📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

INTERPRETASI TUBUH INTRUSI GUNUNG BATU DAN STRUKTUR SESAR MINOR BERDASARKAN INTEGRASI METODE GRAVITASI, GEOLISTRIK, DAN INSAR DI SEGMEN GUNUNG BATU SESAR LEMBANG, JAWA BARAT

Gunung Batu merupakan salah satu segmen morfologi menonjol yang terletak di bagian barat sistem Sesar Lembang, Jawa Barat, dan diduga memiliki kompleksitas struktur bawah permukaan yang berkaitan dengan keberadaan tubuh intrusi dan sesar minor. Namun, karakter bawah permukaan Gunung Batu serta keterkaitannya dengan sistem Sesar Lembang hingga kini belum dipahami secara komprehensif melalui pendekatan geofisika terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan keberadaan dan geometri tubuh intrusi di Gunung Batu serta mengidentifikasi peran sesar minor di sekitarnya melalui integrasi metode gravitasi, geolistrik, dan Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR). Metode gravitasi digunakan sebagai metode utama dengan pengolahan data meliputi koreksi gaya berat untuk memperoleh anomali Bouguer lengkap, pemisahan anomali regional dan residual, analisis turunan First Horizontal Derivative (FHD) dan Second Vertical Derivative (SVD), serta pemodelan ke depan dua dimensi. Data geolistrik (ERT) dan InSAR dimanfaatkan sebagai data pendukung dan validasi spasial. Hasil analisis gravitasi menunjukkan adanya anomali residual rendah yang terpusat di sekitar Gunung Batu yang ditafsirkan sebagai respon tubuh intrusi berdensitas lebih rendah dibandingkan batuan sekitarnya, dengan geometri intrusi miring sekitar 70° serta keberadaan sesar turun di bagian utara dan selatan lintasan yang berkorelasi dengan sistem Sesar Lembang. Penampang resistivitas ERT menunjukkan zona resistivitas tinggi yang berkorespondensi dengan posisi intrusi, sedangkan hasil InSAR memperlihatkan deformasi vertikal permukaan dengan magnitudo orde sentimeter selama periode pengamatan lima tahun yang berasosiasi secara spasial dengan zona struktur. Integrasi ketiga metode menghasilkan model konseptual terpadu yang menggambarkan hubungan antara intrusi, sistem sesar minor, dan deformasi permukaan di sekitar Gunung Batu.

2026
👤 Penulis: Muhammad Ikhlash Mashudi
🏷️ Geofisika Terpadu 🏷️ Interpretasi Tubuh Intrusi 🏷️ Sesar Minor

PENCITRAAN STRUKTUR SEISMIK BAWAH PERMUKAAN GUNUNG TANGKUBAN PARAHU MENGGUNAKAN AMBIENT SEISMIC NOISE TOMOGRAPHY

Gunung Tangkuban Parahu merupakan gunung api strato aktif dengan sistem magmatikhidrotermal yang kompleks, namun struktur bawah permukaannya masih belum terpetakan dengan rinci. Secara geografis, Gunung Tangkuban Parahu terletak di 6,77° LS dan 107,60° BT dengan ketinggian puncak 2.084 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini menyajikan pencitraan model 3D dari kecepatan gelombang geser vertikal (????????????), kecepatan geser horizontal (????????????) dan anisotropi radial di bawah Gunung Tangkuban Parahu menggunakan metode Ambient Seismic Noise Tomography (ANT). Temuan utama penelitian ini adalah identifikasi reservoir magma dangkal, jalur migrasi magma, serta arsitektur magma vertikal dan horizontal yang tercemin dari pola model kecepatan gelombang geser dan anisotropi radial. Data rekaman waveform direkam oleh 55 jaringan seismometer temporer yang dipasang selama empat bulan dari bulan Oktober 2021 sampai dengan bulan Februari 2022 menggunakan 19 seismograf. Sebanyak 1.485 pasangan stasiun hasil korelasi silang diperoleh baik untuk komponen vertikal maupun komponen horizontal. Empirical Green’s Function (EGF) digunakan untuk menghasilkan peta kecepatan grup gelombang Rayleigh dan gelombang Love. Selanjutnya berdasarkan hasil dari peta kecepatan grup yang dihasilkan, dilakukan proses inversi untuk mendapatkan model pseudo 3D dari kecepatan gelombang geser vertikal (????????????) dan kecepatan gelombang geser horizontal (????????????). Nilai rata-rata RMS Error yang dihasilkan dari pencitraan tomografi untuk model kecepatan ???????????? sebesar 0,041 km/s dan 0,057 km/s untuk model kecepatan ????????????. Hasil identifikasi dan interpretasi model yang dihasilkan menunjukkan bahwa sistem magmatik Gunung Tangkuban Parahu tersusun atas kantung magma dangkal pada kedalaman sekitar 2 – 4 km, zona transisi magma – fluida di sekitar kedalaman 4 km, serta zona rekahan dan struktur sesar lokal yang berperan dalam mengontrol migrasi magma dan fluida. Selain itu, teridentifikasi adanya lineasi-lineasi struktur seismik yang mengikuti pola sesar yang terlihat di permukaan dan pola dari batas-batas Kaldera Sunda, serta terdapat kontras kecepatan beradah barat laut – Tenggara yang menghubungkan Kawasan Kawah Domas hingga Mata Air Panas (MAP) Maribaya yang diduga adanya keberadaan jalur fluida atau struktur geologi bawah permukaan yang sebelumnya belum terpetakan. ii Perbedaan antara ???????????? dan ???????????? mengindikasikan anistropi radial yang signifikan. Anisotropi radial negatif (???????????? < ????????????) menunjukkan penyelarasan vertikal mineral anisotropik seismik yang disebabkan oleh intrusi vertikal magma. Anisotropi radial positif (???????????? > ????????????) merepresentasikan sebagai berasal dari struktur yang diintrusi secara horizontal (sill atau melt lenses), aliran lava beku atau endapan piroklastik. Penelitian ini merupakan studi pertama di Gunung Tangkuban Parahu yang mengintegrasikan pencitraan pseudo-3D ????????????, ???????????? dan analisis anisotropi radial berbasis ambient seismic noise. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pemahaman struktur dan evolusi sistem magmatik gunung api, serta memiliki implikasi signifikan bagi mitigasi bahaya vulkanik dan pengembangan sumber daya panas bumi.

