📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenKAJIAN PENYELENGGARAAN INFRASTRUKTUR DENGAN SKEMA KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA (KPBU) DI IBU KOTA NUSANTARA
Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) diproyeksikan menjadi salah satu sumber pendanaan terbesar dalam pembangunan IKN, namun penyelenggaraannya menghadirkan berbagai dinamika peluang dan tantangan yang berjalan bersamaan dan menentukan keberhasilannya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor peluang dan tantangan yang paling berpengaruh dalam penyelenggaraan KPBU di IKN serta merumuskan arah tindak lanjut berdasarkan tingkat kepentingannya. Penelitian dilakukan melalui studi literatur, gap analysis regulasi, dan kuesioner berbasis wawancara yang melibatkan pihak pemerintah dan badan usaha, yang disusun berdasarkan pada delapan kelompok faktor dari Critical Success Factors (CSF) hasil studi literatur. Pada penelitian ini, Analisis Pareto digunakan untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan yang paling berpengaruh, sementara Relative Importance Index (RII) digunakan untuk mengetahui tingkat kepentingannya. Berdasarkan hasil penelitian, selain delapan kelompok CSF, teridentifikasi dua kelompok faktor tambahan, yaitu dinamika politik dan keberlanjutan komitmen pemerintah serta kondisi ekonomi global dan persepsi pasar yang turut memengaruhi pelaksanaan KPBU di IKN. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa peluang lebih banyak berada pada aspek yang dapat diperkuat melalui peran OIKN sebagai PJPK, sedangkan tantangan lebih banyak dipengaruhi oleh faktor di luar kendali langsung OIKN. Peluang yang paling berpengaruh meliputi kelengkapan regulasi KPBU IKN dan dukungan pemerintah, sementara tantangan yang paling berpengaruh berkaitan dengan keberlanjutan komitmen pemerintah terhadap IKN dan kebutuhan penguatan kapasitas OIKN sebagai PJPK. Arah tindak lanjut diprioritaskan pada penguatan komitmen pemerintah, kepastian skema pengembalian investasi, penguatan kapasitas OIKN, penegasan batas penjaminan dan kontrak yang adaptif, kematangan perencanaan proyek, pengembangan strategi pembiayaan kawasan, pelengkapan standar teknis turunan regulasi, serta pengembangan strategi untuk mendorong demand yang berkelanjutan.
PERANCANGAN SISTEM REKOMENDASI KECEPATAN UNIT DUMP TRUK TAMBANG HD785-7 BERDASARKAN EVALUASI KETERCAPAIAN TARGET WAKTU TEMPUH DAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR
Operasi hauling merupakan salah satu aktivitas utama dalam pertambangan yang berpengaruh langsung terhadap ketercapaian target produksi dan biaya operasional. Pada site ABC PT X, ketidaktercapaian target produksi sebesar 4,13 juta BCM pada tahun 2025 sebagian besar dipengaruhi oleh ketidaksinkronan cycle time dump truck yang memicu hanging excavator. Di sisi lain, aktivitas hauling menyumbang 87,7% konsumsi bahan bakar alat angkut, sementara perbedaan perilaku mengemudi menyebabkan disparitas konsumsi bahan bakar antar operator. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem rekomendasi kecepatan operasional dump truck untuk mendukung peningkatan efektivitas dan efisiensi operasi hauling. Penelitian terdiri atas dua subtopik. Subtopik pertama mengembangkan model Estimated Time of Arrival (ETA) menggunakan pendekatan base travel time yang dikombinasikan dengan akumulasi berbagai komponen delay untuk memprediksi waktu kedatangan secara real-time. Hasil ETA kemudian dimanfaatkan dalam model rekomendasi kecepatan berbasis pemrograman linear multiobjektif untuk menghasilkan rekomendasi kecepatan setiap segmen agar target waktu tempuh dapat tercapai. Subtopik kedua menganalisis pengaruh kondisi medan dan perilaku mengemudi terhadap konsumsi bahan bakar, membangun model prediksi menggunakan Gradient Boosting Decision Trees (GDBT), serta menentukan rekomendasi kecepatan dan posisi pedal gas menggunakan optimasi Dynamic Programming untuk meminimalkan konsumsi bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ETA memiliki Mean Absolute Error sebesar 1,85 menit sehingga layak digunakan sebagai dasar evaluasi keterlambatan perjalanan. Model rekomendasi kecepatan berbasis ETA mendukung pencapaian target waktu tempuh dan berpotensi mengurangi potential loss akibat hanging sebesar 523.012 BCM per bulan atau setara Rp14,64 miliar per bulan. Sementara itu, model GBDT berhasil memprediksi konsumsi bahan bakar dengan tingkat akurasi yang baik, dan optimasi menggunakan Dynamic Programming mampu menghasilkan rekomendasi kecepatan yang menurunkan konsumsi bahan bakar hingga 20,07%, dengan potensi penghematan biaya bahan bakar sebesar Rp358,98-717,97 juta per bulan sesuai tingkat kepatuhan operator.
