πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN KLINIS BERBASIS AI UNTUK PREDIKSI INTERAKSI OBAT DARI KELUHAN PASIEN BERBAHASA INDONESIA

Interaksi obat merupakan salah satu penyebab utama efek samping yang tidak diinginkan dalam praktik klinis. Di Indonesia, tenaga kesehatan masih menghadapi keterbatasan sistem pendukung keputusan klinis (Clinical Decision Support System/CDSS) yang mampu memproses keluhan pasien berbahasa Indonesia secara otomatis. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan sistem CDSS hibrida yang mengintegrasikan tiga modul utama, yaitu: (1) modul Named Entity Recognition (NER) berbasis IndoBERT dengan Conditional Random Field (CRF) untuk mengekstraksi entitas medis dari teks keluhan pasien berbahasa Indonesia, (2) modul prediksi Drug-Drug Interaction (DDI) berbasis arsitektur Multi-type Feature Fusion Graph Neural Network (MFFGNN) yang menggabungkan representasi SMILES melalui Bi-GRU, graf molekul melalui GIN, dan graf interaksi melalui Fusion GCN, serta (3) modul Retrieval-Augmented Generation (RAG) menggunakan FAISS dan Gemini 2.5 Flash/Flash-Lite untuk menghasilkan laporan klinis yang informatif dan transparan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa modul NER mencapai rata-rata F1-score sebesar 0,9961 pada validasi silang 5-fold. Modul DDI memperoleh ROC-AUC sebesar 0,9539 pada dataset ChCh-Miner. Pada modul RAG, penggunaan basis pengetahuan berisi 592.122 dokumen berhasil menurunkan tingkat halusinasi konten dari 16,9% pada mode tanpa RAG menjadi 9,6% pada mode dengan RAG, atau mengalami reduksi sebesar 42,9%. Selain itu, sistem menghasilkan 365 sitasi sumber pada 78 dari 83 kasus end-to-end (94,0%), sedangkan mode tanpa RAG tidak menghasilkan sitasi sama sekali. Seluruh kebutuhan fungsional (F01–F04) berhasil dipenuhi. Dukungan terhadap 130 alias obat menghasilkan keandalan prediksi DDI sebesar 81,2% pada 96 pasangan obat dari 83 kasus uji. Pasangan obat yang tidak tersedia pada basis data ChCh-Miner ditangani secara konservatif melalui mekanisme abstain. Dari sisi non-fungsional, sistem mencapai rata-rata waktu respons sebesar 6,2 detik dan memenuhi target operasional di bawah 10 detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan hibrida NER-DDI-RAG memiliki potensi sebagai CDSS yang mampu memproses keluhan pasien berbahasa Indonesia untuk menghasilkan prediksi interaksi obat beserta laporan klinis pendukung secara otomatis, baik bagi tenaga kesehatan maupun pasien.

2026
πŸ‘€ Penulis: Yovanka Sandrina Maharaja
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Interaksi Obat

ANALISIS KONTRIBUSI KOMPONEN STRUKTUR TERHADAP TOTAL EMBODIED CARBON PADA PROYEK GEDUNG BERTINGKAT

Sektor lingkungan binaan menyumbang sekitar 37% emisi CO? global, dan proporsi embodied carbon (EC) material diprediksi akan mendominasi jejak karbon bangunan baru seiring membaiknya efisiensi energi operasional. Namun, ketiadaan profil embodied carbon pada proyek gedung bertingkat di Indonesia, yang diperberat oleh terbatasnya basis data emisi material lokal, menyebabkan titik-titik utama (hotspot) emisi tidak dapat diidentifikasi sehingga strategi dekarbonisasi tidak dapat dirumuskan secara tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hotspot dekarbonisasi pada level material, komponen struktur, dan fase siklus hidup, serta merumuskan rekomendasi strategi mitigasi yang relevan bagi proyek gedung bertingkat beton bertulang. Metode yang digunakan adalah process-based Life cycle assessment mengacu pada kerangka ISO 14040/14044 dengan batasan sistem Modul A1–A5 menurut EN 15978, diterapkan pada studi kasus tunggal Gedung CIBE ITB, bangunan 9 level berstruktur beton bertulang murni dengan gross floor area 11.000 mΒ². Hasil penelitian menunjukkan total EC sebesar 2.646.167 kgCO?e atau 240,56 kgCO?e/mΒ², dengan fase produksi material (A1–A3) mendominasi sebesar 97,93%, diikuti fase konstruksi (A5) 1,56% dan fase transportasi (A4) 0,52%. Balok merupakan komponen dengan kontribusi terbesar (42,9%), diikuti pelat (36,2%) dan kolom (20,9%). Volume beton teridentifikasi sebagai prediktor terkuat total EC, sedangkan EC fase konstruksi lebih ditentukan elevasi lantai daripada volume material. Disimpulkan bahwa hotspot dekarbonisasi teridentifikasi pada fase produksi material, komponen balok, material beton, dan operasional alat berat pekerjaan tanah, yang masing-masing menjadi dasar perumusan rekomendasi strategi mitigasi.

