus. Sebaran spasial infiltrasi diperoleh melalui interpolasi Inverse Distance Weighting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infiltrasi aktual pada bagian mahkota longsor hingga saat kejadian diperkirakan sebesar 200,06 mm atau 83,4% dari curah hujan efektif, yang lebih kecil dibandingkan estimasi tanpa koreksi sebesar 230,78 mm. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh tutupan kanopi dan kemiringan lereng menurunkan besarnya air yang benar-benar terinfiltrasi. Nilai infiltrasi antarlokasi bervariasi seiring heterogenitas sifat tanah, meskipun sebagian besar air hujan meresap ke dalam lereng menjelang kejadian. Analisis infiltrasi aktual ini dapat menjadi dasar bagi kajian selanjutnya mengenai proses hidrologi yang mendahului terjadinya longsor.

2026
👤 Penulis: Ahrish Firman Syah
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PEMODELAN ELEMEN HINGGA UNTUK ANALISIS RESPON DINAMIK FONDASI TANGKI MINYAK AKIBAT GEMPA DENGAN MEMPERTIMBANGKAN INTERAKSI FLUIDA-STRUKTUR-TANAH (FSSI)

Tangki penyimpanan minyak merupakan infrastruktur vital yang harus tetap beroperasi setelah gempa bumi. Pada wilayah pesisir seperti Cilacap, kondisi tanah aluvial jenuh air serta keberadaan fluida di dalam tangki menyebabkan respons fondasi menjadi kompleks. API 650 Annex E masih menggunakan asumsi fixedbase sehingga belum mempertimbangkan interaksi fluida–struktur–tanah (Fluid– Structure–Soil Interaction, FSSI) secara simultan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh FSSI terhadap respons dinamik fondasi tiang, menganalisis potensi likuefaksi, membandingkan respons fondasi pada kondisi statis, Soil– Structure Interaction (SSI), dan FSSI, serta menghasilkan desain fondasi yang memenuhi API 650 dan SNI. Penelitian dilakukan menggunakan metode elemen hingga dengan PLAXIS 3D. Analisis potensi likuefaksi dilakukan menggunakan metode simplified NCEER berbasis data SPT, sedangkan pemodelan FSSI menggunakan pendekatan mekanik ekuivalen Housner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi studi tidak mengalami likuefaksi signifikan dengan nilai maksimum excess pore water pressure ratio (????????) sebesar 0,0565. Dibandingkan SSI, kondisi FSSI meningkatkan gaya geser maksimum pada tiang tepi sekitar 5 kali lipat (353,41 kN menjadi 1766,13 kN) dan momen lentur sekitar 26%. Analisis dinamik juga meningkatkan penurunan fondasi dari 14,89 mm pada

2026
👤 Penulis: Ronald Calvin Lo
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Dinamis 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

EVALUASI DAN REKOMENDASI PENGEMBANGAN FASILITAS SISI UDARA BANDAR UDARA INTERNASIONAL MINANGKABAU

Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM) sedang mengembangkan kapasitas terminal dari 2,3 juta menjadi 5,4 juta penumpang/tahun, sehingga perlu dievaluasi kecukupan fasilitas sisi udara pendukungnya untuk 20 tahun rencana hingga 2045, mengacu standar ICAO dan FAA. Hasil proyeksi menunjukkan penumpang meningkat menjadi 7.985.706 pada 2045 (rata-rata 6%/tahun), dengan jam puncak 21 pergerakan pesawat/jam. Evaluasi geometri menyatakan runway (3.000×45 m) dan taxiway masih memenuhi kebutuhan pesawat kritis B737-900ER, namun apron perlu dikembangkan dari 690×120 m menjadi 867×120 m. Evaluasi struktur perkerasan dengan metode manual, ACN-PCN (COMFAA), dan ACR-PCR (FAARFIELD) secara konsisten menyatakan perkerasan lentur runway dan taxiway masih memadai (ACN/ACR < PCN/PCR, CDF < 1), sedangkan perkerasan kaku apron sudah tidak memadai (ACN/ACR > PCN/PCR, CDF > 1) dengan sisa umur layan hanya 7,8 tahun. Karena itu, direncanakan perkerasan kaku baru pada perluasan apron serta unbonded PCC overlay pada apron eksisting, disertai perancangan ulang marka taxiway dan apron. Seluruh rencana pengembangan ini membutuhkan anggaran biaya sebesar Rp76,1 miliar. Kata kunci: Bandar udara, proyeksi penumpang dan pesawat, fasilitas sisi udara, perkerasan, rencana anggaran biaya

2026
👤 Penulis: Aufaniswatul Dave
🏷️ Evaluasi Fasilitas Sisi Udara Bandar Udara 🏷️ Proyeksi Penumpang Dan Pesawat 🏷️ Perencanaan Anggaran Biaya