DINAMIKA PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DI SEKITAR STASIUN TEGALLUAR DAN PADALARANG DALAM KONTEKS PEMBANGUNAN KERETA CEPAT JAKARTA BANDUNG (KCJB)
Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) menghadirkan intervensi fisik dan keruangan pada kawasan Stasiun Tegalluar dan Padalarang yang berada dalam sistem Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung dan telah menghadapi tekanan urbanisasi sejak sebelum KCJB dibangun, sehingga perubahan tutupan lahan di sekitarnya tidak dapat langsung dinyatakan sebagai akibat tunggal KCJB, penelitian ini menganalisis dinamika perubahan tutupan lahan di kedua kawasan pada tahun 2015, 2020, dan 2025, faktor spasial yang memengaruhi peluang perubahannya, serta kesesuaian kondisi tutupan lahan eskisting terhadap arahan RTRW yang berlaku, menggunakan klasifikasi Random Forest melalui Google Earth Engine, regresi logistik biner untuk faktor pendorong, dan overlay tutupan lahan terhadap peta pola ruang RTRW untuk kesesuaian ruang. Hasil menunjukkan bahwa Tegalluar, yang pada 2015 masih didominasi sawah (80,95%) dan kehilangan 404,92 hektare sawah hingga 2025 disertai pertambahan tanah terbuka yang signifikan (260,44 hektare), sedangkan Padalarang, yang sejak 2015 telah lebih berkembang (50,69% sawah, 26,34% terbangun), mengalami pertambahan lahan terbangun (122,83 hektare) yang hampir sebanding dengan penurunan sawahnya (119,30 hektare), jarak terhadap lahan terbangun eksisting dan arahan RTRW konsisten signifikan memengaruhi peluang perubahan pada kedua kawasan sementara jarak terhadap stasiun dan jalur KCJB tidak signifikan pada keduanya, dengan pusat pelayanan menjadi faktor khusus di Tegalluar dan kemiringan lereng di Padalarang, serta Tegalluar memiliki proporsi arahan RTRW belum terealisasi jauh lebih besar (70,63%) dibandingkan Padalarang (51,81%) dan Padalarang memiliki keselarasan lebih tinggi (41,25%). Hal ini menunjukkan bahwa kedekatan terhadap KCJB bukan faktor spasial yang signifikan secara langsung terhadap perubahan tutupan lahan di kedua kawasan.
PERANCANGAN SISTEM REKOMENDASI KECEPATAN UNIT DUMP TRUK TAMBANG HD785-7 BERDASARKAN EVALUASI KETERCAPAIAN TARGET WAKTU TEMPUH DAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR
Operasi hauling merupakan salah satu aktivitas utama dalam pertambangan yang berpengaruh langsung terhadap ketercapaian target produksi dan biaya operasional. Pada site ABC PT X, ketidaktercapaian target produksi sebesar 4,13 juta BCM pada tahun 2025 sebagian besar dipengaruhi oleh ketidaksinkronan cycle time dump truck yang memicu hanging excavator. Di sisi lain, aktivitas hauling menyumbang 87,7% konsumsi bahan bakar alat angkut, sementara perbedaan perilaku mengemudi menyebabkan disparitas konsumsi bahan bakar antar operator. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem rekomendasi kecepatan operasional dump truck untuk mendukung peningkatan efektivitas dan efisiensi operasi hauling. Penelitian terdiri atas dua subtopik. Subtopik pertama mengembangkan model Estimated Time of Arrival (ETA) menggunakan pendekatan base travel time yang dikombinasikan dengan akumulasi berbagai komponen delay untuk memprediksi waktu kedatangan secara real-time. Hasil ETA kemudian dimanfaatkan dalam model rekomendasi kecepatan berbasis pemrograman linear multiobjektif untuk menghasilkan rekomendasi kecepatan setiap segmen agar target waktu tempuh dapat tercapai. Subtopik kedua menganalisis pengaruh kondisi medan dan perilaku mengemudi terhadap konsumsi bahan bakar, membangun model prediksi menggunakan Gradient Boosting Decision Trees (GDBT), serta menentukan rekomendasi kecepatan dan posisi pedal gas menggunakan optimasi Dynamic Programming untuk meminimalkan konsumsi bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ETA memiliki Mean Absolute Error sebesar 1,85 menit sehingga layak digunakan sebagai dasar evaluasi keterlambatan perjalanan. Model rekomendasi kecepatan berbasis ETA mendukung pencapaian target waktu tempuh dan berpotensi mengurangi potential loss akibat hanging sebesar 523.012 BCM per bulan atau setara Rp14,64 miliar per bulan. Sementara itu, model GBDT berhasil memprediksi konsumsi bahan bakar dengan tingkat akurasi yang baik, dan optimasi menggunakan Dynamic Programming mampu menghasilkan rekomendasi kecepatan yang menurunkan konsumsi bahan bakar hingga 20,07%, dengan potensi penghematan biaya bahan bakar sebesar Rp358,98-717,97 juta per bulan sesuai tingkat kepatuhan operator.