2026
πŸ‘€ Penulis: Jordan Tjamara
🏷️ Karbon Embodied 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Bangunan 🏷️ Analisis Lintasan Hidrolik

DESAIN DAN IMPLEMENTASI USER INTERFACE, AKTUATOR STROBE LIGHT, PCB, DAN CASING TIGA DIMENSI PADA SISTEM PENGUSIR HEWAN OTOMATIS

Hewan liar seperti anjing, kucing, tikus, dan ayam kerap masuk ke pekarangan rumah pada kompleks perumahan tanpa pagar, sehingga menimbulkan kerusakan properti, masalah sanitasi, serta potensi risiko kesehatan akibat penyakit zoonosis. Tugas akhir ini membahas perancangan dan implementasi empat subsistem yang dikerjakan secara individu sebagai bagian dari proyek kelompok berupa sistem pengusir hewan otomatis yang terintegrasi, yaitu (1) antarmuka pengguna (user interface) berbasis web yang dibangun menggunakan framework full-stack Next.js untuk pemantauan jarak jauh, kendali, serta notifikasi melalui Telegram bot; (2) Printed Circuit Board (PCB) khusus yang mengintegrasikan pin GPIO Jetson Nano dengan seluruh aktuator sistem sekaligus mendistribusikan daya; (3) rancangan mekanik dan casing produk yang terdiri atas casing kamera, rumah aktuator, kotak Jetson Nano dan PCB, serta bracket servo; dan (4) aktuator strobe light sebagai penghalau visual tanpa kontak. Secara keseluruhan, sistem mendeteksi dan mengklasifikasikan hewan menggunakan model visi berbasis YOLO, kemudian mengaktifkan mekanisme pengusiran yang sesuai dengan karakteristik indera masing-masing hewan. Antarmuka pengguna dapat diakses dari jaringan eksternal melalui Cloudflare Tunnel tanpa alamat IP publik statis. Hasil pengujian fungsional dan integrasi menunjukkan bahwa keempat subsistem bekerja dengan baik, ditunjukkan oleh pemantauan video jarak jauh beresolusi setara 720p, keberhasilan pengiriman notifikasi sebesar 100%, casing yang memenuhi tingkat proteksi IP55, skor System Usability Scale instalasi sebesar 91,5, serta frekuensi kedipan strobe light yang tetap berada di bawah ambang persepsi kedipan ayam sehingga efektif sebagai penghalau visual.

2026
πŸ‘€ Penulis: Nasywa Fadhilah Putri
🏷️ Konstruksi Elektronik Dan Mekanik Produk

EVALUASI PENERAPAN BIM 4D PADA PROYEK GEDUNG DAN POTENSI AUTOMASI TERHADAP PENJADWALAN BERDASARKAN PERSEPSI PRAKTISI KONTRAKTOR

Keterlambatan proyek konstruksi masih menjadi masalah kronis di Indonesia, salah satunya disebabkan oleh keterbatasan metode penjadwalan konvensional yang tidak mampu mendeteksi konflik ruang dan waktu antar elemen pekerjaan secara visual. Di sisi lain, kajian mengenai penerapan BIM 4D sebagai instrumen penjadwalan konstruksi di Indonesia, beserta potensi automasinya, masih terbatas, padahal pemerintah telah mewajibkan penggunaan BIM pada proyek gedung berisiko tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas penerapan BIM 4D pada proyek gedung serta mengidentifikasi tingkat potensi penerapan automasi penjadwalan konstruksi berdasarkan persepsi praktisi kontraktor. Simulasi BIM 4D dibangun menggunakan Autodesk Revit dan Navisworks Manage pada sebuah proyek gedung sebagai objek simulasi, kemudian dievaluasi oleh praktisi kontraktor berpengalaman melalui kuesioner dan wawancara. Efektivitas simulasi dinilai menggunakan metode Simple Multi-Attribute Rating Technique (SMART), sedangkan potensi automasi penjadwalan pada beberapa skenario teknologi dianalisis menggunakan metode Relative Importance Index (RII). Hasil penelitian menunjukkan bahwa BIM 4D dinilai efektif oleh para praktisi, terutama sebagai media komunikasi lintas disiplin dan alat deteksi dini konflik pekerjaan, meskipun kemampuannya mendeteksi keterlambatan secara real-time masih terbatas karena pembaruan model yang belum dilakukan secara rutin. Penelitian ini juga menemukan bahwa persepsi praktisi yang berpengalaman dan yang minim pengalaman menggunakan software BIM 4D menunjukkan kecenderungan berbeda, di mana kelompok berpengalaman lebih menuntut akurasi teknis sementara kelompok minim pengalaman lebih menitikberatkan pada kemudahan visualisasi. Pada aspek automasi, skenario Multi-Objective Visualization diidentifikasi sebagai yang paling berpotensi diterapkan karena kemudahan penerapannya, meski dengan hambatan utama berupa keterbatasan data historis, biaya implementasi, dan kesiapan budaya industri konstruksi, bukan pada kesiapan teknologinya.