2026
👤 Penulis: Aditya Lesmana
🏷️ Seismologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Vulkanik 🏷️ Hidrologi Vulkanik

VISUALISASI BENTUK BUNGA WIJAYAKUSUMA DENGAN TEKNIK CROCHET PADA BENANG KATUN DENGAN PEWARNAAN ALAMI DARI LIMBAH MINERAL

Kriya tekstil sebagai bagian dari seni rupa terapan memiliki peran penting dalam mengintegrasikan nilai estetika, fungsi, dan keberlanjutan lingkungan. Dominasi bahan sintetis dan pewarna kimia dalam industri tekstil modern menimbulkan berbagai persoalan ekologis, sehingga mendorong eksplorasi material dan teknik alternatif yang ramah lingkungan. Penelitian tugas akhir ini berfokus pada penciptaan karya kriya tekstil berbasis teknik crochet menggunakan benang katun dan pewarna alami dari limbah mineral, dengan bunga Wijayakusuma sebagai inspirasi visual utama karena nilai simboliknya yang kuat dalam budaya Nusantara. Penelitian ini menggunakan metode praktik berbasis penciptaan dengan pendekatan eksploratif dan eksperimental, meliputi studi literatur, eksplorasi bentuk, eksperimen teknik crochet, serta pewarnaan alami pada benang katun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik crochet efektif dalam memvisualisasikan bentuk organik bunga Wijayakusuma, sementara pewarna limbah mineral menghasilkan karakter warna yang alami dan khas meskipun memiliki keterbatasan konsistensi. Kebaruan penelitian terletak pada pemanfaatan limbah mineral sebagai sumber pewarna alami dalam kriya crochet serta pengolahan simbolisme Wijayakusuma dalam konteks kriya tekstil kontemporer. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya wacana kriya tekstil berkelanjutan dan menjadi referensi bagi praktik seni kriya yang berwawasan lingkungan dan berakar pada nilai budaya lokal.

2026
👤 Penulis: Thea Shabira Arjani Kuntjoro
🏷️ Kriya Tekstil 🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PEMANFAATAN MATERIAL LIMBAH ABU ROKOK SEBAGAI GLASIR (CIGARETTES ASH GLAZE) DALAM DESAIN AKSESORIS KERAMIK KONTEMPORER

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan limbah abu rokok sebagai bahan glasir pada keramik yang bermedium jenis bonechina dan stoneware dalam pembuatan aksesoris keramik kontemporer. Limbah abu rokok yang selama ini menjadi polutan berpotensi dimanfaatkan sebagai material glasir yang ramah lingkungan dan bernilai estetika tinggi. Proses pembuatan meliputi pengumpulan dan pemurnian abu rokok, formulasi glasir, serta aplikasinya pada keramik yang dibakar pada suhu tinggi. Pengujian dilakukan untuk mengevaluasi sifat fisik, kimia, dan estetika hasil glasir, termasuk ketahanan, tekstur, warna, serta daya rekatnya pada substrat keramik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abu rokok dapat diolah menjadi glasir yang memiliki karakteristik unik dan sesuai dengan kebutuhan desain aksesoris keramik kontemporer, sekaligus memberikan solusi pemanfaatan limbah yang berkelanjutan. Temuan ini membuka peluang pengembangan glasir keramik dan produk keramik inovatif yang mengintegrasikan aspek lingkungan dan seni kontemporer.