PENGARUH BIOKATALIS AMPAS TAHU PADA METODE CALCITE PRECIPITATION TERHADAP KARAKTERISTIK PEMADATAN, KUAT GESER, DAN PENGEMBANGAN TANAH EKSPANSIF
Tanah ekspansif merupakan jenis tanah yang mudah mengalami perubahan volume akibat variasi kadar air, sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan dan infrastruktur. Oleh karena itu, diperlukan metode stabilisasi tanah yang efektif dan ramah lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah metode presipitasi kalsit berbasis ampas tahu. Ampas tahu dipilih karena merupakan limbah industri yang ketersediaannya melimpah di Indonesia, mudah diperoleh, dan berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber biokatalis dalam proses hidrolisis urea. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stabilisasi presipitasi kalsit menggunakan biokatalis ampas tahu terhadap karakteristik pemadatan, kuat geser, dan pengembangan tanah ekspansif. Sampel tanah ekspansif diuji melalui beberapa pengujian laboratorium, meliputi X-Ray Diffraction (XRD), Methylene Blue Value (MBV), index properties, pH, kompaksi standard proctor, kuat tekan bebas (UCS), serta pengembangan 1 dimensi. Variasi konsentrasi ampas tahu yang digunakan sebesar 20, 40, 60, dan 80 g/L untuk pengujian hidrolisis urea dan presipitasi kalsit. Konsentrasi dengan performa terbaik kemudian digunakan pada pengujian tanah dengan variasi waktu pemeraman 3, 7, dan 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 60 g/L memberikan performa terbaik dalam proses stabilisasi tanah ekspansif. Pada konsentrasi tersebut, mampu menurunkan OMC hingga 16.66%, meningkatkan MDD hingga 2.32%, meningkatkan UCS hingga 199.16%, menurunkan swelling pressure hingga 82.79%, serta menurunkan free swell hingga 57.67%, Berdasarkan variasi waktu pemeraman, curing 14 hari menghasilkan peningkatan UCS tertinggi, sedangkan curing 7 hari memberikan penurunan swelling paling optimum. Berdasarkan hasil tersebut, metode presipiasi kalsit menggunakan ampas tahu sebagai biokatalis berpotensi digunakan sebagai alternatif stabilisasi tanah ekspansif dengan memanfaatkan limbah organik yang melimpah dan bernilai guna.
ANALISIS PENGARUH DAN KECUKUPAN PARAMETER MATERIAL SERTA DETAILING TERHADAP PERILAKU HUBUNGAN BALOK-KOLOM EKSTERIOR BETON BERTULANG DENGAN TULANGAN BERKEPALA
Penggunaan tulangan berkepala pada tulangan longitudinal balok untuk Hubungan Balok Kolom (HBK), salah satunya untuk HBK Eksterior dapat menjadi alternatif untuk mengurangi kepadatan tulangan akibat pengangkuran kait standar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku kekuatan dan daktilitas dari spesimen tinjauan melalui analisis korelasi dan analisis kecukupan. Analisis korelasi meninjau akar kuadrat dari kuat tekan beton (??????????) , tegangan leleh tulangan longitudinal (fy), dan confinement index di HBK yang ditinjau terhadap tegangan geser rata-rata maksimum di HBK (Vj,peak/Aj) dan ultimate drift (drift R80). Analisis kecukupan meninjau panjang penyaluran tulangan berkepala (ldt,prov/ldt,req) untuk ACI 318-14 dan ACI 318-25, rasio selimut bersih tulangan longitudinal (ccb/db), dan rasio luas bersih kepala angkur (Abrg/Ab) dengan batasnya sesuai ACI 318-25 yang ditinjau terhadap kecukupan kapasitas lentur (Mpeak/Mn), kecukupan kapasitas geser (Vj,peak/Vn), dan syarat drift R80 yang sebesar 3.5% berdasarkan ACI 374.1-05. Database penelitian ini disusun dari hasil eksperimental terdahulu terhadap 77 spesimen dari 16 studi yang dipublikasikan di antara tahun 1998–2020. Nilai ????????? ada di 24.3–138.8 MPa, fy sebesar 369.7–1034 MPa, ccb/db sebesar 2.2–9.8, Abrg/Ab sebesar 1.7–13.4, ldt,prov/ldt,req ACI 318-25 sehesar 0.3–1.64, serta distribusi mode kegagalan pada kondisi beam failure, beam-joint failure, dan joint failure secara berturut-turut adalah sebanyak 31, 25, dan 21 spesimen. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa parameter yang memiliki korelasi paling kuat terhadap
PREDIKSI PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DAN ESTIMASI CARBON LOSS DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN DENGAN BERBAGAI SKENARIO BERDASARKAN ANALISIS DEFORESTASI TAHUN 1990 – 2020