DESAIN BREAKWATER BAGIAN UTARA TERMINAL KALIBARU, PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Terminal Kalibaru, Pelabuhan Tanjung Priok, memerlukan perlindungan breakwater pada sisi utara akibat paparan gelombang laut serta kondisi tanah dasar berupa lempung lunak yang rentan mengalami keruntuhan bila menerima beban timbunan struktur pelindung. Tugas akhir ini bertujuan merancang penampang breakwater yang stabil terhadap beban gelombang rencana sekaligus merancang sistem perkuatan tanah dasar menggunakan cerucuk dan matras bambu agar mampu memikul beban timbunan breakwater tanpa mengalami keruntuhan. Metode yang digunakan meliputi peramalan gelombang (hindcasting) dari data angin, analisis frekuensi gelombang ekstrem, simulasi hidrodinamika pasang surut dan transformasi gelombang, perancangan penampang breakwater berdasarkan formula Hudson dan kriteria overtopping EurOtop, perancangan sistem cerucuk-matras bambu, serta pemodelan elemen hingga menggunakan PLAXIS 2D untuk analisis stabilitas dan penurunan. Hasil analisis menunjukkan tinggi gelombang rencana periode ulang 50 tahun sebesar 1,866 m dengan elevasi muka air rencana 1,86 m. Desain optimal berupa berm breakwater dengan lapis lindung A-Jack 2,5 ton dan elevasi puncak +4,3 m LWS, diperkuat sistem matras bambu tujuh lapis serta cerucuk bambu berdiameter 12 cm berspasi 1 m. Pemodelan PLAXIS 2D menghasilkan faktor keamanan stabilitas global yang memenuhi syarat minimum 1,5 baik pada kondisi jangka pendek maupun jangka panjang.. Dapat disimpulkan bahwa desain breakwater beserta sistem perkuatan tanah dasar yang diusulkan telah memenuhi kriteria stabilitas struktural dan geoteknik yang disyaratkan.

2026
👤 Penulis: Kemalahayati Noor Malaya
🏷️ Desain Struktur 🏷️ Pelabuhan Tanjung Priok 🏷️ Analisis Hidrodinamika

ANALISIS PRIORITAS PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR IRIGASI LAHAN SAWAH UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI PROVINSI SUMATERA SELATAN

Provinsi Sumatera Selatan menghadapi tekanan ganda antara pertumbuhan penduduk dari 8,93 juta jiwa (2025) menjadi 11,42 juta jiwa (2044) dan alih fungsi lahan sawah yang berpotensi menyusutkan luas sawah dari 514.098 ha menjadi 431.083 ha tanpa intervensi kebijakan, sementara jaringan irigasi formal hanya sepanjang 370,81 km dan terkonsentrasi pada 3 dari 17 kabupaten/kota. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan infrastruktur irigasi lahan sawah di Provinsi Sumatera Selatan hingga tahun 2044 berdasarkan proyeksi luas sawah, kebutuhan air irigasi, dan Indeks Kebutuhan Irigasi (IKI), dengan mempertimbangkan tiga skenario: Kebutuhan Energi dan Pangan (demand), Alih Fungsi Lahan (business as usual/BAU), dan Protecting Paddy Field (PPF). Penelitian menggunakan pendekatan skenario dan analisis spasial berbasis SIG, meliputi proyeksi penduduk dan produktivitas padi, konversi kebutuhan kalori, simulasi Cellular AutomataMarkov (MOLUSCE) untuk perubahan tutupan lahan, perhitungan kebutuhan air irigasi berdasarkan nilai referensi 1,51 l/det per hektare, serta penyusunan IKI melalui metode Weighted Linear Combination (WLC) dan estimasi kebutuhan tambahan jaringan irigasi menggunakan pendekatan density benchmark. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan luas sawah normatif tahun 2044 mencapai 558.342 ha, sedangkan ketersediaan pada Skenario BAU hanya 431.083 ha (defisit 22,8%), yang dapat ditekan menjadi hanya 2,5% melalui Skenario PPF dengan luas sawah terlindungi 544.222 ha. Kebutuhan air irigasi tertinggi konsisten terkonsentrasi di Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan OKU Timur. Analisis IKI menunjukkan lima kabupaten berkategori kebutuhan tinggi akibat kepadatan jaringan irigasi rendah dan jarak jauh terhadap jaringan eksisting, dengan estimasi kebutuhan tambahan jaringan irigasi pada kelas tinggi mencapai 5.779,79 km (BAU) dan 6.722,20 km (PPF).

2026
👤 Penulis: Lisana Sidqin Darisman
🏷️ Infrastruktur Irigasi 🏷️ Kebutuhan Air Irigasi 🏷️ Analisis Skenario