2026
👤 Penulis: Maura'Ina Kiza Sahara
🏷️ Desain Aksesoris Keramik Kontemporernya 🏷️ Pemanfaatan Limbah Abu Rokok 🏷️ Keramik Ramah Lingkungan

PENGEMBANGAN DESAIN SONGKET PALEMBANG MENGIKUTI TREND FORECAST 2026 DENGAN PEWARNA ALAM

Songket Palembang merupakan salah satu kain tenun tradisional Indonesia yang memiliki nilai estetika, filosofis, dan historis yang tinggi. Keberadaannya tidak hanya berfungsi sebagai kain hias, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya masyarakat Palembang melalui ragam hias, teknik tenun, serta penggunaan benang metalik. Namun, dalam perkembangan industri mode yang semakin dinamis, Songket Palembang menghadapi berbagai tantangan, antara lain menurunnya minat generasi muda serta dominasi penggunaan benang dan pewarna sintetis yang berdampak pada lingkungan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya pengembangan desain yang tetap berakar pada nilai tradisi, namun mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan fashion masa kini dan prinsip keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Songket Palembang agar lebih relevan dengan fashion kontemporer melalui penerapan trend forecasting 2026, sekaligus mengkaji penggunaan pewarna alami sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan. Pengembangan difokuskan pada perancangan motif baru melalui penyederhanaan dan reinterpretasi ragam hias songket tradisional, serta eksplorasi arah warna yang disesuaikan dengan tren. Benang katun digunakan sebagai material utama, yang diwarnai menggunakan pewarna alami dari kayu tegeran, kayu merr, manjakani, indigofera, dan kayu secang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan eksperimental dengan pendekatan perancangan berbasis praktik. Pengumpulan data dilakukan melalui kajian literatur, observasi lapangan, serta wawancara dengan pengrajin dan ahli Songket Palembang. Proses perancangan diawali dengan perumusan konsep dan pengembangan motif, kemudian dilanjutkan dengan eksplorasi pewarnaan alami pada benang katun. Tahapan eksperimental meliputi ekstraksi bahan pewarna, pencelupan benang dengan variasi intensitas, serta proses fiksasi (post mordant) menggunakan tawas, tunjung, dan kapur yang dilakukan setelah pencelupan. Data hasil eksperimen dianalisis sebagai dasar penerapan warna dan motif dalam perancangan Songket Palembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan trend forecasting 2026 memberikan arah yang jelas dalam pengembangan desain Songket Palembang, terutama dalam menentukan pilihan warna dan karakter visual motif. Penyederhanaan ragam hias tradisional menghasilkan motif baru yang lebih adaptif terhadap kebutuhan fashion masa kini, tanpa menghilangkan identitas songket sebagai kain tradisional. Eksplorasi pewarna alami dari kayu tegeran, kayu merr, manjakani, indigofera, dan kayu secang menghasilkan variasi warna yang dapat dikembangkan sebagai alternatif palet warna songket selain pewarna sintetis. Hasil ini memperlihatkan bahwa pengembangan desain Songket Palembang dapat dilakukan secara berkelanjutan melalui pendekatan perancangan yang menggabungkan tren, eksplorasi material, dan nilai tradisi. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi antara eksplorasi pewarna alami, pengembangan motif baru, dan penerapan trend forecasting dalam perancangan Songket Palembang. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap bidang kriya tekstil dengan menawarkan pendekatan pengembangan songket tradisional yang berorientasi pada inovasi desain, keberlanjutan, dan pelestarian nilai budaya.

2026
👤 Penulis: Iftita Hana Khalisa Hasler
🏷️ Kriya Tekstil 🏷️ Pengembangan Songket Tradisional 🏷️ Tren Mode

ANALISIS PEMANFAATAN SAP FIORI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PROSES ADMINISTRASI KARYAWAN PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA SINARMAS

Dengan menggunakan paradigma Total Quality Management (TQM), studi ini menilai bagaimana SAP Fiori digunakan di PT Bumi Kencana Eka Sakti (GEMS), yang masih dikelola oleh Sinarmas Mining. Karyawan dipandang sebagai "pelanggan internal" dalam studi ini untuk menilai dampak sistem terhadap efisiensi proses administrasi. Studi ini menggunakan teknik kualitatif, seperti diskusi kelompok fokus (FGD) dan wawancara mendalam, untuk menentukan kesan pengguna dan hambatan teknologi saat ini. Temuan menunjukkan bahwa SAP Fiori meningkatkan kecepatan operasional dan mengurangi kesalahan manusia, namun proses persetujuan yang rumit dan masalah sinkronisasi data terus menghambat peningkatan. Disimpulkan bahwa kombinasi pengalaman pengguna dan prinsip Peningkatan Berkesinambungan dalam TQM sangat penting. Pembuatan peringatan otomatis dan pertumbuhan modul sistem untuk membantu transformasi digital bisnis yang berkelanjutan termasuk di antara rekomendasi penelitian.