Hutan di Provinsi Kalimantan Selatan telah mengalami penurunan luas atau disebut deforestasi hingga 55,7%. akibat kebutuhan lahan yang terus meningkat. Fenomena ini telah menimbulkan dampak serius bagi lingkungan, khususnya peningkatan emisi karbon yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Hal tersebut menjadi dasar penelitian ini yang bertujuan untuk memprediksi perubahan tutupan lahan serta mengestimasikan simpanan karbon pada tahun 2030 dan 2040 di Provinsi Kalimantan. Dalam penelitian ini analisis dilakukan secara historis (1990-2020) dan proyeksi (2030-2040) yang mencakup perubahan tutupan lahan, deforestasi, simpanan karbon, dan karbon yang hilang (carbon loss) di Kalimantan Selatan. Prediksi perubahan tutupan lahan dilakukan menggunakan model CA-Markov untuk tahun 2030 dan 2040 dengan sepuluh faktor pendorong sebagai variabel independen. Adapun tiga skenario yang digunakan dalam pemodelan tutupan lahan untuk tahun 2030 dan 2040, meliputi Business as Usual (BAU), Forest Conservation (FC), dan No Mining and Land Recovery (NM-LR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Provinsi Kalimantan Selatan mengalami penurunan tutupan hutan alam hingga 1.000.235,25 ha sepanjang periode 1990-2020, dengan peruntukkan terbesar untuk kategori pertanian, semak dan padang rumput, serta perkebunan. Hal ini mengakibatkan Provinsi Kalimantan Selatan mengalami penurunan simpanan karbon di kawasan hutan hingga 0,189 Gt (setara 0,695 Gt CO2e). Pemodelan menunjukkan nilai akurasi uji kappa sebesar 0,734, sehingga model dinilai layak digunakan untuk memprediksi tutupan lahan tahun 2030 dan 2040 dengan tiga skenario berbeda. Dari antara ketiga skenario, Forest Conservation (FC) terbukti efektif dalam mencegah deforestasi dan mempertahankan simpanan karbon di Kalimantan Selatan pada tahun 2040.
RESPONS MUKA AIR TANAH TERHADAP VARIABILITAS CURAH HUJAN: STUDI KASUS DUA SUMUR PANTAU DI CEKUNGAN BANDUNG
Air tanah merupakan sumber daya vital di Cekungan Bandung yang menghadapi tekanan akibat eksploitasi intensif. Pemahaman tentang hubungan antara variabilitas curah hujan dan respons muka air tanah menjadi kunci dalam pengelolaan sumber daya air tanah yang berkelanjutan. Penelitian ini menganalisis karakteristik respons muka air tanah terhadap curah hujan menggunakan data muka air tanah (MAT) dan curah hujan beresolusi tinggi dari dua sumur pantau (Sumur Ganesha dan Sumur Jatinangor) yang memiliki karakteristik berbeda. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan deret waktu yang mencakup fungsi autokorelasi (ACF) untuk waktu memori, fungsi silang-korelasi (CCF) untuk waktu respons, gain function Tukey-Hanning untuk karakteristik transmisi aliran, serta metode Water Table Fluctuation (WTF) untuk estimasi volume dan efisiensi imbuhan. Variabilitas hujan dikuantifikasi menggunakan 17 indeks yang mencakup jumlah hujan, frekuensi, durasi, intensitas, dan distribusi statistik kejadian hujan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Sumur Ganesha memiliki waktu memori lebih panjang (42,6 hari) dibandingkan Sumur Jatinangor (30 hari), mencerminkan kapasitas penyimpanan yang lebih besar. Waktu respons terhadap hujan berkisar antara 13–29 jam di Ganesha dan 14 jam di Jatinangor. Analisis gain function mengidentifikasi komponen aliran konduit pada periode kurang dari 43–107 jam, aliran rekahan pada periode 43–480 jam, dan aliran difus pada periode lebih panjang. Estimasi WTF menghasilkan total imbuhan sebesar 98–147 mm untuk Ganesha dengan efisiensi 40–53%, dan 678 mm untuk Jatinangor dengan efisiensi 55%. Analisis korelasi Pearson mengungkapkan bahwa efisiensi imbuhan berkorelasi negatif signifikan dengan total curah hujan di kedua lokasi (r = ?0,79 di Ganesha dan r = ?0,78 di Jatinangor), mengkonfirmasi hipotesis bahwa curah hujan lebih besar tidak selalu menghasilkan efisiensi imbuhan lebih tinggi. Indeks variabilitas hujan yang paling berpengaruh adalah frekuensi hari hujan (RD10, RD25) dan kondisi hujan anteseden (ATR), bukan semata-mata total curah hujan bulanan. Hujan intensitas sedang yang terdistribusi merata terbukti lebih efektif menghasilkan imbuhan dibandingkan hujan yang terkonsentrasi dalam kejadian ekstrem.