2026
πŸ‘€ Penulis: Zahwa Binta Fitria
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Proyek Konstruksi 🏷️ Analisis Teknologi

PERANCANGAN SUMUR PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI (PLTP) PADA SUMBER PANAS BUMI MEDIUM-LOW ENTALPHY DI SEMBALUN, LOMBOK

Indonesia memiliki banyak sumber panas bumi bertemperatur rendah hingga menengah yang belum dimanfaatkan secara optimal karena sistem konvensional berbasis air atau uap sering menghadapi keterbatasan teknis dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan merancang sistem sumur panas bumi dengan supercritical carbon dioxide (sCO?) sebagai fluida kerja dan membandingkannya dengan sistem berbasis air. Pemodelan dilakukan menggunakan CMG Builder dengan acuan data PLTP Darajat, literatur, dan standar teknis. Model mencakup sumur injeksi, reservoir, sumur produksi, dan wellbore selama 35 tahun, dengan variabel berupa kondisi injeksi, laju alir massa, jarak dan konfigurasi sumur, insulasi, material, potensi panas, serta biaya utama. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sCO? menghasilkan temperatur dan potensi panas lebih tinggi daripada air pada laju produksi yang sebanding, sedangkan air memberikan operasi yang lebih stabil dan sederhana. Konfigurasi sCO? terpilih menggunakan pola radial, jarak sumur 400 m, kondisi injeksi 32Β°C dan 73,8 bar, batas produksi sekitar 50 kg/s per sumur, serta insulasi 20 mm. Rancangan sumur menggunakan kedalaman 1.400 m, casing 18? inci, dan material Super 13Cr pada bagian yang berisiko terkena CO? basah. Setelah mempertimbangkan sistem konversi listrik dan ekonomi, skenario sCO? dengan laju produksi sekitar 150 kg/s pada asumsi best case dipilih sebagai rancangan terbaik. Kelayakannya tetap dipengaruhi oleh biaya pengadaan dan transportasi CO?, sehingga penerapan lebih lanjut memerlukan validasi lapangan dan data reservoir yang lebih lengkap.

2026
πŸ‘€ Penulis: Sulthan Antar Aulia Yunus
🏷️ Geotermal 🏷️ Sumur Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (Pltp) 🏷️ Modeling Teknik Sipil

LSTM DENGAN ATTENTION MECHANISM UNTUK MODEL PREDIKSI BANJIR SERTA PENCARIAN REKOMENDASI TITIK LOKASI EVAKUASI MENGGUNAKAN ALGORITMA FUZZY DIJKSTRA

Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang paling sering terjadi di Indonesia dan memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan sosial, ekonomi, serta infrastruktur, terutama di wilayah metropolitan seperti Jakarta. Tingginya intensitas curah hujan, perubahan tata guna lahan, serta pengaruh pasang air laut menyebabkan peningkatan risiko banjir yang memerlukan sistem peringatan dini yang akurat dan adaptif. Model deep learning berbasis Long Short-Term Memory (LSTM) telah banyak digunakan dalam prediksi deret waktu hidrologi karena kemampuannya dalam mempelajari ketergantungan jangka panjang. Namun, model LSTM masih memiliki keterbatasan dalam mengidentifikasi informasi temporal yang paling relevan terhadap perubahan tinggi muka air. Penelitian ini mengusulkan integrasi Attention Mechanism ke dalam arsitektur LSTM (LSTM-Attention) untuk meningkatkan akurasi prediksi Tinggi Muka Air (TMA) serta mendukung sistem mitigasi banjir yang lebih komprehensif. Metodologi penelitian mengikuti kerangka Cross Industry Standard Process for Data Mining (CRISP-DM) yang meliputi pemahaman bisnis, eksplorasi data, pra-pemrosesan, pemodelan, evaluasi, dan implementasi. Data yang digunakan berupa deret waktu tinggi muka air yang diperkaya dengan variabel meteorologi, yaitu curah hujan, suhu, kelembapan, tekanan udara, dan kecepatan angin. Tahap pra-pemrosesan mencakup pembersihan data, penanganan nilai hilang, normalisasi, dan transformasi data ke dalam format supervised time-series. Kinerja model dievaluasi menggunakan metrik Mean Absolute Error (MAE), Root Mean Square Error (RMSE), dan Symmetric Mean Absolute Percentage Error (sMAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model LSTM-Attention mampu meningkatkan performa prediksi dibandingkan model LSTM standar. Model terbaik menghasilkan nilai MAE sebesar 0,0112, RMSE sebesar 0,0340, dan sMAPE sebesar 7,8491%, yang menunjukkan tingkat akurasi prediksi sebesar 92,15%. Mekanisme attention terbukti mampu memberikan bobot yang lebih besar pada informasi temporal yang relevan sehingga menghasilkan prediksi yang lebih akurat dan stabil. Selain modul prediksi, penelitian ini mengembangkan sistem rekomendasi titik evakuasi menggunakan algoritma Fuzzy Dijkstra yang memodelkan bobot ruas jalan menggunakan trapezoidal fuzzy number dan mengonversinya menjadi nilai crisp untuk menentukan jalur terpendek menuju lokasi aman. Integrasi kedua modul menghasilkan sistem mitigasi banjir terintegrasi yang tidak hanya mampu memprediksi tinggi muka air secara akurat, tetapi juga menyediakan rekomendasi titik dan rute evakuasi adaptif berbasis risiko guna mendukung pengambilan keputusan dalam penanggulangan bencana banjir.

2026
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Soleh
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data Waktu Temporal 🏷️ Manajemen Risiko Banjir

PERANCANGAN DAN EVALUASE TEKNIS, EKONOMI, SERTA LINGKUNGAN PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SAMPAH BERBASIS INSINERASI DAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS

Timbulan sampah di Indonesia mencapai 30,54 juta ton pada tahun 2025, dengan 75% di antaranya tidak diolah dan berakhir di tempat pembuangan akhir, sehingga diperlukan teknologi pengolahan sampah yang optimal, salah satunya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) berbasis insinerasi. Penelitian ini membahas perancangan dan evaluasi kinerja PLTSa berbasis insinerasi dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) menggunakan perangkat lunak Ebsilon Professional. Penelitian diawali dengan pembuatan dan validasi model dasar PLTSa dan PLTG berdasarkan data literatur dan diperoleh error seluruh parameter di bawah 5%. Setelah model tervalidasi, dilakukan pengembangan alternatif konfigurasi pada masing-masing pembangkit. Pada PLTSa, alternatif yang dikembangkan meliputi penyamaan input MSW seperti PLTSa Putri Cempo, perubahan tekanan dan temperatur uap, penambahan feedwater preheater dan stage turbin, serta kombinasi keduanya. Pada PLTG, alternatif yang dikembangkan meliputi substitusi bahan bakar menjadi syngas disertai optimasi Air to Fuel Ratio (AFR), pengembangan konfigurasi Combined Cycle Gas Turbine (CCGT), optimasi konfigurasi CCGT, dan menggunakan syngas hasil pirolisis. Setelah itu dilakukan evaluasi simulasi yang dibuat berdasarkan aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan menggunakan matriks keputusan dengan rasio penilaian teknis sebesar 45,5%, lingkungan sebesar 44,2%, dan ekonomi sebesar 10,3%. Didapatkan alternatif paling optimal pada PLTSa adalah alternatif keempat dengan daya output sebesar 2.545,81 kW, efisiensi sebesar 35,17%, CAPEX sebesar 5.782.553 USD, OPEX sebesar 404.778 USD, dan emisi CO2 sebesar 32.079 ton per tahun. sementara Pada PLTG, alternatif paling optimal adalah alternatif keempat dengan daya output sebesar 3.110,09 kW, efisiensi sebesar 57,14%, CAPEX sebesar 14.505.605 USD, OPEX sebesar 1.450.561 USD, dan emisi CO2 sebesar 11.255 ton per tahun.