2026
👤 Penulis: Nadia Saidati Salsabila
🏷️ Sistem Manajemen Keuangan 🏷️ Total Quality Management (Tqm) 🏷️ Administrasi Karyawan

VISUALISASI EMOSI MANUSIA PADA PRODUK KAIN DENGAN TEKNIK GUTTA PAINTING

Emosi merupakan bagian mendasar dari pengalaman manusia yang seringkali sulit diungkapkan secara verbal. Penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk memvisualisasikan tiga emosi dasar manusia bahagia, sedih, dan marah ke dalam medium seni serat menggunakan teknik gutta painting pada kain Satin Maxmara. Pemilihan teknik gutta painting didasarkan pada karakteristik garis rintang yang tegas namun fleksibel dalam membentuk gradasi warna, yang mampu mewakili dinamika perasaan manusia. Metode pengerjaan diawali dengan studi literatur mengenai psikologi warna dan wawancara bersama praktisi psikologi untuk membedah karakter visual dari setiap emosi. Hasil dari eksplorasi tersebut diaplikasikan ke dalam tiga panel karya kain berukuran 90×110 cm. Emosi bahagia divisualisasikan dengan warna kuning yang memusat, marah dengan kontras merah-hitam yang ekspresif, dan sedih dengan kedalaman warna biru yang memenuhi bidang kain. Hasil akhir dari proyek ini menunjukkan bahwa unsur rupa seperti garis, warna, dan komposisi dalam teknik gutta painting dapat menjadi medium komunikasi visual yang efektif untuk mengekspresikan kompleksitas emosi manusia. Karya ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam pengolahan tekstil kriya yang berbasis pada pendekatan psikologis.

2026
👤 Penulis: Nabila Kisma Sofia
🏷️ Seni Kriya 🏷️ Psikologi Warna 🏷️ Visualisasi Emosi

PERANCANGAN BUSANA BERTEMA DISTOPIA MENGGUNAKAN TEKNIK REKA LATAR TEKSTIL

Penelitian ini mengangkat perancangan busana bertema distopia sebagai refleksi terhadap ketidakpastian, krisis sosial, dan degradasi lingkungan yang dihadapi manusia dalam konteks kehidupan kontemporer. Distopia dipahami sebagai gambaran kondisi masyarakat yang tidak stabil dan sarat kecemasan terhadap masa depan, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk visual busana. Perancangan ini menempatkan busana tidak hanya sebagai objek estetis, tetapi juga sebagai media naratif dan simbolik yang merepresentasikan isu-isu global serta pengalaman adaptasi manusia terhadap perubahan lingkungan dan sistem sosial. Melalui eksplorasi bentuk, siluet, dan detail visual, busana dirancang untuk menyampaikan pesan konseptual sekaligus tetap relevan dengan konteks fesyen kontemporer. Hasil karya ini menunjukkan bahwa busana memiliki potensi sebagai medium refleksi kritis yang mampu mengartikulasikan gagasan distopia secara visual, serta berkontribusi dalam memperluas wacana fesyen sebagai bentuk ekspresi budaya yang responsif terhadap dinamika sosial dan lingkungan.

2026
👤 Penulis: Dita Adinda Rivani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN KERAMIK BIORESEPTIF SEBAGAI MEDIA PENDUKUNG PERTUMBUHAN LUMUT UNTUK ALTERNATIF DESAIN MOSS BAG DALAM BIOMONITORING PENCEMARAN UDARA

Material keramik secara historis dikenal memiliki sifat berpori, inert dan berdurabilitas tinggi yang banyak dimanfaatkan dalam sistem pengelolaan air dan praktik agrikultural. Namun, dalam praktik kontemporer, keramik lebih sering diposisikan sebagai media dekoratif, sehingga potensi materialnya untuk integrasi ekologis cenderung terabaikan. Di sisi lain, meningkatnya permasalahan pencemaran udara menuntut metode pemantauan lingkungan yang lebih partisipatif dan mudah untuk diakses. Lumut telah lama digunakan sebagai bioindikator pencemaran udara melalui media Moss Bag , meskipun bentuk konvensionalnya masih memiliki kekurangan secara estetis dan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perancangan keramik bioreseptif sebagai media pendukung pertumbuhan lumut serta sebagai alternatif desain Moss Bag dalam fungsi bioindikator pencemaran udara. Eksperimen formulasi material, pembentukan karya dan kultivasi lumut dalam penelitian ini menawarkan integrasi riset material keramik, bioreseptivitas, praktik biomonitoring serta kontribusi pada pengembangan desain keramik, biodesain dan seni ekologis.