DEVELOPMENT OF TRANSMISSIVE POLARIZER FOR ULTRA HIGH FREQUENCY BAND APPLICATIONS
Polarisasi memainkan peran penting dalam perambatan gelombang radio. Polarisasi mengacu pada orientasi vektor medan listrik dari gelombang elektromagnetik (EM). Penelitian ini mengusulkan pengembangan transmissive polarization converter berbasis teknologi reconfigurable intelligent surfaces (RIS) untuk mengatasi tantangan utama dalam sistem radio frequency identification (RFID) pada pita ultra high frequency (UHF), yaitu kegagalan pembacaan akibat ketidaksesuaian polarisasi. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan industri akan sistem identifikasi otomatis yang andal, di mana orientasi tag RFID seringkali acak dan lingkungan kerja yang kompleks menyebabkan degradasi sinyal. Penggunaan teknologi RIS menawarkan solusi adaptif untuk mengubah polarisasi gelombang secara dinamis tanpa mengganti infrastruktur antena yang ada. Evaluasi eksperimental yang dilakukan di ruang anechoic menggunakan antena log-periodic dipole array (LPDA) dual-polarisasi pada rentang frekuensi 500MHz - 1500MHz menegaskan bahwa konverter menghasilkan polarisasi melingkar berkualitas tinggi dalam pita UHF dengan kerugian penyisipan yang rendah dan mempertahankan efisiensi transmisi yang tinggi, dengan hasil yang memvalidasi kemampuan struktur untuk mempertahankan konversi polarisasi yang kuat untuk berbagai aplikasi pita UHF.Metode penelitian yang digunakan mencakup tiga pendekatan utama: analitis melalui pemodelan teoritis matematis dari struktur sel unit; simulasi numerik menggunakan perangkat lunak elektromagnetik untuk studi parametrik, analisis susunan terbatas, dan pemodelan efek pemotongan diagonal dan sudut; dan eksperimental melalui fabrikasi prototipe dan pengukuran laboratorium menggunakan vector network analyzer (VNA). Hasil yang ditargetkan dari penelitian ini adalah prototipe transmissive polarization converter linear-to-circular (LTC) dengan axial ratio (AR) di bawah 3 dB pada pita UHF.
PENGARUH PERISTIWA HIDUP DENGAN PERUBAHAN KEPEMILIKAN KENDARAAN, MODA TRANSPORTASI, DAN FREKUENSI PERJALANAN DI DKI JAKARTA
Penelitian ini menganalisis asosiasi antara peristiwa hidup, yang terdiri dari pernikahan, kelahiran anak, dan perubahan pekerjaan, dengan perubahan kepemilikan kendaraan, moda utama, dan frekuensi perjalanan di Jakarta pada periode 2020 – 2025, menggunakan kerangka biografi mobilitas. Kerangka ini memandang peristiwa hidup sebagai titik balik yang berpotensi memicu penyesuaian kebutuhan mobilitas rumah tangga, dengan pola waktu penyesuaian yang dapat bersifat antisipatif, bersamaan, maupun tertunda relatif terhadap peristiwa yang dialami. Data dikumpulkan melalui survei retrospektif berbasis daring terhadap 1.000 responden berusia 17 hingga 60 tahun yang berdomisili di lima kota administrasi DKI Jakarta, telah mengalami setidaknya satu dari tiga peristiwa hidup tersebut dalam periode pengamatan, dan terjangkau melalui mekanisme rekrutmen panel riset daring Populix. Data hasil survei direkonstruksi menjadi 6.000 observasi berbentuk data retrospektif person-year, bukan data panel longitudinal asli, dengan enam observasi tahunan mewakili setiap responden pada rentang 2020 hingga 2025. Analisis dilakukan menggunakan model regresi logistik multinomial secara bertahap. Model A memasukkan variabel peristiwa hidup sebagai prediktor tunggal, Model B menambahkan karakteristik individu berupa jenis kelamin, usia, pendidikan, dan pendapatan, sementara Model C menambahkan karakteristik rumah tangga dan hunian berupa status pekerjaan, jumlah anggota rumah tangga, jenis dan status tempat