2026
πŸ‘€ Penulis: Marcelinus Aryo Wicaksono
🏷️ Pembangkit Listrik Tenaga Sampah 🏷️ Pembangkit Listrik Tenaga Gas 🏷️ Optimisasi Teknologi Pengolahan Sampah

EKSPLORASI MENGGUNAKAN EMBELLISHMENT DAN WETLOOK PADA BUSANA ART TO WEAR UNTUK MENGGAMBARKAN CERITA LEGENDA PUTRI MANDALIKA

Cerita rakyat merupakan bagian dari warisan budaya yang mengandung nilai moral, identitas budaya, dan kearifan lokal yang perlu dilestarikan. Salah satu cerita rakyat yang memiliki nilai budaya kuat adalah Legenda Putri Mandalika dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mentransformasikan Legenda Putri Mandalika ke dalam karya busana Art to Wear melalui penerapan teknik wetlook dan embellishment sebagai media visual untuk menyampaikan narasi budaya. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode eksperimen kriya tekstil. Data diperoleh melalui studi literatur, observasi, dokumentasi, dan eksplorasi material. Proses perancangan diawali dengan analisis legenda Putri Mandalika, pengembangan konsep visual, penyusunan moodboard, eksplorasi teknik, serta pengembangan desain busana. Eksperimen dilakukan pada beberapa jenis kain dan material pelapis untuk memperoleh karakter wetlook yang sesuai dengan konsep laut sebagai elemen utama dalam legenda. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa resin polyester mampu menghasilkan efek kilap, kekakuan, dan bentuk yang mendukung visualisasi gelombang laut. Selain itu, teknik embellishment berupa sulam, manik-manik, dan mutiara digunakan untuk merepresentasikan ragam hias Lombok serta berbagai unsur biota laut yang berkaitan dengan kisah Putri Mandalika. Hasil penelitian berupa rancangan busana Art to Wear bersiluet mermaid dengan pengembangan bentuk asimetris yang merepresentasikan karakter ombak laut. Busana didominasi warna biru, hijau, dan emas yang melambangkan laut, kehidupan, serta kemegahan Putri Mandalika. Penerapan teknik wetlook dan embellishment berhasil memperkuat nilai estetis sekaligus menyampaikan narasi pengorbanan, keharmonisan, dan identitas budaya Lombok. Penelitian ini menunjukkan bahwa cerita rakyat dapat menjadi sumber inspirasi yang potensial dalam perancangan busana sekaligus menjadi media pelestarian budaya melalui karya fashion kontemporer.

2026
πŸ‘€ Penulis: Wikania Marelly Caserelia Wetik
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENINGKATAN KINERJA LINTASAN PERAKITAN AKHIR PESAWAT CN-235 MELALUI OPTIMASI PENYEIMBANGAN LINTASAN, PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI EFEKTIVITAS, DAN PENJADWALAN BERBASIS KONFIGURASI SUMBER DAYA

Perencanaan produksi Final Assembly Line (FAL) pesawat CN-235 di PT Dirgantara Indonesia sering kali menghadapi tantangan berupa ketidakseimbangan beban kerja, inefisiensi penjadwalan, dan kurangnya pemantauan efektivitas operasional yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Sistem Informasi Terintegrasi berbasis Decision Support System (DSS) guna membantu pengambilan keputusan manajerial secara lebih objektif dan mendukung target produksi 24 pesawat per tahun. Pengembangan sistem informasi ini dirancang menggunakan metodologi System Development Life Cycle (SDLC). Sistem ini memadukan tiga modul analisis utama: modul Multi-manned Assembly Line Balancing (mALBP-II) untuk menyeimbangkan beban kerja antar stasiun, modul penjadwalan Resource- Constrained Project Scheduling Problem (RCPSP) menggunakan algoritma metaheuristik Improved Jaya (IJAYA), serta modul Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk mengevaluasi efektivitas operasional historis. Hasil perancangan adalah sebuah purwarupa sistem informasi berbasis web yang berhasil menyatukan aliran data produksi secara otomatis. Sistem ini terbukti mampu mengalkulasi metrik OEE untuk mengidentifikasi stasiun kritis, meratakan beban perakitan, dan menyajikan visualisasi Gantt Chart penjadwalan yang optimal melalui algoritma IJAYA. Integrasi ini memberikan instrumen yang komprehensif bagi perencana produksi untuk meminimalkan waktu menganggur dan mereduksi lead time secara berbasis data.