2026
👤 Penulis: Kadieja Kasih Amael
🏷️ Keramik 🏷️ Bioresistif 🏷️ Biomonitoring Udara

STRUKTUR TERMAL REGIONAL PULAU JAWA (INDONESIA) DARI ESTIMASI KEDALAMAN TITIK CURIE BERDASARKAN ANALISIS SPEKTRAL DATA MAGNETIK MENGGUNAKAN METODE IRLS DE-FRACTAL

Pulau Jawa terbentuk di atas zona subduksi antara Lempeng Benua Eurasia dan Lempeng Samudra Indo-Australia. Interaksi antar lempeng ini membentuk busur vulkanik di sepanjang Pulau Jawa, sehingga wilayah ini dikenal dengan potensi geotermal yang signifikan di Indonesia. Kajian struktur termal kerak melalui estimasi kedalaman titik Curie atau Curie Point Depth (CPD) sangat penting untuk memahami geodinamika regional, khususnya keterkaitan antara tektonisme, vulkanisme, dan distribusi geotermal. CPD berperan sebagai parameter proksi dalam pemetaan distribusi gradien geotermal dan aliran panas, yang merupakan komponen utama dari parameter geotermal. Penelitian ini menerapkan sebuah pendekatan baru, yaitu Metode IRLS de-fractal, yang menggabungkan metode Iteratively Reweighted Least Squares (IRLS) dan pendekatan de-fractal yang dimodifikasi, untuk memperkirakan CPD secara lebih robust dan mengurangi pengaruh outlier. Analisis menggunakan data anomali magnetik WDMAM dengan cakupan regional, yang dibagi ke dalam 33 blok berukuran 184 km × 184 km dengan 50% overlap, serta menerapkan teknik reduction-to-the-pole (RTP) pada setiap blok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai CPD di Pulau Jawa berkisar antara 14,21 23,41 km, gradien geotermal antara 23,69-39,03 °C/km, dan aliran panas antara 75,21-143,82 mW/m². CPD dangkal, umumnya berkorelasi dengan gradien geotermal dan aliran panas yang tinggi, teridentifikasi di sepanjang sabuk vulkanik Kuarter di Zona Barat dan Zona Timur Pulau Jawa. Anomali termal di Zona Barat diindikasikan berkaitan dengan pengaruh geometri lempeng dan mekanisme perpindahan panas yang dikontrol oleh struktur patahan, sedangkan di Zona Timur lebih dipengaruhi oleh intrusi magmatik dan aktivitas vulkanik yang intens. Secara keseluruhan, hasil ini mengindikasikan peran penting proses tektonik dan magmatik litosfer dalam mengontrol pola struktur termal regional Pulau Jawa, yang secara spasial berasosiasi dengan keberadaan sumber-sumber geotermal di wilayah tersebut.

2026
👤 Penulis: Dini Andriani
🏷️ Geotermal 🏷️ Tektonika 🏷️ Vulkanisme

VISUALISASI NARASI MITOLOGI LAUT JEPANG DALAM BENTUK MEDIUM KERAMIK FUNGSIONAL: SCULPTURE INCENSE WATERFALL

Tugas akhir ini mengangkat mitologi laut Jepang sebagai sumber narasi yang diterjemahkan ke dalam medium keramik fungsional berbentuk sculpture incense waterfall. Empat tokoh mitologis Ry?jin, Ningyo, Umib?zu, dan Namazu, Kashima dipilih sebagai representasi simbolik relasi manusia dengan laut, yang mencakup aspek kekuasaan, ambiguitas, ketidakpastian, serta keseimbangan antara kehancuran dan keteraturan alam. Pendekatan ini bertujuan menghadirkan mitologi tidak hanya sebagai cerita visual, tetapi sebagai pengalaman ruang yang bersifat multisensorik. Metode penciptaan dilakukan melalui tahapan riset literatur mitologi, eksplorasi visual, eksperimen material, serta proses perancangan dan perwujudan karya. Medium yang digunakan adalah tanah liat earthenware Sitiwinangun dengan teknik direct sculpting. Pewarnaan massa tanah diterapkan melalui teknik body staining menggunakan campuran oksida logam, dan karya dibakar pada suhu 1050°C tanpa glasir untuk mempertahankan kejujuran material. Elemen asap dupa backflow diintegrasikan sebagai bagian fungsional dan konseptual, didukung oleh aroma dan elemen suara untuk membangun pengalaman inderawi yang menyeluruh. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa keramik fungsional mampu menjadi medium naratif yang efektif dalam menyampaikan mitologi melalui perpaduan bentuk, material, dan pengalaman multisensorik. Karya ini diharapkan dapat memperluas pemahaman terhadap praktik keramik kontemporer sebagai medium yang tidak hanya bersifat visual, tetapi juga mampu membangun relasi emosional dan reflektif antara karya, ruang, dan audiens.