tinggal, serta domisili. Ketiga model tersebut digunakan untuk menguji besaran asosiasi peristiwa hidup terhadap kategori perubahan tetap, meningkat, atau menurun pada masing-masing dimensi mobilitas. Model D digunakan secara terpisah untuk menganalisis pola waktu perubahan, yaitu apakah perubahan mobilitas terjadi secara antisipatif (anticipated) sebelum peristiwa berlangsung, bersamaan (immediate) dengan peristiwa, atau tertunda (lagged) setelah peristiwa terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan kendaraan merupakan dimensi mobilitas yang paling berasosiasi secara signifikan dengan peristiwa hidup dibandingkan dua dimensi lainnya, dengan kelahiran anak sebagai peristiwa hidup yang paling berkaitan secara konsisten, khususnya pada kategori penurunan i kepemilikan yang bertahan signifikan di seluruh tahapan model. Pernikahan berasosiasi secara signifikan dengan kecenderungan peralihan ke moda transportasi privat, yaitu mobil dan sepeda motor, sementara perubahan pekerjaan berasosiasi secara signifikan dengan kecenderungan peralihan ke layanan ride-hailing dan transportasi publik. Frekuensi perjalanan merupakan dimensi mobilitas yang paling tidak berasosiasi dengan peristiwa hidup secara langsung, dan lebih banyak dijelaskan oleh karakteristik struktural individu, seperti status pekerjaan wiraswasta dan jenis tempat tinggal sementara. Rendahnya asosiasi pada dimensi ini juga berpotensi dipengaruhi oleh resolusi pengukuran frekuensi perjalanan yang tergolong kasar, sehingga perubahan yang secara substantif berarti tidak selalu terdeteksi sebagai perubahan kategori. Pola waktu perubahan mobilitas bersifat spesifik untuk setiap kombinasi peristiwa hidup dan dimensi mobilitas yang diamati, tanpa satu pola tunggal yang berlaku seragam. Pernikahan secara konsisten menunjukkan pola tertunda pada ketiga dimensi mobilitas yang diteliti, mengindikasikan kecenderungan penyesuaian mobilitas yang membutuhkan waktu setelah peristiwa pernikahan berlangsung. Kelahiran anak menunjukkan pola yang kontras antar dimensi, yaitu bersifat antisipatif pada perubahan moda utama, namun bersifat tertunda pada perubahan kepemilikan kendaraan, mengindikasikan kemungkinan bahwa penyesuaian mobilitas terkait kelahiran anak berlangsung secara bertahap, tidak serempak pada seluruh dimensi. Estimasi pada seluruh model dalam penelitian ini menunjukkan asosiasi kondisional yang konsisten dengan urutan temporal, bukan efek kausal yang teridentifikasi secara metodologis. Kualifikasi ini penting mengingat kemungkinan endogenitas peristiwa hidup, potensi confounding akibat periode pandemi Covid 19 yang beririsan dengan awal periode pengamatan, serta ketiadaan strategi identifikasi kausal formal dalam desain penelitian yang bersifat observasional dan retrospektif. Sampel penelitian ini bersifat bersyarat, karena hanya mencakup responden yang mengalami salah satu peristiwa hidup terpilih, dan terjangkau melalui mekanisme rekrutmen panel riset daring sehingga generalisasi temuan perlu dibatasi pada karakteristik populasi tersebut, bukan diklaim mewakili populasi Jakarta secara umum. Dengan mempertimbangkan seluruh kualifikasi tersebut, temuan penelitian ini memperluas penerapan kerangka biografi mobilitas ke konteks kota berbasis sepeda motor, dan memberikan indikasi awal bahwa pola asosiasi antara kepemilikan kendaraan dan pemilihan moda transportasi dapat berbeda secara nyata dibandingkan pola yang ditemukan pada konteks negara maju berbasis mobil dan sistem transportasi yang lebih maju, yang memerlukan pengujian lebih lanjut melalui pendekatan model simultan pada penelitian mendatang.