2026
πŸ‘€ Penulis: Bryan Xavier De Lasthien
🏷️ Optimisasi Lintasan Produksi 🏷️ Penjadwalan Berbasis Sumber Daya 🏷️ Evaluasi Efektivitas Operasional

EVALUASI LAIK FUNGSI JALAN DENGAN PEMERINGKATAN BINTANG PADA RUAS JALAN RAYA BANDUNG-SUMEDANG (AKSES GERBANG TOL JATINANGOR 1)

Pembukaan Tol Cisumdawu mengubah fungsi Jalan Raya Bandung-Sumedang (Akses Gerbang Tol Jatinangor 1) menjadi ruas jalan penghubung utama menuju jaringan tol dengan volume lalu lintas mencapai 10.938,896 SMP/hari. Penelitian ini mengevaluasi laik fungsi jalan sepanjang 3,3 km (33 segmen) menggunakan metode pemeringkatan bintang (Star Rating) berdasarkan Pedoman Direktorat Jenderal Bina Marga No. 06/P/BM/2024. Meskipun evaluasi menggunakan parameter kecepatan rata-rata menghasilkan peringkat Bintang 5 (rata-rata SRS 2,457), simulasi dengan kecepatan persentil ke-85 menghasilkan peringkat Bintang 4 dengan nilai SRS 3,795. Pada kondisi tersebut, teridentifikasi lima segmen kritis di bawah target minimal, yaitu segmen 7, 16, 20, dan 26 (Bintang 3) serta segmen 19 (Bintang 2), dengan potensi fatalitas didominasi oleh kecelakaan keluar lajur (run-off road) sebesar 87,88% dan tabrakan berhadapan (head-on) sebesar 12,12% akibat objek berbahaya di sisi jalan, lajur sempit, dan jarak pandang buruk. Skenario rekomendasi perbaikan teknis berupa perbaikan delineasi, perbaikan kualitas tikungan, pengamanan sisi jalan, dan perbaikan jarak pandangn terbukti efektif menurunkan skor risiko dan berhasil menaikkan peringkat kelima segmen kritis tersebut menjadi Bintang 4 guna memenuhi target peringkat bintang.

2026
πŸ‘€ Penulis: Najwa Aliyah
🏷️ Pemeringkatan Bintang 🏷️ Analisis Keamanan Jalan 🏷️ Perbaikan Teknis Jalan

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA STRUKTUR BAJA TAHAN GEMPA DENGAN VARIASI TATA LETAK SRPMK

Indonesia merupakan negara dengan tingkat aktivitas seismik yang tinggi sehingga perencanaan struktur tahan gempa menjadi aspek penting untuk menjamin keselamatan dan keandalan bangunan. Pada struktur baja, Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) merupakan salah satu sistem yang mampu memberikan daktilitas tinggi, namun kinerjanya dipengaruhi oleh konfigurasi tata letak rangka momen pada denah bangunan. Penelitian ini bertujuan merancang struktur baja tahan gempa menggunakan SRPMK serta menganalisis pengaruh variasi tata letak SRPMK terhadap kinerja struktur. Terdapat tiga model struktur yang ditinjau, yaitu SRPMK eksterior, SRPMK eksterior dan interior penuh, serta SRPMK eksterior dan interior parsial. Evaluasi kinerja dilakukan menggunakan analisis statik nonlinear (pushover). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan SRPMK dapat meningkatkan kekakuan struktur, menghasilkan daktilitas dan post-yield strength ratio yang lebih tinggi, menurunkan simpangan maksimum, serta menghasilkan tingkat kinerja dan mekanisme pembentukan sendi plastis yang lebih baik dibandingkan model dengan SRPMK eksterior saja. Dengan demikian, penelitian ini dapat menjadi pertimbangan dalam pemilihan konfigurasi rangka momen yang optimal berdasarkan keseimbangan antara kinerja struktur dan efisiensi penggunaan material.

2026
πŸ‘€ Penulis: Albert Nicholas Steven
🏷️ Struktur Baja Tahan Gempa 🏷️ Analisis Statik Nonlinear 🏷️ Konfigurasi Rangka Momen

PERANCANGAN RAFT-PILE FOUNDATION DAN BASEMENT DIAPHRAGM WALL DENGAN PERKUATAN GROUND ANCHOR PADA PROYEK GEDUNG SENTRA BISNIS

Gedung Sentra Bisnis merupakan bangunan bertingkat yang direncanakan pada kondisi tanah dengan karakteristik tertentu yang memerlukan sistem fondasi dalam untuk mendukung beban struktur secara aman. Proyek ini mencakup perancangan sistem fondasi dan sistem penahan galian basement, dengan fokus utama pada fondasi raft-borepile serta diaphragm wall dengan ground anchor. Sistem fondasi yang digunakan berupa kombinasi raft dan tiang bor (borepile) untuk meningkatkan kapasitas dukung serta mengontrol penurunan. Tiang bor berfungsi sebagai penahan beban vertikal dan lateral, yang terintegrasi dengan raft foundation untuk mendistribusikan beban ke tanah dasar. Analisis dilakukan untuk mengevaluasi daya dukung aksial, kapasitas lateral, serta interaksi raft dan tiang bor dalam menerima beban struktur. Dinding basement dirancang menggunakan diaphragm wall untuk menahan tekanan tanah lateral pada kedalaman galian, yang diperkuat dengan sistem ground anchor pada elevasi tertentu guna menjaga stabilitas galian selama konstruksi. Analisis juga mencakup kestabilan dinding galian terhadap tekanan tanah dan air tanah, serta deformasi yang terjadi selama tahapan pekerjaan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Bintang Rezki Mulia
🏷️ Konstruksi 🏷️ Fondasi 🏷️ Diaphragm Wall