EVALUASI KINERJA DAN PERENCANAAN PENGEMBANGAN FASILITAS PARKIR STASIUN CIKARANG

Stasiun Cikarang merupakan stasiun transit yang melayani perjalanan KRL Commuter Line, kereta lokal, dan kereta api antarkota sehingga menghasilkan permintaan parkir yang tinggi dan memicu munculnya parkir informal akibat keterbatasan kapasitas parkir eksisting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja fasilitas parkir eksisting dan menyusun rekomendasi pengembangan fasilitas parkir di Stasiun Cikarang melalui analisis karakteristik parkir, kebutuhan dan kapasitas parkir, kinerja antrean loket, serta perencanaan fasilitas parkir tahun rencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna parkir kendaraan roda dua pada hari kerja didominasi oleh komuter pekerja dengan pola kedatangan terkonsentrasi pada jam puncak pagi dan kepulangan pada jam puncak sore, sedangkan pada akhir pekan pengguna parkir kendaraan roda dua didominasi oleh tujuan perjalanan yang lebih beragam dan bersifat rekreasional atau non-rutin sehingga pola kedatangan lebih tersebar sepanjang hari. Sedangkan pola kedatangan kendaraan roda empat cenderung konstan disetiap waktu. Fasilitas parkir di Stasiun Cikarang tetap menunjukkan tingkat produktivitas yang tinggi, baik pada hari kerja maupun akhir pekan, dengan kebutuhan parkir yang mempertimbangkan fasilitas parkir formal dan informal sebesar 3.856 kendaraan roda dua dan 16 kendaraan roda empat pada tahun 2026 serta meningkat menjadi 7.957 kendaraan roda dua dan 53 kendaraan roda empat pada tahun 2036. Sementara itu, kapasitas parkir eksisting hanya sebesar 1.136 kendaraan roda dua dan 21 kendaraan roda empat sehingga belum mampu mengakomodasi permintaan parkir saat ini maupun proyeksi tahun rencana. Analisis antrean menunjukkan bahwa penambahan jumlah loket menjadi dua loket masuk dan dua loket keluar diperlukan untuk menjaga tingkat pelayanan pada tahun rencana. Rekomendasi pengembangan dilakukan melalui optimalisasi tata letak parkir kendaraan roda empat dan pembangunan gedung parkir bertingkat untuk kendaraan roda dua sehingga kapasitas meningkat menjadi 1.924 kendaraan roda dua dan 36 kendaraan roda empat. Namun, kapasitas tersebut masih belum mampu memenuhi kebutuhan parkir tahun rencana sehingga diperlukan penataan parkir informal dan peningkatan konektivitas moda transportasi pengumpan menuju Stasiun Cikarang.

2026
👤 Penulis: Syifa Rahmatika Ali Takrim
🏷️ Studi Kasus Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Antrean 🏷️ Optimisasi Tata Letak Parkir

ANALISIS PEMBEBANAN STATIS DAN SPEKTRUM BEBAN PADA STRUKTUR PROPELLER KOMPOSIT PESAWAT TURBOPROP

Baling-baling merupakan komponen krusial pada pesawat turboprop yang menuntut integritas struktural tinggi terhadap beban aerodinamika dan momentum rotasi guna menjamin performa serta keselamatan operasional. Penelitian ini berfokus pada perancangan dan analisis kekuatan propeller dengan mengintegrasikan metode General Momentum Theory (GMT) dan Blade Element Theory (BET), atau yang dikenal sebagai Blade Element Momentum Theory (BEMT). Melalui prosedur desain berbasis metode Larrabee, distribusi beban aerodinamika dihitung secara presisi pada setiap elemen bilah untuk menentukan gaya dorong dan daya yang dibutuhkan sesuai kondisi terbang target. Spektrum beban lokal yang dihasilkan kemudian digunakan sebagai parameter batasan dalam perancangan struktur manufaktur berbasis material berlapis dan penguatan spar. Pendekatan ini memastikan bahwa geometri baling-baling tidak hanya optimal secara aerodinamis, tetapi juga memiliki ketahanan struktural yang mumpuni dalam menghadapi beban dinamis selama operasional.

2026
👤 Penulis: Jovan Hosea H. Napitupulu
🏷️ Struktur Komposit 🏷️ Analisis Kecepatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

STUDI EKSPERIMENTAL KONVERSI LIMBAH BAN MOTOR MENJADI BAHAN BAKAR CAIR MENGGUNAKAN PROSES PIROLISIS

dilakukan evaluasi mengenai kemandirian energi pada proses pirolisis yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter optimal dari variasi ukuran sampel dan temperatur proses yang digunakan berada pada temperatur 500 °C dengan ukuran sampel 4x4 cm yang menghasilkan produk cair dengan massa tertinggi, yaitu sebesar 47 % dari total massa limbah ban motor. Produk cair yang dihasilkan memiliki nilai kalor sebesar 47,7 MJ/kg, nilai viskositas kinematik sebesar 4,04 cSt yang memenuhi spesifikasi dari bahan bakar diesel, angka setana yang kurang dari 20,6 dan densitas sebesar 923 kg/m3 masih belum memenuhi spesifikasi. Meski demikian, proses pirolisis dengan parameter optimal telah mencapai kemandirian energi dengan kebutuhan energi sebesar 79,3% dari total energi yang dihasilkan pada produk cair. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa proses pirolisis dapat digunakan sebagai metode pengolahan limbah ban motor sekaligus menjadi sumber energi alternatif, meskipun diperlukan proses lanjutan untuk meningkatkan kualitas dari produk cair agar memenuhi spesifikasi bahan bakar cair yang berlaku.

2026
👤 Penulis: Joaquin Hanif
🏷️ Proses Pirolisis 🏷️ Energi Alternatif 🏷️ Kecerdasan Buatan
Halaman 18 dari 6754
💬