RANCANGAN USULAN OKR–BALANCED SCORECARD DALAM PENERAPAN CONTINUOUS PERFORMANCE MANAGEMENT PADA PEXA MEDIKA
Meningkatnya kebutuhan dokter spesialis di Indonesia mendorong berkembangnya penyedia layanan bimbingan belajar persiapan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), termasuk Pexa Medika. Sebagai perusahaan yang bervisi menjadi one-stop solution penyedia layanan persiapan seluruh jenjang karier kedokteran, Pexa Medika perlu memastikan keselarasan strategi dengan pelaksanaan operasional. Seiring perkembangan perusahaan, Divisi Sales & Marketing menghadapi berbagai permasalahan, seperti belum adanya penetapan target kinerja yang terstruktur, tingginya ketergantungan terhadap Chief Executive Officer (CEO), serta belum optimalnya mekanisme pemantauan kinerja secara berkelanjutan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya suatu kerangka yang mampu menerjemahkan strategi perusahaan menjadi target kinerja yang selaras pada tingkat perusahaan, divisi, dan individu. Penelitian ini bertujuan merancang usulan OKR–Balanced Scorecard sebagai dasar penerapan Continuous Performance Management pada Pexa Medika. Perancangan dilakukan mengacu pada tahapan Performance Management Armstrong, yang meliputi studi pendahuluan, pengumpulan data, perancangan strategy map, perancangan Objectives and Key Results (OKR) perusahaan, divisi, dan individu secara cascading, penyusunan kamus kinerja, perancangan mekanisme Continuous Performance Management, serta pembobotan OKR strategis menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian berupa rancangan OKR–Balanced Scorecard yang terdiri atas strategy map, OKR strategis perusahaan, OKR Divisi Sales & Marketing, OKR individu, kamus kinerja, serta mekanisme Continuous Performance Management. Rancangan tersebut mengintegrasikan Balanced Scorecard sebagai kerangka penerjemahan strategi perusahaan dengan OKR sebagai mekanisme penetapan target kinerja secara berjenjang, sehingga mendukung proses pemantauan, evaluasi, dan pengembangan kinerja secara berkelanjutan. Rancangan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi acuan bagi Pexa Medika dalam menerapkan Continuous Performance Management.
PERANCANGAN MATERIAL PELAPIS BERBASIS KOMPOSIT SIO?–AL?O?–BN UNTUK PENINGKATAN KINERJA ARUS BOCOR DAN STABILITAS TERMAL ISOLATOR TEGANGAN TINGGI PASANGAN LUAR
Isolator tegangan tinggi pasangan luar rentan mengalami peningkatan arus bocor akibat kontaminasi dan kondisi lingkungan yang dapat mempercepat degradasi material serta menurunkan keandalan sistem tenaga listrik. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengkarakterisasi material pelapis RTV SiR berbasis komposit hibrida nAl?O?, nBN, dan nSiO? untuk meningkatkan kinerja isolator tegangan tinggi pasangan luar. Material pelapis difabrikasi dengan komposisi 2 wt% nAl?O? + 1 wt% nBN dan variasi penambahan nSiO? sebesar 2 wt% dan 2,5 wt%. Evaluasi dilakukan melalui pengujian arus bocor pada kondisi kering, kabut bersih, dan kabut garam, baik tanpa maupun dengan polutan, serta karakterisasi termal menggunakan TGA/DTA dan pengukuran konduktivitas termal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi RTV SiR + 2 wt% nAl?O? + 1 wt% nBN + 2 wt% nSiO? merupakan komposisi optimum. Pelapis ini mampu menurunkan arus bocor hingga 65,9% dibandingkan isolator tanpa pelapis dan menghasilkan nilai cross product terendah pada sebagian besar kondisi pengujian. Penambahan nSiO? menjadi 2,5 wt% tidak memberikan peningkatan performa yang signifikan akibat kecenderungan aglomerasi nanopartikel. Hasil TGA menunjukkan massa sisa sebesar 34,85%, lebih tinggi dibandingkan material acuan sebesar 31%, sedangkan hasil DTA menunjukkan karakteristik endotermik yang mendukung peningkatan kestabilan termal. Selain itu, konduktivitas termal meningkat dari 0,520 W/mK menjadi 0,749 W/mK atau sekitar 44%. Hasil penelitian membuktikan bahwa kombinasi nAl?O?, nBN, dan nSiO? mampu meningkatkan kinerja listrik dan termal pelapis RTV SiR untuk aplikasi isolator pasangan luar tegangan tinggi.