2026
👤 Penulis: Annisa Sabrina Auliya
🏷️ Keramik Fungsional 🏷️ Mitos Laut Jepang 🏷️ Multisensorial

PENGEMBANGAN HIDROGEL BERBASIS PATI TALAS (COLOCASIA ESCULENTA) YANG TERMUATI BIOFLAVONOID SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL

Umbi talas sebagai sumber pangan memiliki kandungan gizi yang tinggi sudah banyak dimanfaatkan terutama di sentra-sentra penghasil talas. Selama ini, umbi talas hanya diolah dari umbi segar kemudian dijadikan tepung, talas kukus, keripik, atau bahan makanan lainnya, tanpa adanya perlakuan-perlakuan secara mikro seperti pemisahan metabolit sekunder atau primer. Padahal selain memiliki kandungan gizi yang tinggi, umbi talas juga merupakan bahan alam yang potensial untuk dijadikan sumber alternatif polimer alami. Penggunaan polimer sudah banyak dimanfaatkan dalam berbagai bentuk, salah satunya sebagai matriks dalam bentuk hidrogel. Hidrogel merupakan jaringan ikat silang polimer tiga dimensi yang dapat menyerap dan menahan air sekaligus mempertahankan struktur. Polimer sintetis sebagai bahan dasar hidrogel sudah banyak digunakan sejak jaman dahulu. Seiring berkembangnya zaman penggunaan polimer sintetis memiliki efek buruk terhadap lingkungan. Sehingga perlu adanya sumber alternatif polimer alami sebagai bahan dasar pembuatan hidrogel. Pati merupakan salah satu polimer alami sebagai bahan dasar hidrogel. Pada penelitian ini dilakukan isolasi pati talas serta sintesis hidrogel berbasis pati talas menggunakan metode freeze–thaw yang dimodifikasi melalui pembentukan ikat silang ganda (double network, DN). Isolasi pati talas dengan proses sentrifugasi menghasilkan kadar amilosa tertinggi sebesar 21,94%, yang berkontribusi terhadap peningkatan viskositas suspensi pati. Kelayakan pati sebagai bahan pangan ditunjukkan oleh hasil analisis proksimat berupa kadar air rendah, kadar glukosa di bawah ambang batas BPOM, dan tidak terdeteksinya lemak jenuh. Selain itu, keamanan produk dikonfirmasi melalui hasil analisis aflatoksin dan logam berat yang berada di bawah ambang batas regulasi. Penelitian ini secara umum terbagi dalam tiga tahapan utama, yaitu (i) isolasi pati talas, (ii) sintesis hidrogel pati talas dan modifikasi ikat silang melalui pembentukan jaringan ganda (DN), dan (iii) pemuatan bioflavonoid ke dalam hidrogel-DN. Pada tahap sintesis hidrogel, konsentrasi pati 9–14% menghasilkan struktur berpori dan berikat silang sebagaimana teramati melalui citra SEM dan pengukuran derajat pengembangan. Pati talas 14% menghasilkan sifat fisik dan tekstur paling unggul sebagai matriks penghantar. Melalui modifikasi ikat silang DN, pembentukan jaringan interpenetrating polymer network (IPN) antara pati dan glukomanan meningkatkan integritas ikatan silang serta kekuatan tekstur hidrogel yang dikonfirmasi oleh karakterisasi XRD, FTIR, SEM dan TPA. Pada tahap pemuatan bioflavonoid, hidrogel-DN menunjukkan sifat fisikokimia dan tekstur yang sesuai untuk aplikasi sistem penghantaran bioaktif. Hidrogel-bioflavonoid yang dihasilkan memiliki pelepasan senyawa aktif yang terkontrol dengan kapasitas pemuatan sebesar 26% dan efisiensi pemuatan mencapai 73,45%. Aktivitas antioksidan hidrogel sangat kuat, ditunjukkan oleh nilai IC?? sebesar 19,503 µg/mL dan persen inhibisi sebesar 82%. Hidrogel-bioflavonoid juga menunjukkan stabilitas yang baik sebagai pangan fungsional, dengan umur simpan masingmasing 63, 48, dan 44 hari pada suhu penyimpanan 10, 25, dan 35 °C. Temuan ini menunjukkan bahwa hidrogel berbasis pati talas dengan modifikasi ikat silang DN memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sistem penghantaran bioflavonoid dalam produk pangan fungsional yang memiliki aktivitas antioksidan dan berperan dalam peningkatan kesehatan.