PERANCANGAN INDUSTRI PRODUKSI TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM) KERING IRISAN DAN BUBUK

Tomat merupakan komoditas hortikultura dengan produksi tinggi di Indonesia, namun memiliki kadar air yang sangat tinggi (93–95%) sehingga mudah mengalami kerusakan dan kehilangan hasil (food loss) selama penyimpanan dan distribusi. Kondisi ini menyebabkan umur simpan tomat relatif pendek serta fluktuasi harga saat panen raya. Salah satu upaya untuk mengurangi kerusakan pascapanen adalah melalui proses pengeringan yang dapat menurunkan kadar air, menghambat pertumbuhan mikroorganisme, memperpanjang umur simpan, serta meningkatkan nilai tambah tomat. Namun, untuk menghasilkan tomat kering dengan mutu yang baik, proses pengeringan perlu didukung oleh tahapan pengolahan yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan perancangan proses yang terintegrasi guna menjaga kualitas produk selama pengolahan hingga penyimpanan. Perancangan industri ini bertujuan menghasilkan produk tomat kering dalam bentuk irisan dan bubuk yang berkualitas, aman, serta memiliki umur simpan yang lebih panjang. Sistem produksi dirancang secara terintegrasi mulai dari penerimaan bahan baku hingga distribusi. Inovasi yang diterapkan meliputi pre-treatment menggunakan kalium metabisulfit (K?S?O?) dan kalsium klorida (CaCl?), pengeringan menggunakan food dehydrator, serta pengemasan vakum. Pre-treatment berfungsi untuk mempertahankan warna, tekstur, dan kandungan nutrisi, sedangkan food dehydrator akan memberikan hasil pengeringan yang lebih merata dan terkontrol. Pengemasan vakum digunakan untuk menghambat oksidasi dan pertumbuhan mikroorganisme sehingga dapat memperpanjang umur simpan tomat kering. Kapasitas produksi dirancang menggunakan 579 kg tomat segar per batch yang akan menghasilkan 248 kemasan irisan tomat kering serta 58 kemasan tomat bubuk, dengan bobot masing-masing 100 gram dan total produksi sekitar 984 kg per bulan. Sistem produksi menerapkan konsep zero waste, yaitu irisan tomat yang tidak memenuhi standar estetika diolah menjadi bubuk sehingga pemanfaatan bahan baku lebih optimal. Produk yang dihasilkan memiliki kadar air rendah, mutu mikrobiologis stabil, umur simpan lebih panjang, serta kandungan nutrisi dan antioksidan yang tetap terjaga. Analisis finansial menunjukkan bahwa industri ini layak dijalankan dengan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp3.016.032.531, Internal Rate of Return (IRR) 34%, Benefit Cost Ratio (BCR) 1,9, dan Payback Period (PP) selama 2 tahun 3 bulan. Analisis sensitivitas menunjukkan usaha masih layak pada kenaikan biaya bahan baku hingga 54% serta penurunan harga jual maupun volume penjualan hingga 13%.

2026
πŸ‘€ Penulis: Medinna Luna Ibrahim
🏷️ Produksi Hidroponik 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGEMBANGAN LINI CASTING MACHINING PLANT Y PT X MELALUI PENJADWALAN PRODUKSI, PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS, DAN PERANCANGAN SISTEM TRACEABILITY