VIABILITAS DAN KONTAMINASI SILANG ESCHERICHIA COLI PADA STAINLESS STEEL SERTA PENGARUH DRY–WET WIPING DAN UV-C
Kontaminasi silang mikroba melalui permukaan kontak stainless steel pada peralatan pemrosesan merupakan tantangan higienitas penting di industri susu bubuk yang menerapkan kondisi proses kering. Meskipun studi mengenai ketahanan Escherichia coli, kontaminasi silang, dan metode sanitasi telah dilakukan secara terpisah, kajian integratif dalam satu rangkaian penelitian masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi viabilitas E. coli selama desikasi 0 jam, 1 jam, dan 4,5 jam pada permukaan stainless steel AISI 304, kontaminasi silangnya ke skim milk powder (SMP), serta efektivitas metode dry wiping, wet wiping, dan pra-perlakuan UV-C 254 nm dalam mereduksi bakteri pada permukaan tersebut, menggunakan plate count. Uji kontaminasi dilakukan dengan kontak 15 detik dan 15 menit. UV-C diberikan selama 30 menit, dan wet wiping menggunakan larutan berbasis QAC. Hasil menunjukkan bahwa rerata jumlah E. coli yang masih dapat dikultur pada permukaan stainless steel berada pada kisaran log 5,287–5,410 CFU/cm² selama periode desikasi dan tidak berbeda signifikan. Pada durasi kontak 15 detik, E. coli tetap tertransfer ke skim milk powder (SMP) setelah desikasi hingga 4,5 jam dengan jumlah sekitar ±6–7 log CFU/sampel SMP, sedangkan pada durasi kontak 15 menit E. coli hanya terdeteksi pada waktu desikasi 0 jam. Wet wiping menghasilkan log reduction yang lebih tinggi dibandingkan dry wiping (6,57 ± 0,88 vs. 3,77 ± 0,44 log CFU/cm². Pra-perlakuan UV-C menunjukkan kecenderungan meningkatkan log reduction pada kedua metode wiping, namun tidak memberikan perbedaan yang signifikan.
DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN LOGISTIK BERBASIS DJANGO DENGAN PELACAKAN GNSS REAL-TIME DAN PEMBUATAN SHIPPING INSTRUCTION OTOMATIS
Industri logistik kargo berperan penting dalam perdagangan global, di mana efisiensi operasional dan visibilitas pengiriman menjadi faktor utama kualitas layanan. Namun, operasi logistik masih menghadapi tantangan berupa kurangnya pemantauan pengiriman secara real-time serta proses pembuatan dokumen Shipping Instruction (SI) yang masih manual, sehingga meningkatkan ketidakpastian operasional dan risiko human error. Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan aplikasi manajemen logistik berbasis web yang mengintegrasikan sistem pelacakan real-time dan generator dokumen SI otomatis. Sistem dikembangkan menggunakan framework Django pada backend dan Vue.js pada frontend untuk antarmuka yang responsif. Subsistem pelacakan memanfaatkan perangkat berbasis GNSS yang terhubung dengan mikrokontroler Arduino Uno untuk memperoleh data lokasi, yang kemudian divisualisasikan melalui peta interaktif berbasis Leaflet. Sementara itu, subsistem generator otomatis mengubah data pengiriman menjadi dokumen PDF siap ekspor menggunakan ReportLab. Evaluasi sistem dilakukan melalui pengujian fungsional dan performa untuk mengukur waktu respons, latensi, serta stabilitas di bawah akses pengguna simultan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi mampu menangani beberapa jalur pelacakan secara bersamaan dengan latensi yang aman serta performa pembuatan dokumen yang cepat. Sistem yang diusulkan terbukti mampu mengurangi beban administrasi manual, meminimalkan kesalahan dokumen, serta meningkatkan transparansi pemantauan untuk mengoptimalkan efisiensi operasional perusahaan logistik.
PENGEMBANGAN KERANGKA KERJA KOMPUTASIONAL UNTUK ANALISIS BEBAN PESAWAT SIPIL SUBSONIK PADA TAHAP DESAIN AWAL STRUKTUR
Analisis beban internal diperlukan pada tahap preliminary design untuk menentukan gaya geser, momen lentur, dan torsi yang bekerja pada struktur utama pesawat. Penelitian ini mengembangkan kerangka kerja komputasional berbasis Digital DATCOM dan MATLAB untuk menghitung beban internal pada wing, horizontal tail plane (HTP), dan vertical tail plane (VTP) pesawat sipil subsonik. Kondisi pembebanan yang dianalisis meliputi static load, steady symmetric maneuver, quasi-static vertical gust, pure rolling maneuver, serta VTP rudder maneuver dengan roll balance. Keluaran Digital DATCOM berupa koefisien aerodinamika dasar dan turunan kendali digunakan sebagai masukan program MATLAB untuk membentuk flight envelope, menghitung kebutuhan trim, menentukan beban komponen, membentuk distribusi beban, serta menghitung gaya geser, momen lentur, torsi, dan internal load envelope. Hasil analisis menunjukkan bahwa massa pesawat, posisi CG, dan jenis load case memengaruhi besar beban internal pada komponen yang dianalisis. Internal load envelope yang diperoleh menunjukkan batas maksimum dan minimum beban internal pada setiap komponen struktur utama. Konsistensi hasil diperiksa melalui kesetimbangan gaya dan momen, integrasi distribusi beban, serta perbandingan dengan metode integrasi sederhana. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa selisih kesetimbangan dan integrasi beban mendekati nol, sedangkan seluruh error terhadap metode integrasi sederhana berada di bawah 2%. Dengan demikian, kerangka kerja yang dikembangkan dapat digunakan secara konsisten untuk analisis beban internal pada tahap desain awal.