2026
👤 Penulis: Halida Rahmi Luthfianti
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGEMBANGAN HIDROGEL BERBASIS POLIMER ALAMI GLUKOMANAN DARI UMBI PORANG (AMORPHOPHALLUS MUELLERI BLUME) DAN POTENSI APLIKASINYA SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL

Hidrogel berbasis biopolimer menawarkan peluang strategis dalam pengembangan pangan fungsional karena sifatnya yang biokompatibel, kemampuannya menyerap air, serta potensinya sebagai matriks penghantaran senyawa bioaktif. Di tengah meningkatnya kebutuhan akan produk pangan yang tidak hanya bernilai gizi tetapi juga memiliki efek fisiologis tambahan, glukomanan dari umbi Amorphophallus muelleri Blume (porang) menawarkan prospek yang sangat menjanjikan. Tantangan utamanya terletak pada variasi kualitas bahan baku, mekanisme pembentukan jejaring hidrogel yang memerlukan kontrol presisi, serta kemampuan matriks untuk mempertahankan stabilitas bioaktif alami. Penelitian ini menyajikan suatu strategi terpadu yang mencakup optimasi ekstraksi glukomanan, sintesis hidrogel melalui mekanisme Freeze–Thaw (FT), rekayasa jejaring fisik–ionik–ganda, serta pemuatan ekstrak temulawak untuk menghasilkan sistem penghantaran bioaktif yang stabil, fungsional, dan berpotensi diaplikasikan pada produk pangan modern. Tiga metode ekstraksi diuji secara komprehensif, dan metode multi-tahap etanol menghasilkan glukomanan berkadar tinggi dengan kandungan abu serta kalsium oksalat terendah, viskositas larutan tertinggi, struktur morfologi granula yang lebih seragam dan pola kristalinitas yang konsisten sesuai hasil FTIR dan XRD. Glukomanan ini kemudian digunakan sebagai prekursor utama untuk sintesis hidrogel melalui mekanisme FT. Optimasi proses dilakukan menggunakan desain Box–Behnken yang dikombinasikan dengan model pembelajaran mesin (Gradient Boosting, AdaBoost, dan kNN). Hasilnya menunjukkan bahwa konsentrasi glukomanan, durasi pembekuan, dan jumlah siklus FT merupakan parameter dominan yang menentukan ukuran pori, derajat pengembangan, dan kekuatan mekanik hidrogel. Model statistik menunjukkan kecocokan sangat baik (R² 0,95–0,99), sementara integrasi pembelajaran mesin meningkatkan akurasi prediksi terutama untuk variabel respons yang sangat nonlinear, seperti diameter pori. Variasi jejaring kemudian dianalisis melalui pembentukan tiga tipe matriks: jejaring fisik, jejaring ionik berbasis sodium tripolyphosphate, dan jejaring ganda yang mengombinasikan keduanya. Jejaring tunggal fisik/single network (SN-Fisik) menampilkan pori yang saling terhubung dengan kapasitas pengembangan tinggi karena dominasi ikatan hidrogen. Jejaring tunggal ionik/single network (SN-Ionik) memperlihatkan struktur yang lebih rapat akibat kolaps, derajat pengembangan lebih rendah, dan tekstur yang lebih lembut. Sementara itu, jejaring ganda/double network (DN) menunjukkan stabilitas paling baik, pori lebih teratur, ketahanan mekanik lebih tinggi, dan respons pengembangan yang lebih terkendali. Hasil SEM, FTIR, Raman, dan XRD menunjukkan reorganisasi molekuler dan perubahan kristalinitas yang konsisten dengan mekanisme pembentukan masing-masing jejaring. Fungsionalisasi hidrogel dilakukan melalui pemuatan ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) sebagai sumber senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri. Interaksi non-kovalen antara gugus hidroksil glukomanan dan senyawa bioaktif terdeteksi melalui pergeseran vibrasi pada spektrum FTIR dan Raman. Pemuatan ekstrak terbukti memodifikasi sifat hidrogel, terutama pada morfologi pori, kekuatan gel, dan kapasitas pengembangan. Uji pelepasan menunjukkan profil pelepasan terkontrol, di mana kecepatan difusi dipengaruhi oleh densitas jejaring fisik–ionik dan struktur pori internal. Aktivitas antioksidan dan antibakteri meningkat signifikan setelah pemuatan ekstrak, sementara uji biokompatibilitas in vitro menunjukkan respons yang tetap aman. Analisis fakta nutrisi mengungkap bahwa hidrogel glukomanan–temulawak memiliki kadar air tinggi, karbohidrat, protein dan lemak pada kadar sangat rendah, natrium minimal, serta nilai energi 165,36 kkal per 100 g. Profil ini konsisten dengan karakteristik bahan pangan rendah energi dan mendukung kelayakannya sebagai agen pembawa bioaktif untuk produk pangan fungsional. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi antara optimasi ekstraksi, rekayasa jejaring hidrogel, dan fungsionalisasi bioaktif mampu menghasilkan platform hidrogel glukomanan– temulawak yang stabil, aman, memiliki aktivitas biologis yang meningkat, dan berpotensi kuat untuk diaplikasikan dalam pengembangan pangan fungsional berbasis biomaterial lokal Indonesia.