PT X menghadapi inefisiensi operasional pada lini casting-machining Plant Y yang berdampak pada tiga aspek: (1) ketidaksesuaian rencana dan realisasi produksi akibat downtime mesin yang tidak diperhitungkan dalam jadwal, (2) hambatan aliran material akibat penumpukan WIP pada aisle karena konfigurasi tata letak yang tidak optimal, dan (3) penurunan akurasi traceability akibat tidak adanya penugasan lot material berbasis FIFO. Penelitian ini bertujuan merancang solusi terintegrasi untuk mengatasi ketiga permasalahan tersebut. Penjadwalan produksi diselesaikan menggunakan model Integer Linear Programming yang mempertimbangkan estimasi downtime berbasis model Crow- AMSAA dan diselesaikan dengan solver Gurobi. Perancangan ulang tata letak menggunakan pendekatan Systematic Layout Planning (SLP) yang diintegrasikan dengan model optimasi MILP berbasis ongkos material handling jarak rectilinear dengan dua skenario alternatif (centralized dan point-of-use). Sistem informasi traceability dikembangkan menggunakan metode Waterfall dan diimplementasikan sebagai prototipe berbasis ekosistem Microsoft (Power Apps, SharePoint) dengan pemindaian QR Code yang tersinkronisasi dengan Master Production Schedule. Model penjadwalan menghasilkan jadwal dengan nol part terlambat dan mampu menekan biaya produksi non-reguler sebesar 65% dibandingkan kondisi eksisting. Tata letak usulan skenario centralized menurunkan ongkos material handling sebesar 36,5% dan jarak tempuh material sebesar 29,9%, sekaligus mengeliminasi backtracking, dengan hasil yang robust terhadap perubahan demand, upah, dan biaya energi. Sistem informasi yang dikembangkan memenuhi 14 dari 16 kebutuhan fungsional dan memproyeksikan penghematan biaya sebesar Rp1,81 miliar per tahun melalui pengecilan radius isolasi produk cacat. Secara keseluruhan, integrasi ketiga solusi ini berhasil meningkatkan keandalan pemenuhan jadwal, kelancaran aliran material, dan akurasi traceability pada lini casting-machining Plant Y PT X.

2026
πŸ‘€ Penulis: Clara Monica Sinaga
🏷️ Pengendalian Produksi 🏷️ Optimisasi Tata Letak Fasilitas 🏷️ Sistem Traceability

PERANCANGAN PERBAIKAN SISTEM INSPEKSI QC END-LINE PROSES SEWING BONEKA DJUNGELSKOG ORANGUTAN DI PT QUTY KARUNIA DENGAN METODOLOGI SIX SIGMA

PT Quty Karunia merupakan perusahaan manufaktur soft toys pemasok produk IKEA yang perlu menjaga konsistensi kualitas sesuai standar pelanggan. Berdasarkan data historis periode Desember 2025–Februari 2026, produk Djungelskog Orangutan memiliki defect rate sebesar 3,10%. Nilai ini melebihi batas toleransi internal perusahaan sebesar 2%. Penelitian ini bertujuan merancang usulan perbaikan kualitas pada lini sewing produk Djungelskog Orangutan dengan menggunakan metodologi six sigma. Penelitian menggunakan pendekatan DMAIC yang terdiri atas tahap Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control. Tahap define mencakup penetapan ruang lingkup, pemetaan proses sewing, identifikasi jenis cacat, dan penentuan cacat prioritas. Tahap measure mengukur kondisi kualitas aktual menggunakan peta kendali atribut, DPMO, dan level sigma. Tahap analyze menggunakan metode Delphi, cause-and-effect diagram, dan FMEA untuk mengidentifikasi akar penyebab cacat. Tahap improve berfokus pada perancangan usulan perbaikan, sedangkan tahap control menghasilkan rancangan mekanisme pengendalian karena solusi belum diimplementasikan secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa open seam merupakan cacat prioritas dengan jumlah 2.551 unit atau 49,94% dari total cacat. Proporsinya terhadap total output produksi sebesar 1,39%, dengan level sigma awal 2,83. Akar masalah prioritas meliputi rendahnya kesadaran operator terhadap dampak perilakunya, tekanan cycle time yang membatasi waktu pemeriksaan QC, serta instruksi kerja QC yang belum menetapkan prioritas area pemeriksaan. Usulan perbaikan terdiri atas instruksi kerja QC end-line dan Traffic Light System berbasis acceptance sampling. Evaluasi rancangan menunjukkan bahwa nilai AOQ open seam menurun dari 1,39% menjadi 1,13%, dengan AOQL sebesar 2,3%. Nilai tersebut menunjukkan penurunan risiko cacat yang lolos dari lini sewing, bukan penurunan langsung proporsi cacat yang dihasilkan proses. Berdasarkan nilai AOQ, level sigma keluaran meningkat dari 2,83 menjadi 2,90. Rancangan solusi juga berpotensi menurunkan kebutuhan QC end-line dari lima menjadi dua orang pada kondisi lima lini aktif, dengan potensi efisiensi biaya bersih sebesar Rp178.000.716 per tahun.

2026
πŸ‘€ Penulis: Bahran Azizi
🏷️ Six Sigma 🏷️ Manajemen Kualitas Proses Produksi 🏷️ Hidrologi Manufaktur
Halaman 20 dari 6754
πŸ’¬