2026
👤 Penulis: William Xaveriano Waresindo
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PEMODELAN BASEMENT MAGNETIK MENGGUNAKAN PROGRAM MAGB_INV PADA WILAYAH TELUK BONE, SULAWESI SELATAN

Teluk Bone merupakan wilayah cekungan sedimen yang berkembang akibat interaksi tektonik regional yang kompleks dan memiliki peran penting dalam tatanan geologi Sulawesi. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan konfigurasi basement magnetik serta mengestimasi ketebalan sedimen di wilayah Teluk Bone menggunakan metode inversi magnetik berbasis program MagB_Inv. Data magnetik yang digunakan terlebih dahulu dilakukan koreksi dan transformasi Reduce to the Pole (RTP) dengan menggunakan nilai Inklinasi dan Deklanasi pada wilayah penelitian sehingga menghasilkan peta anomali magnetik yang sesuai. Analisis Radially Averaged Power Spectrum (RAPS) diterapkan untuk menentukan parameter kedalaman awal dan batas filter yang digunakan dalam proses inversi. Proses inversi dilakukan dengan mempertimbangkan parameter magnetisasi ratarata, kedalaman awal, serta kriteria konvergensi berbasis nilai RMS error. Hasil inversi basement magnetik menunjukkan variasi kedalaman basement yang signifikan, dengan kedalaman berkisar antara 4,5 km hingga lebih dari 13 km. Model basement magnetik tiga dimensi memperlihatkan adanya zona basement dalam yang berkembang di bagian tengah hingga selatan Teluk Bone, yang diinterpretasikan sebagai cekungan utama, serta tinggian basement di bagian barat dan timur wilayah penelitian. Analisis profil lintasan basement magnetik menunjukkan konsistensi terhadap model tiga dimensi tersebut. Estimasi ketebalan sedimen yang diperoleh dari selisih antara kedalaman basement magnetik dan data batimetri menunjukkan variasi ketebalan sedimen yang signifikan, dengan ketebalan maksimum berkembang pada zona basement terdalam dengan ketebalan mencapai 8,5 km. Hasil ini mengindikasikan bahwa konfigurasi basement berperan sebagai kontrol utama dalam perkembangan cekungan dan akumulasi sedimen di wilayah Teluk Bone. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode inversi magnetik menggunakan program MagB_Inv mampu memberikan gambaran awal konfigurasi basement dan distribusi sedimen secara regional, yang dapat digunakan sebagai dasar untuk studi geologi dan eksplorasi lanjutan.

2026
👤 Penulis: Maulana Satria Ramadhan
🏷️ Geofisika 🏷️ Analisis Sedimen 🏷️ Hidrologi

PENILAIAN KUANTITATIF MANIPULASI LABA DAN KEKUATAN FUNDAMENTAL DI PT GARUDA INDONESIA (PERSERO) TBK MENGGUNAKAN BENEISH M-SCORE DAN PIOTROSKI F-SCORE (2019–2021; BASELINE 2018)

Tesis ini meneliti apakah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengalami perbaikan dalam pelaporan keuangan dan kondisi keuangan setelah skandal akuntansi tahun 2018. Penelitian ini menggunakan dua model, yaitu Beneish MScore dan Piotroski F-Score, untuk menganalisis periode 2019–2021. Beneish M- Score digunakan untuk melihat risiko manipulasi laba, sedangkan Piotroski FScore digunakan untuk mengukur kekuatan keuangan perusahaan berdasarkan profitabilitas, likuiditas, leverage, dan efisiensi. Penelitian ini menggunakan laporan keuangan yang telah diaudit dan pendekatan studi kasus. Tahun 2018 dijadikan sebagai tahun dasar, dan tiga tahun berikutnya dianalisis untuk melihat perubahan dalam kualitas pelaporan dan kinerja keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Beneish M-Score menurun setelah 2018, yang berarti risiko manipulasi laba menjadi lebih rendah. Namun, nilai tersebut masih tidak stabil pada tahun 2020–2021 karena dampak keuangan dari pandemi COVID-19. Hasil Piotroski F-Score menunjukkan bahwa fundamental keuangan Garuda Indonesia tetap lemah selama 2019–2021. Meskipun ada sedikit perbaikan pada beberapa aspek, seperti likuiditas dan efisiensi, skor keseluruhan tetap rendah. Ini berarti kondisi keuangan perusahaan belum pulih secara kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa perbaikan pelaporan keuangan tidak diikuti oleh pemulihan kinerja keuangan yang nyata dan menegaskan pentingnya menggunakan kedua model secara bersama-sama untuk memahami kinerja perusahaan.

2026
👤 Penulis: Andi Muhammad Firzan Surianto
🏷️ Kepatuhanan Keuangan 🏷️ Analisis Laba 🏷️ Manajemen Rantai Pasok
Halaman 176 dari 6754
💬